
Elea dan Rangga pamit pulang, karena hujan sudah reda, kali ini Rangga harus menerima ocehan dari kedua orangtuanya maupun dari orangtua elea karena ia membawa elea bahkan tidak masuk sekolah.
bukan mereka tidak ingin memberikan kabar tapi, mereka kehabisan baterai.
Rangga juga tidak membawa mobil, terpaksa ia menggunakan kendaraan umum untuk sampai ke rumah elea.
Kebetulan, baik Rangga maupun elea jarang sekali menggunakan kendaraan umum, apalagi Rangga.
" Kamu nggak apa-apa naik kereta?" ucap Rangga yang menanyakan elea
" Aku sudah biasa naik MRT jadi biasa saja, nggak tau kalau kamu?" ucap Elea sambil menjulurkan lidah nya.
" Kata siapa aku nggak berani?"
" Buktikan saja, siapa yang paling bisa tahan naik kendaraan umum... "
" Siapa takut... "
Rangga dan Elea nampak senang seharian ini, meski mereka harus bolos sekolah banyak kejadian yang elea alami hari ini, tapi ia merasa nyaman berada dekat dengan Rangga, ternyata Rangga tidak seperti apa yang elea bayangkan.
Dulu, mungkin saja Rangga bersikap jutek terhadap elea, tapi sekarang Rangga begitu perhatian bahkan mampu membuat elea begitu nyaman.
" Ga, kayaknya aku harus mengabari kak Alvin deh, aku tahu pasti kak alvin khawatir" ucap Elea ketika ia melihat telepon koin yang berdiri di sisi kanan jalan.
" Yasudah telepon saja, tuh ada telepone koin."
" Tapi, aku nggak punya uang koin"
Elea cemberut, ia bahkan tidak memiliki uang koin untuk menelpon alvin dan mengabari kalau elea baik-baik saja.
" Yang kayak gini bukan?" ucap Alvin sambil memamerkan uang koin yang berjumlah lima di depan mata elea.
" Mana sini, buat aku!" ucap Elea yang melompat untuk mengambil uang koin tersebut karena kebetulan tubuh Rangga begitu tinggi di bandingkan tubuh mungil elea yang hanya sepundak rangga.
" Kalau mau ambil dong!" ucap Rangga yang semakin tinggi memegang uang koin
Elea terus melompat untuk mengambil nya, sampai ia berada di titik terlelah, akhirnya Elea pun ngambek dan menyerah untuk tidak mengambil uang koin tersebut.
" Yasudah aku nggak jadi ngabarin kak alvin!" ucap Elea yang cemberut dan mengalihkan pandangannya, ia berbalik arah membelakangi rangga sambil melipatkan kedua lengan nya diatas perut.
" Terus nggak mau nih?" ucap Rangga sambil merayu.
" Nggak usah! males... "
Tanpa banyak bicara, Rangga menggandeng tubuh Elea, dan mengajak Elea ke arah telepone koin.
" Dasar tukang ngambek!"
" Lagian kamu nyebelin sih.. "
" Ambekan jadi orang!"
" Bodoamat!"
" Stop yah! jangan berisik, aku mau nelepon kak alvin.."
Elea mulai memasukkan koin , lalu menekan nomor telepone Alvin, sementara Rangga menunggu di belakang tubuh elea.
Telepone itu terus berbunyi, dan tak lama nomornya tersambung, terdengar suara lembut Alvin.
" Halo!"
" Halo kak, ini elea... "
" el, kamu kemana saja? kenapa nggak masuk sekolah? di rumah rame lagi karena rangga juga nggak masuk sekolah... "
" Kak ceritanya panjang banget, yang pasti el sama rangga baik-baik saja. Nanti kalau sudah sampai rumah el akan ceritain semuanya, maaf kak el selalu merepotkan kak alvin... "
" Tidak apa-apa el, sekarang kamu dimana?"
Rangga meraih gagang telepone dari tangan elea.
" Halo vin, aku dan elea sebentar lagi pulang kok, jangan khawatir! "
" Jangan sampai elea kenapa-kenapa Ga, jagain elea yah!"
" Tenang saja... "
Rangga menutup telepone dan tersenyum ke arah elea.
" Kenapa cemberut?" ucap Rangga sambil melihat wajah elea yang nampak cemberut
Elea menyingkirkan tubuh Rangga, kebetulan masih ada sisa dua uang koin lagi, Elea kepikiran untuk menelpon Juno, karena seharian ini ia tidak bertemu dengan Juno.
" Mau menelpon siapa." ucap Rangga yang ingin menghalangi.
" Bukan urusan kamu Ga!"
Elea mulai menelpon nomor Juno dan telepone itu tersambung.
" halo?"
Jantung elea berdegup sangat kencang, ketika mendengar suara perempuan yang mengangkat telepone dari Juno.
" Kamu siapa ?"
" Aku pacarnya Juno... "
Elea nampak terdiam memaku, ia begitu terkejut ketika mendengar pengakuan dari perempuan yang berani mengangkat telepone dari elea.
" Pacar?"
" Iya, kenapa memang nya?"
" sejak kapan kak juno punya pacar, bukannya kak juno mengatakan kalau dia single, kenapa sih kak juno harus berbohong?"
Tanpa basa basi, elea langsung menutup telepone, ia tidak bicara sepatah katapun, bibirnya seolah kaku .
Rangga merasa heran dengan sikap elea yang tiba-tiba saja murung.
" Kamu kenapa el?" ucap Rangga sambil mengikuti elea yang terus berlari dengan sangat kencang, air matanya terus menetes.
Rangga mengejar elea dengan sangat kencang, dan mendahului elea
" Hapus air mata itu el!" ucap Rangga yang seolah tidak ingin melihat elea menangis.
" Elea.... "
" Kamu nggak akan pernah tahu, rasanya di khianati Ga! kamu nggak akan pernah tahu, karena kamu belum pernah merasakannya.."
" Kamu tidak akan pernah tahu, apa yang aku rasakan selama ini elea, karena kamu sibuk memikirkan orang yang selama ini tidak pernah peduli sama kamu!"
Elea nampak diam memaku, ia tidak bisa mengontrol dirinya.
" Kenapa semua cowok seenak jidat mempermainkan perasaan wanita?"
" Tidak semua cowok kayak gitu, aku contohnya... "
" Semuanya sama saja. "
Mereka berdiri di dekat jembatan, elea pun berteriak sesuka hati untuk melampiaskan kekesalannya kepada juno sementara Rangga dengan senang hati menemani elea.
" Kenapa sih kamu masih mau temenan sama aku, bukankah aku cewek pecicilan, berisik, dan penganggu?" ucap Elea sambil menatap wajah Rangga.
" mungkin dulu kita tidak saling mengenal, seperti dalam peribahasa don't judge a book by its cover. Aku hanya mengenal mu dari penampilan luar tidak dengan hati nya... "
Elea nampak terdiam, ia melupakan semuany tentang juno, karena Rangga mampu membuatnya kembali lebih tenang.
" Aku harap kamu menemukan wanita yang tepat, yang bahkan mencintai kamu dengan sepenuh hati Ga, aku tahu kamu begitu baik , dan benar apa kata kamu, aku kurang mengenal kamu... "
Rangga tertawa, mendengar ucapan konyol elea, justru elea lah wanita incaran Rangga selama ini.
" mungkin saja wanita yang aku sukai belum menyadari akan perasaannya, tapi suatu saat aku akan menyadarkan dia betapa, aku sangat menyukainya" ucap Rangga
" Jadi kamu sedang menyukai seseorang, kalau boleh siapa sih cewek yang kamu suka?" ucap Elea begitu penasaran.
" Nanti kamu tahu sendiri, yang pasti dia spesial person banget buat aku... "
" Curang banget sih ! pasti wanita itu beruntung banget deh..." ucap elea sambil cemberut.
" Kenapa begitu?" tanya Rangga
" Yah tidak apa-apa, yasudah lebih baik pulang deh... " ucap Elea sambil melanjutkan perjalanannya.
" siapa sih, cewek yang disukai Rangga? secantik apa sih cewek yang di sukai Rangga, lagi pula, kalau sampai aku tahu siapa wanita itu, aku tidak akan rela"
Elea berjalan sambil menggerutu, ia tidak bisa terima kalau sampai Rangga menyukai wanita lain.
" Kenapa bete gitu?" ucap Rangga sambil menahan tawa.
" Tidak apa-apa... "
" Keretanya sudah datang, ayo !" ucap Rangga sambil menarik lengan elea untuk masuk ke dalam kereta.
Karena kebetulan di dalam kereta sangat ramai, Rangga mempersilahkan elea untuk duduk di kursi sedangkan Rangga berdiri sambil melindungi elea, ia takut terjadi hal yang tidak ia inginkan.
" Ga,kamu aja yang duduk!"
" Kamu aja el..."
" kamu tidak apa-apa? "
" Tidak apa-apa.... "
Perjalanan yang mereka tempuh hanya 30 menit saja, kebetulan stasiun kereta tidak jauh dari perumahan elit milik elea.
Rangga tak kuasa, ia menahan rasa mual karena ini pertama kali untuk rangga naik kendaraan umum.
" Oe....oe.... "
Rangga merasa pusing dan mual-mual ketika turun dari kereta, kepalanya berasa muter mengelilingi area stasiun.
" Hehehe, yeay! akhirnya aku yang menang..." ucap Elea sambil berjoget ria.
" Aku nggak kuat, jangan mengajakku naik kereta lagi,aku benar-benar pusing... " ucap Rangga sambil berjalan sempoyongan, Elea segera menangkap tubuh Rangga yang hendak terjatuh.
" Lagian genit sih, akhirnya mabuk perjalanan kan." ucap Elea sambil terus cekikian mentertawakan rangga.
Mereka pun melanjutkan perjalanan, dan menembus angin malam, dengan segala cerita dan kebersamaan. Seolah, Rangga adalah obat penenang bagi elea, hanya dekat dengan Rangga, ia bisa melupakan sakit hatinya karena ulah Juno. Elea pastikan, ia tidak akan pernah mendekati Juno lagi.
Guys, yang kenceng vote dan like serta komen nya author update lagi nanti.