My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Season3- Sikap dokterAdnan



Elea begitu cepat di tangani karena kondisi nya yang semakin melemah, Elea mengeluh sakit di bagian ulu hati di dekat pusar bahkan sebelumnya Elea tidak memiliki riwayat penyakit asam lambung di keluarga nya.


Setelah di lakukan pemeriksaan appendicogram untuk mengetahui penyakit yang diderita oleh Elea, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan Xray.


Setelah mendapatkan pemeriksaan, Elea dilarikan ke kamar rawat yang khusus di VIP rumah sakit, Aleyna selalu menemani dengan isak tangis karena Elea mengeluh kesakitan.


Sementara dr.Adnan sibuk mengurus hasil pemeriksaan yang selang beberapa jam keluar, dr. Adnan begitu terkejut setelah melihat hasil pemeriksaan.


" Radang usus buntu?"


Ya, Elea menderita radang usus buntu, ntah apa yang selama ini Elea derita, dr. Adnan memang tidak selalu memperhatikan anak gadis nya itu, sampai Elea mengalami penyakit seperti itu.


Kemungkinan Elea akan dilakukan tindakan operasi, untuk mengurangi rasa sakit nya.


" Maafkan Daddy elea, selama ini Daddy tidak pernah memperhatikan kamu, daddy terlalu cuek karena Daddy rasa kamu, anak perempuan yang begitu kuat, Daddy sangat mencintai kamu nak..."


dr. Adnan bergegas masuk ke ruang Rawat yang berada di lantai 4, ia masuk ke kamar rawat 441 dan mendapati Elea sedang terbaring tidur.


" Mas, sudah keluar hasil lab nya? apa yang diderita oleh Elea?" ucap Aleyna yang begitu panik.


dr. Adnan menarik lengan istrinya, menuju keluar, ia takut Elea akan terbangun dengan kebisingan obrolan antara ia dan Aleyna.


sutt.....


" Ayo ikut aku keluar..." ucap dr. Adnan sambil menarik lengan Elea untuk keluar dari ruang rawat inap. Aleyna pun mengikuti dr. Adnan


" Mas, apa yang sebenarnya terjadi?" ucap Aleyna begitu penasaran.


dr. Adnan menyentuh bahu istri nya, dan menatap kedua bola mata indah yang di miliki oleh istri nya, meski di usia yang sudah kepalang, istrinya masih terlihat cantik tanpa bedak dan lipstik di wajah nya.


" Aku merasa bersalah selama ini selalu menuntut Elea, aku bersalah selama ini tidak pernah mendengar keluh kesahnya, aku bahkan selalu sibuk dengan urusanku di saat Elea masih kecil sampai sekarang di usia nya yang sudah dewasa, aku begitu bersalah tidak mendukung apapun keinginannya, cita-cita nya, aku begitu egois!" ucap dr. Adnan dengan lirih tak terasa air mata nya menetes, mengingat dulu, dr. Adnan selalu menuntut Elea untuk menjadi seorang Dokter, tapi Elea memutuskan untuk menjadi seorang Guru, kecintaannya terhadap anak kecil bahkan menyadarkan dr. Adnan, kalau saja cinta itu tidak bisa di paksakan, dr. Adnan cinta terhadap pekerjaan nya, ia tidak mungkin bisa memaksakan anak perempuan nya yang sedang berbaring sakit.


Aleyna memeluk dr. Adnan dengan sangat erat, bahkan ia tidak ingin dr. Adnan merasa bersalah.


" Jangan menyalahkan diri sendiri Mas, apa yang sudah terjadi sudah menjadi takdir tuhan, memang dulu kamu pernah memaksa Elea untuk menjadi seorang Dokter, Aku tahu bagaimana sakit nya Elea, rapuh nya Elea karena tidak mendapatkan dukungan darimu Mas, aku bisa merasakan apa yang Elea rasakan, bahkan ketika ia kehilangan Rangga.." ucap Aleyna sambil menangis dalam pelukan suami nya.


" Elea mengalami radang usus buntu, dan lusa nanti akan di jadwalkan operasi nya!" ucap dr. Adnan, yang membuat istrinya itu terkejut.


" Mas....."


" kamu serius! Ya tuhan, sembuhkan lah anak perempuan ku, dia sudah banyak menderita " ucap Aleyna sambil menangis tersedu.


" kita sholat yuk, berdoa semoga Elea mendapatkan kesembuhan..."


" Kita sholat bareng di kamar ini saja.."


" Yasudah Mas, aku ambil wudhu dulu..."


***


Pukul 02.35 wib,Elea terbangun karena kepala nya terasa pusing, dan sedikit mual , ia melihat kedua orang tua nya sedang shalat berjamaah, tak terasa air mata Elea menetes, begitu sayang nya kedua orang tua Elea, Elea bahkan merasa banyak sekali melakukan kesalahan.


" mom, daddy....." ucap lirih Elea, setelah selesai shalat, dr. Adnan dan juga Aleyna melihat ke arah Elea yang hendak bangun dari tempat tidur nya, namun ia masih terasa sakit.


" kamu tiduran saja el, daddy bantu bangun!" ucap dr. Adnan yang bergegas melipat sajadahnya dan menaruh nya.


" Daddy, kapan aku pulang ke rumah?" ucap Elea begitu lirih


" sayang,kamu baru beberapa jam disini, tenang saja , daddy akan pastikan kamu akan segera pulang dan sehat kembali..."


" Tapi, bagaimana dengan murid-murid el? el janji akan membagikan hadiah untuk anak murid el yang mendapatkan nilai besar di ulangan besok!" ucap Elea meski sedikit lemas


" sayang, jangan memikirkan hal apapun selain kesehatan kamu, besok Momy akan pergi ke sekolah dan mengabari keadaan kamu.." ucap Aleyna yang mengelus perut Elea yang sakit.


" terimakasih daddy, mommy, sudah mendoakan el untuk sehat lagi, el benar-benar tidak betah ada disini!"


" iya sayang, besok kak Alvin datang kesini juga.." ucap Momy Aleyna.


" Hah, aku pikir kak alvin melupakan aku, sudah delapan tahun kita tidak bertemu.."


Memang semenjak kuliah dan mengambil jurusan kedokteran, Alvin tidak pernah pulang ke Jakarta, ia fokus meraih gelar Magister untuk jurusan kedokteran bedah umum dan bedah saraf, mengikuti jejak dr. Adnan Alvin bahkan berjanji akan pulang ke Jakarta hari ini, bukan mendengar kabar baik melainkan mendengar kabar buruk kalau Elea sedang di rawat karena penyakit radang usus buntu.


Sudah hampir delapan tahun, Elea tidak pernah bertemu dengan Alvin maupun Rangga, Denis atau Kiara....


" Apa mungkin Rangga ikut pulang dan menjenguk ku?" Elea melamun dalam ketidaksadaran diri.


*Delapan tahun lebih kita tidak bertemu, delapan tahun lebih aku berhasil melupakan semua nya, melupakan semua memori yang kita miliki, melupakan hanya karena keterpaksaan, kalau hati tidak dipaksakan mungkin, aku tidak akan bisa melupakan mu,aku yakin kalau memang jodoh?


kita akan bertemu di tempat yang sama.


dengan hati dan juga perasaan yang berbeda, akankah kamu mengenaliku*?


" Aduh el, kenapa sih selalu mengingat masa lalu yang begitu menyakitkan? " batin Elea, ia bahkan tidak tahu apapun tentang Rangga selama delapan tahun belakangan ini, Elea memblokir semua nomor bahkan akun sosial media Rangga,karena terakhir kali Elea melihat Rangga update status dan memposting photo perempuan, Elea semakin kesal dan memblokir semua sosial media milik Rangga.