
Malam ini, Adnan baru mendapatkan kabar dari Ayah Raden ataupun pihak rumah sakit, kalau semua dokter dari spesialis ataupun dokter umum untuk berkumpul bersama di rumah sakit, ada hal yang ingin di bicarakan.
Sementara, hal yang mendesak itu tidak bisa di wakilkan, karena ini merupakan upaya keselamatan bagi seluruh masyarakat di kota ini.
" Mas... " ucap Aleyna ketika bangun dari tidur nya, ia mencari Adnan karena Adnan tidak berada di samping nya, padahal ini sudah tengah malam.
Aleyna beranjak dari kamar tidur nya, dan menyalakan lampu, untuk mencari keberadaan Adnan.
" Mas, kamu di mana?" tanya Aleyna dengan wajah sembab khas bangun tidur dan suara parau nya, ia mengucek kedua bola mata nya dan menatap Adnan yang tengah berdiri di balik jendela kamar nya, yang memang di lapisi oleh kaca bening dan di lindungi oleh tirai yang menjuntai, Adnan nampak menatap ke arah langit, sambil jari-jari nya sibuk mengetik.
Apa yang Mas Adnan pikirkan di tengah mal yang sunyi seperti ini....
Aleyna bergegas menghampiri Adnan, mencari tahu apa yang sedang Adnan pikirkan karena ia begitu gelisah, sampai Adnan rela meninggalkan Aleyna sendirian di tempat tidur.
Aleyna ingat, terakhir kali Aleyna membuat nya gelisah yaitu ketika ia membawa kabur dua anak kembar nya ke kampung bibi Nani, dan waktu itu Adnan sangat lah gelisah, kalau bukan Aleyna. Lantas siapa lagi yang mampu membuat hati seorang Adnan gelisah.
" Mas..... " sahut Aleyna sambil menghampiri Adnan
Adnan nampak terkejut, ia bahkan menoleh ke arah Aleyna,dan tersenyum ke arah Aleyna.
" Kau belum tidur?" ucap Adnan sambil menyambut kedatangan Aleyna
" Harus nya aku yang menanyakan itu kepada mu? mengapa kau bangun dan meninggalkan aku sendiri di kamar tidur?" ucap Aleyna dengan wajah sinis nya.
Adnan hanya tersenyum, ia menyukai raut wajah jutek Aleyna ketika ia sedang memarahi Adnan, ia bahkan jauh lebih cantik menurut Adnan.
" mengapa kau malah senyam senyum seperti itu, memang apa yang sedang kau pikirkan!" ucap Aleyna nampak penasaran
" tidak sayang, lebih baik kau tidur lagi. " sahut Adnan sambil merangkul Aleyna
" Aku tidak mau tidur sebelum kau menceritakan semua nya kepada ku, apa yang terjadi dengan mu? dan apa yang sedang kau pikirkan!" ucap Aleyna sambil menarik baju Adnan namun, Adnan malah merangkul nya.
Adnan pun menghela nafas, ia mencoba memberikan pengertian terhadap Aleyna yang sedang hamil, dan memang ia tidak ingin memberatkan pikiran Aleyna atau membebani nya, karena tugas nya.
" Ayah menelpon ku, dan memberitahuku kalau aku dan tim medis yang lain akan melaksanakan rapat di rumah sakit" ucap Adnan dengan sangat lembut
" memang ada masalah apa Mas? Kok kamu sampai gelisah gitu?" tanya Aleyna karena ia belum terlalu paham dengan dunia medis.
" Aku juga tidak tahu, karena aku sudah dua hari ini tidak masuk kerja. " jawab Adnan
" Yasudah Mas, kalau gitu tidur dulu. Semoga tidak ada masalah apa-apa!" Ucap Aleyna dan mengajak Adnan untuk kembali lagi ke tempat tidur karena sudah larut malam.
Adnan pun menutup jendela dan menutup pintu, lalu menarik tirai yang menjuntai untuk menutupi jendela dan pintu yang terbuat dari kaca bening. Mereka pun tidur kembali.
-
Pagi sekali Adnan berangkat menuju ke Rumah sakit atas permintaan Ayah nya dan pihak rumah sakit, ntah apa yang terjadi Adnan tidak mengetahui nya karena Ayah nya sendiri tidak memberitahu nya sama sekali, tapi kalau Ayah Raden sudah turun tangan berarti memang ada masalah besar yang sedang di hadapi oleh pihak medis, ntah semenjak libur dua hari yang lalu Adnan nampak tidak mengetahui masalah apapun.
Dengan di dampingi Rio, Adnan pun pergi menuju ke Rumah Sakit, tak lupa juga ia mengingat pesan Aleyna untuk terus mengabari nya, karena Aleyna sudah mulai mengerti kalau seorang Raden selaku Ayah Adnan sendiri sudah ikut campur mengenai permasalahan yang sedang di hadapi oleh tim medis, berarti memang ada masalah besar yang harus di hadapi.
Banyak sekali Dokter dan staff jajaran nya yang berdatangan, bahkan mereka datang sangat pagi sekali, menuju ruang besar untuk melakukan rapat penting.
Banyak dari berbagai Dokter Spesialis, maupun dokter umum beserta ahli medis lain nya, mereka memasuki ruangan yang telah di sediakan dan di depan sana sudah ada staff dan jajaran pihak rumah sakit beserta ketua pendiri rumah sakit tersebut serta Raden selaku ayah Adnan yang menjabat sebagai Direktur utama serta di dampingi oleh direktur medik dan keperawatan mereka semua memakai Jas berwarna putih lengkap.
dr. Adnan beserta kedua sahabat nya yaitu dr. Fandy dan juga dr. Daniel duduk berdampingan untuk mendengarkan rapat besar yang akan di laksanakan hari ini.
dr. Raden Mahesa Tirtanadi Sp.JP M.Kes angkat bicara, semua dokter pun nampak terdiam dan mendengarkan rapat yang akan di laksanakan hari ini.
" Yang saya hormati, Jajaran Staff maupun tim Dokter Rumah Sakit Raden Cipto yang telah berkumpul di aula, Saya sangat berterimakasih atas waktu yang anda luangkan " ucap nya
" Saya ingin menyampaikan amanat dari menteri kesehatan kalau, negeri kita sedang goyah, negeri kita sedang di landa virus mematikan, karena ada salah satu Pasien yang mengidap Virus Covid 19 yang telah di rawat di rumah sakit ini, untuk itu di himbau bagi para Dokter dari spesialis maupun umum, untuk bersatu melawan virus yang akan terus mewabah di kota ini." ucap nya lagi
" untuk itu, kita sebagai tim medis , sebelum virus itu mewabah dan menyebar kemana-mana, kita harus bersatu melawan dan menjaga serta melindungi kota ini " ucap nya
" Untuk itu, di harapkan semua Dokter untuk terus memakai alat pelindung diri ketika menangani pasien yang sudah terinfeksi virus, selamat berjuang tim medis, semakin kita bersatu, semakin banyak kita menyelamatkan nyawa seseorang, dan menyelamatkan negeri kita dari virus yang mematikan tersebut, untuk itu mari kita panjatkan doa penutup sesuai agama dan kepercayaan masing-masing"
Setelah rapat selesai jajaran Dokter pun di bubarkan, dan kembali dengan tugas nya masing-masing, karena baru kali ini Rumah Sakit Raden Cipto kedatangan Pasien yang terkena virus Covid 19, virus yang membahayakan bahkan menyebar nya dengan sangat luas, untuk itu pihak Rumah sakit menyediakan alat bantu untuk tim medis karena semakin hari, semakin banyak pasien yang berdatangan.
Adnan dan juga Fandy serta Daniel pun harus meluangkan waktu, selama beberapa minggu ini, untuk bersatu melawan virus itu, dan untuk negeri ini.
" Saat nya kita bersatu!" ucap Adnan setelah mendengar keputusan rapat tersebut
" Apakah kita akan melakukan karantina selama satu bulan ini? itu berarti aku tidak akan bertemu dengan istriku?" tanya Fandy setelah mendengar keputusan rapat tersebut
" Dan aku tidak akan bertemu nya lagi?" ucap Daniel
" tidak bertemu dulu, bahkan lebih baik. Karena virus itu begitu cepat menyebar , aku bahkan akan merindukan istri dan anak-anak ku." ucap Adnan
" Aku akan merindukan Susan !" ucap Daniel
" Aku juga akan merindukan kelinci dan juga anak yang ada di dalam kandungan nya" ucap Fandy
mereka pun kembali, melaksanakan tugas nya masing-masing, dan berharap semua nya akan segera selesai.
**Note:
GUYS INI EPISODE SELINGAN
ini untuk menyadarkan kita, bahwa Tim Media begitu kuat menjalani bahkan merawat pasien yang sudah terinfeksi virus, dan jangan lupa untuk itu lebih baik kita di rumah saja, bantu tim medis untuk menyelesaikan semua nya, semoga kita selalu dalam lindungan Allah.
mari kita lapangkan sejenak, dan berdoa untuk negeri kita yang sedang di landa virus covid 19, semoga virus itu menjauh bahkan hilang dari negeri ini.
dan semoga yang terinfeksi virus, bisa sembuh dan bisa beraktivitas kembali dan untuk tim medis, semangat menghadapi ini semua.
Amiiiin....
dr. Adnan nyata semangat yah** :)