My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Masih ada kesempatan




..." Apa kita bisa kembali seperti dulu? apa kamu bisa memaafkan semua kesalahanku, dulu kita tidak berjarak, namun sekarang untuk sekedar melihat senyum mu saja, aku tidak bisa Eleanor!"...


***


Rangga mengirim pesan begitu banyak kepada Elea, Rangga mengajak Elea untuk bertemu di taman cinta, taman yang biasa mereka kunjungi bersama, untuk sekedar melepas rasa rindu dan mencurahkan perasaan masing-masing.


Sebenarnya Rangga sudah berusaha untuk mengobrol dan membujuk Elea di sekolah, namun Elea nampak begitu acuh kepada Rangga bahkan melirik pun Elea tidak mau. Rangga mengerti dengan sikap Elea, karena ini murni kesalahannya. Namun Rangga tidak ingin terus berlarut dalam kesedihan dan ketidakpastian, Elea memutuskannya hanya dengan sepihak saja, menurut Rangga itu tidak resmi sebelum kata-kata putus di setujui oleh nya.


Bagaimanapun, mereka berdua yang menjalin hubungan, tidak mudah bagi Rangga untuk melepaskan Elea begitu saja, ia ingin memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya dan juga menjelaskan semua nya. Agar Elea tidak salah paham lagi.


Pulang sekolah, Rangga langsung berangkat menuju taman cinta ia memperhatikan gerak gerik Elea yang nampak nya belum mereda, Namun Rangga yakin, Elea akan datang menemui nya.


..." Semakin kamu bersikap dingin terhadapku, semakin aku merasa bersalah elea ..."...


Rangga mengendarai motor nya, dan ia berhenti di sebuah toko untuk membeli permen lollipop kesukaan Elea, dan berharap Elea menyukai nya.


Rangga tersenyum sambil mencium permen lolipop yang baru saja di beli nya, sampai sang pelayan toko mentertawakan ulah Rangga yang sangat aneh.


" Lagi kasmaran yah kak?" tanya seorang pelayan toko yang melihat Rangga begitu sumringah mencium permen lollipop


" Tidak perlu tahu!" ucap Rangga sambil bergegas menuju taman cinta, sementara sang pelayan toko menggelengkan kepala nya sambil tersenyum ke arah Rangga.


Di sepanjang jalan, Rangga masih berharap dan membayangkan masa masa ketika pertama kali menyatakan cinta kepada Elea, waktu itu ia berjanji akan menikahi Elea, tapi nyatanya sekarang Rangga malah berjarak dengan Elea.


Apa semua hubungan itu harus di lalui dengan roda yang berputar, Hubungan yang tidak sesuai kenyataan. Hubungan yang diharapkan akan baik-baik saja harus berakhir dengan perpisahan.


Tidak...


Rangga tidak akan membiarkan itu terjadi, menurutnya sulit untuk mencari pengganti Elea, yang bahkan bisa meluluhkan hati nya. Selama ini, Hanya elea yang bisa membuat Rangga begitu konyol, sampai ia rela menjadi budak cinta nya. Baru kali ini Rangga menemukan perempuan yang apa adanya seperti Elea, selalu membuatnya tertawa, meski sedikit manja namun Rangga menyukai sikap manja Elea.


" aku merindukanmu ratu lolipop, berhenti marah kepadaku!"


Karena terhanyut dalam bayangan wajah cantik Elea, hampir saja Rangga menabrak kucing yang ingin menyebrangi jalan.


Rangga menekan rem dengan sangat cepat, bahkan Rangga begitu terkejut, ia menghela nafas, untung saja ia tidak menabrak kucing yang malang itu.


-


Sementara Elea begitu bimbang, ia memang seharian ini mengabaikan Rangga tapi bukan berarti Elea tidak perduli dengan Rangga , ia masih menyimpan perasaan kesal apalagi kalau sudah mengingat Meghan, Semua bayangan Rangga bahkan terasa menyakitkan.


" ayo el, kita pergi ke rumah sakit untuk menjenguk ayah kiara!" ajak Karin yang terus memaksa Elea untuk pergi.


Kayak nya rumah sakit adalah tempat menyakitkan bagi Elea, karena untuk pertama kali ia melihat rangga begitu menyakitkan.


" Tidak untuk sekarang rin, aku mau langsung pulang!" ujar Elea


" Beneran pulang kan? tidak menemui Rangga atau semacam nya?" ucap Karin yang menunjuk wajah Elea, namun Elea menggibas telunjuk karin.


" apaan sih, nggak mungkin! untuk apa aku menemui Rangga!" ucap Elea sambil merasa kesal , padahal ia ingin sekali menemui Rangga di taman cinta.


" Biarkan , Rangga berjuang sendiri. suruh siapa menyakiti hati kamu, aku tidak akan mau, kalau sampai kamu tersakiti lagi...." ucap Karin yang memeluk erat Elea.


" Iya tenang saja, kalau gitu! aku pulang duluan, sampaikan salam ku kepada kiara, mungkin lain kali aku akan menjenguk ayah nya....." ucap Elea sambil memeluk Karin


" Iya, aku akan menemanimu sampai taksi nya datang..." ucap Karin yang setia menemani Elea.


" Segitu nya...." ucap Elea sambil tertawa


" Iya, aku tidak mau kamu di ganggu oleh cowok lain, apalagi Rangga. Aku akan memastikan kamu baik-baik saja sampai rumah...." ucap Karin, padahal Dylan sudah menunggu nya dari tadi. untung saja Dylan begitu sabar.


Tak lama Taxi pun datang, kebetulan elea memang tidak pulang bareng Alvin, karena Alvin sibuk dengan tugas nya sebagai murid di kelas dua belas, terpaksa Elea pulang dengan naik taxi.


" Aku pulang duluan!" ucap Elea yang langsung memasuki Taxi.


Karin pun melambaikan tangan.


" Hati-hati di jalan...." ucap Karin.


Dylan pun cemberut, karena Karin terlalu sibuk mengurus Elea.


" Masa sama elea cemburu sih?" ucap Karin sambil mencubit pipi Dylan.


" Elea itu cewek!"


" Dia itu bukan cewek, masa ada cewek barbar banget!" ucap Dylan yang sudah mengenal elea dari kecil bahkan mereka sudah sering bersama.


" sahabat kamu!" ucap Karin.


Akhirnya, mereka pun pergi menuju rumah sakit untuk menjenguk ayah Kiara yang sedang terbaring lemah. Sebenarnya mereka ingin menunggu Alvin, namun Alvin mengatakan tidak akan ke sana karena pulang sore, ia harus mendapatkan pelajaran tambahan untuk persiapan ujian nanti.


****


Di tengah perjalanan, Elea merasa galau ia sendiri bingung, setelah mendapat banyak pesan WhatsApp dari Rangga, bahkan Rangga menyuruh nya untuk menemui nya di taman cinta.


Bahkan, Rangga memohon kepada Elea untuk datang ke taman cinta, Rangga mengatakan ini pertemuan terakhir dan setelah itu, Rangga tidak akan menganggu elea lagi.


Pesan-pesan dari Rangga pun bahkan membuat hati elea bimbang, ia hanya bisa menangis sesegukan di dalam taxi sampai supir taxi pun merasa heran.


^^^" sulit rasanya bagiku, untuk melupakan kamu secara tiba-tiba Ga, tapi aku masih merasakan sakit hati yang amat dalam ga..."^^^


Elea menyuruh supir taxi untuk memutar arah, padahal sebentar lagi ia akan sampai ke rumah, namun Elea menyuruh Supir taxi untuk memutar arah ke jalan taman cinta yang berada di selatan rumah Elea.


Supir taxi itu menuruti keinginan penumpangnya,Elea memang ingin menemui Rangga di taman cinta.


Sudah hampir satu jam Rangga menunggu kedatangan Elea, namun ia tak kunjung datang. Rangga duduk di depan danau sambil melempar batu kerikil, ia menatap air danau yang nampak tenang mengalir , namun hati Rangga tidak tenang seperti air danau. Rangga semakin merasa galau, apalagi ia berharap Elea datang menemui nya.


" Apa semudah itu kamu melupakan aku el, apa karena kesalahan aku yang begitu besar, sampai kamu tidak ingin menemui ku..."


Rangga berteriak, sambil melempar batu kerikil kecil ke arah danau. Ia tidak bisa menahan emosi nya, untung saja Danau ini tampak sepi, karena semua orang sibuk dengan makan siang nya.


Elea menatap Rangga dari kejauhan, ia bahkan tidak berani untuk datang menemui Rangga. Elea hanya ingin memastikan kalau Rangga baik-baik saja.


" untuk kali ini, aku tidak bisa menemui mu Rangga, Aku butuh waktu untuk melupakan semua kejadian kemarin!"


Elea bersembunyi di belakang pohon besar, ia menangis sejadinya setelah melihat Rangga yang penuh dengan amarah.


" Aku mencintaimu Elea........"


Rangga berteriak, dengan melempar batu kerikil tersebut ke arah danau.


Elea tidak bisa melihat Rangga terus menerus seperti itu, ia langsung pergi namun tanpa sadar, gantungan tas bergambar lolipop itu terjatuh di bawah pohon besar.


" Aku juga mencintaimu Rangga, tapi...."


tanpa melanjutkan perkataannya, Elea pun pergi begitu saja. ia tidak bisa menahan deras nya air mata yang jatuh membasahi pipi nya.


Elea tidak menyadarinya, ia langsung pergi meninggalkan danau itu.


Sementara Rangga sudah putus asa, harapan nya seolah sirna, mungkin Elea sudah terlanjur membencinya, tidak ada ruang bagi Rangga untuk kembali. Padahal Rangga ingin mengajak Elea bertemu, bertatap muka dan memperbaiki hubungannya.


Rangga ingin pulang namun tiba-tiba saja, ia menendang gantungan tas yang berada di bawah pohon.


Rangga berhenti, dan mengambil gantungan tas tersebut.


" ini kan punya elea?" ucap Rangga,


rangga langsung berlari mencari keberadaan Elea, karena cuma elea yang mempunyai gantungan tas bergambar lolipop, Rangga yakin Elea pasti datang menemui nya, tapi kenapa Elea tidak mendekati nya sama sekali.


" Aku yakin, kamu akan menemui ku Elea!"


Duh, balikan jangan nih?




kira-kira balikan jangan guys ?


coba komen ???