
Setelah di nyatakan sembuh oleh dokter, Meghan pun sore ini juga di perbolehkan untuk pulang, Akhirnya Meghan bisa bernafas dengan lega setelah ia di rawat selama dua minggu lama nya.
Meghan sangat merindukan Rangga, sudah hampir seminggu Rangga tidak menjenguk nya, mungkin itu semua karena kejadian seminggu lalu, ketika Elea memergoki dirinya sedang berduaan bersama Rangga.
Meghan terdiam sejenak, sambil memikirkan Rangga.
" Sayang, mulai besok Dad tidak mau membiarkan kamu tinggal jauh dari Daddy..." ucap Brian yang amat mencintai Meghan.
Karena meghan adalah anak tunggal nya.
" Iya Dad, aku juga tidak ingin jauh dari Daddy, tapi Daddy sudah mengabari Rangga?" ucap Meghan yang merasa penasaran.
" Sudah sayang, besok pagi dia akan mengantarmu ke bandara!" ucap Daddy
" Yasudah, ayo kita pulang daddy, aku sudah bosan berada di rumah sakit!"
Brian pun menggandeng Meghan mengikuti lorong rumah sakit, Meghan sudah nampak membaik, namun ada hal yang selalu tidak membuat nya tenang.
Di perjalanan, Meghan selalu diam tidak ceria seperti biasanya, Meghan bahkan memikirkan kesalahan fatal yang di buat oleh dirinya, mengapa ia begitu jahat memisahkan dua orang yang sedang di mabuk cinta.
" sekeras apapun aku berusaha untuk membuat rangga kembali jatuh di pelukan ku, nyatanya itu semua tidak bisa, Rangga amat mencintai Elea....."
Meghan pun melihat Elea di sisi jalan yang tengah berjalan sendirian, ia meminta Daddy untuk menghentikan mobil nya, ia ingin sebelum kembali ke Sidney, semua masalah maupun beban pikiran nya terselesaikan, Meghan ingin hidup normal, dan membuka lembaran baru di Sidney.
" Daddy, aku mohon berhenti!" ucap Meghan dengan sangat keras, sampai Brian begitu terkejut dan menekan rem dengan sangat cepat.
Mobil yang di kendarai Brian berhenti tepat di dekat Elea yang tengah berjalan di trotoar.
Meghan membuka pintu mobil dan menghampiri Elea.
Elea nampak acuh, apalagi kalau sudah melihat wajah Meghan, semua bayangan minggu lalu, maupun rasa sakit muncul kembali di hadapan nya.
" untuk apa dia menghampiriku? untuk membalas semua perbuatan nya, atau mentertawakan aku karena aku kalah dari nya?"
" Elea tunggu!" ucap Meghan yang berlari bahkan ia tidak memperdulikan teriakan Brian yang sedari tadi memanggil nya.
" Ada apa?" ucap Elea dengan sangat jutek
" aku mau ngomong, dan ini penting el!" ucap Meghan dengan penuh keseriusan.
" Mau ngomong apa lagi? semua nya sudah cukup, antara aku dan Rangga tidak ada hubungan apa-apa lagi, jadi sekarang kamu bebas mau dekat sama Rangga, aku tidak perduli!" celoteh Elea, bahkan Meghan begitu terkejut ketika mengetahui kalau Elea dan Rangga sudah putus.
Meghan memohon kepada Elea, untuk mendengarkan semua penjelasan nya. Niat meghan baik, ia tidak ingin Rangga membencinya karena Meghan yang membuat semua masalah antara Elea dan Rangga terjadi, dan Meghan penyebab putusnya hubungan Rangga dan juga Elea.
" Aku mohon el, karena aku tidak memiliki banyak waktu!" ucap Meghan.
" Apa yang ingin kamu katakan?" ucap Elea
Meghan mengajak Elea untuk duduk di dekat pohon rindang, dan Meghan sudah meminta ijin kepada Daddy untuk menunggu nya di dekat tempat makan terdekat, karena ia ingin berbicara dengan Elea. Daddy pun mengijinkan dan memarkirkan mobilnya di dekat tempat makan.
" Besok aku akan kembali ke Sidney, jadi aku mohon sebelum aku kembali, aku tidak ingin menjadi beban di hidup kamu maupun Rangga!" ucap Meghan penuh dengan keseriusan.
elea hanya terdiam , ia lebih memilih mendengarkan ucapan Meghan berikutnya.
" aku tahu mungkin saat ini, kamu begitu membenciku el, aku minta maaf atas semua ambisiku, dulu aku berambisi Rangga akan kembali kepadaku, karena aku begitu mencintai nya ...."
" Terus apa usaha kamu sekarang? setelah kamu tahu aku dan Rangga sudah putus?" ucap Elea yang sedikit kesal.
" Rangga hanya menolongku, mungkin itu saja. walaupun Raga nya sedang bersama ku, tapi tetap dia tidak bisa tenang, dia terus memikirkan kamu di saat dia sedang bersama ku!"
" Aku minta maaf elea, atas semua yang terjadi dan aku minta kembalilah kepada Rangga, dia amat mencintai mu!"
Meghan menjelaskan semua ambisi nya untuk mendapatkan Rangga, namun di titik ini Meghan merasa lelah dengan semuanya, karena sudah berulang kali meghan berusaha mengambil hati Rangga namun nyatanya Rangga tidak akan bisa kembali menjadi milik nya lagi, karena Rangga sudah mempunyai elea, mungkin hanya elea yang berada di hati Rangga.
Elea begitu terkejut ketika mendengar semua ucapan Meghan , Bahkan Elea sempat meragukan kejujujuran Meghan namun setelah melihat Meghan menangis, Elea begitu yakin kalau Meghan menyesali semua perbuatannya.
" apa kamu mau memaafkan aku elea?" ucap Meghan dengan penuh emosi.
Elea menghela nafas dengan lega. ia masih berusaha untuk mempercayai semua ucapan meghan.
" elea, aku mohon!"
" Iya aku maafkan semua kesalahan kamu, tapi aku masih tidak bisa untuk kembali bersama Rangga!" ucap Elea.
" Kenapa el, bukankah kamu begitu mencintai Rangga?" ucap Meghan dengan sangat heran.
" aku memang mencintai Rangga, tapi tidak semudah itu aku melupakan semua kejadian kemarin, aku perlu waktu untuk melupakan semua nya, aku tidak bisa pura-pura lupa...."
" Tapi el, Rangga begitu mencintai kamu. " ucap Meghan
Meghan menggenggam tangan Elea dengan sangat keras , dan memberikan elea penyemangat agar bisa kembali bersama Rangga.
" elea, kamu begitu beruntung bisa memiliki Rangga, bisa merasakan kasih sayang dari Rangga, sedangkan aku sama sekali tidak bisa merasakan, kamu adalah wanita yang sangat beruntung, di bandingkan ribuan wanita di luar sana yang ingin mendapatkan Rangga...."
" Jadi jangan sampai perasaan cinta Rangga berubah menjadi rasa benci, karena kamu terus menolak nya..."
Elea nampak terdiam, ia memikirkan semua ucapan Meghan, memang selama ini banyak sekali wanita yang mengincar Rangga, bahkan sampai kakak kelas pun banyak yang menggoda Rangga, apa elea begitu egois?
elea hanya butuh waktu, untuk melupakan semua nya.
" Aku sudah memaafkan kamu, Aku harap kamu beneran serius meminta maaf kepada ku, kalau gitu aku harus pulang dulu...." ucap Elea sembari berdiri dan menunggu bus Atau taksi untuk menjemputnya pulang.
" terimakasih elea, aku menyesal!" ucap Meghan sembari memeluk elea dengan sangat erat.
Mungkin kali ini, Elea harus percaya dengan ucapan Meghan namun di sisi lain Elea sulit melupakan kejadian kemarin, tapi semua kejujuran meghan bahkan membuat hati elea menjadi luluh.
" apa benar semua ucapan Meghan? apa aku terlalu egois memikirkan perasaanku sendiri?"
setelah mendapatkan taksi untuk pulang, Elea malah semakin terdiam, ia memikirkan semua ucapan Meghan, bahkan ia memikirkan Rangga yang terus berusaha untuk membujuk nya dan mengajak nya kembali menjalani hubungan, namun di sisi lain rasa takut kehilangan Rangga pun semakin elea rasakan.
" terus berjuang untuk mendapatkan aku kembali rangga, karena aku takut kehilangan kamu...."
Elea takut suatu saat Rangga mulai menyerah untuk mendapatkan nya, karena sifat egois elea yang begitu tinggi.
" apa aku harus memberikan kesempatan kedua untukmu?"