My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Dia suami ku



Bunyi telpon di ruang khusus dr. Adnan terus berdering, kemudian ia pun langsung mengangkat telpon tersebut,karena dr.Adnan memang sedang istirahat untuk makan siang.


" Halo dr. Adnan" Sapa Resepsionis itu


" Ada apa ? " Sahut nya


" Ada yang mencari mu, Atas nama Aleyna " Ucap nya


" Mengapa gadis kecil itu mencari ku, Tidak seperti Biasa nya , Apa yang akan ia lakukan " batin nya


" Silahkan ke ruangan saya " Ucap nya


Selang beberapa menit kemudian, Aleyna dan teman teman nya pun sampai ke ruangan dr. Adnan, Tampak dari luar pun Aleyna sudah terpukau, terpampang jelas


" Ruang dr. Adnan T. Sp.B "


Aleyna menghentikan langkah nya, ketika sampai di depan pintu Ruangan dr. Adnan


" Ya tuhan, Apa yang aku lakukan, Sampai nekat datang kemari, hanya untuk memberi tahu teman teman ku, Kalau dr. Adnan adalah calon suami ku, Apa jadi nya jika ia mengusir ku, menyuruh security Rumah sakit ini untuk menyeret ku ! " Batin nya


" Bodoh nya aku! " Ucap Aleyna


"Ley, Kamu bener yakin ini ruangan Calon suami kamu " Ucap reyna sambil mengangkat kedua alis nya


" Dari ruangan sana saja,dokter Itu sudah tua semua, Kepala nya botak . Jangan jangan Calon suami kamu tua ley... " Celetuk Susan dan Reyna sambil tertawa


" Kalian jangan bikin aku tambah bingung! " Ucap Aleyna yang merasa ragu untuk membuka pintu ruangan Adnan


" yaudah tunggu apalagi ley, ayo kita masuk .... " Ucap Reyna menarik tangan Aleyna lalu mendorong pintu secara bersamaan



dr. Adnan menoleh ke arah pintu, mencari tau siapa yang datang di siang hari yang begitu panas . Padahal ia juga mengetahui kalau Aleyna lah yang datang ke ruangan nya.


" Hai . selamat siang " Ucap Aleyna sambil cengengesan


kedua teman Aleyna pun hanya terdiam, dan Takjub melihat ketampanan dr. Adnan


" Aley.... ini aku mimpi ketemu oppa korea, atau apa sih! " Ucap susan takjub melihat ketampanan Adnan


" Ganteng banget! " Ucap Reyna .


" Duh ... Udah deh kalian ngga usah Halu, Apalagi ngeliatin Calon suami orang . Dosa tau " Ucap Aleyna sambil menghampiri Adnan


dr. Adnan hanya tertawa melihat tingkah Mereka


" ada perlu apa ke sini ? " Ucap dr. Adnan yang menyuruh mereka duduk


" Emang ngga boleh ? " Ucap Aleyna sinis


" Ley, tadi kamu bilang bukan nya lagi pusing " Ucap Reyna


" Udah nggak! " Ucap Aleyna


MAMPUS .


Tatapan nya selalu membuat jantung ku berdetak lebih kencang, tidak seperti biasa nya. mata nya indah, badan nya begitu seksi . ingin segera aku memiliki nya .


Dia begitu tampan, dengan memakai Jas khas dokter, dan senyum yang terlukis dari bibir nya .


" Dia memang tampan, dan dia calon suami ku " Batin Aleyna


" Jadi dr. Adnan ini calon suami nya aleyna " Ucap Susan sambil bertanya


" Kemungkinan iya " Ucap dr adnan .


" Kalau Aku di jodohkan dengan modelan Kaya dokter ini, aku mau! " Ucap reyna


" Dasar Ganjen " Ucap Aleyna


***


sekitar Pukul 17. 00 Wib


Dokter Adnan pun pulang, dan mengantarkan Aleyna namun mobil Aleyna pun di bawa oleh kedua teman nya ke rumah masing masing


Hari ini sangat menyenangkan bagi Aleyna, Ia sangat senang karena bisa sedekat ini dengan calon suami nya karena hanya dekat dengan Adnan lah ia mampu melupakan Alvaro, melupakan patah hati nya, mungkin ini kah yang di namakan pelampiasan , namun Aleyna tidak merasa Adnan menjadi pelampiasan nya.


Sampai di suatu restoran, Adnan pun berhenti dan mengajak aleyna untuk makan terlebih dahulu .


kedua nya sampai di sebuah restoran .


ketika ingin memasuki restoran, Aleyna bertemu dengan Alvaro yang sedang makan Malam romantis dengan dea kekasih nya itu .


Dia yang telah merebut Alvaro dari Aleyna,


Ia masih tidak terima dengan Sikap Alvaro yang berselingkuh di belakang aleyna


sangat menjijikan, Ia dengan senang nya berpacaran layak nya pasangan yang romantis sementara Aleyna harus menangis dan bersedih persetan dengan semua itu, Aleyna tidak akan bisa melupakan kejadian kala itu, ia masih menyimpan rasa kesal dan dendam yang tak berujung.


"Come on Aleyna Move on!" Gejolak hati Aleyna


Rasanya, Ingin sekali ia memaki -maki Alvaro dan menampar nya lagi, Itu pun tidak akan Cukup


Luka di hati Aleyna masih membekas.


Meskipun ia sedang bersama dr. Adnan


Mungkin karena rasa cinta nya begitu besar terhadap Alvaro, Karena Mereka telah menjalin hubungan semenjak Aleyna baru pertama kali masuk sekolah menengah atas nya.


Jodoh tidak akan kemana, kalau memang sudah di takdirkan , pasti berjodoh


"Aleyna " Ucap dr. Adnan


membuyarkan lamunan nya


" Ayo kita makan " Ucap aleyna sambil menggandeng tangan dr.Adnan dengan manja nya .


Ntah, agar Alvaro bisa melihat nya, berusaha untuk membuat alvaro menyesal dengan semua perkataan nya .


kalau tidak ada alvaro, Aleyna tidak akan bahagia ?


Tentu salah, Aleyna akan mencoba untuk melupakan semua kenangan bersama Alvaro, dan memulai lembaran baru bersama dr. adnan ?


Ya calon suami nya, orang yang akan hidup bersama dengannya


" Kamu mau makan apa ? " Ucap dr. Adnan


" Aku ikut kamu aja sayang " Ucap aleyna yang duduk tidak jauh dari Alvaro .


dr. Adnan nampak heran, dengan panggilan aleyna, Ia hampir salah tingkah .


Sementara Alvaro, sesekali memperhatikan Aleyna dan membuat Dea begitu cemburu .


" beb, Kamu kenapa sih dari tadi ngeliatin Aleyna terus " Ucap Dea


" siapa yang ngelihatin dia beb " Ucap nya


" Kamu cemburu, Aleyna sudah dapat pengganti mu ? "


" Tidak... " Ucap alvaro berbohong


kemudian setelah makanan nya sampai, Aleyna pun menyuapi dr. Adnan dengan sangat Romantis dan membuat Alvaro bagai kebakaran jenggot dan mulai panas hati melihat kemesraan Aleyna dengan cowok lain


" Lagi sayang aaammm... " Ucap Aleyna


" Aku ngga biasa , kamu manggil aku sayang " bisik dr. Adnan yang merasa malu, akan tetapi di dalam hati nya ia begitu senang


" Kamu ngga suka! " Ucap nya


" Suka tapi, semua orang sampai fokus ke kita semua" Ucap dr. Adnan


" Biarkan saja " Ucap Aleyna sambil memeluk dr. Adnan


namun sesekali, mata Alvaro terus memperhatikan gerak gerik Aleyna .


ia ingin sekali memukul cowok yang dekat bersama Aleyna karena memang ia berani merebut Aleyna dari nya,


Egois bukan ?


Padahal Alvaro sendiri yang mengkhianati Aleyna. ia yang tega bermain belakang bersama Dea, sudah cukup Aleyna merasakan sakit hati yang amat dalam ketika melihat Alvaro sedang mencium Dea dan bercumbu dengan Dea di club malam milik Kak Seno,Kejadian itu menjadi kan Aleyna sebuah pelajaran kalau Alvaro bukanlah pria yang pantas memiliki hati Aleyna , karena ia tidak berkomitmen.


Cukup kali ini, ia tidak akan terjebak perasaan lagi kepada Alvaro , Aleyna mengutuk perasaan nya sendiri untuk Alvaro agar ia tidak seenak nya mempermainkan hati dan perasaan seorang wanita.