
" Rey, Tunggu " Ucap Fandy ketika hendak pulang, karena Reyna masih merasa kesal .
" Kamu bareng aku aja " Ucap Fandy menarik Tangan Reyna yang seolah acuh
" Nggak, Aku bareng Aleyna dan Susan !! Kamu pulang aja bareng Daniel " Ucap Reyna sambil melipatkan kedua tangan nya.
" Tapi kan ... Sekarang kamu pacar Aku " Ucap Fandy yang mendengus seperti anak kecil
" Iya Aku tahu, Tapi Aku mau bareng sama Aleyna dan Susan " Ucap Reyna kekeh dengan keinginanan nya .
terpaksa Fandy menyetujui nya, Dan mereka pun bersiap siap.
Setelah selesai membereskan semua barang barang yang cukup banyak, Akhir nya Adnan dan Aleyna pun bergegas pulang, Untung saja mobil yang di bawa Adnan cukup besar, Karena tiba tiba Saja Fandy menaiki Mobil nya dan duduk di sebelah Reyna, Di ikuti oleh Daniel yang duduk paling belakang dengan Susan, Lantas Fandy menyuruh Kak Reza untuk membawa mobil nya ke Jakarta, Apa semua ini Demi Reyna ?
Ya tuhan, Fandy benar benar Seperti Abg yang baru puber, Maklum ini pertama kali nya ia Jatuh hati dengan seorang Wanita . Jadi tidak mau jauh sedikit pun dari Reyna .
Perjalanan memang Cukup Sulit, mengingat mereka harus menuruni Lereng Gunung, Adnan sangat hati hati . Karena Aleyna menyuruh nya untuk Hati hati, Ia tidak ingin Terjadi apa apa .
Sementara Susan dan Daniel Mendengarkan Musik melalui Headshet yang Susan bawa, Mereka saling mendengarkan musik musik Melow nan Romantis, Sementara Reyna tidur di bahu Fandy, Meski Reyna sendiri yang lebih Agresif, Ya menunggu Fandy untuk Peka itu lama.
" Ternyata begini ya, Rasa nya Pacaran, pengen nya Nempel terus " Batin Fandy, Ia malu untuk Merangkul Reyna, meski Kepala Reyna sudah menempel di Bahu nya .
Sementara Aleyna Tertidur, Ia tidak ingin mengganggu Adnan, Karena Aktivitas hari ini lumayana sangat melelahkan dan membuat rasa ngantuk pun muncul, Dan Adnan masih Fokus menyetir mobil meski sekali kali Ia mengelus lembut Pucuk Rambut Aleyna . Ia sangat menyayangi Istri nya itu .
๐๐๐๐๐๐๐๐
Setelah melalui Perjalanan yang Cukup Panjang, Akhir nya mereka sampai di Kota Jakarta, Kota yang sangat Ramai akan lalu lintas kendaraan, Namun Mereka sangat merindukan nya , Apalagi besok sudah mulai bekerja, Dan Susan serta Reyna sudah mulai memasuki masa perkuliahan, Mereka Akan menjada Mahasiswa Baru di Salah satu Universitas swasta di Jakarta, Meskipun Sepi Tanpa Aleyna, mau bagaimana lagi Aleyna sedang hamil dan Tidak bisa kuliah, Terpaksa ia menunda nya Sampai nanti, Toh Adnan tidak memaksa Aleyna untuk Melanjutkan kuliah nya Atau tidak, Yang Terpenting Aleyna bisa mengatur waktu untuk Keluarga nya.
Akhirnya mereka pun sampai di Rumah masing masing, Dan Giliran Aleyna yang Sampai rumah belakangan, Bagaimana tidak, Karena Adnan harus mengantarkan Mereka ke rumah masing masing, Sedangkan Jarak nya sangat lah berbeda dengan Arah rumah Aleyna .
Aleyna membaringkan Badan nya, Ia benar benar merasa lelah namun Terbayarkan karena Acara babymoon nya berjalan dengan lancar tanpa Ada halangan dan Rintangan apapun, Ia amat bersyukur Karena Acara Babymoon nya Sangat menyenangkan .
Adnan pun tidur di Samping Aleyna, Kedua nya sama sama terlelap dalam tidur, Karena sangat melelahkan sampai di Pagi hari, Suara burung Tetangga Pun berkicau membangunkan Adnan dan Aleyna yang Tengah tertidur lelap. Sontak Aleyna bangun sangat pagi Karena ia belum menyiapkan Pakaian Untuk Adnan pergi Bekerja lagi Ke rumah Sakit, Ia Pun menyetrika sendiri Jas putih khas Dokter milik Adnan, Karena Bi Nani sedang pulang Kampung, Sudah Tanggung Jawab Aleyna sebagai istri untuk menyiapkan semua kebutuhan Suami nya. Tak lama, Aleyna pun Bergegas membuat Sarapan untuk Suami nya, Seperti biasa Aleyna hanya bisa membuatkan Roti Bakar Blueberry kesukaan dia dan Adnan, Mungkin kalau dia punya banyak waktu Aleyna akan belajar memasak untuk Suami tercinta nya . Tak lupa ia menghidangkan Segelas susu putih Untuk Adnan, Karena Itu penting untuk memberi kekuatan kepada Suami nya itu, setelah selesai Ia langsung membangunkan Adnan untuk segera mandi dan bersiap siap untuk Bekerja .
" Mas Adnan .. Bangun dulu Mas .. Hari ini Jadwal Mas kerja " Ucap Aleyna sambil mengelus Lembut Rambut Adnan yang masih Tertidur sangat lelap sekali, Mungkin Adnan kecapean
" mas Adnan .. " Ucap Aleyna lagi dengan sangat sabar membangunkan suami nya .
" Hmm Sayang " Ucap Adnan sambil meregangkan Tubuh nya.
"Mandi dulu Mas, Aku sudah siapkan Sarapan " Ucap Aleyna
" Cup .. "
Satu kecupan di Kening Aleyna, Sudah kebiasaan mereka setiap pagi kalau bangun tidur yaitu Ritual Kecup kening .
Aleyna pun menyuruh Adnan mandi dan bersiap siap, Lalu ia menyiapkan Baju Kemeja beserta Jas Putih khas dokter serta Tas hitam yang selalu dr. Adnan bawa .
Adnan pun bergegas mandi karena hari ini Pertama kali ia masuk kerja lagi setelah liburan kemarin .
Aleyna pun merapihkan Kasur nya dan membereskan bantal bantal dan selimut yang berserakan, Tiba tiba Saja Handphone Adnan berbunyi, Dengan nomor yang Tidak di kenal . Aleyna tidak berani mengangkat nya,Namun Nomor itu Sudah beberapa kali menghubungi Adnan terus menerus, Ketika Aleyna ingin mengangkat nya, Si penelpon malah mematikan nya begitu Saja.
" Ini siapa ya ? " Ucap Aleyna sambil menatap layar Ponsel milik Adnan .
Ia sangat penasaran dengan Nomor Tidak di kenal yang terus menerus menelpon suami nya, Barang kali Pihak Rumah Sakit, Toh ia tidak mau berpikiran negatif ke suaminya, Karena semua kasih sayang sudah Adnan berikan untuk Aleyna.
Adnan pun keluar dari kamar mandi Dan memeluk Aleyna dengan Tubuh basah nya .
" mas, Tadi Ada nomor tidak di kenal yang terus menerus menelpon mu, Aku takut Ada hal yang penting yang orang itu ingin Sampaikan " Ucap Aleyna sambil merapihkan Sprei dan membereskan nya .
" Biar nanti Aku yang menghubungi balik " Ucap Adnan sambil terus memeluk Aleyna dari Belakang
Adnan pun penasaran dengan Nomor yang tidak ia kenal menelpon nya berkali kali, Ia langsung menekan Tombol panggilan lalu menghubungi Nomor Tidak di Kenal itu .
" Halo " Sahut Adnan sambil menempelkan benda pipih itu ke Telinga nya
" Halo dr. Adnan, Masih mengenali Saya ?" Ucap seseorang dari sebrang sana
" Kamu siapa ? Dan Ada apa menghubungi Saya ?" Ucap Adnan
" Aku Wanita yang mengagumi mu dr. Adnan " Ucap seseorang itu.
" Ada keperluan Apa kamu menghubungi Saya ?" Ucap Adnan lagi
" Aku merindukan mu sayang, Kamu ingatkan waktu pertama kali kamu Mengantarkan ku pulang " Ucap seseorang itu tak lain Adalah Irene, Seorang Model yang menyukai Adnan
" Wanita ****** " Ucap Adnan lalu mematikan Telepon tersebut .
" Siapa yang berani memberi nomor ku ke Wanita ****** itu " Batin Adnan, Ia nampak kesal lalu membantingkan Handphone nya ke kasur
Tak lama Aleyna pun datang untuk mengajak nya Sarapan .
" Mas Ayo Sarapan " Ucap Aleyna sambil mengajak Adnan untuk Sarapan
Namun, Wajah Adnan nampak Gugup . Ia takut Aleyna akan mengetahui kalau wanita ****** itu yang menelpon nya barusan, Ingin sekali Adnan memarahi orang yang sudah menyebarkan nomor nya ke Irene .
Adnan masih saja terdiam ketika sedang menyantap Sarapan yang di Buat khusus oleh Aleyna. Namun, Aleyna sendiri menjadi bingung dengan sikap Adnan yang sedari tadi hanya berdiam diri saja Tanpa mengucapkan sepatah kata pun .
" Mas .. Roti nya ngga enak ya ?" Ucap Aleyna sambil menatap heran wajah adnan
" Enak sayang . Mas suka " Ucap Adnan sambil memakan Roti nya.
" Emang siapa sih, Orang yang menelpon mas tadi, Apa mas Ada masalah ? sampai Dari tadi diam terus " Ucap Aleyna lagi
" kalau Aku jujur sekarang,Aku takut Aleyna akan salah paham, Biar aku jelaskan nanti saja " Batin Adnan
" Tidak apa apa sayang, Aku Ngga Ada masalah . Hanya sedikit malas saja setelah beberapa hari libur " Ucap Adnan mencoba mengalihkan pembicaraan
" Kalau Ada masalah cerita Aja mas, Sama aku . Aku kan istri kamu, Ya walaupun Aku belum Tau apa masalah kamu mas, Tapi aku lebih suka kalau kamu Terbuka sama Aku, Jangan Ada yang di Tutupi mas " Ucap Aleyna sembari menggenggam Tangan Adnan
" Tidak sayang, Aku beneran tidak kenapa napa" Ucap Adnan sambil menenangkan Aleyna
Mungkin ini belum saat nya Adnan menceritakan semua nya kepada Aleyna, Bisa bisa ia salah paham dan Berakibat buruk bagi Calon bayi kembar nya, Biar nanti Adnan mencari tahu, Siapa pelaku yang menyebarkan Nomor handphone nya kepada Orang lain . Baru nanti Adnan akan menjelaskan semua nya kepada Aleyna.
" Sayang Aku berangkat ya " Ucap Adnan sambil mencium kening Aleyna.
Aleyna pun membenarkan Jas Adnan yang sedikit miring, Dan mengecup Pipi Adnan .
" Baby Twin, Daddy berangkat Yah, Kamu jaga Momy . Momy jangan nakal ya, Awas kalau nakal Daddy Kurung di kamar " Ucap Adnan sambil mengelus Perut aleyna
" Kamu hati hati Sayang . Semangat kerja nya " Ucap Aleyna sambil memeluk Adnan
" Jangan keluar rumah tanpa seijin Aku, Aku udah bilang Security Rumah untuk jaga Rumah dan mamah Akan kesini menemani kamu " Ucap Adnan sambil bergegas pergi dan Aleyna mencium Tangan Suami nya
Mobil lambhorgini Metalic Hitam itu pun melaju, meninggalkan perkarangan Rumah Aleyna. Mobil itu sudah tampak jauh, Dan Aleyna kembali masuk ke dalam rumah nya. Ia bingung apa yang harus ia lakukan, Sementara Reyna dan Susan malah sibuk menjadi mahasiwa baru, Segera Aleyna membuka Laptop lalu menonton Drama Korea Favorit nya, Lalu mengambil beberapa Cemilan di dalam Kulkas untuk menemaninya Nonton, Ia sangat berharap kisah cinta nya sama seperti Drama ini yang selalu berakhir bahagia, Tanpa Ada nya pengkhianatan, Ia berharap Adnan tidak Akan pernah mengkhianati nya.
Like dan Komen Guys ๐
Vote juga Boleh ๐
Author jangan di Gasss ๐คจ