My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Cewek Nakal



Esok harinya, murid-murid lain terbangun karena suara pluit yang amat kencang dari Pak Krisna, karena hari ini mereka akan mengadakan lomba untuk peserta persami, sekalian untuk menghibur dan menikmati acara perkemahan.


Elea dan kedua sahabatnya bangun dari tidur, karena suara bising, mereka menengok ke arah luar, banyak sekali atribute perlombaan.


" Aku lupa kalau hari ini ada lomba!" Ucap Karin yang baru saja bangun dari tidurnya.


" Lomba makan, aku mau!" Ucap Elea yang masih setengah terpejam.


" aku juga mau kalau lomba makan!" Tukas Karin.


" ah, paling lomba balap karung, nggak asik!" Ucap Kiara yang tidur kembali.


Tiba-tiba saja ada anggota osis yang membangunkan Elea dan kedua sahabatnya, mau tidak mau, Elea , Karin dan juga Kiara harus bangun dari tidurnya. meski sebenarnya malas sekali. Apalagi, tempat mandi antri.


Karena toilet dan kamar mandi hanya ada sepuluh pintu sedangkan peserta persami melebihi seratus peserta.


" Masa aku harus terjun ke sungai?" Ucap Elea yang melihat kamar mandi yang begitu antri.


" ide yang bagus, bagaimana kalau kita mandi di sungai, terus selendang aku ada yang mencuri, dan aku baru tahu, kalau kak alvin yang mencuri selendang ku!" Ucap Karin yang menghayal terlalu dalam.


" Idih, ketinggian hati-hati ada jurang, nanti jatuh!" Ucap Kiara yang menepuk jidat Karin.


" malas banget sih!" Ucap Elea.


" Bagaimana kalau kita mandi di kamar mandi cowok, lumayan sepi tuh el, Ra ...." Ucap Karin yang melirik ke arah kamar mandi cowok, yang nampak sepi.


" Jelas sepi, kalau cowok mandi itu pasti banyakan. Satu kamar mandi bisa sampai sepuluh orang!" Ucap Elea dengan kesal nya.


" Daripada kita telat, kayaknya saran Karin bermutu juga...." Ucap Kiara,yang setuju dengan pendapat karin.


" Tapi kan...." Tukas Elea, yang hendak menolak tapi kedua sahabatnya sudah pergi lebih dulu ke kamar mandi cowok. Terpaksa Elea mengikuti dari belakang.


karin dan Kiara memastikan tempat itu aman, dan tidak ada yang melihat mereka masuk ke kamar mandi cowok, setelah memastikan kondisi aman, Karin menyuruh Elea dan juga kiara untuk masuk dengan mengendap-endap, karena takut ketahuan peserta lain.


" Rin, aman kan?" Ucap Elea


Yang ingin memastikan.


" aman, ayo masuk!" Ucap Karin, kebetulan mereka masuk lewat pintu belakang.


Kamar mandi itu nampak sepi, meski terdengar suara cowok di kamar mandi sebelah, mereka memasuki kamar mandi sebelah kanan yang kosong, dan segera menutup pintu kamar mandi dengan sangat kencang. Karin menghela nafas dan memegang jantung nya. Karena ia takut, ada peserta cowok yang sedang buang air, sementara Elea bisa bernafas dengan lega.


" Untung saja tidak melihat penampakan!" Ucap Elea sambil ngos-ngosan, karena berlari dari arah luar menuju kamar mandi.


" Memang nya kamar mandi ini, ada hantu nya?" Ucap Kiara yang mulai parno.


" Ra, maksud nya penampakan cowok!" Ucap Elea yang tertawa melihat tingkah Kiara.


" Ra, belum bangun?" Ucap Karin yang meledek ke arah Kiara.


" enak saja, kamu nggak lihat, bola mataku bulet?" Pekik Kiara sambil melotot


" Nggak usah melotot gitu Ra, serem !" Tukas Karin sambil bergidik ngeri.


" Kenapa kamar mandi cowok lebih bersih?" Tanya Elea karena ruangan ini memang bersih, dibandingkan kamar mandi wanita.


" Mungkin karena mereka tidak terlalu banyak menghabiskan waktu di kamar mandi!" Ucap Kiara


Elea menyuruh kedua sahabatnya untuk diam, karena tiba-tiba saja dia mendengar suara cowok yang sedang bernyanyi sambil mandi di sebelah kamar mandi mereka.


" bisa diam nggak?" Ucap Elea yang menyuruh mereka untuk diam dan mendengarkan.


" Gila, kalau itu Rangga bagaimana?" Tanya Karin yang menatap ke arah Elea.


Mereka kembali melanjutkan kegiatan mereka di pagi hari, mandi sambil bercerita, meski kali ini berbeda karena dengan terpaksa mereka harus memakai kamar mandi cowok, karena antrian di kamar mandi cewek begitu panjang meski terdapat sepuluh pintu, mereka bertiga termasuk orang yang malas menunggu, jadi apapun mereka lakukan, termasuk mandi di kamar mandi cowok.


" Akhirnya selesai juga!" Ucap kiara setelah selesai berdandan dan menyisir rambut nya.


" lebih baik di ikat, atau di gerai saja?" Ucap Elea karena kebetulan dikamar mandi itu tidak ada cermin.


" Di gerai deh el, biar lebih cantik!" Ucap Karin yang sibuk memakai liptint di bibirnya.


Setelah selesai berdandan, mereka pun membuka pintu, bahkan di depan pintu kamar mandi mereka sudah banyak cowok yang antri, termasuk Rangga yang melingkarkan handuk di leher nya.


Rangga yang semula mengantuk, karena ia tidak tidur semalam, kedua bola matanya membulat ketika melihat Elea keluar dari kamar mandi cowok, seolah ia tidak percaya, Rangga mengucek kedua bola matanya kembali, untuk memastikan kalau orang yang kini ada di hadapannya adalah elea.


Elea tersenyum ke arah Rangga dan melambaikan tangan, ia segera berlari sambil mengendap lagi, banyak sekali cowok yang menggoda mereka namun,mereka mengabaikan nya, dan segera kembali menuju tenda.


" Dasar cewek barbar, pecicilan, mengapa dia mandi di kamar mandi khusus cowok, kalau sampai ada yang melihat atau mengintip lekukan tubuhnya yang indah itu, bisa hancur semua, Eleanor nakal!" Tukas Rangga sambil melotot dan menyuruh peserta lain untuk diam, dan berhenti menggoda Elea dan kedua sahabatnya. Rangga menatap kepergian mereka, untung saja tidak ada Pak Krisna yang melihat.


***


Semua peserta persami sudah berkumpul dan berbaris, mereka akan mengikuti lomba, diantaranya adalah lomba balap karung, lomba futsal, lomba basket dan lomba menata rias.


Di saat semuanya ramai , berbincang mengenai perlombaan, Rangga nampak marah dengan Elea.


" cewek nakal!" Ucap Rangga yang berdiri dibelakang Elea, Rangga memang sudah terbiasa datang secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan Elea dan membuat Elea terkejut.


" aku nggak nakal, Ga!" Ucap Elea yang memberontak.


" Kamu ngapain mandi di kamar mandi khusus cowok, nanti kalau ada yang mengintip kamu bagaimana?" Ucap Rangga dengan wajah dingin nya.


" Heheh,biarkan saja kalau mereka mau!" Ucap Elea yang bercanda, dan membuat Rangga semakin panas hati.


" Ratu lolipop, berjanji lah untuk menjaga itu semua, hanya untuk ku nanti, jangan biarkan orang lain melihatnya, aku tidak akan rela..." Ketus Rangga


Elea malah semakin gemas dengan sikap Rangga yang super posesif padahal, Elea tidak berniat membuatnya marah, Elea juga bisa menjaga dirinya sendiri.


Apalagi menyangkut kehormatannya.


" Dasar tukang cemburu, mana mungkin aku mengumbar itu semua, memang nya aku cewek apaan!" Ucap Elea sambil menyenggol tubuh Rangga.


" Cewek nakal, pecicilan, barbar!" Jawab Rangga, Elea pun tersenyum, karena melihat Rangga semakin cemberut tanpa senyum yang terlintas di bibirnya.


" daripada kamu, tukang cemburuan, negatif terus pikirannya sama aku!" Jawab Elea.


" Itu semua karena sayang!" Bisik Rangga lagi


" Sayang nya cuma bisik-bisik doang!" Jawab elea lagi.


Rangga mencubit kedua pipi Elea, karena Rangga sudah semakin kesal tapi, ia tidak bisa terlalu lama marah dengan elea.


Sementara Nadine yang memperhatikan dari kejauhan nampak sekali terlihat kemarahan nya, ia tidak terima kalau saja Elea dekat dengan Rangga, bahkan rumor pacaran antara Elea dan Rangga sudah tersebar, karena ada peserta lain yang melihat Elea semalam sedang bersama Rangga, perasaan Nadine semakin tidak karuan, ia memiliki dendam terhadap Elea, karena Elea yang telah merebut Rangga dari Nadine.


Sebelum Elea dan rangga dekat, Nadine selalu mengerjakan tugas ke rumah Rangga bahkan keduanya semakin dekat, tapi setelah elea dan teman-teman nya datang, Rangga semakin berubah bahkan menjauhi Nadine.


Nadine tidak akan terima begitu saja, ia menyimpan banyak dendam untuk Elea. Dan Nadine akan memastikan keduanya berpisah.


Catatan :


MOHON MAAF, aku baru update karena habis ada acara syukuran. Kemarin sibuk banget jadi maaf baru bisa update, terimakasih bagi yang sudah rela menunggu cerita ini. kalian luar biasa. Love you ♥️


jangan lupa juga dukung cerita ini, dengan cara Vote sebanyak mungkin, di komen juga biar aku seneng dan di like biar aku tambah seneng hehhee.