My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Selamat jalan Bunda



dr. Adnan dan juga dr.Daniel mengurus kepulangan Jenazah Bunda Ratih ke ruangan administrasi Rumah Sakit Mount Elizabeth,Singapura . Dengan surat yang lengkap dan Paspor segala macam dengan di bantu oleh kedutaan besar indonesia, dr Adnan dan dr Daniel pun berhasil mendapatkan izin membawa jenazah Bunda Ratih menggunakan jalur udara dan Surat permohonan itu telah di tandatangani oleh pihak Rumah Sakit ini Jenazah Bunda Ratih akan segera di berangkatkan pukul 14.00 waktu singapura .


Sementara dr. Adnan pun di panggil oleh salah satu pihak koordinasi dan keuangan Rumah Sakit Mounth Elizabeth, Dan ia pun pergi ke Ruangan Kantor Rumah Sakit tersebut dan Bertemu langsung dengan dokter kepemimpian dari Rumah Sakit ini. Lantas ia duduk di kursi yang sudah di sediakan .


" dr Adnan .. Perkenalkan nama saya dr. Louis Vernando saya selaku direktur dan kepemimpinan dari Rumah Sakit ini " Ucap nya dengan bahasa inggris yang fasih


" Salam kenal dr. Louis " Ucap Adnan dan dalam bahasa inggris yang Fasih sambil melintaskan senyum di bibir nya.


" Saya tertarik dengan Anda ketika saya melihat Profil anda . Anda seorang dokter Ahli bedah di usia anda yang masih sangat muda " Ucap nya seraya melayangkan pujian kepada dr. Adnan


" Memang nya kenapa dokter ?" Ucap dr. Adnan


" Saya ingin mengajak Anda untuk bekerja di Rumah Sakit ini karena Saya yakin Anda orang yang tepat " Ucap direktur utama Rumah sakit itu .


Adnan terkejut mendengar perkataan dr. Louis yang menginginkan dr. Adnan untuk bekerja di Rumah Sakit ini . Memang suatu kebanggan bisa bekerja sama dengan Rumah Sakit ternama di Singapura namun Adnan sangat mencintai Rumah sakit yang di bangun oleh Almarhum kakek nya itu karena Rumah Sakit Raden Cipto tidak akan pernah dr. Adnan tinggalkan karena di sana lah tempat dr. Adnan belajar mengenai ilmu kedokteran ketika ia masih sekolah dasar karena kakek nya lah yang selalu membimbing dr. Adnan untuk menjadi seorang dokter bedah seperti Kakek nya dulu . Bahkan kakek Raden Cipto berhasil melambungkan nama nya dulu karena ia sangat pintar dan Cerdas serta mampu membangun Rumah Sakit Swasta yang berdiri di jakarta .


Atas Rasa cinta nya terhadap Kakek nya Adnan tidak bisa menerima tawaran kerja yang di tawarkan oleh pihak Rumah Sakit ini.


" maaf . Saya tidak bisa menerima nya " Ucap dr. Adnan terdengar jelas oleh dr. Louis


" Bukan kah ini bagus ! mengapa Anda menolak nya " Ucap dr. Louis


" Aku mencintai Pekerjaan ku di Rumah Sakit yang di Jakarta, Dan Aku tidak bisa menerima tawaran kerja dari mu karena aku sudah mempunyai tanggung jawab besar dijakarta " Ucap dr. Adnan begitu tegas


" baik dr. Adnan . Saya tidak akan memaksamu . senang bertemu dengan mu "Ucap dr Louis sambil menjabat tangan dr. Adnan .


Tak lama dr Adnan pun keluar dari Ruangan tersebut dan langsung kembali ke Ruangan jenazah untuk mengurus kepulangan nya.


*


*


*


*


RS Mount Elizabeth. Singapura


pukul 14.00


Akhir nya setelah selesai mengurus surat surat kepulangan nya Bunda Ratih, Akhir nya Jenazah Bunda Ratih pun di bawa pulang ke Jakarta dengan menggunakan pesawat . Fandy berada di samping jenazah ibunda nya . ia memang masih sedih namun sudah lebih tenang dan di dampingi oleh Reyna di samping nya yang selalu memberi nya kekuatan.


Hanya dalam waktu dua jam saja akhirnya jenazah Bunda Ratih sampai ke tanah air dan di sambut oleh kedua orang tua dr. Adnan beserta keluarga besar dari Bunda Ratih. Mereka mendarat dari Bandara Halim perdana lalu, Jenazaha Bunda Ratih pun masuk ke dalam mobil jenazah .


" Bunda turut berduka cita ya fan " Ucap Bunda widya


" Iya bun Maafkan semua kesalahan Bunda ku " Ucap Fandy dengan lebih tenang .


Jenazah Bunda Ratih pun akan di kuburkan di TPU palem raya, di dekat Rumah nya . Namun Sebelum di kuburkan Jenazah Bunda Ratih pun di bawa ke Rumah nya untuk di mandikan .


Kini perasaan Fandy sudah mulai tenang, Ia sudah mengikhlaskan kepergian Bunda nya. meski ia belum sepenuh nya Rela.


Setelah sampai di rumah kediaman dr Fandy, Adnan pun menerima telpon dari Aleyna yanh sedari tadi menelpon nya.


Aleyna : "Halo mas, Aku ke tempat dr fandy ya sama Susan "


Adnan : " Jangan sayang , kamu lagi hamil jangan ke sini, kamu doain aja bunda Ratih semoga amal dan ibadah nya di terima disisi tuhan "


Aleyna : " Ah Sayang "


Adnan : " jangan ngeyel , kamu istirahat terus di Rumah, aku akan segera pulang "


Tak menunggu lama, jenazah Bunda Ratih pun di kuburkan dan di gotong sendiri oleh Fandy dan Adnam beserta Daniel . dan Susan pun datang bersama bunda nya dan Mendampingi Reyna membawa foto Yang sudah di bingkai dan membawa bunga bunga untuk di taburkan diatas pusara Bunda Ratih.


sebagai anak yang berbakti kepada orang tua nya, Fandy pun turut serta menguburkan jenazah ibunda nya, Meski air mata nya tak henti menetes dan membasahi pipi nya, Ia amat kehilangan Bunda nya.


Tak lama Jenazah bunda Ratih pun tertimbun oleh tanah bahwasan nya Semua makhluk hidup akan kembali ke tempat Asal yaitu Tanah.


Harta tidak menjamin kebahagiaan bahkan Harta tidak akan di bawa ke dalam liang lahat hanya Amal dan kebaikan lah yang akan menemani kita di dalam kubur kelak, Selamat tinggal Bunda Ratih semoga Tenang di Alam sana . Karena Kami sudah memaafkan semua kesalahan mu, Dan maaf sampai detik ini Fandy belum bisa membahagiakan bunda Ratih namun Fandy sangat berterimakasih Atas doa dan Restu yang sudah Bunda Ratih berikan untuk Fandy dan Reyna di kala Bunda Ratih tersadar dalam koma nya Karena keinginan Terakhir Bunda Ratih Adalah ingin Fandy dan Reyna bersatu kembali menjalin cinta, Itu Tanda nya Fandy tidak akan menikah dengan Nasya ? Ya karena Fandy sama sekali tidak menyukai Nasya, Sulit bagi dirinya untuk mencintai orang lain karena Cinta nya sudah cukup untuk Reyna seorang.


Setelah selesai menguburkan Ibunda nya, Semua orang pun kembali ke Rumah masing masing hanya Ada Reyna saja yang menemani dr Fandy di Rumah nya . karena Reyna tidak tega meninggalkan Fandy sendirian.


Fandy duduk di kursi ruang tamu sambil melamun dan menampa Wajah nya dengan kedua tangan nya.


" dr Fandy " Ucap Reyna lalu menghampiri nya


" aku tahu kamu masih sedih, kalau gitu aku mau pulang dulu yah " Ucap Reyna


lalu Fandy pun menarik tangan Reyna.


" Jangan pergi Rey .. Aku membutuhkan mu saat ini " Ucap dr. Fandy sambil menatap ke Arah Reyna mata nya sedikit bengkak karena terlalu sering menangis


" Iya aku akan menemani mu dr Fandy " Ucap Reyna lalu duduk di samping dr Fandy sementara Fandy masih menggenggam tangan nya .


" Aku sudah cukup kehilangan wanita yang Aku sayang satu satu nya dan kali ini , Aku tidak ingin kehilangan mu untuk yang kedua kali nya " Ucap Fandy yang begitu tulus. Sampai Reyna tak kuasa menahan Air mata nya.


" Aku tidak akan meninggalkan kamu " Ucap Reyna sambil tersenyum dan memeluk Fandy begitu erat


"Terimakasih Rey .. Tetap di sini bersama ku karena aku tidak mempunyai siapa siapa lagi selain kamu " Ucap Fandy sambil terisak .


" kamu masih memiliki Aku dr Fandy, Jangan pernah merasa sendiri karena aku tidak akan pernah pergi dari mu " Ucap Reyna lagi.


" Aku bahkan lebih sedih ketika Aku masih mempunyai seorang ibu tapi Aku tidak pernah merasakan kasih sayang nya . Bahkan ia pergi bersama suami baru nya tanpa memperdulikan aku " Ucap Reyna begitu terisak


" Dan asal kamu tau,Di saat aku sedang terpuruk sendiri, banyak orang lain di sekitarku yang terus mendukung ku yaitu kedua sahabat ku dan kamu " Ucap Reyna.


" Maafkan Aku Rey " Ucap Fandy lalu melepaskan pelukan nya,


ternyata di balik keceriaan Reyna ada sisi dimana ia sangat menginginkan kasih sayang dari orang tua nya. Fandy malah semakin sayang sama Reyna ketika mendengar Reyna mencurahkan semua isi hati nya kepada Fandy .


" kamu pucat banget dr fandy " Ucap Reyna lalu ia menyentuh dahi dr Fandy yang memang panas .


" Aku ngga apa apa " Ucap nya singkat namun wajah nya sangat pucat.


" kamu belum makan sama sekali dr fandy . kalau gitu aku bawa kamu ke kamar yah " Ucap Reyna lalu ia mengandeng tubuh Fandy menuju kamar nya yang ada di atas .


Setelah sampai kamar, Fandy pun membaringkan tubuh nya dan Segera Reyna mengambil Air dingin untuk mengkompres dahi fandy yang panas nya semakin tinggi.


Reyna pun menempel kan sapu tangan nya ke dahi Fandy yang sudah di basahi Air dingin.


" aku khawatir sama kamu dr fandy " Ucap Reyna lalu menyuruh Asisten Rumah tangga fandy untuk membuatkan bubur kesukaan dr Fandy .


" Aku tidak apa apa . Cukup temani aku di sini " Ucap lirih Fandy


" Aku pasti akan menemani kamu dr fandy " Ucap Reyna lalu mencium jari jemari Fandy dan menggenggam nya .


Tak lama Fandy pun tertidur setelah menyuap Bubur buatan asisten rumah tangga nya, Karena ia Terlalu lelah dengan semua masalah yang ia hadapi setelah kehilangan bunda nya . Sementara Reyna terus menemani dr Fandy di samping nya bahkan ia pun tertidur di samping Fandy karena semalaman ini menemani fandy yang sedang terbaring lemah.


Jangan lupa komen guys biar author semangat nulis nya . terimakasih 🤗