
Sebenarnya Author sudah up dari Hari minggu dan belom di Review juga :( mohon bersabar ya . Dan tetap setia membaca novel ini .
* selamat membaca *
"maafkan aku karena telah berpikiran negatif tentang mu, aku bahkan masih mencintai mu " Ucap Reyna sambil terisak dan penuh haru sampai bumi pun ikut menjadi saksi cinta mereka. tak lama Hujan pun turun ketika mereka sedang berpelukan, Karena perjuangan cinta mereka sangat lah panjang dan tidak semulus perjalan cinta antara Adnan dan Aleyna,maupun Daniel dan Susan.
entah kemana tujuan fandy, setelah semua masalah menerpa nya . Ia terkulai lumas dengan wajah yang melebam dan sedikit darah yang keluar dari sudut bibir nya . di iringi Hujan yang menuruni ibu kota ini, Fandy yang malang, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan, mereka sangat menjatuhkan harga diri fandy di hadapan gadis yang ia cintai yaitu Reyna . Apa dunia sekejam ini ! sampai baru sebulan kepergian ibunda nya, Fandy sudah di terpa masalah yang rumit . Ia tidak mengetahui nya kalau sang Bunda selama ini mempunyai hutang yang sangat banyak dan sang Ayah yang juga mempunyai hutang yang begitu banyak, Tak terasa Air mata nya menetes ketika mengingat semua masalah yang ia alami, apa ia salah memilih Reyna yang sangat ia cintai, dan Fandy tidak akan pernah salah memilih pendamping hidup nya nanti, Ini sudah pilihan yang sangat tepat.
" Mengapa semua ini bisa terjadi dengan ku " Ucap Fandy sambil meluapkan amarah dan Emosi nya.
Reyna menghampiri fandy yang terkulai lemas menerjang hujan .
" Fandy . Lebih baik kita pulang ke rumah aku dulu yuk " Ajak Reyna sambil menarik tubuh Fandy yang amat berat
" Apa kamu mau bertahan dengan ku, sekarang aku tidak mempunyai apa apa . bahkan tempat tinggal saja aku tidak punya, Aku ngga akan bisa membahagiakan kamu Rey " Ucap Fandy sambil terisak
bahkan sekarang ia jauh dari kata dingin
" Aku mencintai mu tulus fan, aku ngga perduli tentang harta mu, yang aku butuhkan hanya berdampingan dengan mu, Apa arti harta tanpa kasih sayang Fan " Ucap Tegas Reyna sambil menggenggam tangan Fandy
Fandy diam seketika , mendengar perkataan Reyna yang sangat menyentuh hati nya . Ternyata cinta Reyna begitu besar terhadap nya . Ia sampai tidak memperdulikan semua harta kekayaan fandy yang semua wanita pasti menginginkan sebuah kekayaan .
" Dengan cara apa, aku bisa membahagiakan kamu Rey, kamu terlalu baik untuk aku " Ucap Fandy sambil membelakangi Reyna .
Segera Reyna memeluk nya dari belakang
" aku bahagia kalau kamu selalu ada di sisi ku dr. Fandy " Ucap Reyna sambil terisak
Fandy pun membalikan tubuh nya menghadap Reyna, Dan ia amat bersyukur mencintai gadis yang menerima nya apa adanya tanpa menghiraukan semua kekayaan nya. kini,fandy menarik tangan Reyna dengan begitu kuat dan masuk ke dalam mobil, Ya hanya mobil yang tersisa dari nya, hanya mobil ini lah salah satu harta fandy yang Josephine tidak ambil .
" Maafkan aku, telah membiarkan mu terkena hujan dan basah kuyup seperti ini " Ucap Fandy ketika melihat Reyna yang begitu kedinginan .
" tidak apa apa, aku suka sama air hujan . karena ketika hujan turun seorang malaikat cinta tak bersayap di samping aku ini " Ucap Reyna langsung merayu Fandy .
Fandy pun melemparkan senyum yang terlintas di bibir nya, dan menatap ke Arah Reyna.
" Bibir kamu fan ?" Ucap Reyna lalu menyentuh darah yang terletak di sudut bibir Fandy .
Segera ia mengambil Sapu tangan yang ia letakkan di dalam Tas nya, kebetulan Tas nya ada di dalam mobil. Dan dengan sangat hati hati Reyna menyentuh luka di sudut bibir Fandy secara perlahan agar ia tidak kesakitan.
" aku benar benar kesal sama bodyguard sialan itu, kalau aku jago silat pasti udah aku hajar balik " celoteh Reyna dengan bawel nya
Fandy pun menyentuh tangan Reyna yang sedang mengobati luka nya.
" Emang kamu berani ?" Ucap Fandy sambil menatap ke Arah Reyna
" Ya berani lah, kalau kaya gini mereka tuh benar benar ngerusak wajah tampan kamu ... " Ucap Reyna tanpa sadar ia memuji Fandy
Fandy hanya tersenyum mendengarnya
" Hmm .. maksud ku mereka melukai wajah kamu " Ucap Reyna sambil menarik tangan nya yang kini di pegang erat oleh fandy .
" duh .. kenapa bisa bisa nya aku keceplosan dan memuji manusia kutub ini . bisa bisa dia besar kepala "
" Jadi aku tampan nih, Ngga beda jauh sama Lee min ho kan ?" Rayu Fandy
" Biasa aja sih, aku tadi hmm aku " Ucap Reyna begitu terbata bata.
Tak lama mobil sport berwarna putih itu sampai ke perkarangan Rumah Reynasegera mereka turun dan memasuki rumah besar milik Reyna . Yang hanya tinggal sendirian .
Reyna pun segera mengambil handuk karena fandy sudah kedinginan .
" kamu tidur di kamar tamu ya " Ucap Reyna
" Nggak, Aku mau tidur di kamar kamu aja" Ucap Fandy dengan sangat maksa
" nggak bisa, nanti aku tidur di mana " Ucap Reyna
" tidur dengan ku juga tidak apa apa " Ucap Fandy
" Rese banget sih " Ucap Reyna yang harus mengalah karena Fandy memang keras kepala
Segera Fandy memasuki kamar Reyna dan ia membersihkan tubuh nya di kamar mandi kesayangan Reyna, Sementara dengan berat hati Reyna tidur di Kamar Tamu yang berada di lantai bawah.
" dasar manusia kutub keras kepala, Aku kan ngga bisa tidur kalau di kamar tamu, mana Ac nya mati, mana mungkin bisa tidur " batin Reyna
Ia membantingkan tubuh nya di atas kasur tamu yang tidak terlalu besar di bandingkan kamar Reyna yang amat besar dan bernuansa Nude . Ia sangat lelah setelah membersihkan tubuh nya, namun ia lupa membawa baju tidur nya yang terletak di kamar nya, dengan melilitkan tubuh nya menggunakan handuk, Reyna pun bergegas ke lantai atas menuju kamar nya untuk mengambil baju yang terletak di lemari nya, Ia mulai mengetuk pintu kamar nya namun, Fandy tak menghiraukan nya . Karena Memang Fandy sedang membersihkan tubuh nya di kamar mandi .Tak lama Reyna masuk karena Pintu kamar tidak terkunci, dan segera ia mengambil baju tidur yang ada di lemari nya.
" mumpung manusia kutub lagi mandi, jangan sampai dia melihat ku seperti ini " Ucap Reyna tergesa gesa .
Tiba tiba saja pintu Kamar mandi itu terbuka dan fandy pun keluar dengan menggunakan handuk yang ia lilitkan di pinggang nya, Dan Ia terkejut ketika melihat Reyna yang sedang berdiri di atas lemari nya
" kamu ngapain ke sini " Ucap Fandy sangat terkejut lalu menutup kedua mata nya
" Ini kamar aku, aku lagi nyari baju ! jangan coba coba mengintip ku " Ucap Reyna segera mengancam fandy
Fandy pun menghampiri Reyna yang tengah sibuk memilih baju yang akan ia pakai .
" stop .. berhenti di situ ! jangan deketin aku " Ucap Tegas Reyna
" Kau nampak seksi, dan aku tidak bisa lama lama menutup mata ku " Ucap Fandy begitu nakal
" Sialan ! Awas saja kalau kamu berani menyentuh ku, aku pastikan kamu tidak akan bisa jalan " Ucap Reyna dengan raut wajah jutek nya
" Aku ngga akan nyentuh, Tapi aku boleh membuka mata ku kan ?" Ucap Fandy
" boleh " Ucap Reyna lalu berlari keluar dan menutup pintu kamar nya itu,dan beralih ke ruang tamu .
Fandy hanya tersenyum dan menggelengkan kepala nya .
" dasar gadis cengeng, padahal aku pura pura memejamkan mata, bodoh saja kalau aku melihat pemandangan yang amat indah, lalu aku menutup mata ku "
Reyna berlari dengan tergesa gesa, untung saja ia tidak terpeleset karena kaki nya basah . jantung nya masih terus berdetak dengan sangat kencang .baru kali ini ia melihat fandy dengan tubuh nya yang amat seksi,dan membuat Reyna begitu takjub dengan nya.
" bodoh banget sih ! mengapa aku membiarkan manusia kutub itu. tidur di kamar ku "
**HAYOOOO ... PENASARAN YAH WKWK
AUTHOR JUGA😛
Guys Vote dong kalau kalian suka cerita ini**