My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Perasaan Rangga



setelah sampai di depan gang perumahan elite bernuansa American classic. Alvin dan juga Rangga beserta dylan menunggu kedatangan elea dan juga juno. Alvin yakin, Juno membawa elea pergi ke suatu tempat karena elea belum sampai ke rumah setelah Alvin memastikannya.


ada rasa sesal didalam hati Alvin karena ia tidak akan mau menyetujui hubungan elea dan juga Juno , apalagi Alvin sudah mengetahui keburukan Juno yang selama ini tidak diketahui oleh elea.


Alvin tidak ingin , elea terperangkap di dalam perasaan yang salah yang seharusnya bukan ditujukan untuk seorang playboy seperti Juno.


" aku yakin elea sudah terperangkap oleh rayuan Juno" celetuk dilan ketika mengetahui elea tidak berada di rumah.


" hahaha dari mana kau tahu?" ucap Rangga sambil tertawa dengan memejamkan mata sipitnya itu.


" lebih baik tidak usah banyak bicara kalian fokus aja melihat ke arah kiri dan kanan aku yakin masih bersama Juno dan Aku pastikan Juno tidak akan mendekati elea lagi." ucap Alvin dengan raut wajah kesalnya.


" ternyata selera saudara kembarmu itu nggak banget deh!" ucap Rangga sambil melipat kedua lengan nya.


" Maksud kamu ga, juno bukan lelaki yang tampan seperti mu?" sahut Dylan sambil menepuk bahu Rangga.


" Tidak usah di katakan, kau sudah tau jawaban nya. " ucap Rangga dengan wajah kesal nya.


Sementara Alvin masih fokus memperhatikan ke arah jalan, ia tidak akan membiarkan juno menyakiti hati elea.


Setelah menunggu hampir setengah jam, bahkan Dylan dan juga Rangga sudah terlanjur kesal, apalagi mereka belum pulang sama sekali ke rumah hanya untuk menunggu elea datang.


" Itu dia.... " ucap Rangga sambil menunjuk ke arah motor juno yang akan melewati gang perumahan elit tempat tinggal keluarga alvin dan juga elea.


Alvin menengok ke arah tangan rangga, ia langsung berdiri dan menghampiri elea. bahkan, rangga dan juga Dylan menghentikan motor juno yang akan melewati gang perumahan elea.


" Stop, dilarang lewat. " ucap Rangga sambil berdiri menjaga motor juno


" apa yang di lakukan manusia kulkas itu, tidak tahu apa, aku sedang bahagia. "


Elea menggerutu, ia tidak menyangka Rangga akan berbuat nekat seperti ini.


" Elea, turun.!" ucap Alvin sambil membentak, elea hanya menggelengkan kepala nya saja.


" Elea! sekali lagi aku bilang turun!" bentak Alvin dan membuat elea tidak bisa berkutik, bahkan ia langsung menuruni motor juno, dengan wajah cemberut nya.


Rangga menarik lengan elea dan menyuruh elea untuk masuk ke dalam mobil nya sementara Alvin dan juga Dylan memberikan peringatan kepada juno, untuk menjauhi elea dan Alvin melarang keras, kalau sampai kejadian ini terulang lagi.


" Aku hanya ingin membalas semua kesalahanku, karena gara-gara kejadian tadi, aku sampai membuat elea terluka. " ucap Juno sambil turun dan menghampiri Alvin.


" omong kosong! aku tidak butuh balas kasihan dari orang seperti mu, jangan menganggu adik ku kalau memang kamu tidak ingin berurusan dengan ku. " ucap Alvin sambil membuka lebar kedua bola mata nya.


" Haha, tidak usah khawatir jangan salahkan aku kalau sampai adik mu itu tergila-gila kepadaku. " sahut Juno sambil menatap sangar wajah Alvin


Alvin naik pitam mendengar ucapan juno, ia ingin sekali menghajar dan membalas semua perkataan juno, namun Dylan mencegahnya.


" Aku tidak akan membiarkan kamu melakukan itu kepada elea. " ucap Alvin sambil menendang ban motor milik juno, namun juno tidak membalas ucapan Alvin, ia langsung pergi dan menancap gas meninggalkan alvin dan dylan yang masih mematung.


" vin, aku takut juno akan memanfaatkan elea. dan aku yakin, dia tidak akan main-main dengan ucapan nya. " sahut Dylan sambil menatap kepergian juno.


" Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. " ucap Alvin sambil melotot ke arah Dylan.


Sementara dengan sedikit memaksa, Rangga menarik lengan Elea dan memasukkan elea kedalam mobil sport milik rangga. Elea terus meronta-ronta, ingin di lepaskan tapi Rangga tidak melepaskan nya, bahkan sampai di dalam mobil, tangan rangga masih menggenggam lengan elea.


Sorot mata rangga di penuhi dengan kemarahan, bahkan disaat dia melihat elea sedang di bonceng oleh Juno, seolah setengah hati nya telah patah karena melihat kejadian tadi.


" lepaskan aku!" ucap elea sambil memukul rangga.


" lain kali tidak usah centil deh kalau jadi cewek!" ucap Rangga sambil melepaskan lengan elea.


" Apa hak kamu? " ucap Elea sambil menantang ke arah Rangga.


" Kalau di bilangin, tidak usah ngeyel. " ucap Rangga


" Aneh, kamu bukan siapa-siapa aku, jadi tidak usah mengatur ku untuk dekat dengan siapa saja. " ucap Elea sambil cemberut.


" Kamu tidak tahu, kalau aku..... " ucap Rangga, ia menghentikan ucapan nya dan menelan kembali kata kata yang akan ia ucapkan.


" Apa ?" sahut Elea


Rangga tidak menjawab ucapan elea sama sekali, ia langsung menancap gas dan mengendarai mobil nya untuk sampai di rumah elea.


" Aku tidak sudi kalau sampai kamu mengantarkan aku pulang sampai rumah!" ketus elea.


" kenapa sih kalau aku dekat kamu, bawaan nya emosi terus!" ucap Elea sambil melipatkan kedua lengan nya di atas perut.


" memang nya aku kenapa? " ucap Rangga seolah ingin berlama lama berada di dekat elea.


" kamu itu menyebalkan, dan aku sangat tidak menyukai kamu. " ucap Elea dengan ketus.


" Tapi, kalau aku menyukai kamu bagaimana?" ucap Rangga sambil menatap elea dan menaikkan alis nya.


Elea terkejut mendengar ucapan Rangga, bahkan ia tidak menyangka Rangga akan berbicara seperti ini, Elea bingung harus percaya dengan ucapan Rangga atau tidak, yang pasti ia nampak senang di saat Rangga mengatakan itu.


Elea tersipu malu, ia bahkan tidak ingin menatap wajah Rangga.


" Tidak usah Ge-er deh, aku sama sekali tidak menyukai mu juga. " ketus rangga sambil mengalihkan pandangan nya.


" Hahaha, siapa juga yang ingin menjadi pacar kamu, amit-amit jangan sampai deh!" ucap Elea sambil memukul kepala nya


Rangga mengabaikan ucapan elea, ia tersenyum melihat tingkah elea yang judes seperti ini.


" coba deh kamu bersikap seperti ini sama lelaki sialan itu. " ucap Rangga sambil mengarah ke Juno.


" dia sama kamu itu beda banget, dia begitu lembut kepada ku, beda sama kamu yang kasar dan menyebalkan. " ucap Elea ia langsung membuka sabuk pengaman dan keluar dari mobil rangga, setelah sampai di depan gerbang rumah nya.


Rangga nampak terdiam, ia memikirkan ucapan elea, Rangga bergumam dalam hati.


" apa benar? aku kasar selama ini, sampai elea begitu membenciku. "


ia menatap kepergian elea, yang sudah jauh melangkah, sebenarnya ingin sekali Rangga mampir ke rumah elea, tapi kondisi tidak memungkinkan.


" Ah sial, mengapa aku bisa melupakan dylan dan juga Alvin!"


Karena terlalu sibuk mengurus elea, Rangga sampai melupakan Alvin dan juga Dylan yang ia tinggalkan di gang depan, padahal jarak nya lumayan jauh kalau untuk jalan kaki.


Rangga memutar arah, ia ingin kembali menjemput Alvin dan juga Dylan, namun ia terkejut ketika melihat Alvin dan juga Dylan telah sampai di depan mobil nya. Mereka menatap Rangga dengan tatapan tajam namun, Rangga hanya cengengesan ia keluar dari mobil dan menghampiri alvin dan juga dylan.


" Aku hampir lupa. " ucap Rangga sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


" Tega banget sih ga, awas saja tunggu pembalasan ku!" ucap Dylan sambil ngos-ngosan.


" Ampun lan, Aku lupa dan suer aku tidak bohong. " ucap Rangga sambil cengengesan


" Ayo ga, mampir dulu." ucap Alvin


" Tidak usah, lain kali saja. " ucap Rangga


" terimakasih ga, kamu sudah mengantarkan elea, maaf aku dan elea merepotkan kamu." ucap Alvin yang merasa tidak enak hati.


" Tidak apa-apa. " ucap nya.


Kemudian Rangga dan dylan pun pamit untuk pulang, karena hari sudah semakin sore apalagi ponsel mereka penuh dengan panggilan telepone yang tidak terjawab dari ibu mereka yang sudah mengkhawatirkan mereka.


mobil sport itu pergi meninggalkan perkarangan besar milik keluarga Alvin, dengan perasaan lelah dan juga rasa penasaran yang tinggi terhadap elea, apapun itu akan rangga lakukan, namun ia tidak ingin sampai orang lain mengetahui, karena Rangga masih mengagumi elea dalam diam, mungkin ia butuh waktu untuk memantapkan hati nya.


.


.


.


.


.


.


Guys, maaf author baru update :)


baru membaik, dan doakan bayi yang ada dalam kandungan author baik-baik aja. terimakasih sudah menunggu update cerita ini :)


jangan lupa like, komen dan vote.