My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Reyna yang malang



Di saat Fandy mau mengejar Reyna, Bunda Ratih menahan nya,


" Apa kamu mencintai Gadis itu ?" Ucap Bunda Ratih sambil menatap Tajam wajah Fandy


" Kalau aku mencintai Reyna memang kenapa Bunda ? " Ucap Tegas Fandy .Baru kali ini ia melawan perkataan Ibunda nya


" Anak bodoh, Bisa bisa nya kamu mencintai Anak kecil seperti dia bahkan sekolah saja belum lulus . Kamu mau jadi seperti Adnan yang mempunyai Istri anak di bawah umur yang tidak mengerti apa apa Bagaimana bisa ia mengurus mu , Ngurus diri sendiri aja susah dan Bunda Kenal dengan Reyna . Keluarga dia sangat tidak harmonis " Ucap Kejam Bunda Ratih


" Jaga bicara Bunda . Jangan pernah Bunda merendahkan Reyna di Depan Aku . Jangan kan Reyna . Keluarga kita juga tidak harmonis . Jadi jangan mengurusi kehidupan orang lain yang terpenting Fandy mencintai Reyna " UcapTegas Fandy yang terus melawan perkataan Ibunda nya .


Plakk ......


Tamparan keras itu mengenai wajah Fandy, Karena bunda Ratih benar benar kesal melihat sikap Anak nya yang melawan Bunda Ratih terus menerus. Akibat Reyna dan reyna mampu merubah sikap Fandy menjadi pembangkang seperti ini .


" Bisa bisa nya kamu melawan perkataan Bunda . Kalau kamu menolak perjodohan ini Berarti kamu benar benar mau Bunda mu ini mati " Ucap Bunda Ratih sambil pergi meninggalkan Fandy


Fandy benar benar Frustasi niat hati ia ingin mengejar Reyna namun Bunda Ratih sudah mengancam dengan kata kata menjijikan itu .


*


*


Reyna pun berlari menerjang rintik hujan yang mengguyur kota jakarta, Sementara hati nya penuh dengan luka, Ia tidak tahu harus berbuat apa lagi karena setiap ia mencintai seseorang dengan sepenuh jiwa dan raga nya harus saja ada halangan yang tidak bisa mempersatukan mereka, Mengapa semua nya harus terjadi kepada Reyna, Apa cinta yang tulus tidak mampu membuat Bunda Ratih membatalkan perjodohan ini, Andai saja ada keajaiban di dalam dunia ini, Mungkin Reyna akan meminta Fandy untuk menjadi jodoh nya .


Rintik hujan semakin besar mengguyur Jakarta, Dan Reyna masih terus menangis ia tidak perduli seberapa besar Air hujan menerjang nya bahkan ia tidak peduli dengan semua itu, yang ia inginkan hanyalah keadilan bagi dirinya dan Tuhan benar benar sedang menguji kekuatan hati dan ketabahan hati nya, Cukup Ayah nya yang pergi bersama wanita lain dan meninggalkan ibu nya,Kemudian mengapa orang sebaik Fandy juga harus pergi dengan segala luka yang menyayat hati Reyna .Ia begitu kalut,


" Tuhannnn .. Jangan kau siksa aku seperti ini, Aku benar benar ingin keadilan dari mu, Aku ingin bahagia seperti orang lain Tanpa harus banyak melewati cobaan dan Rintangan " Ucap Reyna sambil terisak dan menjatuhkan Tubuh nya dalam genangan Air hujan yang mengguyur kota ini,Seakan ia tahu kalau Ada Reyna yang sedang di Landa kesedihan .


" Bundaaa Aku ngga kuat menerima semua kenyataan ini, " Ucap Reyna sambil terisak


Memang lah Malang nasib Reyna, Pada siapa ia mengadu bahkan meminta rasa kasih sayang nya sementara Ibunda nya sudah hidup bahagia dengan suami baru nya bahkan tega meninggalakan Reyna yang malang di jakarta, Reyna tidak butuh uang atau kekayaan yang ia butuhkan adalah Kasih sayang yang ibunda nya berikan, Harus kemana lagi Reyna mencari Ketenangan sementara di Rumah nya tidak ada siapa siapa, Ia tidak bisa terus menerus menjadi beban kedua sahabat nya, Sungguh Reyna hanya sendiri merasakan sakit yang begitu mengiris hati nya.


Ingin sekali ia nekat mengakhiri hidup nya, Tapi kedua sahabat nya lah yang mampu membuat Reyna bertahan, Ia ingat akan kesetiaan kedua sahabat nya yaitu Aleyna dan Susan karena Reyna sudah berjanji akan melihat wajah bayi kembar Aleyna.


lalu ia pun duduk di bawah pohon besar,dengan baju yang amat basah serta tubuh nya yang menggigil dan membiru akibat kedinginan , Banyak kendaraan yang lalu lalang namun hanya melewati Saja tanpa perduli rasa terhadap Reyna, Mungkin orang orang di dalam mobil itu berpikir kalau Reyna sudah gila . Menangis di terpa Hujan, Mereka benar Reyna memang sudah Gila bahkan Reyna mengakui itu. gila karena sudah tiga kali bertemu dengan orang orang yang ****,Pertama Ayah nya kedua Dimas dan selingkuhan nya dan ketiga Fandy, Tapi ia tidak marah dengan Fandy hanya saja Ibunda nya yang nampak Kejam memisahkan dua insan yang saling mencintai . Apa kurang nya Reyna di Bandingkan dr. Nasya, Reyna memang tahu dia seorang anak kaya Raya bahkan dia nampak sempurna, Tapi apa Bunda Ratih tidak lihat sorot mata Reyna, Yang tulus mencintai anak nya ! Persetan dengan itu semua walau pun Reyna belum mempunyai gelar dan walaupun Reyna bukan dari kalangan orang kaya, meski begitu kalau Reyna ada di posisi dr. Nasya ia tidak Akan mau menerima perjodohan kuno itu .


" Kenapa ini semua tidak Adil tuhan ..


Mengapa ini semua terjadi kepadaku " Ucap Reyna


Dan Air mata nya masih terus membasahi pipi nya . Karena luka ini amat sakit lebih sakit daripada melihat Dimas selingkuh dengan Wanita lain .


*


*


Tak lama mobil Bmw 320i berwarna putih pun melewatu deras nya Hujan, Entah ini keinginan Aleyna yang tiba tiba saja ingin memborong semua sayuran dan lauk pauk karena ia ingin memasak di ruangan Dapur mewah yang selama ini belum ia sentuh, Karena Bi Nani sedang pulang kampung bahkan ia mengambil Cuti selama satu bulan lama nya Terpaksa Aleyna harus belajar masak. Ya walaupun ia sama sekali belum bisa memasak namun Adnan selalu berusaha memahami Aleyna toh ia tidak apa apa kalau harus makan di luar.


" Mas Aku ambil semua sayuran dan daging sama ikan juga ya " Ucap Aleyna yang begitu Antusias


" Ambil aja sayang apa yang kamu mau " Ucap Adnan sambil Tersenyum


kemudian setelah membayar semua belanjaan Aleyna mereka pun bergegas pulang karena hujan sudah semakin deras di tambah petir yang terus menggelegar, Ia melewati jalan tikus karena dari Arah barat sudah sangat macet, Adnan tidak ingin terlalu lama terjebak dalam kemacetan karena ia sudah ingin segera sampai ke Rumah dan menikmati masakan dari Istri tercinta nya .


" Sayang .. itu Reyna kan ?" Ucap Adnan sambil membangunkan Aleyna yang ketiduran akibat lelah usai belanja


" Ah apa Mas ? " Ucap Aleyna merasa terkejut


" Itu Reyna kan Sayang ? Apa aku salah liat ? Ucap Adnan sambil memberhentikan mobil nya ke pinggir jalan


" Iya Mas itu Reyna . Ayo kesana Mas . Aku khawatir " Ucap Aleyna menyuruh Adnan untuk buru buru menghampiri Reyna


Tak lama mobil nya sampai tepat di hadapan Reyna yang tengah duduk di bawah pohon Dan nampak murung Lantas Adnan turun membawa dua buah payung untuk melindungi Istri nya Agar tidak kehujanan . Aleyna menghampiri Reyna yang tengah menangis sendiri


" Rey kamu kenapa Rey ?" Ucap Aleyan yang nampak heran dan menyentuh kedua pipi Reyna yang banjir air mata


tanpa berkata kata Reyna pun memeluk Aleyna dengan sangat erat dan menangis di pundak Aleyna bahkan Aleyna sendiri dengan senang hati memeluk Reyna yang sedang di landa masalah . Ia tidak perduli baju nya basah Atau tidak yang terpenting saat ini Adalah Reyna.


" Aku ngga kuat menerima ini semua Ley, Aku benar benar tidak kuat " Ucap Reyna sambil terisak.


" Kalau gitu kita masuk ke mobil nanti kamu ceritakan semua masalah mu kalau sudah sampai Rumah " Ucap Aleyna yang menggiring Reyna untuk masuk ke dalam mobil nya . Sementara Reyna meminjam kan Sweater nya untuk di pakai Reyna karena Reyna sudah sangat kedinginan . Reyna hanya menurut saja, Ia juga tidak mungkin pergi ke rumah nya yang Ada Fandy malah ada di sana, Ia benar benar tidak ingin melihat wajah Fandy untuk sementara ini karena itu akan membuat Reyna semakin susah untuk melupakan Fandy .


Setelah sampai Rumah Aleyna menyuruh Reyna untuk berganti pakaian karena ia sudah sangat basah sekali dan wajah nya nampak pucat, Namun tiba tiba saja Tubuh Reyna terjatuh dan ia benar benar tidak kuat menopang badan nya sendiri karena terlalu lama berada dalam dingin nya Air hujan .


" Mas tolong Mas . Reyna pingsan " Ucap Aleyna sambil memanggil Adnan


" Sayang ngga apa apa " Ucap Adnan meminta izin untuk menggendong Reyna ke kamar tamu


" Tidak apa apa sayang . Ini darurat " Ucap Aleyna dengan tergesa gesa .


kemudian Adnan menggendong Reyna ke Kamar Tamu dan Aleyna pun mengikuti dari belakang kebetulan kamar tamu sangat dekat dengan Ruang tv dan berada di lantai bawah . Lantas Adnan pun membaringkan Tubuh Reyna . Dan Aleyna melepas sepatu Reyna dan mengoleskan Minyak Angin ke Tubuh Reyna agar Reyna mendapatkan kehangatan .


" Gimana kalau Aku telepon Fandy?" Ucap Adnan


" Iya mas . Kasih tahu kalau Reyna pingsan" Ucap Aleyna ia tidak tahu akan masalah yang di hadapi Reyna.


dr. Adnan pun bergegas keluar menghubungi Fandy untuk memberi tahu kalau Reyna sekarang tengah berada di rumah nya dan dalam keadaan pingsan .Ia sendiri tidak tahu apa permasalahan yang di Alami oleh Fandy dan Reyna .


Adnan terus menghubungi Fandy untuk yang ke dua kali nya namun tidak Ada jawaban, Ia terus berusaha menghubungi nya lagi dan Akhir nya ia mengangkat panggilan dari Adnan .


☎️ Adnan : " Halo Fan "


Fandy : " Ada apa ?"


Adnan : " Reyna pingsan di Rumah ku "


Sontak Fandy terkejut mendengar perkataan Adnan


Fandy : " Aku akan segera ke rumah mu . Pastikan di baik baik saja "


Hola Guys kira kira Apa yang akan terjadi ya kalau Reyna bertemu lagi dengan Fandy ??


Jangan lupa para Readers ku untuk Like dan komen


Vote juga boleh kok🤭