My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Masih Cinta



Ketika mentari pagi sudah menyoroti Kamar di Apartemen Nasya . Kak Rey pun bangun dari tidur nya kepala nya benar benar berat akibat pengaruh Alkohol . Ia membuka mata nya perlahan dan penglihatan nya mulai samar samar namun dalam penglihatan nya nampak seorang wanita berambut panjang yang sedang menangis sambil menyelimuti tubuh nya . Ia langsung mengucek kedua mata nya agar lebih jelas siapa wanita yang tidur bersama nya .


" Nasyaa ... "


Kak Rey benar benar terkejut ketika melihat sosok Nasya yang sedang menangis di samping nya . Apa yang telah Reyhan perbuat ia benar benar tidak ingat yang ia ingat hanyalah ia pergi ke Club malam saja . Mengapa ia bisa tidur dengan Nasya . Atau jangan jangan Nasya korban dari pengaruh alkohol semalam .


Bodoh ...


Mengapa ia melakukan hal bodoh dan keji seperti ini kepada Nasya. yang sudah jelas ia mencintai Nasya . Mengapa Reyhan tidak berpikir dengan jernih.


" Kak Rey .. Kamu jahat kak Rey . kenapa kamu Melakukan hal keji seperti itu .. "


Kak Reyhan shock ia memegang kepala nya dengan kedua tangan nya.


" Bodoh ... apa yang aku lakukan semalam Nasya " Ucap Reyhan dengan wajah panik


" Kak Rey tega meniduri aku . Aku memang mencintai kak Rey tapi jangan dengan cara seperti ini Kak Rey ... " Ucap Nasya sambil terisak


Kak Rey pun memeluk Nasya dengan ssngat erat ia benar benar merasa bersalah dengan apa yang ia lakukan . Namun ia berjanji akan mempertanggung jawabkan semua nya . karena Ia sudah meniduri wanita yang sangat ia cintai.


" Maafkan aku Nasya .. Aku benar benar khilaf . Aku akan mempertanggung jawabkan semua nya " Ucap Kak Rey sambil mencium pucuk rambut Nasya


" Aku mau kak Rey menikahi ku " Ucap Nasya dengan sangat lirih


" semua sudah terjadi. Dan aku janji Akan menikahi mu Nasya. Aku janji " Ucap Kak Rey .


Kak Rey pun terus memeluk Nasya ia memang sangat merasa bersalah namun Ia akan bertanggung jawab dan membicarakan semua nya kepada Ayah Josephine untuk merestui hubungan Mereka, Karena Reyhan sendiri sangat mencintai Nasya.


*


*


Hampir seminggu Kak Reyhan sudah tidak pernah menemui Reyna . Ia benar benar menghilang bak di telan bumi . Reyna sudah menghubungi Hotel tempat Kak Rey Namun tidak ada jawaban sama sekali . Kemana pergi nya kak Rey. padahal Reyna ingin sekali cerita tentang masalah yang ia hadapi sekarang . ia benar benar tidak mempunyai siapa siapa lagi sekarang


" hufffft .. "


Reyna membaringkan Tubuh nya kekasur karena sudah terlalu lelah dengan aktifitas seharian di kampus . Ia memang sedang banyak Tugas dari Dosen killer yang harus ia selesaikan namun ia sendiri butuh hiburan untuk menyegarkan otak nya karena sudah mumet dengan tugas nya,Niat nya ia ingin mengajak Kak Rey untuk sekedar nonton atau berburu kuliner lagi namun sudah hampir seminggu Kak Rey tidak ada kabar nya . Ia juga tidak tahu kak Rey masih di Jakarta apa sudah balik ke Sydney namun kak Rey tidak menghubungi nya sungguh keterlaluan awas saja kalau Ia ketemu kak Rey lagi bakal Reyna marahi karena telah meninggalkan Adik kesayangan nya ini .


Ia tidak mungkin mengajak Aleyna karena Aleyna sedang hamil tua dan ia tidak ingin menyusahkan Aleyna, Lantas ia ingin mengajak Susan namun Susan sibuk dengan Acara persiapan pernikahan nya dengan Daniel .


Apa yang harus Reyna lakukan, Ia benar benar tidak memiliki teman, Nasib seorang Jomblo ngenes tapi lebih ngenes lagi sudah hampir dua kali ia akan di Tinggal nikah oleh mantan nya .


Apa yang salah dengan Hidup Reyna mengapa hidup nya tidak seberuntung Kedua sahabat nya . Ia selalu berpikir positif mungkin saja Tuhan telah menyiapkan jodoh yang terbaik untuk Reyna . Dan Reyna akan selalu setia menunggu Kapan Jodoh itu datang ia tidak ingin ambil pusing. Toh jodoh sudah di atur dan mungkin Reyna akan meminta Cowok tajir untuk menjadi jodohnya agar ia bisa hidup enak seperti kedua sahabat nya .


Segera ia mengambil Ponsel nya di dalam nakas lalu menekan tombol hijau untuk menelpon Teman satu kampus nya. Tak lama Telepon itu Tersambung


Reyna terkejut ketika melihat nama Orang yang ia hubungi, Reyna bermaksud ingin menghubungi Fany namun ia menekan nama Fandy . Apa sebenarnya yang terjadi dengan Reyna .


" Halo " Ucap nya


Jantung Reyna berdegup sangat kencang ia tidak tahu apa yang harus ia katakan, Ia benar benar gengsi kalau Fandy berpikir ia belum Move on . Enak saja. Yang ada nanti dokter Kutub itu Besar kepala .


" bilang aja kangen ngga usah Nervous " Sahut Fandy sambil tersenyum kecil dan menawan


" maaf salah sambung saya kira driver ojol " Ucap Reyna dengan seenak jidat ia mengatakan kalau Fandy adalah driver Ojol


" Ini driver Ojol . Mau kemana Tujuan nya mbak " Ucap Fandy dalam sambungan telepon


" Ke neraka !! Puas !! " Ucap Reyna


Lalu segera ia mematikan Ponsel nya . Ia takut Fandy akan mengetahui kalau Reyna sangat tersipu malu walaupun Ia tak sengaja dan dengan refleks memencet nomor fandy namun Ia sama sekali tak menyesal. Memang ada Rindu yang tak bisa di ungkapkan dengan kata kata . Karena Reyna juga normal ia memang masih menyukai Fandy dan Jujur Reyna sangat susah melupakan Fandy . semakin ia membenci Fandy semakin ia tidak bisa melupakan nya. Harus Reyna akui Pesona fandy memang mampu membuat Hati Reyna melemah, Ia memang sangat kecewa dengan Keputusan Fandy namun disisi lain Reyna berpikir kalau Ia jahat karena mencintai diri sendiri sedangkan Fandy begitu Tersiksa karena harus mengurus Bunda Ratih yang terbaring sakit .


Lantas Reyna pun mengganti pakaian nya . Ia hanya mengenakan Jeans dan Kaos berwarna putih karena ia sedang ingin memakai nya . Ia pun mengambil Tas selempang nya di dalam lemari lalu bergegas menancap gas ke arah rumah Aleyna.


Setelah membeli buah buahan untuk Aleyna, Reyna pun segera bergegas kembali menuju Rumah Aleyna karena ia tidak enak kalau dengan tangan kosong.


Setelah sampai di kediaman Aleyna . Reyna pun segera memasuki rumah Aleyna kebetulan dr. Adnan sedang Ada tugas jadi ia senantiasa main ke rumah Aleyna tanpa rasa canggung .


" Reyna " Sahut Aleyna dari arah pintu .


" Buset Ley . Ini badan apa Bola sih Bulet banget " Ucap Reyna menatap ke Arah Aleyna yang kini bobot nya sudah mencapai 80 kg


" Pulang aja sana pulang " Ucap Aleyna sambil tertawa


" Jadi aku di Usir nih. Buah buahan nya aku bawa pulang dong " Ucap Reyna namun langkah nya terhenti ketika Aleyna meraih Buah buahan Yang Reyna beli untuk nya .


" Dasar !! Rese nya ngga hilang dari lahir " Ucap Reyna sambil masuk ke Arah rumah Reyna.


Mereka pun pergi ke Tempat favorite mereka yaitu Di teras belakang dekat dengan kolam Renang . Tempat itu sangat sejuk di tumbuhi beberapa tanaman hias milik Aleyna yang di rawat dan sangat segar udara nya meski di luar sangat panas . Tak lama Bi Nani membawakan dua Jus jeruk kesukaan Mereka seperti sudah terbiasa, Tanpa di suruh pun Bi Nani sudah paham dengan keinginan mereka.


Tak lama Bi nani pun membawa buah Apel yang sudah di iris ke piring dan menaruh nya di meja tempat Reyna dan Aleyna mengobrol .


Aleyna pun dengan sangat lahap memakan buah apel . Memang ia pecinta buah buahan tak salah kalau Reyna main ke rumah nya ia harus membawa buah buahan .


" Rey .. Aku rasa kamu harus ikut ke singapore deh sama suami ku " Ucap Aleyna yang secara tiba tiba membuat Reyna kikuk


" Mau ngapain aku ke sana Ley . Aku tahu kok aku jomblo tapi jangan nyuruh suami kamu buat bawa aku kabur ke singapore juga " celoteh Reyna


" Anjay .. Salah paham asli " Ucap Aleyna


" Jadi Bunda Ratih keadaan nya semakin tidak stabil, dr Fandy membawa Bunda Ratih ke singapore dan ia di rawat di sana. Aku sekarang sadar Rey kalau dr Fandy butuhkan sekarang adalah semangat untuk Tetap berada di detik detik bunda Ratih yang sedang terbaring lemah melawan penyakit nya " Ucap Aleyna begitu serius .


Reyna menghela nafas dan diam sejenak ia mencerna kata demi kata yang Aleyna lontarkan.


" Aku ini siapa nya dia Ley .. Aku ngga enak sama dr Nasya " Ucap Reyna


" dr Nasya bahkan tidak mengetahui kalau Fandy membawa Bunda Ratih ke singapore " Ucap Aleyna lagi


" ini kesempatan kamu Rey untuk membuktikan betapa kuat nya cinta kamu ke dr Fandy " Ucap Aleyna begitu meyakinkan Reyna


" Aku masih ragu Ley " Ucap Reyna dengan sangat bimbang


" Reyna !! buang semua sifat egois mu itu sekarang . dr Fandy sedang berjuang mengobati Bunda nya . Dia butuh semangat dari kamu Rey bukan dari dr nasya atau orang lain " Ucap Aleyna begitu kekeh


" Memang kapan Suami mu berangkat ke singapore ?" Ucap Reyna


" Lusa nanti. Aku harap kamu mau ikut dan buang semua rasa Gengsi kamu dan egois mu . Ini semua demi cinta dan kamu harus berjuang Rey .. " Ucap Aleyna


" Apalah cinta tanpa perjuangan " Ucap nya lagi seolah memberi semangat kepada Reyna untuk bangkit kembali


" lagian ini bukan sepenuh nya salah Fandy ..Dia benar benar tertekan dengan keadaan dan situasi seperti ini Rey " Ucap Aleyna lagi


" Kalau gitu aku Akan pergi ke singapore untuk menjenguk Bunda Ratih " Ucap Reyna dengan sangat lirih


" Ini Reyna sahabat ku . Yang tidak egois " Ucap Aleyna sambil tersenyum dan mencium pipi kiri Reyna .


Aduh Guys .. Doakan semoga Fandy dan Reyna bersatu kembali Yawwwww


Di tunggu Like dan Komentar dari kalian . karena Komen kalian membuat Author semangat🥰