My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Berjuang bersama



Setelah menerima Telepon dari dr. Adnan Fandy pun segera bergegas pergi ke kediaman dr. Adnan untuk menengok keadaan Reyna . Ia sangat khawatir dengan keadaan kekasih nya itu, bagaimana pun perkataan Bunda Ratih memang sangat Menyakitian, Dan Fandy akan secepatnya meminta maaf atas perlakuan ibunda nya, Segera ia mengambil kunci mobil yang terletak di Nakas dekat tempat tidur nya, Ia segera beranjak pergi tanpa menghiraukan Bunda Ratih,


Tak lama langkah nya terhenti ketika melihat keluarga Josephine sudah berada di ruang tamu beserta Reyna yang sedang duduk santai di sana , Ingin sekali Fandy marah besar terhadap keluarga Josephine yang terus ingin menjodohkan nya, Akan tetapi ia Juga takut Bunda nya akan bersikap ceroboh bahkan mengancam dirinya kalau Bunda ratih akan mati jika Fandy tidak menerima perjodohan ini .


" Nak Fandy " Ucap Josephine dengan sangat Ramah . Namun Fandy hanya tersenyum kecut seperti senyuman yang di paksa . mengingat ia khawatir dengan keadaan Reyna .


" Fandy duduk sebentar, om ingin berbicara kepada mu " Ucap Pak Joseph panggilan nya


Fandy hanya menuruti keinginan nya saja, untuk memberi rasa hormat kepada nya . Ia duduk di samping Nasya yang tengah Asik memainkan ponsel nya .


" Apa yang om ingin bicarakan ? katakan lah aku tidak mempunyai banyak waktu " Ucap Fandy dengan tergesa gesa


" Fandy " Sahut Bunda Ratih memberi Isyarat agar Fandy bersikap tenang


" Begini Nak Fandy, Berhubung kalin sudah bertemu dan kalian sudah sama sama sukses . Jadi saya ingin pernikahan kalian di percepat Yaitu dua bulan lagi " Ucap pak Josephine yang membuat Nasya dan Fandy terperangah mendengar nya.


" Papah ngga bilang kalau pernikahan Aku akan di percepat " Ucap Nasya karena ia juga tida tahu menahu


" Terserah kalian atur saja , Aku tidak mempunyai banyak waktu untuk berbincang . Maaf " Ucap Fandy lalu bergegas pergi tanpa menghiraukan Bunda Ratih yang terus memanggilnya .


" Anak itu memang akhir akhir ini susah di Atur " Ucap Bunda ratih


" Biarkan saja, Fandy masih labil " Ucap Pak josephine .


" Aku kira Fandy menolak keinginan nya untuk menikah dengan ku Bunda " Ucap Nasya dengan wajah yang di tekuk


" Tidak Nak Nasya, Fandy mungkin lagi sibuk " Ucap Bunda Ratih memberi pengertian kepada Nasya


" Bukan itu Bunda, Karena Fandy sudah memiliki kekasih begitu juga Nasya " Ucap Nasya dengan sangat lembut


" Yang terpenting kalian sudah sangat serasi toh cinta itu datang dengan sendiri nya dan Bunda sangat berharap kalau Nasya bisa menerima Fandy . Bunda akan sangat senang mendengar nya " Ucap Bunda Ratih sambil tersenyum dan membelai rambut dr.Nasya


" Baik bunda, Nasya akan mencoba mencintai Fandy . Karena Fandy lah yang akan menjadi calon imam dari Nasya demi Papah " Ucap nasya dengan sangat sopan.


" Papah bangga dengan mu nak . Kau anak papah yang membanggakan " Ucap Josephine sambil memeluk anak nya itu .


" Bunda juga bangga sama calon menantu bunda yang sempurna ini " Ucap Bunda Ratih yang begitu baik terhadap Nasya .


*


*


*


Tak lama mobil Lambhorgini berwarna hitam metalic itu pun sampai di perkarangan besar Rumah Aleyna dam Adnan, Fandy sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Reyna . ia sangat ingin tahu keberadaan Reyna yang pingsan akibat ulah nya, Sungguh perasaan Fandy sangat tidak tenang . Dan langkah nya pun terhenti ketika susan yang baru saja datang menghampiri nya .


" dr. Fandy " Sahut nya dari kejauhan


" Untuk apa kamu menemui Reyna lagi . Setelah apa yang Kamu perbuat dan menyakiti perasaan. Reyna " Ucap Tegas Susan


" Kamu jangan ikut campur dengan masalah ku " Ucap Fandy


" .Hei !! kalau kamu sampai menyakiti Reyna .Ya jelaslah Aku ikut campur " Ucap Susan dengan sangat berani


" Kau Urusi saja urusan mu dengan Daniel jangan ikut campur " Ucap Fandy lagi kini sorot mata nya menatap tajam ke Arah Susan


" Benar benar tidak tahu malu .Pasti Reyna sakit gara gara kamu kan ! Dasar cowok ngga Ada perjuangan nya sama sekali , Banci tau nggak ! " Ucap Susan memancing Amarah Fandy


Fandy geram dengan semua perkataan Susan yang menyinggung dirinya , bukan kah kedatangan nya ke sini untuk memperjuangakan cinta nya dengan Reyna, Apa ia salah kalau harus menjenguk kekasih nya. Apa benar dengan perkataan susan kalau Dia lah penyebab Reyna bersikap seperti ini .


" Jaga bicara mu . Untung cewek kalau bukan sudah ku habisi kamu " Ucap Fandy dengan sangat marah


" Lebih baik kamu pulang dan menerima perjodohan mu dengan wanita pewaris tunggal Josephine jacklyn Group " Ucap Susan sambil beranjak pergi dan memasuki Rumah Reyna .


" Dan bilang pada ibu mu, Jangan membujuk semua pasien untuk di jodohkan dengan mu ." Ucap Susan sekali lagi .


Fandy diam seketika, Ia benar benar tersinggung dengan perkataan Susan yang seolah Cinta nya bisa di beli dengan Uang, Ia amat tidak senang dengan perkataan sahabat dari Reyna itu, Apa ia dia tidak pantas memiliki Reyna .


Fandy memasuki kediaman Adnan di sana sudah ada Adnan dan Aleyna beserta susan yang sedang mengobrol serius .


" Hei Fan " Sahut Adnan dan langsung menyuruh nya masuk.


dengan langkah malu malu, Fandy pun menapakkan kaki nya ke Ruang tamu Aleyna .


" Bagaimana keadaan Reyna ?" Tanya nya


" Dia sedang beristirahat, Dan baru selesai minum obat demam karena demam nya sangat tinggi " Ucap Adnan


" memang nya apa. yang kamu lakukan, Sampai Reyna di biarkan Hujan hujanan dan menangis " Ucap Aleyna dengan sangat sinis


" Ya jelas Reyna nangis soalnya Fandy ini mau di Jodohkan dengan wanita yang ia Ajak ke party kamu Ley " Celetuk Susan


" Jadi kamu mau di Jodohkan dengan wanita itu " Ucap Aleyna benar benar shock mendengar nya


" Tapi aku menolak nya " Jawab ketus Fandy


" Aku harap kamu tidak menyakiti perasaan Reyna untuk yang kedua kali nya . kalau sampai itu Terjadi aku akan turun tangan " Ucap sinis Aleyna ia kesal melihat Reyna yang terbaring lemah akibat memikirkan Fandy


" Apa aku bisa menemui Reyna " Ucap Fandy


" Sayang .. " Ucap Adnan sambil mengisyatakan Agar Fandy di perbolehkan masuk menemui Reyna


" Ya sudah kamu temui Reyna, Tapi Jangan sampai bikin ia menangis lagi . Kalau sampai kamu bikin dia nangis, Aku tidak akan mempertemukan kamu dengan Reyna lagi " Ucap Aleyna dengan penuh Ancaman .


" Baik " Ucap Fandy .


tak lama ia memasuki kamar Tamu di sana sudah Ada Reyna yang sedang terbaring lemah . Dengan wajah nya yang pucat, Fandy tak kuasa melihat nya.


Dan ia merasa bersalah . kalau saja ia tidak di tahan oleh bunda nya .Mungkin Reyna tidak akan kehujanan seperti ini Bahkan Fandy mengutuk diri nya sendiri . Mungkin perkataan Susan tadi benar, Kalau ia hanya bisa menyakiti hati Reyna Saja . Bahkan untuk membahagiakan Reyna saja Fandy belum mampu . Dan mulai sekarang ia berjanji akan memperjuangkan Cinta nya terhadap Reyna .


ia mendekati Reyna dan memegang Jari jemari Reyna yang hangat di genggaman nya . Lalu mencium nya . Kemudian ia mendoakan Agar Reyna segera pulih kembali,Tak lama ia mencium Kening Reyna yang hangat .


" Aku tahu Cobaan cinta kita begitu besar, Dan aku mau kita sama sama berjuang " Ucap Fandy sambil mencium Jari jemari Reyna yang kini Ada di genggaman nya.


Tiba tiba saja Reyna membuka mata nya dan menatap ke Arah Fandy dengan tatapan yang masih samar namun ia bisa merasakan genggaman Fandy yang begitu hangat dan menenangkan .


" kamu mau apa ? " Ucap Reyna dengan masih lemas


" Jangan coba pergi dari ku Rey " Ucap Fandy dengan sangat lirih


" Aku cukup tau diri dr. Fandy . Kau dan Aku sangatlah berbeda .Kau mempunyai segala nya sedangakan Aku ? orang tua ku bahkan tidak perduli dengan ku . Bunda mu memang benar, kau harus menikah dengan wanita yang sempurna seperti dr. Nasya " Ucap Reyna tak terasa Air mata nya jatuh membasahi pipi nya.


" Jangan berbicara seperti itu Rey . Pertama kali Aku menyatakan cinta kepadamu . Itu berarti aku menerima segala kekurangan mu Rey . Ayo berjuang demi cinta kita Rey " Ucap Fandy dengan lirih dan memeluk Reyna .


" Aku sangat mencintai kamu dr. Fandy ! Aku tidak biss melupakan mu begitu saja " Ucap Reyna dengan isakan nya .


" kalau kamu benar benar mencintaiku. kita berjuang bersama sama Rey. kita buktikan kalau Cinta kita kuat dan tidak akan terpisahkan " Ucap Fandy


" Tapi apa kamu siap menerima konsekuensi nya ? kalau kita sama sama berjuang " Ucap Reyna


" Apa konsekuensi nya ?" Ucap Fandy yang penasaran


" Kau akan kehilangan ibu mu atau kau akan kehilangan Aku " Ucap Reyna dengan penuh kesedihan .


" Aku tidak bisa memilih salah satu dari kamu Atau Bunda ku karena Aku sama sama sayang " Ucap Fandy


" Kalau gitu kita kawin lari ?" Ucap Reyna dengan sangat membuat Fandy terkejut mendengarnya .


Hmmm kira kira mereka bakal kawin lari atau Tidak ya ??????


Komen dong ...


Biar ga sepi Up malam malam gini 😁