My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Bintang kelas



Alvin Geraldy




Dylan Arvarendra




Refrangga Emeraldy



Emily Eleanor Tsabit Nameera



Rangga Vs Elea




~


Sekitar pukul 22.00 wib, Aleyna dan juga anak kembar nya sudah sampai di rumah, Adnan pun sudah menyambut kedatangan Aleyna dan juga anak kembar nya, ia berdiri di depan pintu dengan tangan yang di lipat di dada, Adnan mengenakan baju tidur piyama berwarna biru. Lantas, aleyna pun langsung menghampiri Adnan ia tersenyum ke arah Adnan di ikuti oleh Alvin dan juga elea.


" Maaf Mas, tadi jalanan macet. " ucap Aleyna sambil mencium tangan Adnan.


" Masuk lah, di luar dingin. " ucap Adnan yang langsung menggiring istri dan juga anak kembar nya untuk masuk.


" Alvin dan Elea, mandi dan masuk kamar. Jangan lupa langsung tidur!" ucap Adnan yang menyuruh kedua anak kembar nya untuk segera tidur karena sudah terlalu malam bagi mereka, apalagi besok mereka sekolah.


Alvin dan Elea pun hanya menuruti keinginan Adnan saja, kebetulan mereka sudah lelah dan juga mulai mengantuk karena aktivitas seharian ini.


" Sayang, kamu bilang hanya mengajak anak-anak ke tempat pemotretan, tapi kenapa kamu biarkan mereka menjadi model clothing line kamu?" ucap Adnan ketika mereka sudah sampai di kamar.


" Semua itu serba mendadak Mas, aku bahkan awalnya tidak menyetujui." ucap Aleyna sambil melepas aksesoris yang ia kenakan.


" Lain kali,jangan menjadikan anak sebagai ladang bisnis mu, aku tidak ingin Alvin dan Elea tumbuh menjadi model, aku ingin mereka menjadi dokter, sebagaimana keluarga ku. " ucap Adnan dengan tegas.


Aleyna pun menghela nafas, memang Adnan dari dulu terlalu mencintai pekerjaan nya, sampai ia tidak berpikir dua kali, belum tentu Alvin dan Elea ingin menjadi dokter, tapi rasanya Adnan selalu menuntut keinginan nya.


" Mas Adnan, aku tidak ingin memaksa anak-anak untuk menjadi dokter seperti mu, aku takut itu akan menjadi beban buat mereka nanti nya." ucap Aleyna sambil menghampiri Adnan


" Tidak ada beban, itu semua baik untuk masa depan mereka, dan aku minta tolong kepadamu, jangan melibatkan Alvin maupun Elea dalam bisnis mu. " ucap Adnan yang langsung pergi meninggalkan Aleyna.


ia masih merasa kesal dengan Aleyna.


Aleyna pun memegang kedua pelipis nya yang terasa pusing, ia tidak tahu harus memihak kepada Adnan atau tidak yang pasti Aleyna tidak ingin memaksakan kedua anak nya untuk menjadi dokter, Aleyna akan selalu mendukung apapun keinginan anak nya nanti.


Mas Adnan, sampai kapan sifat egois mu itu. Aku takut, akan kehilangan kesabaran ku. Aku tahu, kamu mencintai pekerjaan mu? lantas bagaimana kamu bisa memaksakan anak-anak mu untuk bisa menjadi seperti mu.


Aleyna pun langsung bergegas mandi, ia akan membicarakan hal ini nanti ketika suasana menjadi lebih tenang.


-


Pagi nya, Aleyna membangunkan kedua anak kembar nya karena mereka harus pergi ke sekolah, Aleyna sudah menyiapkan sarapan untuk kedua anak kembar nya.


" Sayang, bangun!" ucap Aleyna bahkan ia terkejut ketika melihat Alvin dan Elea sudah siap dengan seragam nya.


" Kita berdua sudah siap Mom!" ucap elea yang berdiri di samping Alvin.


" Tumben, ada apa ini?" ucap Aleyna yang nampak heran melihat kedua anak kembar nya begitu semangat ingin pergi kesekolah.


Biasanya, mereka masih tertidur.


" Tidak ada apa-apa Momy, kita berdua sudah tidak sabar ingin pergi ke sekolah. " ucap Alvin


" Betul itu Mom. " Sahut elea yang nampak girang, biasanya ia paling malas kalau pergi ke sekolah.


" Tapi sarapan dulu, Momy sudah siapkan Roti panggang kesukaan kalian. " ucap Aleyna sambil mengajak kedua anak kembar nya ke ruang makan.


Alvin dan Elea pun duduk di ruang makan, mata mereka fokus ke sudut kursi paling depan, tempat yang biasa Adnan duduki, tapi kursi itu kosong, mereka saling menatap satu sama lain, dan sambil menggelengkan kepalanya.


" Daddy kemana mom?" tanya Elea.


" Tadi ada tamu, tapi momy tidak tahu itu siapa, sebentar momy panggilkan dulu. " ucap Aleyna


Aleyna hendak beranjak dari duduk nya tapi ia tahan karena Adnan sudah datang, namun ada yang berbeda, Adnan datang dengan dua orang pria sekitar tiga puluh tahun, dan juga dua orang perempuan dengan umur yang berbeda.


" Sayang, kenalkan ini keluarga Pak Anwar, mereka yang akan bekerja di rumah kita. " Ucap Adnan.


" Selamat datang, semoga betah kerja di rumah ini. " ucap Aleyna sambil tersenyum ramah.


" Ini ada Pak Anwar yang akan menjadi supir pribadi, jadi Alvin dan Elea tidak usah khawatir, kalau daddy sibuk bekerja kalian bisa berangkat dengan diantar oleh Pak Anwar. " ucap Adnan.


" Kenapa sih tidak membelikan elea mobil saja, masa elea kalah sama Karin!" ketus elea, ia memang ingin sekali memiliki mobil pribadi.


" elea,kamu masih di bawah umur, daddy tidak akan membelikan kamu mobil. " ucap Adnan dengan tegas.


Elea pun menghentikan makan nya, ia menaruh garpu dan juga pisau dengan sangat keras, segera ia mengambil tas dari atas meja dan bergegas keluar, elea memang sering sekali ngambek apalagi, keinginan nya tidak dituruti oleh Adnan.


" el berangkat!" ucap nya yang langsung bergegas pergi.


" Pak Anwar dan Bi Marni langsung bekerja saja, antarkan kedua anak kembar saya kesekolah. " ucap Adnan


" Bi Marni bereskan ini saja!" ucap Aleyna sementara anak bi Marni membantu, dan adik nya yang akan menjadi supir Adnan.


" Baik Tuan/Nya. " ucap nya


Aleyna pun membenarkan kerah baju Adnan, dengan sangat lembut bahkan penuh kasih sayang.


" Mas Adnan, lain kali jangan bersikap keras terhadap elea, aku takut elea malah mengira Mas Adnan pilih kasih kepada nya. " ucap Aleyna


" Sayang, aku sama sekali tidak memihak kepada Alvin maupun elea, hanya saja aku tidak ingin elea menjadi anak yang nakal. " ucap Adnan.


" Iya Mas, aku mengerti. " ucap Aleyna yang mencium tangan Adnan, karena ia akan pergi bekerja.


" Jangan khawatirkan aku, karena aku hari ini akan pulang malam. " ucap Adnan sambil mencium kening Aleyna.


Sementara Alvin, juga mencium tangan kedua orang tua nya, beda dengan elea yang sudah menunggu dari tadi di mobil dengan raut wajah kesal nya. sesekali, ia menyuruh Pak Anwar, untuk menekan tombol klakson nya.


" Jaga elea ya Kak, semangat belajar nya." ucap Aleyna sambil mengelus rambut Alvin.


Akhirnya dua mobil pun keluar dari rumah besar milik Adnan, dan meninggalkan Aleyna sendiri di rumah, sebenarnya Aleyna ingin pergi keluar namun, ia sedang ingin beristirahat di rumah.


" Hari ini pembagian kelas ya kak?" tanya Elea


" Iya , memang kenapa?" sahut Alvin.


" Kira-kira aku masuk IPA apa IPS ya kak?" Tanya elea, ia malah bingung.


" Menurut kamu, bagaimana?" tanya Alvin lagi


" Ah, aku ingin satu kelas sama Kak Alvin, biat enak nyontek nya gitu hehhe... " ucap Elea


" Aku tidak mau. " ucap Alvin


" kak Alvin!" teriak elea, ia nampak nya kesal dengan saudara kembar nya itu.


Tak lama mobil itu, datang di depan gerbang sekolah, hari ini tidak telat, Alvin segera keluar dari mobil di ikuti elea, mereka melambaikan tangan ke arah Pak Anwar.


" Semangat Den Alvin, dan Non Elea!" ucap nya.


"Siap Pak!" ucap Elea


Mereka masuk ke dalam sekolah, Elea pun bertemu dengan Kiara dan juga Dylan mereka pergi dan menuju ke aula karena ada pengumuman pembagian kelas, yang sudah di tempel di majalah dinding.


" Vin, kayak nya kita satu kelas lagi deh. " ucap Dylan


" Masa sih?" ucap Alvin sambil tersenyum


" Kalau aku masuk kelas apa ?" tanya elea kepada dylan.


" Kelas khusus anak Paud. " celoteh Dylan


sambil menjulurkan lidah nya.


" Dylan, aku benci sama kamu." ucap Elea sambil mencubit Dylan.


" Biarin!" sahut Dylan.


Elea pun semakin kesal, namun Kiara menahan nya, Kiara mengajak elea untuk lebih cepat agar segera sampai ke Aula.


" sudah el, lebih baik kita pergi ke Aula. Aku berharap kita bisa satu kelas lagi. " ucap Kiara


" Aku juga berharap, aku tidak ingin pisah dari kamu dan Karin, tapi Karin di mana?" tanya elea sambil melirik ke kanan dan kiri


" Aku juga tidak tahu, dia dimana!" ucap Kiara.


Akhirnya, mereka memasuki Aula yang sudah mulai padat oleh siswa lain, karena mereka juga hendak melihat pengumuman pembagian kelas, apalagi khusus kelas X.


Elea berharap ia tidak satu kelas dengan Rangga, kalau sampai ia satu kelas dengan Rangga, elea pasti tidak akan betah.


.


.


.


.


.


.


Maaf Author update nya jarang banget, karena Author lagi sibuk bikin kue hehe