
Vong kitchen, Jakarta.
Restoran mewah yang berada di sebelah selatan jakarta menjadi tempat makan andalan untuk seorang dokter, selain menu makanan yang berasal dari eropa, restoran ini sudah menjadi tempat untuk mereka bertemu. Dokter Fandy dan juga Reyna maupun Rangga datang lebih awal, karena mereka yang memesan restoran ini. Masih sangat sepi, dengan rasa malas Rangga turun dari mobil.
" Untuk apa makan malam di sini?" Ucap Rangga, karena yang ia inginkan adalah bertemu Elea.
Reyna menggandeng Rangga untuk masuk ke dalam restoran, memang restoran itu sangat sepi hanya ada mereka yang baru datang.
Namun tak lama, keluarga dokter Daniel juga ikut datang bersama Dylan namun kali ini, Dylan sengaja mengajak Kiara karena ia sementara menginap di rumah Dylan.
Kiara tersenyum ke arah Reyna.
" Halo tante, aku kiara!" Ucap Kiara sambil berjabat tangan dengan Reyna. Reyna merasa sedikit canggung, entah kenapa setiap ia melihat wajah Kiara, bayang-bayang Dimas masih saja menghantui. meski kejadian itu sudah sangat lama, tapi wajah Kiara sangat mirip sekali dengan Dimas.
" Halo, kamu sudah besar ya!" Ucap Reyna yang langsung menjabat tangan Kiara.
" Iya Rey, ini Kiara dia sudah besar dan cantik...." Ucap Susan.
Sementara Dylan dan Rangga duduk bersama ayah mereka masing-masing.
" Aleyna belum datang?" Ucap Susan
" Mungkin masih di jalan, aku juga tidak tahu...." Ucap Reyna
" Ayo silahkan duduk, San ajak Kiara duduk...." Ucap nya.
Akhirnya, Susan mengajak Kiara duduk sambil menunggu kedatangan keluarga dokter Adnan.
Selang beberapa menit, keluarga dokter Adnan datang , elea dan Alvin nampak heran karena ini pertama kali mereka datang ke restoran ini, karena mereka tidak terlalu menyukai makanan khas eropa.
" Kenapa nggak makan sushi gitu?" Ucap Elea sambil merengek.
" Udah ayo masuk!" Ucap Alvin yang menarik lengan Elea untuk masuk ke dalam restoran.
Setelah Elea masuk dengan di dampingi Alvin, Rangga langsung berdiri menatap kecantikan Elea, ia tidak bisa berhenti berkedip, Rangga begitu terpesona dengan kecantikan Elea malam ini.
Elea menatap ke arah Rangga, ia tersenyum seolah melupakan kemarahan nya. Ia begitu merindukan Rangga.
" Kamu cantik sekali malam ini, Elea...." Batin Rangga. Ia tak bisa berhenti menatap kecantikan elea. Dokter Fandy maupun Reyna memperhatikan gerak gerik Rangga, mereka menatap satu sama lain.
" Mama beruang, benar apa kataku, kalau Rangga mencintai elea....," Bisik Dokter Fandy.
" Aku tahu itu...." Ucap Reyna yang terus tersenyum.
Dokter Fandy berdiri di samping Rangga sambil berbisik.
" Ehemmm, cantik yah!" Goda dokter Fandy.
Rangga tersenyum sambil mengatakan sesuatu.
" Cantik banget!" Ujar nya.
Elea nampak girang bisa bertemu kembali dengan Rangga, bahkan ia tidak bisa berhenti tersenyum.
" Gimana mau makan shusi atau mau tetap di sini?" Tawar Alvin.
" Aku mau disini saja..." Ucap Elea sambil menghampiri Rangga.
" Dasar, bucin.... " Ucap Alvin
Dokter adnan dan dokter Fandy berjabat tangan sambil mengobrol di ikuti oleh dokter Daniel. Setelah melepas rindu, mereka memesan makanan.
" Rangga...." Ucap Elea yang langsung berlari dan melepas sepatu hak tinggi nya.
Kedua orang tua Elea merasa heran dengan tingkah elea.
" Elea..." Ucap Rangga yang juga menghampiri Elea.
Elea maupun Rangga bahagia karena bisa bertemu kembali, seolah masalah kemarin mereka lupakan begitu saja.
Elea tidak memperdulikan orang-orang di sekililing nya.
" El mau kemana...." Ucap Dokter Adnan yang mencegah Elea untuk memeluk Rangga.
" Daddy aku bertemu Rangga...." Ucap Elea sambil merengek.
" Pa, aku kangen sama elea..." Ucap Rangga. Yang juga di cegah oleh dokter Fandy.
" Kangen sih kangen tapi jangan asal meluk gitu saja, ingat ini di restoran..." Bisik dokter Fandy.
" Elea jangan bikin malu daddy..." Ucap dokter Adnan.
Elea pun terdiam, lalu mereka berkumpul. Dokter Fandy menjelaskan tentang hubungan kedua nya.
" Sebenarnya aku ingin memberitahukan, lusa nanti aku dan reyna akan pindah ke Sidney...." Ucap Dokter Fandy.
" Kenapa jadi mendadak gini, memang nya pekerjaan itu begitu mendesak" ucap Susan
" Iya, padahal baru beberapa bulan kamu tinggal di sini!" Ucap dokter Daniel.
" Aku kira kau akan menetap di sini!" Ucap dokter Adnan.
" Tidak, kebetulan aku dan dr. jung akan membangun beberapa fasilitas kesehatan di sana, dan juga menjalin kerja sama. "
" Namun ada satu hal yang ingin aku katakan, Rangga menolak untuk ikut pindah ke sidney, kalian tahu apa alasan nya...."
" Rangga katakan!"
Dokter Fandy menyuruh Rangga untuk mengutarakan semua nya di hadapan dokter Adnan maupun dokter daniel dan yang lain nya.
" Aku tidak bisa ikut, aku tidak ingin berada jauh dari Elea, Alvin dan juga Dylan. Mereka sudah menjadi bagian dari ku...." Ucap Rangga.
" Tidak, aku tidak ingin jauh dari kamu...."
Semua begitu bersorak ketika Rangga dan Elea berbicara satu sama lain.
" Rangga begitu mencintai Elea, aku yakin kita akan menjad besan..." Ucap Dokter Fandy.
" Jadi selama ini el dan Rangga pacaran?" Ucap Aleyna yang baru tahu.
" Elea tidak boleh pacaran, kecuali ada yang serius mengajak nya untuk menikah!" Ucap dokter Adnan.
" Nan , aku siap menikahkan Rangga dan Elea...." Celoteh dokter Fandy, namun celotehan dokter Fandy maupun dokter Adnan begitu membuat kerusuhan, sampai istri-istri mereka tidak menyetujui untuk menikahkan anak nya yang masih di bawah umur. Sementara kedua orang tua mereka berselisih paham, Rangga mengajak Elea untuk kabur dari perdebatan orang tua nya. Rangga ingin melepaskan rasa rindu yang begitu besar.
" Ayo pergi ..." Ucap Rangga yang menarik lengan elea dan kabur menuju luar restoran.
" Ga, tunggu!" Ucap Elea yang melepas sepatu hak tinggi nya karena menyusahkan elea untuk berlari, elea tidak biasa memakai sepatu dengan hak tinggi.
Sampai di sebuah taman didekat restoran, Rangga mengajak elea untuk duduk dan menikmati malam.
" Kamu nggak cape apa turun ke bumi?" Goda Rangga.
" Maksud kamu?" Ucap Elea.
" Kamu cantik banget malam ini, ..." Ucap Rangga yang menggoda Elea.
" Kamu juga ganteng!" Ucap Elea yang juga ikut membalas rayuan Rangga.
" Aku kangen banget sama kamu, maaf aku telat menjelaskan semua nya. Tapi, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu, elea..." Ucap Rangga.
" Kalau gitu, kita menikah saja. Biar aku dan kamu bisa satu rumah...." Ucap Elea
" Kamu mau menerima aku, aku belum memiliki pekerjaan, aku bahkan masih sekolah...." Ujar Rangga.
" Yang penting kamu selalu ada buat aku, aku pengen deh suatu saat bangun tidur terus bikinin kamu kopi!" Ucap Elea sambil tertawa dan menyandarkan kepala nya di bahu Rangga.
" Aku juga pengen ketika aku aku terbangun aku bisa melihat wajah cantik mu setiap hari..." Ucap Rangga sambil mencium kening elea.
" Ga... "
" El..."
" Jangan pergi untuk yang kedua kalinya, aku benci momen itu!"
" Tenang , aku sudah mengunci hatiku, tidak akan ada orang lain didalam nya...."
" Makasih Ga, untuk selama ini...."
" Makasih untuk apa."
" Karena kamu sudah sangat baik memperjuangkan hubungan kita."
" Itu sudah tugas aku!" Ucap Rangga.
Kedua nya menghabiskan waktu di taman, Alvin dan Kiara mencari keberadaan rangga maupun Elea, karena mereka pergi tanpa ada yang melihat nya.
" Ra, kamu cape?" Ucap Alvin yang melihat keringat di wajah Kiara.
" Nggak kok vin...." Ucap Kiara sambil tersenyum, namun tiba-tiba saja Alvin mengambil tisu dan mengelap keringat di wajah Kiara.
" vin, aku nggak apa-apa!" Ucap Kiara sambil tersipu malu.
" Kalau gitu, kita pergi ke taman saja, kebetulan ada taman di sebelah sana..." Ajak alvin.
" Vin, memang benar Elea dan Rangga akan menikah?" Ucap Kiara
" Memang nya kenapa?" Ucap Alvin.
" Aku nanya doang kok!" Ucap Kiara sambil menahan senyum nya.
" Aku kira kamu mau menikah juga..." Ucap Alvin, kiara memukul lengan Alvin.
" Belum ada pasangan, aku menikah sama tembok gitu?" Ucap Kiara sambil tersenyum.
" Kalo ada pasangan nya bagaimana?" Tanya alvin.
Kiara hanya terdiam, ia langsung berjalan dengan cepat meninggalkan Alvin. Alvin tersenyum menatap Kiara yang salah tingkah dengan ucapan nya. Alvin langsung menyusul Kiara untuk meneduh di Taman kota yang nampak tenang dan damai. entah Alvin begitu terbius oleh pesona Kiara.
.
.
.
.
.
.
jadi dukung yang mana nih?
Ralea?
atau RaVin ( alvin kiara )