
Alarm sudah bunyi sedari tadi, namun Aleyna sudah bangun lebih awal karena hari ini pertama kali ia akan melanjutkan pendidikan nya di salah satu Universitas swasta di kota nya, kampus yang bersamaan dengan kampus Susan dan Reyna, akan tetapi hari ini ia hanya di temani oleh Susan karena Reyna mengambil cuti terlebih dahulu, maklum saja pengantin baru banyak acara .
Aleyna memang ada jadwal masuk pagi karena ia termasuk mahasiswa baru, setelah bingung memilih jurusan mana yang akan ia tempuh, akhir nya atas dukungan dari Adnan, Ia memberanikan diri mengambil jurusan Teknik Informatika, sebenarnya ia ingin sekali mengambil jurusan Hubungan Internasional namun, Adnan menyuruh nya untuk mengambil Jurusan Teknik, meski begitu Aleyna mengikuti saja toh ia memang menyukai fakultas teknik.
" Sayang ... bangun " Ucap Aleyna sambil menggoyangkan tubuh Adnan yang masih tertidur
" Mmm.... " Ucap nya sambil memeluk bantal
" Sayang, bangun dulu. kan kamu ada tugas pagi ini " Ucap Aleyna
lalu, Adnan pun beranjak bangun, dan mengecup bibir Aleyna, ntah kebiasaan nya setiap hari karena ada yang kurang kalau saja, Adnan tidak melayangkan satu kecupan
" Kamu mau kemana?" Ucap Adnan
" Loh, kamu lupa Mas,? kan ini hari pertama aku masuk kuliah " Jawab nya sambil membereskan sprei yang berantakan
" Yasudah, aku akan mengantarkan kamu" Ucap Adnan lalu beranjak pergi mandi karena ia juga ada tugas pagi ini di rumah sakit.
Seperti biasa, setelah membereskan kamar tidur nya ia beralih mengurus kedua anak nya, yang baru saja bangun. Sebenarnya, Aleyna tidak tega kalau harus meninggalkan Elea dan Alvin yang masih kecil namun, ia juga harus mengejar pendidikan nya demi masa depan kedua anak nya. Ia tidak ingin hanya berdiam saja di rumah, Aleyna mempunyai impian besar untuk mempunyai sebuah perusahaan property seperti Papah Yudha yang sudah sukses , Dan untung nya Adnan tidak pernah melarang Aleyna, ia bahkan mendukung keinginan Aleyna untuk melanjutkan pendidikan nya, karena Adnan mengerti bagaimana keadaan Aleyna, ia bahkan menghabiskan masa muda nya dengan menjadi istri dari seorang Dokter, Adnan tidak ingin Aleyna merasa terbebani , ia senantiasa memberi kebebasan kepada Aleyna untuk menjalani karir nya.
Aleyna sudah menunggu Adnan di ruang makan, untuk menikmati sarapan pagi bersama , karena ini sudah merupakan kegiatan mereka setiap hari.
" Sayang .." Ucap Adnan yang menuruni anak tangga dan menghampiri Aleyna
" Al dan El sayang .. " Ucap Adnan sambil mengecup pipi mereka
" Sarapan dulu sayang " Ucap Aleyna kepada Adnan sambil membenarkan kerah kemeja Adnan yang sedikit berantakan
" Kamu juga sarapan yang banyak, biar semangat kuliah nya " Ucap nya
" Iya sayang " jawab nya
mereka pun menikmati menu sarapan pagi seperti biasa, roti bakar dan selai blueberry serta cemilan buah buahan dan susu putih, serta pancake yang di buat oleh Bi Nani, setelah selesai sarapan, akhir nya mereka pun berangkat dan meninggalkan Alvin dan Elea yang tiba tiba saja menangis ketika melihat Aleyna hendak pergi ke kampus
" nanti siang, momy pulang kok" Ucap Aleyna sambil mencium Elea yang histeris
" Mas, gimana Elea nangis terus ?" Ucap Aleyna kepada Adnan
" El jangan nangis terus, kakak Alvin saja tidak menangis " Ucap Adnan sambil mendiam kan Elea
" ibu sama bapak berangkat saja, nanti Bibi yang akan mengajak main non Elea" Ucap Bi Nani sambil beralih menggendong Elea
" momy sama daddy berangkat sayang, jangan nangis terus, momy jadi ngga tega" Ucap Aleyna sambil mencium kedua buah hati nya.
*
Akhir nya, Adnan pun mengantarkan Aleyna ke kampus baru nya, ia memang menyempatkan waktu untuk mengantar Aleyna yang baru pertama kali masuk kuliah.
Adnan memang sangat mendukung keinginan Aleyna untuk melanjutkan pendidikan nya , dan menjadi lulusan sarjana teknik , karena ia ingin mengejar karir nya sebagai pengusaha muda, sebenarnya Adnan tidak mengijinkan Aleyna untuk bekerja nanti nya, namun ia begitu keras kepala ingin mempunyai bisnis seperti Papah nya, memang darah bisnis mengalir dari kedua orang tua nya.
Bagaimana tidak?
ia terlahir dari orang tua nya, yang sama sama bekerja di salah satu perusahaan property di jakarta, karena Papah Yudha juga menanam saham di salah satu Perusahan ternama di Kota ini, ini yang akan menjadi awal dari karir Aleyna kedepan nya, Adnan tidak ingin melarang nya karena Aleyna begitu gigih ingin mewujudkan keinginan nya.
" Sayang, aku kepikiran El sama Al " Ucap Aleyna di dalam mobil
" Aku sudah menyuruh bunda untuk ke rumah, agar kamu tidak khawatir " Ucap Adnan
" Aku jadi merasa tidak enak hati " Ucap nya
" Bunda mengerti dengan keadaan kamu, bagaimana pun ini resiko menikahi gadis di bawah umur yang baru saja lulus sekolah" Ucap Adnan sambil fokus mengemudi
" Kau keberatan aku melanjutkan pendidikan ku ?" Ucap Aleyna
" Tentu tidak, aku sangat mendukung mu sayang !" Ucap Adnan sambil mengelus pucuk rambut Aleyna
" Aku tidak ingin di pandang sebelah mata , karena aku hanya lulusan sekolah menegah atas, sedangkan suami ku seorang Dokter, yang bahkan di usia muda nya, sudah menjadi seorang Dokter spesialis" Ucap Aleyna begitu lirih dan bangga kepada suami nya
" Sayang,aku tidak memperdulikan itu, kamu istri aku, bagaimana pun kamu sekarang adalah istri aku !" Ucap Adnan
" Ya tapi, aku ingin membuktikan kesemua orang, kalau aku wanita berpendidikan juga yang pantas mendampingi kamu, sayang!" Ucap Aleyna
" Kau bahkan wanita yang tepat, untuk mendampingi ku " jawab Adnan sambil tersenyum kecil kepada Aleyna
Tak lama, mobil Adnan pun berhenti di salah satu Universitas swasta di Kota ini, Kampus swasta terbaik yang ada di kota, Aleyna memang sudah tidak asing dengan suasana kampus ini, karena ia pernah ikut masuk ke kampus ini beberapa bulan yang lalu ketika ia sedang hamil, karena Reyna dan Susan pun kuliah di kampus ini juga, jadi Aleyna sengaja memilih kampus ini.
" Sayang, semangat yah! kalau sampai ada yang menggoda mu, aku tidak tinggal diam!" Ucap Adnan
Satu kecupan untuk Adnan di pipi nya, karena Aleyna tidak ingin membuat Adnan begitu mengkhawatirkan nya.
" Mas, hati hati yah! semangat kerja nya!" Ucap Aleyna sambil mencium punggung tangan Adnan
" Iya sayang" Ucap Adnan
*
Setelah menatap kepergian Adnan, Aleyna pun langsung masuk ke kampus baru nya, ia bertemu dengan Susan yang baru saja datang karena ia memang sudah semester tiga, berbeda dengan Aleyna yang baru saja mulai kegiatan kampus nya.
Susan menghampiri Aleyna yang masih malu malu, memasuki area kampus, wajar saja karena ia memang mahasiswa baru.
" Jadi kamu ambil jurusan teknik ?" Ucap Susan kepada Aleyna
" Iya, semoga saja otak ku sampai deh ke Teknik !" Ucap Aleyna yang sudah merasa down duluan
" Heh! nikmatin saja dulu sebagai mahasiswa baru, masalah tugas dan semacam nya , lupakan sejenak!" Ucap Susan sambil tertawa
" Aku bahkan memikirkan Elea dan Alvin di rumah, ntah pikiran ku, menjurus ke situ , aku tidak bisa bebas seperti dulu " Ucap Aleyna sambil duduk di Area taman kampus
" Yah mungkin karena ini hari pertama dan kamu belum terbiasa, Ley" Ucap Susan
Aleyna hanya terdiam, dan menghela nafas
" Aku juga begitu, ketika pertama kali meninggalkan Kiara, Tapi sekarang aku sudah lebih tenang karena Kiara sudah di jaga oleh bibi aku !" Ucap nya
" Iya mungkin kita tidak bebas seperti dulu, karena tanggung jawab yang begitu besar!" Ucap Aleyna
" Yah, begini lah rasa nya menikmati nikah di usia muda" Ucap Susan
Tak lama, Susan pun pamit karena ada kelas yang akan di mulai pagi sekali, terpaksa ia harus meninggalkan Aleyna sendiri di taman kampus, karena jam kuliah pertama Aleyna tinggal setengah jam lagi, sementara Susan harus pergi terlebih dahulu
" Aku masuk kelas dulu, kalau ada apa apa hubungi aku saja, soalnya dosen nya killer !" Ucap Susan yang langsung beranjak pergi
sementara Aleyna membuka telepon genggam nya sambil memainkan sosial media, dan menatap wajah Kedua buah hati nya, namun tiba tiba saja ada seseorang yang menghampiri nya bahkan ia duduk di samping Aleyna, seseorang itu mengenakan kemeja kotak kotak dengan celana jeans, dan memakai topi . kalau di lihat, orang itu memiliki wajah khas Asia dan badan nya sangat Atletis.
" aku boleh duduk di sini ?" Sapa nya yang meminta ijin kepada Aleyna
" duduk saja, tidak ada yang melarang!" Jawab nya
Aleyna masih sibuk memainkan telepon genggam nya, dan mengirim sebuah pesan kepada Adnan untuk menanyakan ia sudah sampai atau belum karena Adnan belum mengabari nya sama sekali.
" Mahasiswa baru yah ?" Ucap seseorang itu
" mmmm... Iya, bagaimana kau tahu?" Ucap Aleyna
" Karena kau tidak memiliki teman " Ucap Seseorang itu
" Aku tidak perduli karena tujuan awal ku kuliah di sini, untuk belajar bukan mencari teman " Ucap ketus Aleyna
" Kenalkan aku, Bima santana, anak fakultas Teknik dan baru semester Lima " Ucap Seseorang itu yang bernama Bima , ia menyodorkan tangan nya, namun Aleyna mengabaikan nya
" Salam kenal , Aku Aleyna " Ucap nya begitu singkat
"Tak kenal, maka tak sayang! tapi kalau sudah kenal terus sayang gimana ?" Ucap Receh Bima yang membuat bulu kuduk Aleyna begitu merinding
Asli, orang nya receh banget tapi, lumayan menghibur Aleyna.
" Kau juga anak fakultas teknik ?" Ucap Bima yang terus menerus menginterogasi Aleyna
" Iyah!" Sahut nya singkat
" kalau begitu, aku antarkan kamu ke kelas Fakultas teknik , karena aku juga mau ke sana!" Ucap Bima yang menawarkan bantuan nya, Aleyna memang awam yah dia menerima bantuan Bima karena Ia memang tidak terlalu hafal area kampus ini
" Boleh " Ucap nya begitu singkat
Akhir nya,Bima pun mengantarkan Aleyna menuju ruang kelas fakultas teknik khusus mahasiswa baru.
Aleyna memang tidak mengetahui siapakah seorang Bima Santana, karena ia baru saja mengenal nya .
Bima santana adalah seorang mahasiwa Fakultas teknik Elektro yang populer di kalangan kampus ini, ia seorang vocalis karena ia memiliki band di kampus dan bahkan sudah merilis beberapa lagu, banyak mahasiswi yang mengejar nya dan menggoda nya, namun sampai detik ini ia belum tertarik dengan wanita mana pun setelah putus bersama mantan kekasih nya, Ia memang ramah , tapi tidak berlebihan.
Jangan lupa vote, dan like serta komen . Terimakasih sudah setia membaca cerita ini.