
Bunda Ratih pun sudah memberi bimbingan Agar Susan tidak larut dalam kesedihan nya, Memang kehilangan orang Tersayang itu memang menyakitkan, Namun Jangan terus menerus menutup hati untuk orang lain, Susan sendiri merasa Lega karena semua curahan dan Isi hati Susan sudah ia Curahkan ke Bunda Ratih,Ia merasa sangat iba dengan kejadiian yang Susan Alami .
Sampai Suatu saat, Bunda Ratih mengajak Susan untuk makan malam dengan Anak semata wayang nya bernama Fandy, Kemungkinan Susan akan lebih Bahagia jika ia dekat dengan Fandy, Karena setiap Susan bertemu dengan Fandy, Wajah Susan begitu senang . Terukir dari senyum yang ia Lukiskan di bibir nya .
Apa susan menyukai Fandy ? Bukan kah Reyna sudah lama menyukai Fandy ?
Entah hati dan Perasaan Seseorang tidak bisa di Tebak, Cinta datang dengan sendiri nya, Jika tuhan mentakdirkan mereka untuk bersama .
Reyna pun menemani Susan di kamar nya,Ia membantu memilihkan Dress yang cocok untuk Makan malam bersama dr. Fandy, Hati Reyna memang lah hancur,Harus ia Akui kalau Ia cemburu dengan Susan, Harus nya Reyna lah yang Ada di posisi Susan saat ini, Bukan lah Susan .
Dengan Senyuman palsu yang ia tunjukan di depan sahabat nya . Ia rela mengubur Perasaan cinta nya untuk dr. Fandy.
" Rey, Aku udah cocok belum ?" Ucap Susan sambil merapihkan baju nya di Depan Cermin .
"Pasti kamu akan menjadi wanita paling bahagia Susan " Ucap Reyna merasa iri dengan Susan
" Hanya makan malam saja, Kau Jangan Berlebihan " Ucap Susan
Reyna hanya terdiam, Ia tidak bisa berkutik . Susan baru saja bangkit dalam keterpurukan nya.
Tak lama suara klakson mobil Lambhorgini pun tepat berada di Depan Rumah susan,
susan langsung menyuruh Reyna untuk membukakan Pintu nya terlebih dahulu, Karena ia sedang sibuk mencatok Rambut nya .
Reyna pun Turun ke bawah dengan menuruni anak tangga satu persatu .
Ketika Pintu itu terbuka,Berdiri lah seorang pria Tampan dengan memakai Jas formal, Dan rambut yang di tata rapih . Jantung Reyna terus berdetak sangat kencang . Ia tidak sanggup menatap keindahan dunia .
Dia sangat Tampan
" Silahkan masuk dr. Fandy " Ucap Reyna, Kali ini sangat ramah Tanpa Marah marah
" Tumben nih cewek , Ramah Banget " Batin Fandy, Ia aneh melihat sikap reyna .Ada yang mengganjal dalam hati nya.
Reyna pun mempersilahkan Fandy untuk duduk, Dan menyuruh nya Untuk menunggu Susan yang sedang berdandan untuk malam istimewa ini .
Begitu cepat, Kamu luluh akan pesona fandy, Bagaimana dengan perasaan ku ?
Ternyata mencintai seseorang dalam diam tuh sangat menyakitkan .
" Tunggu sebentar ya, Susan sedang bersiap siap " Ucap Reyna yang sedari tadi menahan Air mata nya yang ingin jatuh ke pipi nya.
Ketika Reyna hendak beranjak dari duduk nya,Tangan nya pun di tarik oleh Fandy .
Sehingga Reyna terjatuh ke Pangkuan Fandy .
Fandy menatap dalam wajah Cantik Reyna yang kini hanya terdiam . Tak terasa Air mata jatuh di pipi nya . Membuat Fandy Sadar dan melepaskan Tangan Reyna . Segera Reyna beranjak dari pangkuan Fandy, Karena Ia khawatir kalau Susan sampai melihat nya .
Bagaimana pun Susan akan kencan dengan dr. Fandy, Atas ijin Bunda Ratih .
Fandy merasa heran dengan sikap Reyna yang kini lebih pendiam, Seperti sedang menyembunyikan sesuatu, Atau mungkin Reyna membenci Fandy?
Tidak tahu apa alasan nya, Fandy merasa mempunyai Kesalahan Terbesar dalam hidup nya ketika, Ia menatap Wajah manis Reyna.
" Maafkan saya, Kalau sikap saya kemarin menyakiti mu " Ucap Fandy yang tiba tiba menghentikan Langkah kaki Reyna .
" Kamu tidak salah, Mungkin aku yang Tidak tahu diri " Ucap Reyna ia langsung melangkah pergi, Kini Air mata nya tak bisa tertahan, Ia pun menangis .
" Kamu kenapa Rey ?" Ucap Susan yang melihat Reyna menangis
" Aku Kelilipan, Tadi kena debu . Kamu hati hati di jalan ya, selamat menikmati " Ucap Reyna sambil meninggalkan susan .
Susan heran dengan sikap Reyna, Ia tidak mungkin kelilipan . Apalagi malam hari, mana Ada debu di malam hari ? Mungkin Ada sesuatu yang menyakiti Hati Reyna . Ntah susan tidak mengetahui nya.
Selang beberapa menit, Mobil fandy pun berlaju meninggalkan perkarangan besar milik Susan. Kini hanya tinggal Reyna berdiam diri di dalam kamar Susan . Ia menatap dari Arah Balkon Kamar nya. Hati Reyna hancur melihat kebersamaan Susan dengan Fandy .
Mungkin ini yang di namakan berkorban demi Cinta, Tapi apa Reyna kuat menghadapi ini semua ?
Tak lama Reyna pun bergegas pergi menuju Rumah Aleyna, Ia benar benar kalut, Ia sempat berpikiran untuk Datang ke Club malam,Namun kondisi nya tidak stabil,Ia tidak ingin bertindak bodoh, Karena Reyna bukan Anak baru gede lagi, Usia nya sudah 18 tahun .
Reyna pun menangis dalam pelukan Aleyna, Ia bahkan belum sempat menceritakan Kedekatan Susan dengan Dokter kesayangan nya itu .
" Reyna kenapa sayang ?" Ucap dr. Adnan heran juga melihat Reyna tiba tiba menangis .
" Apa aku Tidak pantas Ley, Untuk di cintai . Aku benar benar lemah ley, Aku ngga bisa melihat dia dengan orang lain " Ucap Reyna sambil menangis tersedu
Aleyna menangkan Hati sahabat nya, Setelah lebih Tenang, Reyna pun menceritakan semua Uneg uneg yang ada dalam hati nya . Ia benar benar hancur ketika Bunda Ratih menyuruh Susan untuk lebih dekat dengan Fandy . Bukankah dulu, Bunda Ratih menyuruh nya untuk mendekati Fandy, namun setelah Reyna memiliki harapan besar untuk memiliki fandy, Sirna sudah ketika Susan mendekati Fandy .
Aleyna merasa terpukul dengan Cerita Reyna, Ia juga tidak bisa memihak Reyna atau pun Susan, Mereka semua sahabat Aleyna . Ia pun tidak ingin hanya karena masalah Cowok, Kedua nya Berantem .
Ini sangat membuat Aleyna merasa Sangat Pusing .
" Sabar rey, Kamu juga belum tahu kan kejelasan hubungan Susan dan Fandy ?" Ucap Aleyna
" Kamu jangan terlalu salah paham dulu, Kalau pun fandy jodoh kamu, Maka dia tidak akan berpaling dengan yang lain " Ucap Aleyna lagi
" Apa aku ngga pantas mendapatkan kebahagiaan seperti kamu " Tanya Reyna
Aleyna langsung memeluk Sahabat nya itu .
" Setiap orang pasti akan merasakan kebahagiaan Rey, Semua butuh Proses " Ucap Aleyna lagi ia begitu dewasa dan membuat Adnan salut terhadap nya.
" Fandy memang sulit di Tebak perasaan nya, Mengingat dia sangat jarang bercerita masalah apapun dengan orang lain, Bahkan ia tidak pernah menceritakan soal wanita " Ucap dr. Adnan
" Mas jangan jangan dr. Fandy itu Suka nya sama cowok ?" Ucap Aleyna sambil terkekeh geli
" Ngga sayang, Dia Normal " Ucap dr. Adnan
" Ih ley, Jangan Sampai dr. Kutub itu Gay, Sangat di Sayangkan" Ucap Reyna bergidik ngeri mendengar nya
Aleyna hanya Tertawa, Tiba tiba saja Obrolan mereka senyap seketika, Karena sudah semakin larut dan Aleyna pun tidak boleh tidur terlalu malam, Karena tidak baik untuk kandungan nya . Dan Reyna pun menginap di Rumah besar Milik Aleyna itu, Karena Aleyna memaksa nya untuk menginap , Ia tidak ingin Terjadi apa apa dengan Reyna .
Adnan pun langsung memeluk istri nya itu,Ia sudah tidak kuat menahan rindu nya selama hampir seminggu di Bali, Ia merasa bersalah Karena tingkah laku Irene lalu, Yang membahayakan Rumah tangga Adnan dan Aleyna .
" Sayang. Maafkan Aku" Ucap Adnan yang tiba tiba saja sikap nya Aneh menurut Aleyna
" Kenapa harus minta maaf ?" Ucap Aleyna merasa heran .
" Aku hanya ingin mengucapkan Maaf saja, Karena aku meninggalkan mu seminggu kemarin " Ucap Adnan sambil mencium Istri nya .
" Aku Kira kamu mau nikah lagi " Ucap Aleyna
" Kalau boleh sih Mau Sayang " Ucap Adnan sambil tertawa
" Yaudah sana kalau mau nikah lagi, Ngga usah Tidur sama aku " Ucap Aleyna sambil mendorong Tubuh Adnan
" bercanda sayang, Mana mungkin aku mau menikah lagi, Kamu tuh Hal terindah Yang Mas miliki " Ucap Adnan sambil merayu istri nya yang sudah cemberut dan membelakangi tidur nya .
" Gombal " Ucap Aleyna lagi
Adnan pun memeluk Erat istri nya, Ia nyaman berada di Dekat Aleyna, Untuk Selama nya.
*************************************
Sementara Fandy membawa Susan ke Restoran Cepat saji di dekat salah satu Mall, Ia pun memesan makanan dan minuman lalu menyantap nya, Sesekali Susan mencoba menggandeng Tangan Fandy namun, Sulit di Gapai . Fandy selalu mengelak,Susan langsung menyadari kalau Fandy Risih dan tidak biasa melakukan Hal ini .
" Kamu Sudah punya pacar ?" Ucap Susan langsung membuat Fandy terkejut.
" Belum " Ucap singkat Fandy
" Tapi,Aku sedang menyukai Seseorang Sekarang " Ucap nya lagi .
Hati Susan begitu gemetar ketika mendengar penuturan dr. Fandy, Apa memang fandy menyukai Susan ?
ADUDUDU KIRA KIRA FANDY SUKA SAMA SIAPA YA ???
Komen dong Gaezzzz 😎
Di like juga, Biar Author seneng 😎