My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Kencan pertama



Elea mendengus kesal, ketika ia kalah dari pertandingan sementara kedua sahabatnya selalu mengejek Elea, lagi pula kebodohan Elea, mengapa harus menerima ajakan kencan dari Rangga.


Rangga menghampiri Elea yang sedang duduk sambil minum, dan meluruskan kedua kakinya ke depan, ia nampaknya lelah karena pertandingan yang begitu sengit.


Rangga duduk di samping Elea


" Dandan yang cantik, karena malam ini, aku akan mengajakmu kencan... " sahut Rangga sambil tersenyum.


Elea mendengus kesal, dan mendorong tubuh Rangga.


" Cihh... Untuk apa aku dandan kalau cuma kencan sama kamu doang! paling kencan di pinggiran jalan..." dengus nya.


" Lihat saja nanti!" ucap Rangga sambil mengacak-acak rambut Elea dan berlari sementara Elea berteriak karena kesal dengan ulah rangga.


Setelah menatap kepergian Rangga, Elea memggigit bibir bawahnya, ia bingung apa yang harus ia lakukan , karena ucapan rangga memang benar.


" Eh melamun saja, hati-hati loh jaman sekarang, kebanyakan melamun sampai ayam tetanggaku saja banyak yang mati!" tegur karin sambil menepuk bahu Elea.


Elea terkejut dengan kedatangan Karin dan Kiara yang sudah selesai berganti baju.


" Kalian mengagetkan aku saja!" Pekiknya.


" Jadi nanti malam ada yang kencan, cie cie..." ucap Kiara sambil mencubit dagu elea.


" Apaan, aku kencan sama Rangga gara-gara tanggung jawab doang! lagi pula ini semua karena kekalahan kita..." ucap nya.


" Kalau di pikir-pikir kamu dan Rangga benar-benar cocok deh, daripada sama kak juno... " ucap Karin


" Nggak cocok ah!" ucap Elea yang langsung kabur begitu saja dengan wajah cemberut nya.


Karin dan Kiara pun menyusul Elea, ia bahkan kembali pulang ke rumah Elea, niatnya sih malam ini mereka ingin menginap, tapi besok harus kembali sekolah seperti biasa.


" Eleanor ...."


" Aku lagi bingung, mau pakai baju apa nanti malam" ucap Elea sambil mengubarak-abrik baju yang ada di dalam lemari nya.


" Tergantung Rangga, dia ingin mengajak kamu kencan kemana? " sahut Karin


" Jangan sampai salah kostum deh!" ucap Kiara sambil tertawa.


" Makanya itu, aku bingung banget nih!" jawab Elea


Setelah semua pakaian yang ada dilemari terbongkar semua, Akhirnya, Elea dan kedua sahabatnya menemukan baju yang cocok untuk Elea, baju dengan model dress berwarna putih nan anggun, sangat cocok dipakai oleh Elea.


Elea tersenyum dengan senang, ia bahkan sudah tidak sabar ingin kencan dengan Rangga. Tanpa, ia sadari kedua sahabatnya telah memperhatikan tingkah Elea.


" Kayaknya, Elea memang menyukai Rangga..." bisik Karin si telinga Kiara


" Tapi Elea terlalu gengsi untuk mengakui perasaannya" jawab Kiara


Seperti biasa dengan bantuan makeup dari Karin dan Kiara, Elea nampak cantik dengan polesan makeup yang begitu natural dan soft,


" Gila.. Kenapa cantik banget sih el..." ucap Karin yang begitu takjub dengan kecantikan Elea.


" Aku yakin deh, Rangga bakalan shock melihat kecantikan kamu... " ucap Kiara


" Kalian jangan berlebihan seperti itu, ini cuma kencan biasa, nggak ada istimewanya.... " ucap Elea, padahal ia berharap ada hal istimewa di malam ini.


***


Tepat pukul 19.00 Wib, Rangga sudah siap dengan segalanya, kebetulan ia sudah menyiapkan tempat nan indah dan juga romantis menurutnya, Karena malam ini, akan menjadi malam yang paling terindah di hidup Rangga,


Ia akan berkencan dengan Elea, wanita yang selama ini mampu memikat hati nya, menghabiskan malam sambil menatap bintang, Seolah, Rangga ingin membuktikan malam ini,


membuktikan akan perasaannya, yang sudah lama ia pendam, Rangga tidak ingin terlalu lama menyimpan perasaan untuk Elea, karena semakin lama ia menyimpan perasaan suka terhadap Elea, Semakin banyak juga cowok yang mendekati Elea.


Rangga tidak bisa melihat Elea dengan lelaki lain, perasaanya mudah hancur, karena rasa sayang yang begitu besar.


Rangga sudah siap mengenakan baju jas bermotif garis yang membuat Rangga begitu seksi dan mempesona, meski usianya baru ingin menginjak 16 tahun namun, tubuh Rangga memang tinggi seperti ayahnya.


*Penampakan Rangga*



Ia berdiri didepan pintu rumah Elea, hati nya gemetar bahkan Rangga nampak kaku ingin memencet bel yang terletak di depan matanya, namun sebelum memencet bel, Alvin sudah keluar lebih dulu dan melihat Rangga berada di depan rumah nya.


Rangga memang sudah menceritakan ke Alvin, kalau ia akan mengajak Elea kencan malam ini, Awalnya Alvin nampak terkejut dengan pengakuan Rangga karena keduanya sangat tidak akur kalau saja bertemu tapi, setelah kejadian ini, Alvin bisa bernafas dengan lega karena kehadiran Rangga bisa membantu Elea untuk melupakan Juno, Alvin sangat membencinya.


" Vin, kau mengagetkanku!" ucap Rangga dengan sedikit tegang.


" Jadi malam ini ada yang mau kencan?" ucap Alvin sambil mengejek Rangga, Sementara rumah Alvin sudah sepi, karena Dylan dan kedua sahabat Elea sudah pulang ke rumah masing-masing.


" Kau sudah mengetahuinya..." ucap Rangga sambil tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Rangga nerveous karena ia belum pernah melakukannya.


" Elea menyukai permen lollipop, berikan permen lolipop di acara kencan pertama kalian, aku yakin Elea akan senang.... " ucap Alvin


Alvin memang baik, Rangga tidak menyangka Alvin mengijinkan Rangga untuk mengajak Elea.


" Kalau gitu, aku panggil Elea dulu, lagi pula Momy dan Daddy sedang tidak ada dirumah mereka sedang pergi ke acara pernikahan temennya. Jangan pulang terlalu malam, karena aku takut Daddy akan marah." ucap Alvin yang memperingati Rangga


" Kalau itu, tenang saja! Aku tidak akan membawa pulang Elea sampai larut malam. Ini hanya kencan biasa saja. " ucap Rangga


" Tunggu sebentar!" ucap Alvin sambil memanggil Elea ke kamarnya.


Elea gelisah sedari tadi, ia memikirkan apa yang harus ia lakukan, karena Elea tidak pernah gerogi seperti biasanya, Waktu kencan dengan Kak Juno berbeda dengan situasi sekarang, Di saat ia ingin pergi kencan dengan Rangga hati nya begitu gemetar dan perasaannya tidak tenang.


" kira-kira Rangga mau membawaku kemana yah?"


Alvin mengetuk pintu kamar Elea, dan Membuat Elea semakin tidak karuan ia langsung membuka pintu dan terkejut ternyata Alvin yang datang.


" Adik aku cantik amat, mau kencan sama pangeran kodok dari Sydney kah?" Ejek Alvin sambil memperhatikan penampilan Elea.


" Ah kak! jangan berlebihan aku hanya memenuhi keinginan Rangga. Gara-gara kalah dalam pertandingan" ketus Elea


" Yasudah jangan pergi sampai larut malam! ," ucap Alvin sambil mengelus rambut Elea.


" El berangkat Kak!" Pamit Elea dan langsung menuruni anak tangga satu persatu, hati nya masih gemetaran dan penuh dengan tanda tanya.


Elea menarik nafas dengan sangat dalam lalu mengeluarkannya, Ia menarik pintu dan melihat sosok Rangga sedang berdiri sambil menghadap ke depan dan membelakangi Elea.


Elea tersenyum dengan senang.


" Rangga...." sahut Elea sambil berdiri di belakang Rangga dan menyentuh bahu Rangga.


Rangga berbalik arah, ia nampak terkejut dengan penampilan Elea yang berbeda dari biasanya, Karena malam ini Elea begitu cantik sampai Rangga tidak bisa berhenti berkedip.


Rangga memandang wajah Elea terus menerus,


*Penampakan Elea*




Elea tersenyum ketika Rangga mulai memuji kecantikannya, Elea menundukan pandangannya karena Rangga selalu memandangi nya.


" Jadi kencan nggak nih, kok nggak berangkat sih.." ucap Elea sambil menahan senyum.


Rangga masih tidak bisa berhenti menatap kecantikan Elea, ia tersenyum manis ke arah Elea.


" Habis malam ini kamu cantik banget sih" Rayu Rangga sambil tersenyum.


" Jadi cantiknya cuma malam ini doang? " ucap Elea sambil cemberut.


" Entah malam ini lebih cantik dari biasanya" ucap Rangga


Pipi Elea merah merona ketika Rangga masih terus merayu nya.


" Yasudah ayo silahkan naik..." ucap Rangga sambil membukakan pintu mobil sebelah kiri untuk Elea.


Dengan langkah pelan, Elea masuk ke dalam mobil Rangga.


Rangga kembali masuk ke dalam mobil, ia menggunakan sealt belt terlebih dulu supaya perjalanannya aman, Ia menatap Elea yang nampak kesulitan memakai sabuk pengaman, Rangga segera menjempitkan sabuk pengaman tersebut di tubuh Elea , namun tak hentinya Rangga memandangi Elea.


" Hujan mempunyai Alasan mengapa ia menjatuhkan air kebumi, tapi ntah, aku tidak memiliki alasan apapun mengapa hatiku jatuh ke kamu... "


Elea nampak tersenyum ketika mendengar kata yang terlintas dari bibir manis Rangga, ntah kata yang tersusun indah mampu membuat hati Elea begitu melayang,


Apa benar Rangga telah mencintai Elea?


Apa perasaan Elea yang begitu mudah jatuh hati kepada Rangga?.


Mobil itu melaju dengan sangat cepat, meninggalkan perkarangan besar rumah Elea, dengan penuh kedinginan dan kenyamanan,


.


.


.


.


.


.


* Ciyeee ada yang kepo mereka mau kemana? wkwk sabar guys nya.


Coba yang setuju Rangga nembak Elea di episode berikutnya, KOMEN yang banyak ya :) makasih :)


Raindu:)