
Setelah melaporkan kejadian semalam ke pihak berwajib, Reyna dan Fandy pun menerima panggilan dari kepolisian untuk di mintai keterangan, dan Reyna sebagai korban kekerasan dan ancaman dari Dimas, kemudian Fandy yang menjadi saksi ketika melihat Dimas hendak merusak masa depan Reyna, tak lupa Susan dan Daniel pun datang dengan membawa Kiara karena masalah ini harus terselesaikan sebelum hari pernikahan Reyna dan Fandy yang tinggal menghitung hari.
" Rey, kamu tidak apa apa kan ?" Ucap Susan begitu ketika datang ke kantor kepolisian
Reyna memeluk Susan dengan sangat erat, ia menangis di pelukan Susan, bahkan rasa trauma akan kehadiran Dimas pun masih terasa , Reyna yang begitu ketakutan ketika ia melihat Dimas, Namun dengan rasa kasih sayang seorang sahabat , ia pun ikut bersimpati, merasakan trauma yang Reyna rasakan.
" Kiara .. " Ucap Reyna ia bahkan tidak ingin melihat wajah kiara
" untuk kali ini, aku tidak ingin melihat waiah Kiara, aku tidak ingin! " Ucap Reyna dengan suara keras
" Tapi, Rey apa salah Kiara? bukan kah kamu menyukai nya " Ucap Susan yang bahkan belum tahu kejadian sebenar nya
" Kiara itu anak Dimas dan Wanita yang mengkhianati aku, bahkan aku benci sama Semua hal yang berhubungan dengan Dimas!" Ucap Reyna sambil menangis namun tubuh nya terkulai lemas lalu segera Fandy merangkul tubuh nya
Susan begitu terkejut mendengar perkataan Reyna , Ia bahkan sempat tidak percaya kalau Kiara adalah anak dari mantan kekasih Reyna dan wanita simpanan nya, Sungguh di luar batas pemikirian Susan, Akan tetapi Kiara masih kecil ia tidak akan mengerti dengan semua kejadian ini . Bahkan, ia tidak salah karena Reyna sendiri yang terlalu kebawa emosi
" Aku mengerti bagaimana benci nya kamu sama Dimas, tapi Kiara masih kecil bahkan ia tidak mengerti apa apa " Ucap Susan
" Pergi, bawa Kiara jauh dari aku , Pergi !" Ucap Reyna sambil mendorong tubuh Susan untuk membawa Kiara pergi dari hadapan Reyna .
Fandy pun menyuruh Daniel untuk membawa Susan serta Kiara pergi dari Kantor polisi karena takut terjadi keributan yang dapat mempersulit proses laporan nya.
" lebih baik, kau pergi saja dulu bawa Kiara, aku akan menenangkan Reyna.." Ucap Fandy
Akhir nya Daniel pun membawa Susan beserta Kiara untuk menunggu nya di luar kantor kepolisian, karena mereka mengerti bagaimana rasa trauma Reyna, namun menurut Susan sikap Reyna yang juga membenci Kiara merupakan sikap yang salah karena Kiara yang manis tidak mengerti masalah dari Reyna dan Dimas serta ibu nya sendiri yang bahkan sekarang ia tidak tahu di mana
" Aku tidak mengerti dengan sikap Reyna, bahkan ia membenci Kiara, aku tidak ingin Reyna membenci Kiara, karena Kiara tidak salah apa apa !" Ucap Susan begitu kesal sambil menggendong Kiara yang tiba tiba saja menangis karena terkejut dengan pertengkaran kecil tadi
" Diam nak, kamu jangan nangis, ada bunda dan daddy yang menjaga kamu .." Ucap Susan sambil menenangkan Kiara yang menangis
" Sayang, mungkin Reyna sedang ada dalam masa trauma, biarkan saja. toh kita yang akan mengurus Kiara sebagai anak" Ucap Daniel sambil mengelus pucuk rambut Susan dan mengelus pucuk rambut Kiara juga
" Aku sangat menyayangi Kiara, aku bahkan tidak ingin ada orang lain yang membenci nya meski pun Kiara bukan anak kandungku... "
Tak lama mobil sport berwarna hitam metalic pun sampai di depan halaman kepolisian, dan di dalam mobil itu ada
dr. Adnan dan Aleyna beserta dua pengacara handal yang sengaja mereka bawa untuk menuntaskan kasus Reyna, karena dua pengacara ini dengan bayaran termahal pun mampu Fandy sewa hanya untuk mempertahankan harga diri seorang Reyna yang hampir saja di rusak oleh kejahatan Dimas yang tidak bisa di maafkan sama sekali, Fandy maupun Reyna ingin sebuah ketentraman tanpa gangguan Jahat Dimas kalau saja kasus ini tidak segera di selesaikan
" Susan, di mana Reyna? " Ucap Aleyna yang baru saja datang
" Kau temui saja dia di dalam, aku kesal dengan sikap dia yang seperti itu" Ucap Susan yang begitu kesal
Akhir nya, Susan pun menceritakan semua kejadian tadi bagaimana Reyna yang tidak ingin melihat wajah Kiara, dan Aleyna begitu terkejut ketika mengetahui kalau Kiara adalah anak kandung dari Dimas yang sengaja di taruh di depan rumah Reyna, ntah apa motif Dimas yang tiba tiba saja datang kembali ke hidup Reyna dengan membuang seorang bayi mungil perempuan yang manis bernama Kiara.
" Aku benar benar terkejut mendengar nya" Ucap Aleyna
" lebih baik kau saja yang mengasuh Kiara karena aku tahu Reyna sedang trauma dengan orang orang yang terlibat dengan Dimas .."
" Aku akan menjaga nya meski ia bukan anak kandung ku " Ucap Susan
" Kau sangat baik sekali, Aku temui Reyna terlebih dahulu " Ucap Aleyna yang menyusul Adnan ke dalam kantor kepolisian untuk menyelesaikan kasus ini
*
Pihak kepolisian pun memanggil Reyna dan Fandy untuk di mintai keterangan sebagai Saksi dan Reyna sendiri sebagai korban, Reyna menceritakan dengan detail ketika pertama kali Dimas membuntuti nya dan menganiaya nya serta mempunyai niat buruk untuk menghancurkan masa depan nya, itu yang membuat Reyna begitu trauma kalau sampai ia bertemu lagi dengan Dimas, Serta Fandy yang menyerahkan bukti rekaman cctv beserta pengacara Reyna dan Fandy yang terus berusaha menyelesaikan kasus ini.
" Rey , aku tidak menyangka. Dimas sejahat itu " Ucap Aleyna yang langsung memeluk Reyna dengan sangat erat
" Aku benci dengan hal yang berhubungan dengan Dimas, termasuk Kiara !"
" Aku mengerti bagaimana keadaan kamu sekarang, tenang lah semua kasus ini akan selesai di tangani "
Tak lama, Pihak kepolisian pun berhasil menangkap Dimas dan dengan tangan yang di borgol ia pun di bawa ke ruangan jeruji besi untuk di tahan karena Dimas terbukti bersalah telah melakukan tindak kejahatan dan melarang pasal pasal yang berlaku, Namun sebelum ia di tahan . Dimas meminta pihak kepolisian untuk bertemu dengan Reyna maupun Kiara untuk terakhir kali nya karena ia ingin menitipkan Kiara sebelum ia di tahan di balik jeruji besi selama beberapa tahun ini, Ia memang jahat bahkan kadar kejahatan nya mampu membuat dinding kekuatan Reyna runtuh karena nya .
" Pak, kali ini ijinkan saya untuk menemui anak saya dengan Reyna . Hanya sepuluh menit saja, saya mohon Pak polisi !"
Tak lama, Anggota kepolisian yang lain pun memanggil Reyna dan Kiara untuk bertemu dengan Dimas, dan dengan di dampingi Aleyna beserta Fandy akhir nya Reyna pun mau di bujuk untuk bertemu dengan Dimas, Serta Susan yang menggendong Kiara pun bertemu dengan Dimas di ruang tunggu.
" Hanya sepuluh menit saja, tidak lebih !" Ucap Salah seorang anggota polisi
" Reyna, aku minta maaf atas sikap aku selama ini, dan aku menitipkan Kiara untuk kamu karena ibu nya sudah meninggal, aku tidak tahu harus bagaimana mengurus Kiara karena aku tidak bekerja bahkan rumah saja aku tidak punya, maka dari itu aku menitipkan Kiara, ke rumah mu agar kamu bisa mengurus nya . jangan pernah membenci kiara sedikit pun karena dia tidak salah .. " Ucap Dimas dengan suara serak nya
Reyna menangis dan tiba tiba saja pergi dari ruangan itu tanpa berkata kata, dan Aleyna pun mengejar Reyna yang tengah menangis, Sementara Fandy dengan di dampingi oleh Adnan pun menatap sinis wajah Dimas . Karena Fandy pun ikut membenci Dimas
" setelah kau menerima kebaikan Reyna untuk mengurus anak mu lalu kau ingin menghancurkan Reyna ? benar benar tidak tahu diri !" Ucap Fandy yang hendak memukul Dimas namun , Adnan mencegah nya dan membawa Fandy keluar dari ruangan
" untuk kali ini , jangan buat keributan di kantor polisi !" Ucap Adnan dan membawa Fandy pergi keluar
Dimas menatap Kiara yang tengah di gendong oleh Susan bahkan Kiara tersenyum manis ke arah Dimas, ia tahu karena wajah Dimas lah yang pertama kali Kiara lihat ketika ia baru saja lahir ke dunia
" Kiara, anak ku .. " Ucap Dimas yang menghampiri Kiara , Ia menggendong Kiara dan mengecup kiara dan memeluk nya bahkan ia sangat menyayangi Kiara
" Jadi , Ibu Kiara sudah meninggal ?" Tanya Susan kepada Dimas
" Istri ku meninggal ketika melahirkan Kiara, karena kondisi yang ia derita selama ini , Ia begitu stress karena perusahaan kami bangkrut, aku mohon kamu jaga Kiara dengan baik karena aku tidak tahu harus minta tolong kepada siapa lagi , kalau bukan kepada kamu "
" Kamu tenang saja, aku akan menjaga Kiara seperti anak kandung ku. "
" Terimakasih atas ketulusan mu menjaga anak ku .." Ucap Dimas yang memberi kan Kiara kepada Susan karena waktu nya telah habis dan pihak kepolisian pun mengurung Dimas dalam jeruji besi, tak terasa tangisan Kiara begitu pecah ketika berpisah dari Dimas, bahkan Dimas pun ikut menangis ketika menatap Kiara yang menangis
" Bunda janji akan menjaga Kiara, walau pun Kiara berpisah dengan ayah kandung Kiara .. " Ucap Susan yang ikut menangis melihat Kiara, mungkin dengan menangis cara Kiara untuk menunjuk kan kasih sayang nya kepada Dimas
" Aku kasihan melihat Kiara, aku janji akan jadi ayah pengganti untuk Kiara " Ucap Daniel yang dari tadi menyaksikan kejadian ini
" Aku juga berjanji akan menjaga Kiara "
*
Akhir nya Fandy dan Reyna pun mampu bernafas lega karena Dimas sudah di amankan oleh pihak kepolisian , ia hanya perlu waktu untuk memulihkan kembali rasa trauma nya namun di dekat Fandy, ia bisa menghilangkan rasa trauma yang amat dalam karena sekarang, Fandy lah masa depan Reyna. Karena tinggal menghitung hari saja pernikahan mereka akan segera di gelar .
" Akhir nya semua masalah nya sudah selesai, kelinci ku ! jangan menangis karena hal yang tidak perlu kamu tangisi, karena akan membuang waktu mu saja" Ucap Fandy sambil memeluk Reyna dengan sangat erat
" Karena itu semua atas usaha mu beruang kutub, aku sudah tidak sabar ingin menjadi bagian dari hidup mu !" Ucap Reyna sambil membalas pelukan Fandy
" Serius? aku kira kau sudah tidak sabar ingin menikah dengan ku " Ucap Fandy sambil tertawa
" Kalau itu, kau juga sudah tidak sabar kan " Ucap Reyna lagi yang mencubit Fandy
Semua masalah bisa saja di atasi , Asal ada kemauan dan kerja sama tapi tidak semua masalah harus di hadapi dengan kejahatan, karena kejahatan bukan lah solusi utama, melainkan faktor pendorong untuk menggagalkan sebuah Rencana yang sudah di tata di kehidupan nyata. Karena kejahatan akan di balas dengan kejahatan juga, karena Karma itu nyata ada nya. Dan ini pelajaran bagi Dimas, tidak semua hal yang ia inginkan bisa dengan mudah untuk mendapatkan nya, dan tidak semua hal yang dia anggap baik malah memperburuk suasana, untung saja ada susan yang mau menjaga Kiara setulus hati nya, anak yang malang, semoga Kiara mendapatkan kebahagiaan di masa yang akan datang.
*
Author ngga mau memaksa untuk minta Vote, tapi seenggak nya kalian menghargai usaha author buat cerita ini dengan cara Vote 😊
Ayo semangat kumpulkan poin, Asal ikhlas vote nya yah ,😁
Tamatin jangan yah ?
Apa mau bikin cerita antara anak anak mereka setelah cerita ini selesai ?
atau lanjut dengan novel baru ?