
Setelah sibuk pergi ke Singapura dan mengurus semua keperluan almarhumah Bunda Ratih, Adnan pun baru kembali pulang ke Rumah nya . Ia sangat merindukan Aleyna dan calon bayi kembar nya itu meski pun ia meninggalkan nya hanya dalam waktu dua hari namun tetap saja Adnan sangat merindukan Aleyna.
Segera ia menancap gas menuju Arah rumah nya, Cuaca di luar memang sangat dingin, Sementara Handphone adnan terus berbunyi, Sedari tadi ia terus menghubungi Adnan, Karena sibuk menyetir dan Adnan memang sengaja membuat Aleyna Ngambek gara gara Adnan tidak mengangkat Telepon dari nya.
Segera Adnan menghentikan mobil nya di toko bunga karena sudah lama ia tidak memberi Aleyna sebuah bucket bunga mawar karena ia ingin mengenang masa ketika pacaran dulu.
" Semoga kamu suka ya sayang " Batin Adnan ketika mencium harum bunga mawar dan menaruh nya di bangku belakang mobil nya.
Segera ia melajukan mobil nya di tengah hujan yang terus menerjang kota jakarta dan menyebabkan jalanan macet karena ini sudah sangat malam .
Perlahan mobil Adnan pun mulai jalan melintasi kemacetan dan sampai sudah di gerbang depan Perumahan elit milik Adnan, Karena Hanya orang orang elit yang mampu menempati perumahan besar ini . Adnan menjadi salah satu penghuni nya karena ia terlahir dari keluarga elit. Setelah melewati pos security yang menjaga Gerbang perumahan Nya ia pun membunyikan klakson mobil nya agar security itu membuka kan Pintu gerbang dan setelah pintu itu terbuka Adnan pun terus melajukan mobil Lambhorgini berwarna hitam dengan sangat cepat dan tidak lama ia sampai di depan rumah nya yang sangat luas.
segera Adnan pun memasuki Rumah nya dan mendapati Aleyna sedang menunggu nya di Sofa ruang Televisi dengan raut wajah yang amat kesal. Ia pun duduk sambil menatap ke Arah Televisi dan ia hanya fokus ke layar televisi itu segera Adnan menyembunyikan bucket bunga di belakang tubuh nya karena ini kejutan untuk istri nya itu.
Adnan pun memeluk Aleyna dari belakang dan memberikan bucket bunga mawar yang sangat cantik untuk Aleyna agar ia tidak kesal karena terlalu lama menunggu Adnan.
" mas .. " Sahut Aleyna lalu mencium bunga mawar nya
" Maaf ya Mas , Sudah meninggalkan kamu dan baby kembar kita " Ucap Adnan seraya mencium pipi tembem Aleyna dengan sangat mesra nya
" tidak apa apa mas, Aku mengerti kesibukan mu " Ucap Aleyna lalu Adnan pun duduk di Samping Aleyna.
" Aku kangen sama kamu sayang " Ucap Adnan dan mengelus perut buncit Aleyna
" Kok aku biasa saja sih " ucap Aleyna sambil tertawa
" Jadi kamu suka aku tinggalin terus ?" Ucap Adnan yang kini kesal dengaj jawaban Aleyna
Aleyna hanya tersenyum melihat bibir segitiga Adnan yang lagi pura pura ngambek namun Aleyna menyukai nya.
" Aku kangen banget lah mas, Makasih bunga nya ya Daddy sayang " Ucap Aleyna lalu mencium pipi Adnan .
" Aku mandi dulu yah ! Nanti jangan tidur dulu, Tunggu aku selesai mandi " Ucap Adnan dengan sangat tegas .
Aleyna pun segera kembali ke kamar nya kini Aleyna menempati kamar Tamu karena sudah lelah harus bolak balik ke kamar Atas karena kaki Aleyna sudah benar benar bengkak bahkan ia sekarang tidak kuat kalau jalan terlalu lama, Akan tetapi, dokter selalu menyaran kan Agar Aleyna harus banyak bergerak, Ya memang itu bagus untuk persalinan nya nanti .
Segera Aleyna merapihkan Sprei dan berbaring sembari menunggu Adnan mandi karena kalau saja ia menolak permintaan suami nya itu Dia mungkin akan marah atau kesal dengan Aleyna.
Aleyna pun tidak ingin membuat Adnan begitu kecewa terhadap nya, Justru Bukan kah bagus ketika Sedang hamil tua dan berhubungan badan ?
Ya Aleyna tidak ingin mengecewakan suami nya.
" Mas mandi nya jangan lama. lama " Ucap Aleyna yang sedari tadi menahan Sakit pinggang karena Akhir akhir ini pinggang Aleyna terasa panas . Apa karena ia sudah masuk kehamilan sembilan bulan
Adnan pun keluar dengan menggunakan Handuk saja yang di lilitkan Ke pinggang nya sedangkan Dada nya ia biarkan untuk terbuka, toh Aleyna sudah biasa melihat keseksian tubuh Adnan yang begitu kekar dan berotot, Karena Adnan selalu menjaga tubuh nya . Berbeda jauh dengan Aleyna yang cuek dengan penampilan nya apalagi sekarang ia sedang hamil besar .
" Sabar Sayang .. Aku tahu kamu kangen " Ucap Adnan sambil melemparkan senyum nya kepada Aleyna
" Aku apa mas Adnan yang kangen, Kalau gitu. Aku tidur saja yah " Ucap Aleyna sambil melet ke Arah Adnan
" Jangan dong ! " Ucap Adnan tanpa mengenakan sehelai benang pun ia memeluk tubuh Aleyna.
ia pun mencium bibir Aleyna dengan sangat liar karena beberapa hari ini Adnan tidak bertemu dengan Aleyna dan membuatnya Rindu akan bibir mungil Aleyna yang tidak akan pernah puas Adnan mencium nya. dan tidur di samping nya.
-
" Sayang, kenapa tidur di Toilet sih ?" Ucap Adnan dengan terkejut melihat Aleyna
" Iya mas kalau bisa Toilet nya bawa ke kasur saja deh, Aku cape mas " Ucap Aleyna dengan mata nya yang masih merem.
" Cape kenapa sayang ? Ayo kita pindah ke kamar " Ucap Adnan sambil merangkul tubuh Aleyna
" Tidak mas !! Aku capek, dari tadi buang Air kecil terus, belum lagi pinggang aku sakit, Mas ngga ngerasain jadi aku sih . jadi mas tuh enak tidur sedangkan aku harus menderita seperti ini setiap malam " Celoteh Aleyna karena ia sudah tidak tahan dengan semua nya.
" Maafkan Mas, Sayang kalau saja Mas menunda nya untuk mempunyai Anak kamu tidak akan kesusahan seperti ini " Ucap Adnan.
Aleyna merasa bersalah dengan semua perkataan nya, Segera ia meminta maaf karena sudah bersikap kasar terhadap Adnan . dan Seharus nya ia tidak pantas berbicara seperti itu kepada Adnan bahkan keinginan Aleyna dan Adnan untuk segera memiliki seorang anak .
Aleyna pun menggenggam kedua tangan Adnan .
" Maafkan aku mas, Bukan maksud ku berkata seperti itu mas, Aku cuma kesel Mas " Ucap Aleyna sambil memeluk Adnan.
" tidak apa apa sayang. Mas ngerti kok. Yaudah kita tidur yuk. ngga baik tidur di Toilet, Cuaca nya dingin " Ucap Adnan sambil merangkul tubuh Aleyna masuk ke dalam kamar nya.
" Sekarang tidur sayang" Ucap Adnan sambil mencium istri nya dan menyelimuti istri nya.
Akhir nya mereka pun tertidur dengan sangat lelap menikmati malam bersama . Di kedinginan malam karena cuaca yang sangat sejuk karena hujan turun di kota ini . Dan membuat suasana menjadi lebih sejuk dan dingin dari sebelum nya .
*
*
Setelah tidur hanya beberapa jam saja, Aleyna pun terbangun tiba tiba saja perut nya sakit dan pinggang nya terasa panas lagi . dan ia ingin sekali buang air kecil . Waktu menunjukan pukul 03.00 wib, Aleyna pun beranjak dari tidur nya karena ia merasakan Air yang menetes dari ****** nya namun ia rasa, Ia telah mengompol karena semalaman ini terus menerus buang Air kecil . namun setelah sampai Toilet, Ia pun terkejut ketika Ada cairan yang terus menetes dari Area sensitif nya . Sontak ia pun teriak karena Ia takut terjadi Apa apa .
" Mas .. Adnan .. " Teriak Aleyna.
Sontak Adnan pun bangun dari Tidur nya segera ia menghampiri Aleyna di toilet
" Kenapa sayang " ? Ucap Adnan dengan sangat panik mendengar jeritan Aleyna . ia khawatir akan terjadi apa apa dengan Aleyna.
" Mas .. Aku takut, Tadi aku kira aku ngompol tapi ini Cairan yang keluar dari ku malah terus menetes mas . Aku takut, ini Apa mas ?" Ucap Aleyna sambil menangis
" Perut aku sakit banget mas " Ucap Aleyna sambil menangis di pelukan Adnan
" Sayang ketuban kamu sudah pecah, Kita ke Rumah Sakit Sayang ya " Ucap Adnan yang nampak panik dan segera membawa Aleyna ke dalam mobil . ia pun menyuruh Supir nya untuk mengantarkan Aleyna ke Rumah Sakit sementara Adnan menemani Aleyna yang tengah menjerit kesakitan.
" Yang kuat sayang. . " Ucap Adnan sambil mencium kening Aleyna
" Perut Aku mules banget mas . Aku tidak tahan Mas .. Aku ngga kuat mas. " Ucap Aleyna sambil menahan Sakit perut.
SAKSIKAN DI EPS SELANJUT NYA ........
KOMEN
LIKE
VOTE