
Kali ini, Reyna membantu fandy memindahkan Semua baju yang ada di lemari Reyna menuju Koper besar milik Fandy. Seakan tidak ingin melewatkan Kesempatan ini . Reyna dengan telaten membereskan nya, Padahal Baju di dalam lemari nya saja Sangat berantakan, Namun dengan mudah dan rapih ia membereskan semua baju dr. Fandy dan menata nya di dalam koper dengan sangat Rapih, bahkan Fandy saja sempat terkejut melihat Reyna yang begitu perhatian terhadap nya, Tidak salah ia memilih Reyna sebagai Calon istri nya .
" Kelinci ku "
Fandy mengelus pucuk rambut Reyna yang tengah sibuk membereskan baju ke koper nya, Rasa nya ia tidak tega meninggalkan Reyna sendiri di rumah sebesar ini . Ingin Rasa nya Fandy menemani Reyna dan Tetap tinggal di sini bersama nya, Namun ia takut melukai Reyna . Ia takut tidak bisa menahan hawa nafsu nya.
Kalau Saja Fandy memiliki uang yang banyak, ia tidak akan membiarkan Reyna menunggu untuk menikahi nya, Bahkan kalau bisa ,Hari ini pun Fandy ingin menikahi nya.
" Sudah selesai, beruang kutub " Ucap Reyna sambil mengusap peluh keringat di Kening nya
Fandy menghampiri Reyna dan mencubit batang hidung Reyna yang mancung
" Terimakasih telah membantu ku " Ucap nya begitu manis
" Jangan membuatku terus menunggu, karena aku tidak akan kuat menunggu mu terlalu lama " Ucap Reyna sambil membisikkan ke gendang telinga Fandy
" Kalau kamu siap, minggu depan juga akan aku nikahi " Ucap Fandy begitu nakal
" Serius ... " Ucap Reyna sembari memegang tangan Fandy dan tersenyum girang
" Tapi, Aku tidak punya banyak uang. Kamu tahu, Aku sekarang tidak mempunyai apa apa " Ucap Fandy
" Aku tidak butuh uang, Aku butuh nya kamu " Ucap Reyna sembari cemberut
" Kamu mau hidup berdua dengan ku, Tanpa harta dan kekayaan ?" Ucap Fandy sambil menatap Reyna
" Aku cinta sama kamu, bukan karena uang . Melainkan, Tuhan telah menitipkan Kamu sebagai jodoh ku dr. Fandy " Ucap Reyna
" Kalau gitu, seminggu lagi kita nikah " Ucap Fandy sambil tersenyum, Namun perkataan nya cukup membuat Reyna syock
Niat hati, ingin bercanda namun Fandy dengan sungguh sungguh mengucapkan kata demi kata sampai jantung Reyna terus berdetak.
Ah orang ini, memang selalu membuat Reyna betah berada di samping nya. Apa jadi nya kalau Seminggu lagi Reyna akan segera menikah ? Sedangkan ia belum mempersiapkan apa apa.
" Tapi apa ngga secepat itu ? menikah itu tidak gampang " Ucap Reyna
" Jadi kamu tidak mau menikah secepat ini dengan ku ?" Ucap Fandy
" Ya mau lah, Tapi jangan minggu depan juga , Sebulan lagi gimana ?" Ucap Reyna begitu menyakinkan
" Aku mana tahan kalau harus sebulan lagi " Ucap Fandy lalu duduk di Kasur Queensize milik Reyna
" Masa seminggu lagi ?" Ucap Reyna
" Kalau kamu ngga mau, bilang ?" Timpal Fandy ntah ia malah terbawa emosi
" Aku mau tapi jangan secepat itu " Ucap Reyna tak mau kalah
" Kamu mau nya apa sih ?" Ucap Fandy begitu bingung
" kok kamu malah menanyakan mau aku apa ? harus nya kamu dong , Mau kamu itu apa " Ucap Reyna
" dasar wanita, Tidak mau kalah " Ucap Fandy
" Kok kamu marah, Baperan amat " Ucap Reyna sambil membelakangi Fandy karena kesal
" Siapa juga yang baper "
" Kamu yang baper "
" Dasar beruang kutub jelek ngeselin "
" Dasar kelinci jelek, keras kepala, Bawel, egois "
Setelah adu pendapat, Mereka pun saling membelakangi dan tidak ada satu kata pun yang terucap di mulut mereka berdua . Kedua nya memang sama sama egois Dan Keras kepala .
Mereka memang gengsian . Kalau sudah bertengkar seperti ini, Tidak akan bisa kembali baik dalam waktu sekejap karena mereka sama sama Berat untuk mengucapkan kata maaf. Bahkan, Suasana pun menjadi hening
" Dasar beruang kutub, keras kepala banget emang dia kira aku ngga bisa apa, kalau tanpa dia . Awas saja, Aku ngga mau maafin kamu beruang kutub " batin Reyna
" Dasar wanita egois, Mengapa sih, Cowok selalu di salahkan sedangkan wanita ingin menang sendiri " batin Fandy
Tak lama Kedua nya sama sama sibuk dengan memainkan Handphone nya masing masing, Mereka duduk saling membelakangi di atas kasur QueenSize milik Reyna padahal jam sudah menunjukkan pukul 23.45 wib mereka masih sama sama diam, Selama dua jam tadi akibat selisih paham.
Telepon Fandy pun berbunyi, lalu segera ia keluar kamar untuk mengangkat nya, Ia begitu sibuk bahkan tidak menatap ke Arah Reyna sama sekali .
" Minta maaf kek, atau ngajak baik kan gitu, lah ini malah kabur" Celoteh Reyna karena kesal kepada Fandy
Segera Reyna beranjak dari kasur nya dan mengikuti Fandy karena ia sangat mencurigakan, Ketika mengangkat Telepon dari seseorang, Reyna takut Fandy akan mengkhianati nya.
" Kira kira siapa yang menelpon Fandy Tengah malam gini ?" Ucap Reyna begitu penasaran
Ia pun menguping pembicaraan Fandy di Balik pintu kamar nya. Namun Susah untuk di dengarkan. Reyna mencoba mendekatkan daun telinga nya ke pintu kamar . Tetap saja Susah dan tida terdengar . Reyna semakin penasaran dengan orang yang menelpon Kekasih nya itu. Sontak, Reyna pun keluar dari kamar nya dan berdiri di balik Tembok besar samping menguping pembicaraan Fandy di sambungan telepon. Tanpa ia sadari Fandy mendengar langkah kaki nya yang Amat ia hafal Dan Fandy pura pura tidak melihat nya.
" dasar kelinci jelek " Batin Fandy sambil menggelengkan kepala nya
karena ia sedang mencari tahu dimana keberadaan Nasya .
Reyna pun mengumpat di balik Tembok besar kamar nya, Ia amat ingin mengetahui siapa orang yang berani menelpon Fandy tengah malam gini . Awas saja kalau Fandy mempunyai wanita lain, ia tidak akan tinggal diam .
" Iya sayang . Aku kangen banget sama kamu " Ucap Fandy dalam sebuah telepon dengan suara yang amat keras, Dan sesekali ia menengok ke Arah belakang, dimana Reyna berada dan tengah menguping pembicaraan nya.
" Apaan, Jijik denger nya " Ucap Adnan dalam sebuah telepon, Segera ia mematikan Telepon nya karena sudah mengetahui kode kalau Reyna ada di sana
" Iya besok kita bertemu sayang " Ucap Fandy lagi seolah membuat Reyna begitu cemburu .
Reyna semakin geram, Ia langsung menghampiri Fandy yang tengah asik mengobrol dengan. wanita lain, Dia pikir dia siapa, berani nya mempermainkan perasaan Reyna .
" Sayang Sayang pala mu " Ketus Reyna sambil menatap tajam Fandy
Namun Fandy hanya tersenyum melihat tingkah Reyna kalau sedang cemburu
" Jadi itu Alasan kamu mau pindah ke Apartement, biar kamu enak gitu sama cewek baru kamu " Ketus Reyna lagi sambil melipatkan kedua tangan nya
" Kalau iya emang kenapa " Ucap Fandy seolah memancing Emosi Reyna .
Reyna terkejut, mendengar ucapan Fandy yang amat membuat nya kesal . Tanpa berkata apapun, Reyna langsung pergi ke kamar nya dan membanting pintu kamar nya dengan sangat keras.
" Dasar kelinci, kamu lucu kalau lagi cemburu " Ucap Fandy sambil tersenyum
Segera ia menghampiri Reyna ke kamar nya . Dan membujuk Reyna agar tidak salah paham, karena Fandy hanya iseng sengaja membuat nya cemburu toh, Tadi yang menelpon nya adalah Adnan bukan wanita atau pacar baru seperti yang Reyna pikirkan.
Fandy menghampiri Reyna yang sedang memainkan smartphone nya sambil berbaring di atas kasur .
" Kenapa ngga tidur " Ucap Fandy sambil duduk di samping Reyna
" Bukan Urusan kamu " Ketus Reyna
" Kamu cemburu, Aku telponan tadi ?" Ucap Fandy
" Siapa juga yang cemburu, Toh aku bukan siapa siapa kamu " Ucap Reyna lagi
" Dasar kelinci jelek, Aku tadi telponan sama Adnan, dia memberitahu ku kalau dia sudah menemukan Nasya " Ucap Fandy sambil tersenyum
" Terus kamu akan menyerahkan kak Rey sama Josephine ?" Ucap Reyna sambil menatap Fandy, Ia takut Josephine Akan membunuh Kak Rey
" Dia tidak akan berani membunuh kakak angkat mu itu " Ucap Fandy
" Aku takut kak Rey akan di bunuh oleh pasukan pesuruh dari Josephine " Ucap Reyna nampak khawatir
" Kau tidak perlu mencemaskan itu, Aku dan Adnan lah yang akan mengatur semua nya. Karena jni salah satu cara, Agar aku bisa menikahi mu " Ucap Fandy
Reyna pun dengan erat memeluk Fandy,Ia tidak ingin kehilangan Beruang Kutub nya itu .
" maafkan aku sudah salah paham dengan mu " Ucap Reyna begitu bersedih
" Tidak apa apa, Kamu tidur gih. Pagi pagi sekali temani aku berangkat ke Apartement " Ucap Fandy sambil mengelus pucuk rambut Reyna
" Yasudah Aku tidur dulu, Kamu juga tidur " Ucap Reyna lalu mencoba memejamkan mata nya
" Aku tidur di kamar tamu " Ucap Fandy langsung turun ke bawah meninggalkan Reyna yang tidur di Lantai atas .
Memang kedua nya sama sama keras kepala, Tapi kedua nya sama sama pemaaf, Meski begitu, mereka akan tetap bersama Dan Fandy selalu berharap Agar ia bisa cepat menikahi Reyna semoga Semua hutang beserta Aset rumah nya bisa kembali setelah ia menemukan Nasya, Karena jalan satu satu nya yaitu Menemukan Nasya . Meski, Ia berada jauh di negara Edinburgh.
*
*
*
malam panjang kian berlalu, Matahari pagi mulai menampakkan sinar nya . Tersenyum lah untuk pagi yang cerah ini, Karena awali pagi mu dengan sebuah senyuman karena senyuman mampu membuat suasana lebih baik seperti suasana hati Reyna yang tengah gembira namun sedikit ada kesedihan karena pagi ini fandy akan meninggalkan nya . Karena Fandy harus pindah ke Apartement Adnan sementara, Kali ini Reyna membantu Fandy membereskan semua barang barang nya yang mau ia bawa dan pindahkan ke Apartement satu koper besar itu di bawa oleh Fandy dan menaruh nya di bagasi mobil nya.
" Sebenarnya, Aku ingin sekali mengantarmu. Namun pagi ini Ada Ujian dari Dosen killer ku " Ucap Reyna sambil menundukkan wajah nya
" Tidak apa apa,Aku akan sering ke rumah mu karena merindukan kamu " Ucap Fandy sambil mengelus rambut Reyna . Ntah kebiasaan ia selalu mengelus rambut Reyna yang panjang
" Aku akan merindukan kamu beruang kutub, Hati hati di jalan kalau sudah sampai, Jangan lupa menghubungi ku " Ucap Reyna dengan raut wajah penuh kesedihan
Fandy pun mengecup pipi Reyna .
" Jangan nakal ya, kelinci ku. Aku pergi dulu " Ucap Fandy lalu pergi masuk ke dalam mobil nya.
fandy pun membunyikan klakson, Reyna melambaikan tangan nya dan menatap kepergian Fandy. Mobil Lambhorgini itu Berlalu meninggalkan Rumah Reyna dengan segala kenangan, Kini Rumah Reyna kembali sepi hanya ada ia seorang diri .
Reyna pun menghela nafas lalu, Masuk ke dalam rumah nya dan bersiap siap untuk pergi ke kampus karena Ada ujian dan Tugas tugas yang harus ia kerjakan, Mengingat Fandy yang menyuruh Reyna untuk semangat kuliah dan menyelesaikan sarjana nya .
Maaf Guys, Agak Molor up nya .
Btw jangan lupa di Like dan komen yah ...