
Setelah selesai dalam kelas pemograman, akhirnya Aleyna pun lepas dari ocehan Dosen yang memang cukup membosan kan menurut Aleyna, ntah jiwa seorang mahasiswi belum melekat di dalam diri nya, wajar saja Aleyna merasa bosan karena ini hari pertama ia berstatus sebagai mahasiswi Fakultas Teknik Informatika, ia cukup mengantuk di jam pertama karena belum terlalu terbiasa, setelah hampir dua tahun tidak merasakan suasana belajar dan kelas yang ramai.
" Aleyna, bagaimana kalau kita ke Kantin, kamu pasti lapar kan ?" Ucap Sinta yang mengajak Aleyna pergi ke Kantin untuk sekedar makan siang.
Sebenarnya, Aleyna sudah janjian dengan Susan akan makan bersama di kantin ini, namun Susan tak memberi nya kabar atau sekedar membalas pesan whatsapp dari Aleyna, mungkin saja ia masih ada kelas.
Akhirnya Aleyna mengikuti keinginan Sinta untuk makan siang duluan, karena perut nya sudah berdendang sedari tadi, karena lapar. Ia pun mengambil Tas di bawah meja lalu, keluar kelas dengan Sinta menuju Kantin.
Namun ketika Aleyna dan Sinta hendak pergi ke Kantin, tiba tiba saja langkah mereka terhenti di karenakan Bima sedang berdiri menunggu Aleyna di depan pintu kelas Aleyna, sambil membawa gitar kesukaan nya, ia menyandarkan punggung nya pada balik tembok besar di dekat pintu kelas Aleyna, sambil memetik gitar nya. Bima memang seorang penyanyi yang pernah mendapatkan Juara pertama di salah satu ajang pencarian bakat, dan memang kualitas suara nya tidak di ragukan lagi bahkan ia banyak di sukai oleh wanita di kampus ini, karena ia sering membawakan lagu lagu romantis ketika kampus sedang merayakan sebuah acara.
Ntah, tiba tiba saja Bima sudah berdiri di depan kelas Aleyna, dan membuat Aleyna begitu risih dengan keadaan Bima, sementara Sinta sedari tadi terus menyenggol tubuh Aleyna untuk mengisyaratkan ada nya kehadiran Bima.
" Kayak nya, Kak Bima memang menyukai mu " Ucap Sinta sambil menyenggol tubuh Aleyna sampai ia hendak terjatuh
" Aku tidak menyukai nya !" Ucap Aleyna sambil melotot ke Arah Bima.
Aleyna melanjutkan langkah nya, untuk melewati Bima tanpa menghiraukan nya, namun langkah nya terhenti ketika Bima mulai mengeluarkan suara merdua nya, yang memang menyentuh hati. Bahkan Sinta sebagai sepupu nya pun ikut kagum dengan suara indah Bima.
Kau gadisku, yang cantik
coba lihat aku disini,
di sini ada aku,
yang suka padamu...
Ntah, semerdu apapun suara Bima tidak akan mampu membuat Aleyna kagum karena Aleyna selalu menanamkan kesetiaan di dalam hati nya, kalau saja Bima tahu, Aleyna sudah menikah dan memiliki dua orang anak, pasti ia akan kecewa namun secepat mungkin, Aleyna akan memberitahu Bima agar, ia menjauh dari nya.
" Hai Aleyna.. " Ucap nya sambil melayangkan senyuman
apa kampus ini terlalu sempit, sampai aku harus bertemu dengan nya lagi?
" ada apa ?" Ucap Aleyna begitu sinis menatap ke arah Bima
" Kau mau kemana?" Ucap Bima
" Kau tidak perlu tahu, aku mau kemana! " Ucap Aleyna dengan menekan kan kata kata nya.
Aleyna pun mencoba menghindar dari Bima, ia menarik lengan Sinta untuk segera pergi dari hadapan Bima, karena Aleyna sudah semakin risih dengan tingkah Bima yang terlalu berlebihan.
" Aleyna kamu mau kemana ?" Ucap Bima dari kejauhan, karena Aleyna sudah berlalu pergi
Aleyna sama sekali tidak mendengarkan teriakan demi teriakan yang Bima ucapkan, ia bahkan tidak memperdulikan Bima karena perut nya sudah sangat lapar.
" Ley, kayak nya kak Bima memang menyukai mu " Tanya Sinta kepada Aleyna
sontak pertanyaan Sinta mampu membuat Aleyna begitu terkejut, dan ia mengabaikan pertanyaan Aleyna tentang Bima, ia malah langsung mengambil menu makanan , dan memesan satu mangkok mie ayam seperti biasa, ia sudah lama tidak makan mie ayam di suasana seperti ini, ia memang merindukan masa masa sekolah dulu.
kalau ada mie ayam, aku jadi keinget dengan kedua sahabat ku.
Aleyna duduk di kursi yang kosong, dan sambil menunggu pesanan nya sampai, ia pun menyuruh Susan untuk ke kantin menyusul nya, karena ia sudah lapar. Sementara, Sinta mengikuti Aleyna ia juga memesan mie ayam dan jus jeruk kesukaan nya, Sinta memang heran ketika ia bertanya tentang Bima kepada Aleyna, namun Aleyna selalu mengabaikan nya. Sebenarnya apa hubungan antara Aleyna dan Bima, ia semakin penasaran.
" Terimakasih, mbak" Ucap Aleyna begitu ramah ketika pelayan kantin mengantarkan dua mangkok mie ayam di meja mereka
" Wangi banget, aku sudah tidak sabar memakan nya" Ucap Aleyna sambil mencium wangi aroma mie ayam
" Baca doa dulu, baru makan " Sindir Sinta sambil tertawa memperhatikan gerak gerik Aleyna yang sedang kelaparan
" Aku lupa, Baca doa nya menyusul saja " Ucap nya sambil sesekali menyeruput kuah mie Ayam
Tak lama, Susan pun mencari keberadaan Aleyna, ia mencari ke sudut kanan dan sudut kiri Kantin di kampus ini, namun tidak bertemu juga, dan ternyata Aleyna berada di sebelah pojok kantin mie Ayam, Susan memang sudah menebak nya, kalau Aleyna pasti akan pergi ke tempat makan itu, karena ia memang sudah lama tidak makan mie Ayam, kalau saja Adnan mengetahui nya pasti ia melarang Aleyna untuk makan Mie ayam, karena Aleyna memang sering sakit di bagian lambung nya.
" Aku sudah menebak nya, kalau kamu akan datang ke tempat ini .." Tegur Susan sambil tersenyum ke arah Aleyna
" Hai, ayo pesen juga dong!" Ucap Aleyna yang menyuruh Susan untuk memesan mie ayam juga.
" Aku sudah memesan nya " Ucap Susan sambil duduk di dekat kursi Aleyna
" Kenalkan, ini Sinta, teman satu jurusan ku" Ucap Aleyna yang memperkenalkan Sinta
" Halo, aku susan"
" Aku sinta "
Mereka pun menyantap mie ayam sambil menikmati obrolan obrolan kecil, kadang kala Aleyna merasa ada yang kurang , karena formasi nya memang kurang lengkap, Yaitu Reyna karena ia belum pulang dari bulan madu nya di lombok bersama Fandy, namun Aleyna pun sempat video call dengan Reyna sehabis makan. karena Aleyna sangat merindukan Reyna.
" Hai, Reyna " Ucap Susan dan Aleyna
sambil melambaikan tangan nya ke layar telepon karena mereka sedang menghubungi Reyna lewat video call
" omg! aku kangen sama kalian" Ucap Reyna begitu terharu
" Lihat dong! aku sudah menjadi Mahasiswa" Ucap Aleyna sambil tersenyum ke arah Reyna
" Aku semakin sudah tidak sabar ingin segera pulang"
" memang nya sampai kapan, kau menikmati bulan madu nya, lama banget "
" Ah, baru seminggu! "
" Pulang dong, kita makan mie ayam bareng lagi"
" lusa nanti baru pulang, aku sangat merindukan kalian"
" semoga bahagia di sana"
Tak lama, Aleyna menutup sambungan telepon lewat video tersebut, dan kembali mengajak ngobrol Sinta yang memang dari tadi hanya diam dan nampak bingung dengan obrolan obrolan antara Aleyna dan teman nya, bahkan ia masih penasaran dengan Bima dan Aleyna, karena Bima memang kakak sepupu nya wajar saja jika ia memang penasaran dengan kedekatan antara Bima dan Aleyna.
" Aleyna, kamu belum jawab pertanyaanku?" Ucap Sinta
" Pertanyaan yang mana? aku mendadak lupa nih!" Ucap nya sambil tertawa
" soal hubungan kamu sama kak Bima?" Ucap Sinta
Dan tiba tiba saja Susan yang sedang minum pun, sampai tersedak sebenarnya apa yang di lakukan Aleyna, apa dia membuat ulah dengan seoranh Bima? Karena Susan sangat mengetahui Sifat Bima yang memang sering menyakiti hati wanita karena ia terus menolak wanita yang mendekati nya, ntah karena memang ia cukup populer di kampus ini.
" Maksud kamu, kak Bima yang jurusan teknik? seorang penyanyi ?" Ucap Susan begitu terkejut
Susan dan Sinta pun menatap dalam ke arah Aleyna, mereka nampak heran karena hanya Aleyna lah yang mampu bersikap dingin kepada Bima, sementara mahasiswa lain cukup sulit untuk mendapatkan senyum dari Bima saja sangat sulit.
" Ley, jawab dong!"
" Iya, jangan membuat kami penasaran!"
Aleyna pun tertawa sangat kencang, bahkan Susan sahabat nya pun seolah percaya dengan pertanyaan konyol dari Mulut Sinta,padahal Aleyna baru saja masuk ke kampus ini, ia tidak mungkin mempunyai hubungan spesial bersama Bima, karena Aleyna sudah menikah dan memiliki dua orang anak, sangat mustahil bila itu terjadi.
" Kalian tuh kenapa sih?" Ucap Aleyna sambil tertawa
" aku serius Aley.."
" Aku sudah menikah, bagaimana mungkin aku menyukai pria lain? dan kau Susan mengapa percaya saja dengan ucapan Sinta?" Ucap Aleyna
Sinta pun seolah tidak percaya dengan semua ucapan Aleyna ia bahkan menganggap Aleyna sedang membohongi nya karena, Aleyna dari tadi hanya tertawa saja.
" Kamu serius sudah menikah di usia mu yang masih muda ?" Tanya Sinta begitu terkejut
" Aku dan Susan sudah menikah di usia kami yang masih muda " Ucap Aleyna
" Aku tidak percaya, apa di dunia ini hanya aku yang tidak ingin menikah di usia muda ?" Ucap Sinta yang nampak heran dengan ucapan Aleyna
" Aku bahkan sudah memiliki dua anak kembar" Ucap Aleyna
" kami memang kompak, dan suami kami seorang Dokter semua" Ucap Susan sambil tertawa
" Kalian nggak nge-prank aku kan?" Tanya Sinta lagi sambil menggaruk garuk kepala nya
" Menurut mu bagaimana ?" Ucap Aleyna dan Susan yang tertawa melihat respon Sinta yang sulit sekali percaya dengan pengakuan jujur Aleyna dan Susan.
" Kau tidak percaya sama sekali?"
" Aku bahkan tidak percaya kalian sudah menikah, aku yakin kalian mau ngerjain aku kan ?"
" Iya deh, terserah kamu Sin!"
Tak lama, Sinta pun pergi duluan karena ia memang mau pergi menyusul teman nya yang juga kuliah di kampus ini, hanya saja beda jurusan. Sementara Susan sibuk menginterogasi tentang Bima. Aleyna saja sampai bosan mendengar nama Bima, karena seharian ini nama itu cukup memenuhi memori yang ada di kepala Aleyna.
" Jadi apa maksud pertanyaan dari teman mu itu?" Ucap Susan sambil menarik kursi Aleyna agar lebih dekat
" Aku sudah muak mendengar nama Bima!" Ucap Aleyna
" Apa dia mengejar mu ?" Tanya Susan , Bahkan Aleyna hanya menjawab nya dengan anggukan kepala saja.
" Pesona ibu dua anak, tidak terkalahkan memang!" Ucap Susan sambil tertawa meledek Aleyna
" berhenti tertawa seperti itu, Aku risih dengan hal hal mengenai Bima!"
" Jangan marah marah terus, nanti kelamaan naksir lagi" ledek Susan sambil terus mentertawakan Aleyna
Aleyna semakin geram dengan semua hinaan Susan, yang terus meledek Aleyna .
" Dia tidak ada apa apa nya, di banding suami ku !" Ucap Aleyna
" Bucin banget deh" Ucap Susan
" Kalau cinta memang harus Bucin" Ucap Aleyna sambil tertawa
*
Akhir nya, Aleyna dan Susan pun pergi untuk kelas kelas berikut nya karena masih ada satu kelas lagi yang harus Aleyna jalankan, akan tetapi ia malah merindukan anak nya, ia sangat merindukan senyum dan tawa nya Alvin dan Elea, sampai ia tidak konsentrasi untuk memperhatikan semua penjelasan Dosen, karena ia bosan mendengarkan semua ocehan nya. sampai Aleyna pun ketiduran di kelas.
" Aleyna!" bisik Sinta kepada Aleyna karena Dosen terus memperhatikan ke arah Aleyna
Sudah berapa kali Sinta mencoba untuk membangunkan Aleyna, akan tetapi ia malah semakin nyenyak dalam tidur nya.
" Aleyna irawan !" panggil Dosen itu, namun Aleyna tidak mendengar nya , ia langsung menghampiri meja Aleyna dan berteriak sekeras mungkin memanggil nama Aleyna
" Aleyna irawan!"
Aleyna terkejut, dan mendapati semua penjuru kelas menatap Aleyna dan ia terkejut lagi karena dosen nya berdiri di samping meja nya, Aleyna melemparkan senyum manis nya ke arah dosen itu.
" Kenapa kamu tertidur ?" Tanya Dosen itu
" Aku ngantuk" Ucap nya sampai membuat Dosen itu geram
" Keluar dari kelas saya, kalau memang kamu tidak ingin mengikuti kelas saya!" Ucap Dosen itu
" Jangan Pak, saya janji tidak akan mengulangi nya lagi " Ucap Aleyna sambil memohon
" Baru hari pertama masuk, sudah membuat masalah saja " Celoteh Dosen itu
" Kalau gitu, saya ijin ke toilet dulu mau cuci muka biar ngga ngantuk" Ucap Aleyna
" Hari ini saya maafkan, tapi untuk ke depan nya tidak ada toleransi lagi " Tegas Dosen itu kepada Aleyna.
*
Setelah mendapat peringatan dari Dosen nya karena ketahuan tidur akhirnya Aleyna pun pergi ke toilet namun, dengan mata yang masih mengantuk Aleyna pun menabrak tubuh seseorang dan ia pun sampai terjatuh di pangkuan orang tersebut, dan tidak lain adalah Bima. Ia bahkan sangat senang menerima tabrakan yang tidak di sengaja itu.
Bima menatap wajah cantik Aleyna yang bahkan nampak cantik dengan rambut curly yang di gerai , Ia memang semakin terpesona dengan kecantikan Aleyna.
" Enak ya jadi kamu, kalau mau liat bidadari, tinggal liat di kaca" Ucap Bima ketika memandang wajah Aleyna.
" Jangan suka cari kesempatan, menjijikan!" Ucap Aleyna yang beranjak bangun dari pangkuan Bima
sialan, mengapa harus dia lagi? aku benci situasi seperti ini! pengalaman buruk di hari pertama kuliah
Guys, Di vote dong .
eits .. Udah Vote belum ?
kalau sudah, jangan lupa mampir di kolom komentar