My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Ingin memiliki



Pagi sekali Adnan sudah menelpon Rio untuk membawakan alat test kehamilan , meskipun Rio susah sekali di hubungi. Sudah hampir sepuluh kali Adnan menelpon Rio namun tak kunjung ada jawaban, sampai ia begitu kesal padahal Adnan ada jadwal masuk pagi, namun ia tidak akan tenang kalau belum tahu kabar kehamilan dari istri nya.


Rio kemana sih! sudah berapa kali di hubungi.


Adnan pun nampak kebingungan dan sesekali menggaruk kepala nya yang tidak gatal. Sebenarnya, ia bisa saja membawa Aleyna ke Rumah sakit tapi, kedua anak nya tidak ada yang menjaga, Adnan tidak mengijinkan Aleyna membawa Alvin dan Elea ke Rumah Sakit karena mereka masih bayi, karena Rumah sakit bukan tempat yang bagus untuk pertumbuhan mereka.


Aleyna pun sudah selesai memandikan kedua anak nya, dan seperti biasa ia selalu memakaikan kedua anak nya dengan baju yang serupa, hanya beda warna saja karena kedua anak nya kembar tapi berbeda jenis kelamin.


" Anak momy cantik dan tampan!" ucap Aleyna nampak bahagia.


Lalu, Aleyna pun menghampiri Adnan yang sedang kebingungan di balkon kamar sambil sesekali menelpon seseorang, padahal Adnan ada jadwal pagi ini.


Mas Adnan kok belum berangkat!


" Mas, aku mau ke rumah Susan yah, nanti di temenin sama Mirna kok" ucap Aleyna sambil mendekati Adnan.


" Jangan pergi dulu, sebelum melakukan Test kehamilan." ucap Adnan


" Yah, kan bisa malam saja setelah kamu pulang" ucap Aleyna


" Mas, jangan perlu khawatir. Hamil atau tidak kan itu ataa ijin tuhan" ucap Aleyna lagi sambil memegang bahu Adnan.


" Tapi, sayang... " ucap Adnan sambil menghela nafas.


" Lebih baik kamu pergi bekerja, jangan mengabaikan pekerjaan kamu, hanya karena aku! karena masih banyak orang yang membutuhkan pertolongan kamu" ucap Aleyna sembari tersenyum


mengapa Aleyna bisa berubah menjadi dewasa seperti ini....


Adnan tercengang mendengar selintas perkataan Aleyna yang begitu menyentuh, ia bahkan baru kali ini mendengar nya.


Aleyna begitu pengertian...


" Jangan terlalu lelah, aku tidak ingin kau kecapean" ucap Adnan sambil memeluk Aleyna dan mencium nya.


Adnan pun masuk ke dalam kamar kedua anak nya yang sudah cantik dan tampan, Adnan semakin tidak sabar menantikan anak lagi di dalam rahim Aleyna agar rumah nya ramai dengan suara tangisan dan tawa dari anak-anak nya.


" Kemarin tante Sabrina ke rumah ku, dan dia menawarkan aku untuk menjadi model dalam bisnis clothing line nya!" ucap Aleyna


Adnan pun terkejut mendengar pengakuan Aleyna, ia bahkan nampak tidak menyukai nya.


" Sayang, menurut mu bagaimana ? aku harus menerima nya ?" tanya Aleyna lagi karena Adnan hanya terdiam saja.


" Aku tidak setuju, kau hanya milik ku aku tidak ingin kamu memperlihatkan kecantikan mu kepada publik!" ucap Adnan menentang perkataan Aleyna.


" bukan kah, bagus?" ucap Aleyna lagi


" Aku tidak menyukai nya!" ucap Adnan


" Tapi kan niat aku untuk membantu Tante Sabrina saja, Aku bahkan tidak enak hati kalau aku menolak nya." ujar Aleyna lagi


Aleyna pun menyuruh Mirna untuk membawa kedua anak nya keluar karena Aleyna tidak ingin anak- anak melihat keributan nya dengan Adnan..


" kalau kamu tidak enak hati, biar aku saja yang menolak nya!" ucap Adnan


" Kamu selalu melarang aku! " dengus Aleyna sambil duduk rada menjauh dari Adnan, dan Adnan nampak kesal dengan keinginan Aleyna untuk menerima tawaran dari Tante Sabrina.


" Aku masih bisa mencukupi kebutuhan mu, bahkan apapun yang kamu inginkan, cukup di rumah saja dan mengurus anak - anak, kalau kau sampai nekat menerima tawaran Tante Sabrina, Kau sudah benar-benar tidak menganggap ku sebagai suami mu! " ucap Adnan dan langsung pergi meninggalkan Aleyna sendiri.


Seperti nya, Mas Adnan memang tidak menyetujui nya....


Apa yang harus aku katakan kepada Tante Sabrina, padahal ia berharap aku menerima nya...


Tak lama Adnan pun pamit untuk pergi bekerja, ia mencium kedua anak nya namun ia sama sekali tidak mencium Aleyna, ntah ia masih kesal dengan keinginan Aleyna yang keras kepala ingin menerima tawaran untuk menjadi model .


" Hati- hati .. " ucap Aleyna dari kejauhan


Namun, Adnan tidak membalas nya sama sekali .


Mengapa Mas Adnan jadi lebih sensitif sekarang?


Aleyna pun menghampiri Mirna dan kedua anak kembar nya, Bahkan Mirna memang sangat menyukai Alvin dan Elea.


Aleyna pun menghubungi Tante Sabrina untuk menolak penawaran nya dengan berat hati, karena Adnan tidak menyetujui nya, sekeras apapun keinginan Aleyna ia tidak akan bisa melakukan nya tanpa ijin dari Adnan apalagi, sekarang ia sudah menjadi seorang istri.


Apa aku menyuruh Mirna saja ?


tiba- tiba saja pikiran itu melintas begitu saja, Aleyna juga nampak senang ketika melihat Mirna. Bisa Jadi ini jalan pintas Mirna untuk membahagiakan orang tua dan Adik-adik nya.


Aleyna juga baru kepikiran untuk menjadikan Mirna sebagai model, dia masih muda dan Aleyna yakin Mirna bisa menggantikan dirinya untuk menjadi model di bisnis clothing line nya Tante Sabrina.


" Mirna bisa ikuti saya ke ruang Wardrobe?" ucap Aleyna sambil menyuruh Mirna.


" Bisa Non, tapi Alvin sama Alea bagaimana ?" ucap Mirna


" Bi Nani tolong jaga Alvin sama Elea sebentar!" ucap Aleyna sambil menyuruh Bi Nani, dan Bi Nani pun menggantikan Mirna untuk menjaga kedua anak majikannya nya itu.


Aleyna pun berjalan menuju ruang Wardrobe, ruangan yang khusus di buat hanya untuk menyimpan baju-baju Aleyna beserta Adnan dan kedua sahabat nya, bahkan tidak hanya baju tapi sepatu, Tas dan jam tangan ia simpan di ruang wardrobe yang cukup besar dan luas.


Mirna mengikuti dari belakang, ia sama sekali tidak heran karena ia pikir Aleyna akan menyuruh nya untuk membersihkan ruangan itu, toh ia sudah biasa membersihkan ruangan itu.


" Mirna, kau ingin membahagiakan ibu dan adik - adik mu ?" Tanya Aleyna


" Duh Non, kalau itu jangan di tanya. " ucap Mirna


" Kalau begitu, kamu mau tidak menjadi seorang model ?" ucap Aleyna, dan Mirna pun nampak terkejut.


" Haha, Non Aleyna jangan bercanda, saya mah tidak cocok atuh, menjadi model !" ucap nya dengan logat sunda nya.


" Jangan panggil saya Non, panggil saja Aleyna, karena kita seumuruan kan!" ucap Aleyna lagi


" meskipun seumuran, tapi Non Aleyna kan pemilik rumah ini" ucap Mirna lagi


" Eh iya Non, maksud nya Aleyna" ucap Mirna dengan sangat gugup.


Mirna memang polos sekali ...


" tolong ambil baju dress berwarna hitam, dan sepatu heels bening di lemari!" ucap Aleyna menyuruh Mirna.


" Iya Aleyna saya ambilkan" ujar nya.


Aleyna ingin merubah Mirna yang polos menjadi Mirna yang sangat anggun sama seperti dirinya yang begitu sopan dan anggun tak salah kalau Rio menyukai Mirna, hanya saja penampilan Mirna selama ini memang seperti gadis desa biasa nya. Aleyna harus bisa membantu Mirna berubah demi mewujudkan keinginan Aleyna, Karena Tante Sabrina mengabarkan nya, kalau ia akan datang ke rumah Aleyna.


Aleyna sudah mengatakan melalui sambungan telepone kalau ia mempunyai calon pengganti model untuk bisnis clothing line milik Tante nya, ia pastikan Tante Sabrina pasti akan menyukai Mirna.


" Yang ini bukan ?" Ucap Mirna sambil menunjukkan dress hitam milik Aleyna


Aleyna hanya mengangguk saja, karena ia sibuk menghubungi Make up Artist untuk menyulap Mirna menjadi lebih cantik.


Sebenarnya Aleyna juga bisa memoles Mirna , tapi Aleyna sendiri hanya bisa memoles wajah nya dengan bedak dan lipstik saja, kalau ke acara penting pasti ia menyewa Make up artis langganan nya.


" memang kamu ada acara apa ?" tanya Mirna


" Kau mau kan membahagiakan adik- adik mu dan Ibu mu, kalau kau mau ikuti saja perintah ku!" ucap Aleyna


" Maksud nya ?" ucap Mirna yang belum mengerti perkataan Aleyna.


" Kau turuti saja keinginan ku, jangan menolak nya " ucap Aleyna


" Iya " jawab nya masih kebingungan.


tak lama seorang Make up artist pun datang ke rumah besar milik Aleyna, dan Aleyna pun menyuruh sang make up artis itu merubah Mirna menjadi lebih cantik dan modis, padahal Mirna sendiri masih bingung dengan semua ini, ia masih bertanya-tanya tapi ini bukan waktu yang tepat untuk Aleyna menjelaskan nya karena sebentar lagi Tante Sabbrina akan datang ke rumah nya.


" Aleyna, apa yang akan dia lakukan dengan wajah ku!" ucap Mirna begitu ketakutan


" Tenang saja, kau akan menjadi wanita cantik" ucap Aleyna sambil mengedipkan mata sebelah kiri nya.


Mirna pun mengikuti saja keinginan Aleyna, bahkan ia tidak ada hak untuk menolak nya,Karena Aleyna begitu baik meskipun ia tidak tahu apa yang akan Aleyna lakukan terhadap nya.


Setelah hampir setengah jam, Mirna pun sudah selesai di dandani, dan ia sudah mengganti pakaian nya menggunakan dress hitam polos serta rambut yang di cepol , membuat Mirna menjadi lebih menawan, ia bahkan mampu membuat Aleyna terkejut dan Aleyna benar-benar tidak salah memilih Mirna untuk menggantikan nya.


" Aleyna , memang kita mau kemana ?" ucap nya yang masih kesusahan memakai heels


" Kau akan menggantikan aku untuk menjadi model, dan aku tidak salah memilih mu karena kamu begitu cantik. " ucap Aleyna


" Saya jadi malu!" ucap Mirna karena belum terbiasa.


Dan kebetulan tak lama Tante Sabrina pun datang ke rumah Aleyna dengan membawa bingkisan buah-buahan kesukaan Aleyna.


" Jadi Adnan menyuruh mu untuk menolak tawaran Tante?" ucap Sabrina


" Iya tante, bahkan ia sangat marah sekali !" ujar Aleyna.


" Mirna ... " sahut Aleyna sambil memanggil Mirna


Mirna pun datang dengan berjalan agak kesusahan karena memakai heels yang cukup tinggi membuat nya harus lebih berhati-hati lagi .


" Tante, ini Mirna. Dia akan menggantikan Aley untuk menjadi model . Walaupun Mirna belum berpengalaman tapi Aley yakin Mirna pasti bisa" ucap Aleyna


" salam kenal Tante" ucap Mirna


" salam kenal juga Mirna" ucap nya.


Setelah lama berbincang akhirnya Tante Sabrina pun menyetujui keinginan Aleyna untuk menjadikan Mirna sebagai pengganti model untuk bisnis nya, meskipun Mirna harus belajar lebih giat lagi agar terpilih untuk menjadi model, karena Tante Sabrina mengadakan perlombaan untuk bisnis nya itu, karena Aleyna menolak nya.


" Terimakasih Tante, Aley akan mengajarkan Mirna supaya dia lolos seleksi" ucap Aleyna


" Iya Aleyna salam untuk suami Posesif kamu itu!" ucap Tante Sabrina sambil tertawa


" Haha, tenang saja! Aman !" sahut Aleyna sambil menatap kepergian Tante Sabrina.


tak lama setelah mobil tante sabrina sudah berjalan lebih jauh, tiba-tiba saja Rio pun datang dengan membawa beberapa alat tes kehamilan bahkan Rio sangat tergesa-gesa berjalan menuju rumah Aleyna karena ia terlambat bangun, dan ia sudah mendapatkan ocehan dari Adnan.


Rio menekan bel rumah keluarga besar Adnan, ia nampak tidak sabar karena Adnan terus memarahi nya.


Mirna pun melepas heel yang amat tinggi itu, ia mengganti nya dengan sendal jepit yang lebih mudah namun, ia masih mengenakan dress hitam yang ia sendiri tidak nyaman karena terlalu terbuka di bagian bahu nya.


Mirna berjalan menuju pintu depan untuk mencari tahu siapa yang akan datang.


ceklek...


Mirna membukakan pintu, dan berdiri sosok Rio yang terkejut dengan penampilan Mirna bahkan Rio memandangi Mirna dari atas hingga ke bawah, sesekali ia mengucek kedua bola mata nya karena ia tidak percaya dengan Mirna yang kini ada di hadapan nya dan mampu membuat Rio tercengang .


mengapa kamu cantik sekali...


" Pak Rio" sahut Mirna


" Cinderella desa" ucap Rio sambil menganga


" Maksud Pak Rio?" tanya mirna lagi


" Kamu Mirna kan ?" ucap Rio nampak tidak percaya


" Iya Pak , aku Mirna. memang ada yang salah? " ucap Mirna bahkan ia lupa kalau ia sedang mengenakan baju terbuka.


" Cantik sekali " ucap Rio sambil melongo menatap Mirna


" Permisi pak" ucap Mirna sambil berlari karena ia baru sadar kalau ia menggunakan baju terbuka dan Rio melihat nya. Mirna tersipu malu karena sebelum nya ia tidak pernah memakai pakaian seperti ini.


Mirna, mengapa kau mampu mengalihkan pikiran ku........


Oit sepi banget ini :(