
" Kalau gitu kita kawin lari saja " Ucap Reyna dengan spontan ia mengatakan seperti itu karena sudah sangat kesal
" Tidak Rey !! Aku ngga mau menikahi kamu secara diam diam, bahkan Aku tidak menginginkan kawin lari , yang hanya bisa membuat kita semakin susah " Ucap Fandy dengan sangat lembut menolak keinginan Reyna
" Jadi kamu mau memperjuangkan cinta kita dengan cara Apa dr. Fandy " Ucap Reyna
" Akan aku pikirkan cara nya nanti, Yang terpenting kamu jangan menjauhi ku " Ucap Fandy sambil menggenggam Tangan Reyna dengan sangat erat, Sontak Reyna memeluk Fandy dan menangis di pelukan Fandy
" Aku tidak ingin jauh dari mu, dengan sikap perhatian mu seperti ini bagaimana mungkin Aku bisa menjauhi mu " Ucap Reyna sambil rerisak
Adnan dan Aleyna beserta Susan yang sangat ingin mengetahui percakapan Antara Reyna dan Fandy . sampai mereka menguping lewat Pintu kamar tamu yang tengah Reyna tempati, Mereka sangat ingin mengetahui Apa masalah yang sesungguhnya terjadi dengan Fandy dan Reyna, Bukankah hubungan mereka sedang di uji, Akan tetapi mereka malah semakin dekat seperti itu .
Tak lama Pintu itu terbuka dan memperlihatkan ketiga orang yang sedang menguping nampak gugup karena sudah ketahuan menguping Reyna dan Fandy. Untung saja Aleyna tidak terjatuh, Kalau sampai Terjatuh Bahaya bagi kesehatan dan calon bayi nya .
" Maaf, Tadi kami sedang bermain petak umpet " Jawab Asal Aleyna yang ketahuan menguping Sementara Reyna dan Fandy langsung melepaskan Pelukan nya .
" Jadi kalian mau kawin lari ?" Ucap Adnan yang mendengar segelintir perkataan yang Reyna dan Fandy ucapkan
" Jangan Rey !! Kami tidak setuju " Ucap Aleyna menolak keras keinginan Reyna
" Aleyna benar,Aku juga menolak keras keinginan Kamu Rey , Dan dr. Fandy harus nya kamu menolak keinginan konyol Reyna ini " Ucap Susan membantah keinginan Reyna
" Kawin lari tuh Cape . mending kawin sambil berdiri Di jamin enak " Ucap Adnan sambil Tersenyum ke Arah Aleyna
Aleyna pun menyenggol tubuh tinggi semampai Adnan
" Mas . Dasar dokter cabul " Ucap Aleyna dengan nada rendah nya . dan mencubit perut Adnan dengan sangat keras sampai Empu nya meringis
" aw sakit sayang " Ucap Adnan sambil meringis
" Aku ngga mau kawin lari ! aku mau nya di nikahin di hadapan semua orang . seperti Aleyna " Ucap Reyna
" Aku dan Reyna tidak akan melakukan Hal bodoh seperti itu " Ucap Fandy dengan sangat Tegas
" Kalian pikirkan bagaimana cara nya bisa membatalkan perjodohan ini " Ucap Adnan dan mereka pun duduk di Ruang tamu sambil memikirkan inti masalah dari Reyna dan Fandy
" Jadi bagaimana cara nya ?" Ucap Reyna dengan sangat tidak sabar
" Kalau mau kalian omongin baik baik dulu sama Nasya " Ucap dr Adnan yang tiba tiba saja mengheningkan suasana
" Aku setuju sama Mas Adnan, Siapa tau dr Nasya bisa mengerti keadaan kalian ?" Ucap Aleyna menyetujui ide dari Adnan
" kalau gitu, Aku akan mengajak Nasya untuk bertemu dan membicarakan Hal ini, Reyna juga harus ikut " Ucap Fandy mulai Tegas
" Iya Aku akan ikut kemana kamu pergi " Ucap Reyna dengan penuh semangat .
Memang tatkala cinta harus melewati berbagai ujian untuk mencapai Kesempurnaan cinta . Memang setiap orang berpikir kalau Aleyna lah yang beruntung karena memiliki Adnan yang setia dan Tulus mencintai Aleyna apa Adanya, Namun di balik kebahagian pasangan Aleyna dan Adnan masih banyak cobaan yang terus menghampiri karena kekuatan cinta lah yang mampu membuat Aleyna dan Adnan bisa bertahan sampai detik ini,. Ini bisa menjadi contoh untuk Reyna dan Fandy yang kisah cinta nya baru seumur jagung Karena Masih banyak cobaan yang terus menghampiri mereka,Ada kala nya mereka harus merasakan kepahitan dalam hidup namun tuhan maha penyayang karena sampai detik ini,kekuatan Cinta Fandy dan Reyna lah yang mampu membuat mereka tetap bertahan .
Tak lama Fandy menghubungi Nasya untuk meminta waktu nya membicarakan masalah serius yang akan mereka jalani yaitu perjodohan, Fandy ingin Nasya membatalkan semua Rencana Ayah nya Agar menolak untuk di jodohkan,
kebetulan hari ini Nasya sedang Ada tugas di Rumah sakit dan ia akan menemui Fandy malam ini setelah pekerjaan nya selesai, bagaimana pun seorang dokter mempunyai tanggung jawab besar terhadap pasien nya ia tidak mungkin meninggalkan Pekerjaan nya hanya untuk bertemu Fandy . Nasya sendiri sudah memiliki kekasih yaitu seorang anggota kepolisian mengapa Ayah Josephine tidak merestui karena Kekasih Nasya bukan dokter, Sedangkan Ayah Josephine berharap Nasya bisa menikah dengan dokter karena bisa mengurus nya dan merawat nya di kala ia sakit .
Fandy sendiri menunggu Nasya di salah Satu Cafe 88 yang Ada di dekat Rumah sakit tempat Nasya bekerja, Sekitar setengah jam ia menunggu bersama Reyna Akhir nya Nasya pun menghampiri mereka daj duduk dengan sangat Anggun, Ya harus Reyna Akui Nasya memang gadis sempurna bahkan Ia gadis yang amat tenang kelihatan dari Wajah nya yang kalem dan pendiam namun memiliki Aura yang cerah dan mampu membuat orang lain terpesona akan kecantikan nya, Reyna merasa minder berhadapan dengan Nasya .
" Maaf aku telat " Ucap nya sambil tersenyum kepada Fandy dan Reyna
"Tidak apa apa . Ada yang ingin aku bicarakan kepada mu "Ucap Fandy yang langsung tanpa basi basi karena ia tidak menyukai basa basi yang tidak penting
" Katakan saja " Ucap nya dengan sangat tenang
" Aku ingin kamu menolak perjodohan kita" Ucap Fandy sangat tegas
" Karena aku sudah mencintai Reyna " Ucap Fandy sambil menatap keArah Reyna . Tiba tiba saja Jantung reyna tak bisa berhenti berdetak .
Nasya hanya menghela nafas nya . Ia tidak kelihatan marah bahkan ia santai
" Untuk itu aku tidak bisa menolak nya karena ini permintaan ibu mu " Ucap Nasya dengan sangat Tenang
" Mengapa tidak bisa Nasya " Ucap Fandy
Reyna hanya terdiam dan berharap Ada keajaiban untuk diri nya dengan Fandy . Ia tidak berharap lebih ia hanya ingin di persatukan dalam ikatan cinta bersama Fandy.
" Jadi kamu tidak tahu sama sekali apa yang ibu mu Cerita kan " Ucap Nasya yang membuat Fandy heran
Fandy pun lantas berdiri sambil memukul meja karena ia kalut dan terbawa Emosi .Reyna mencoba membujuk Fandy agar lebih Tenang menghadapi itu semua, Karena Masalah tidak akan selesai kalau di barengi dengan Amarah .
" Aku tidak menyangka dengan sikap mu seperti ini, kau bahkan tidak mengetahui kalau ibu mu sedang sakit parah Fandy " Ucap Nasya yang terbawa emosi
" Apa kamu bilang ! Ibu ku Sakit parah ! " Ucap Fandy yang terkejut mendengar penuturan Nasya
" Kau tidak mengetahui kalau ibu mu Terkena Leukimia bahkan Kau sebagai Anak nya tidak mengetahui hal ini" Ucap Nasya yang begitu emosi namun ia tetap kelihatan tenang
" Itu Alasan ku menerima perjodohan ini. mungkin Aku juga sama berada di posisi mu saat ini,
Karena Aku Rela mengorbankan perasaan aku hanya untuk Ibu mu yang sedang berjuang melawan rasa sakit sedangkan kamu lebih memprioritaskan pacar kamu ini . Di mana pikiran mu Fandy" Ucap Nasya
Tiba tiba saja Air mata Reyna membasahi pipi nya . Ia benar benar tidak biss menerima ini semua . sementara Fandy hanya terdiam membisu . Sesekali ia menyalahkan diri nya yang sudah salah mengabaikan kesehatan Bunda nya .
" Kalau begitu Aku pergi dulu . Ada hal yang harus aku kerjakan " Ucap Nasya sambil beranjak pergi karena ia memang sudah berjanji akan menemani Bunda Ratih check up besok pagi .
Sementara Fandy hanya diam membisu saja . Ia bahkan mengacuhkan Reyna yang tengah berada di samping nya .
" Jadi bagaimana kelanjutan hubungan kita " Ucap Reyna meminta kepastian
" Aku salah telah memilih mu . Nasya benar , Aku terlalu sibuk memperjuangkan kamu Tanpa aku tahu kalau ibu ku sendiri sedang berjuang melawan penyakit nya " Ucap Fandy dengan penuh Amarah
" Aku tidak meminta untuk kamu perjuangkan Fandy . Mengapa kamu menyalahkan semua nya kepada ku " Ucap Reyna sambil terisak Ia tidak tahan menahan air mata nya yang semakin deras membasahi pipi nya
" mungkin lebih baik kita harus berpisah Rey ! Maafkan Aku yang terlalu egois . Dan Aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita " Ucap Fandy lalu pergi meninggalkan Reyna yang menangis sendiri di cafe itu
" Fandy !!! " Ucap Reyna yang terus mengejar Fandy sampai ia terjatuh . Ia tidak perduli dengan tanggapan orang lain yang memperhatikan nya .
" Jangan tinggalkan Aku Fandy ! Aku mencintai mu, Bukan kah kau bilang Akan memperjuangkan cinta kita " Ucap Reyna sambil menangis dan tubuh nya terkulai lemas
" Fandy !!! " teriak Reyna tetapi Fandy meninggalkan nya Sendiri di Cafe itu .
Reyna tak kuasa menahan diri, Air mata nya yang deras membasahi pipi nya, Ia tidak membayangkan Akan berpisah dengan Orang yang ia sayang . Sungguh menyakitian
Berulang kali kau menyakiti
Berulang kali kau khianati
Sakit ini coba pahami
Ku punya hati bukan tuk di sakiti
Ku akui sungguh beratnya
Meninggalkanmu yang dulu pernah ada
Namun harus aku lakukan
Kar'na ku tahu ini yang terbaik
Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya, sakitnya, oh sakitnya
Ku akui sungguh beratnya
Meninggalkanmu yang dulu pernah ada
Namun harus aku lakukan
Kar'na ku tahu ini yang terbaik
Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya, sakitnya, oh sakitnya
Cintaku lebih besar dari cintanya
Mestinya kau sadar itu
Bukan dia, bukan dia, tapi aku
- by Judika
Tiba tiba saja Ada seseorang berperawakan besar yang melambaikan Tangan nya di depan Wajah Reyna . Reyna menatap nya dari bawah sampai ke Atas . Ia memang tidak mengenali lelaki bertubuh besar itu .
Aduduh kira kira siapa ya ? Galau berjamaah Guys . Semoga Saja Ada keajaiban kalau Fayna bisa kembali lagi. Karena Jodoh tidak akan kemana mana .
Masih nunggu cerita ini kan ?
komen Yuk Rame Rame