
Setelah melewati perjalanan yang begitu terjal, akhirnya semua murid Emily's internasional high school sampai di sebuah perkebunan yang begitu hijau nan asri, mereka akan tinggal di tempat ini untuk tiga hari ke depan, semua siswa begitu antusias ketika sampai di tempat perkemahan yang berlokasi di eagle hills, tempat yang sengaja di pilih karena keindahan alam sekitarnya dan di tempat ini semua siswa bisa mempelajari bagaimana cara mencintai dan melestarikan alam sekitar.
Pak Krisna sebagai ketua pembina langsung menyuruh semua siswa baris di lapangan dengan barisan kelas masing-masing karena ia akan memberitahu apa saja yang harus di lakukan dan tidak boleh di lakukan oleh semua siswa yang mengikuti kegiatan perkemahan.
Semua siswa harus mempersiapkan satu tenda yang berisi empat orang, dan ia menyuruh semua siswa untuk memasang tenda masing-masing, dan satu tenda terdiri dari tiga orang siswa dan satu kakak osis sebagai pembimbing.
Elea dan kedua sahabatnya mulai membuka tenda, Karin sudah mempersiapkan tenda yang amat bagus dan tahan angin yang ia beli kemarin, sementara Kiara sudah mempersiapkan alat untuk memasak, yaitu kompor kecil dan satu buah panci.
Sedangkan Elea hanya membawa makanan ringan saja, toh elea mengikuti kegiatan perkemahan karena Rangga, bukan karena keinginannya namun begitu Elea juga amat senang.
" cara masang tenda nya bagaimana el, aku mana paham!" Ucap Karin yang mengeluh saat tenda yang ia pasang tidak berdiri
" Haha, jangan bercanda deh! Kalau kamu tanya sama aku? Ya jawabanya pasti aku tidak tahu Rin...." Ucap Elea sambil tertawa.
" bagaimana sih Rin, bukankah kemarin kamu mengatakan bisa memasangnya, sewaktu di toko?" Ucap Kiara yang mengingatkan Karin, karena kemarin sebelum membeli Kiara dan Karin sudah diberitahu bagaimana cara mendirikan tenda nya.
" Aku lupa.... " Ucap Karin sambil cengengesan, elea hanya menggelengkan kepala saja
" el, minta bantuan Alvin atau siapa gitu, biar enak!" Ucap Kiara
" Kalau bisa kak alvin saja deh, biar aku bisa memandangnya terus menerus!" Ucap Karin yang nampak girang.
" Bagaimana kalau malam ini, kita tidur di tenda cowok saja?" Ucap Elea dengan ide konyol nya.
" kalau cowok nya kak Alvin sih aku mau!" Ucap Karin yang mulai centil kalau sudah mendengar nama alvin
" Ogah! Nanti yang ada tangan mereka kemana-mana!" Ucap Kiara yang menolak keras keinginan Elea
" kalian serius banget sih!" Gerutu Elea, ia segera mengambil alih tenda dari tangan Karin lalu mencoba memasangnya.
Namun kedua bola mata Elea nampak membulat ketika Nadine dan kedua temannya meminta pertolongan kepada Rangga untuk memasangkan tenda miliknya, Elea nampak kesal dan marah ketika Rangga menghampiri Nadine, perasaan Elea berkecamuk, Ingin sekali Elea menghampiri Rangga dan juga memaki Nadine, Elea mendengus kesal, ia memukul kayu penyangga tenda dengan sangat kencang bahkan kedua sahabatnya nampak terpukau dengan aksi Elea, mereka bahkan tidak mengetahui kalau Elea mempunyai bakat memukul, sampai tenda itu berdiri dengan tegak.
Elea masih melotot ke arah Rangga, bahkan Rangga menyadari akan kehadiran Elea, Rangga sengaja membuat elea begitu cemburu padahal Rangga tidak berniat menolong Nadine.
" awas saja! aku tidak terima Rangga!"
Elea memanggil doni teman satu kelas nya untuk menolongnya, karena Tenda itu belum berdiri dengan kokoh, Rangga malah melotot ke arah Elea, Rangga kira Elea akan meminta pertolongan kepadanya akan tetapi, ia malah memanggil Doni, teman satu tenda dengan Rangga.
" Doni, aku minta tolong dong!" Ucap elea, dan Doni pun menghampiri elea, Elea menengok ke arah belakang sambil menatap Rangga, Elea menjulurkan lidahnya ke arah Rangga, dan Rangga nampak marah dan kesal.
" rasain deh, memangnya cemburu itu enak!"
Elea menggerutu, ia kembali menyuruh Doni memasang Tenda, sementara Elea dan kedua sahabatnya duduk santai sambil melihat Doni memasang tenda.
" Tidak ada yang lebih tampan selain doni? Aku jadi nggak semangat!" Ucap Karin yang nampak tidak menyukai Doni, ia berharap Alvin yang datang untuk memasang tenda nya.
" masih mending dibantuin sama Doni, coba kalau tidak ada Doni, tenda kita tidak akan berdiri!" Ucap Kiara yang membela.
tiba-tiba saja Dylan datang dan menghampiri Karin, diikuti oleh Rangga dari belakang.
Dylan mendekati Karin.
" Kayaknya nanti malam bakalan dingin banget!" Ucap Dylan sambil mendekati Karin
" terus kalau dingin kenapa?" Ucap Karin dengan sangat sensitif
" Tenang saja, nanti aku jagain tenda kamu sampai pagi biar kamu merasa hangatnya kehadiranku!" Ucap dylan,
" Amit-amit mending nggak usah di jagain deh daripada aku nggak bisa tidur..." Celoteh Karin
Rangga berdiri di belakang Elea, ia menyenggol betis Elea dengan kaki nya. Elea nampak terganggu ia menengok ke arah belakang dan terkejut ketika Rangga membisikkan sesuatu kepadanya. Kedua sahabatnya sibuk bercanda dengan Dylan tanpa memperhatikan Elea.
" kenapa kamu menyuruh doni untuk memasang tenda kamu? Kenapa tidak menyuruhku!" gerutu Rangga sambil memasang wajah dingin tanpa senyum
" Untuk apa? Kamu sendiri sibuk mendekati Nadine, jadi nggak ada salahnya aku meminta Doni untuk memasang nya!" celoteh Elea
" kamu cemburu aku mendekati Nadine tadi?" Ucap Rangga sambil menatap Elea
" Nggak! aku nggak cemburu! " Ucap Elea dengan rasa amarahnya.
" Yakin nggak cemburu!" Ucap Rangga lagi.
Rangga diam memaku, ia bahkan tidak berniat untuk mendekati Nadine, ia hanya menolong Nadine yang kesulitan memasang tenda. Tapi, tidak sepenuhnya ia memasang tenda Nadine.
Nadine mulai memperhatikan gerak gerik Antara Rangga dan juga Elea ia bahkan curiga kalau Rangga dan Elea memiliki hubungan spesial, lebih dari sekedar teman baru-baru ini Nadine sering kali memergoki Rangga dan juga Elea sering berduaan dan didepan matanya tadi, Rangga sengaja menghampiri Elea.
" kayaknya ada misi baru!" Ucap Maya sahabat dari Nadine
" aku yakin Elea dan Rangga memiliki hubungan!" Ucap Nadine sambil melotot ke arah Rangga
" Yampun, Mana mungkin sih Rangga menyukai elea, lagi pula elea itu bukan cewek baik-baik, dia itu sering bolos dari kelas, bahkan bukan cewek pintar seperti kamu! aku tidak yakin seorang Rangga bisa menyukai Elea!" Ucap Maya sambil menunjuk ke arah elea.
" Haha, aku juga tidak yakin Rangga akan menyukai cewek nakal seperti Elea!" Ucap Nadine sambil tertawa
" Rangga itu cowok berprestasi, ia pasti akan memilih cewek yang berprestasi seperti kamu juga Nadine! " Celoteh Maya
" Ada apa sih! rame banget!" Ucap eva yang baru saja keluar dari tenda, Eva juga salah satu teman Nadine
" Nadine cemburu sama Elea, bahkan elea tidak ada apa-apanya dibanding dirinya!" Ucap Maya sambil tertawa
" Kamu masih sadar nggak! cemburu sama Elea?gila saja!" Ucap Eva sambil menggelengkan kepalanya.
Setelah semua tenda berdiri dengan tegak, dan hanya ada satu tenda berwarna hitam dan pink, yaitu tenda milik Elea dan juga kedua sahabatnya, diatas tenda itu tertulis nama genk mereka, yaitu genk Naughty Girlfriend's,atau disingkat dengan NGF.
Mereka memang sudah merancang nama tersebut, sebutan Naughty atau cewek nakal memang sudah melekat dalam diri mereka, meski nakal akan tetapi, Mereka tetap solidaritas nomor satu. Mungkin semua orang menganggap diri mereka lemah akan tetapi pesona dan aura bintang sekolah terpancar dari mereka yang di sebut Naughty Girlfriend's, atau Genk NGF.
Elea dan kedua sahabatnya masuk ke dalam tenda, bahkan Karin menyadari kalau Nadine dan kedua sahabatnya terus memperhatikan ke arah tenda mereka. Dan membuat pertanyaan besar untuk Karin.
" el, kamu membuat masalah lagi sama Nadine?" tanya Karin yang merasa heran.
" Masalah apa?" Ucap Elea yang sibuk memperhatikan cincin di jari manisnya, ia bahkan tidak menyangka akan bisa mengeluarkan emosi yang begitu dalam untuk Rangga.
" Itu cincin apa, coba lihat!" Ucap karin yang menarik paksa jari manis elea, bahkan Kiara yang sedang ganti baju ikut merasa penasaran
" cincin dari siapa el?" Tanya Kiara
" kamu merahasiakan sesuatu dari kita?" Ucap Karin yang bahkan menyudutkan Elea.
Elea menarik nafas, mungkin ini saatnya Elea untuk mengakui status hubungannya dengan Rangga kepada kedua sahabatnya, karena ia sudah hampir satu Minggu merahasiakan ini semua dari kedua sahabatnya.
" Sebenarnya, aku dan Rangga sudah jadian!" Ucap Elea dengan rasa malu
Kiara dan Karin nampak tercengang mendengar pengakuan dari Elea karena selama ini Elea dan Rangga tidak pernah akur dan bahkan mereka terkejut ketika Elea mulai mengakui kalau dia dan Rangga kini sudah berpacaran.
" oh my god ! Sejak kapak kamu merahasiakan ini dari kita el..." Ucap Kiara
" Kenapa sih harus merahasiakan ini?" Ucap Karin
" aku memang tidak berniat untuk merahasiakan, tapi ini menyangkut kak juno... " Ucap Elea sambil menggigit bibir bawahnya.
" kak juno?" Ucap Kiara, hatinya gemetar disaat ia mendengar nama kakak kelas itu.
" aku salah telah menyukai Kak Juno, karena dia bukan cowok baik, bahkan kak juno kasar kepadaku, aku menyesal telah menyukai kak juno, aku takut dia akan terus menggangguku!" Ucap elea
" Kamu nggak salah el, mungkin ini pelajaran bagi kamu untuk tidak sembarangan menyukai cowok!" Ucap Kiara
" Jadi kapan kalian jadian?" Ucap Karin yang penasaran
" waktu rangga mengajakku kencan!" Ucap Elea
" yampun, jadi berawal dari kencan... " Sambil bernyanyi dan meledek elea
" Pantas saja, Nadine melotot!" Ucap Karin
" Cemburu mungkin, kan Nadine suka banget sama Rangga!" Ucap Kiara
" By the way, Rangga bagaimana sih, bukankah dia cowok cuek plus dingin, bagaimana bisa kalian jadian?" Ucap kiara
" setelah aku mengenal nya, dia sama sekali berbeda dengan apa yang kita lihat di luaran, Rangga begitu romantis, sampai dia memberiku cincin ini dan menjaganya selama nya, karena dia begitu serius ingin memiliki aku!" ucap Elea dan kedua sahabatnya tersentuh mendengar pengakuan dari Elea mereka memeluk Elea dengan rasa kasih sayang yang begitu besar sebagai sahabat.