My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Dia Istri ku



Susan memang belum membuka hati untuk orang lain, Rasa nya sulit untuk membuka lembaran baru bersama orang lain, Cinta Susan sepenuh nya Hanya untuk Ryan, Mungkin suatu saat Susan akan menemukan pengganti Ryan, Dia mungkin Akan menemukan nya . Sekarang Susan lebih tenang jiwa dan Raga serta pikiran nya,Ia sudah merelakan Kepergian Ryan, Karena jika terus berlarut dalam kesedihan,Susan tidak akan mampu bangkit . Susan hanya ingin mengenang Ryan sebagai orang yang istimewa di hati nya .


Susan pun banyak bercerita tentang kebaikan Ryan kepada Fandy, Karena ia salah satu sahabat dekat Ryan .


" Jadi kamu menyukai Siapa ?" Ucap Susan balik bertanya ketika Fandy bilang kalau Ia sedang menyukai seseorang .


" Belum saat nya kamu tau " Ucap Fandy lalu meneguk segelas Jus jeruk kesukaan nya .


" Kamu menyukai Reyna kan ?" Ucap Susan dengan sangat Frontal, hingga membuat Fandy tersedak minuman nya .


uhuk .. uhukk . ..


" Berarti bener kamu menyukai Reyna, Aku udah punya Feeling sih " Ucap Susan sambil Tertawa .


" Jangan sok tau " Ucap ketus Fandy .


" Aku sih seneng banget kalau kamu menyukai sahabatku, Apalagi Reyna anak yang baik " Ucap Susan dengan sangat ceria .


" Aku Refleks tadi sempet mau pegang Tangan kamu, Soalnya aku pernah ke Tempat ini sama Ryan . Takut nya kamu Berpikiran macem macem tentang aku " Ucap Susan lagi ia benar benar sangat Refleks, Ia merasa Ryan lah yang sedang makan malam dengan nya, Namun ternyata Fandy . Ia malah Teringat Akan Ryan, Dan di Tempat ini Ryan melamar Susan .


" Aku bahkan masih mengingat nya, Karena Di Tempat ini . Ryan melamarku " Ucap Susan lagi sambil meneteskan Air mata .


" Kamu yang sabar, Aku pastikan kamu akan menemukan pengganti Ryan " Ucap Fandy sambil memegang Pundak Susan Agar susan lebih kuat menerima kenyataan ini .


" Iya aku hanya teringat saja " Ucap Susan sambil menyeka Air mata nya .


Tak lama kemudian mereka pun pulang, Fandy mengantarkan Susan pulang ke rumah nya , Ia berharap ingin bertemu Reyna namun, Alhasil Reyna tidak berada di rumah Susan .


" Aku sangat mendukung, Kalau Kamu menyukai Reyna, Namun Ada syara nya " Ucap Susan di Depan pintu.


" Apa ?" Ucap singkat Fandy


" Jangan pernah menyakiti Perasaan Reyna, Cukup Dimas saja yang menyakiti Hati Reyna .Kamu jangan dr. Fandy, Aku tahu kamu Lelaki baik baik dan Pantas Untuk Reyna, Dan aku akan menjelaskan tentang Rencana Makan malam ini, Karena Aku tau, mungkin Reyna akan salah paham dengan ku , Dan menganggap Aku Telah merebut mu, Makan malam Yang Di rencanakan oleh Ibu mu, Agar Aku bisa bangkit lagi.Dan aku sangat berterimakasih untuk hari ini, Kamu sudah menemaniku . Salam untuk Bunda Ratih " ucap Susan dengan sangat panjang lebar , Ia menekan kata demi kata .


" Aku Pulang dulu " Ucap dr. Fandy sambil bergegas pergi.


Ntah, Fandy masih merasa Ganjal ketika melihat Reyna menangis tadi, ia memang sudah menyadari perasaan Reyna, Namun Fandy ingin lebih menguji Perasaan Reyna apa lebih besar dari wanita lain, Apa menyerah begitu Saja, Karena Fandy ingin mengetahui Pengorbanan dan Kesetiaan Reyna .


Sementara Susan memang sudah mengatakan kalau dia belum siap menerima Siapapun , Namun jika ada yang rela berkorban demi mendapatkan nya . Ia akan lebih menghargai. Karena sosok Ryan masih membekas di hati nya .makan malam ini Hanya Hadiah dari Bunda Ratih Agar Susan tidak mengurung diri di kamar . Dan memang semenjak Bertemu keluarga dr. Fandy, Hidup Susan menjadi lebih berwarna, Mengingat keluarga nya yang sangat baik sekali .


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


" Tok .. Tok ... Tok .. "


Suara ketukan pintu dari seseorang yang sedari tadi berdiri di depan Rumah Aleyna dan Adnan. Sudah berapa kali ia mengetuk pintu rumah itu, Namun Tidak Ada jawaban dari tuan Rumah nya . Karena Aleyna baru saja Bangun dari Tidur nya, Jam juga baru menunjukan pukul 09.00 wib, Ia terbiasa bangun siang Jika sedang tidur dengan Adnan, kecuali Adnan bekerja . Untuk 3 hari kedepan Adnan libur .


" Mas Adnan bukakan pintu mas, Kayak nya ada Tamu . Bel rumah bunyi terus, Suara pintu juga Di ketok terus mas , Siapa tau ada tamu " Ucap Aleyna sambil mengeringkan Rambut nya .


Adnan langsung bergegas menuruni Anak tangga, Ia langsung membukakan Pintu, Karena Bi Nani pun sedang pergi ke Pasar , Dan Pak Yanto pergi menservice mobil Adnan .


Ketika ia membukakan pintu, Mata Adnan terbuka dan Menatap orang itu dari Atas ke bawah. Ia bahkan Tidak mengenali nya .


Tamu siapa, Pagi pagi datang ke rumah nya, Sedangkan Ia tidak mengenali nya .


" Maaf Anda siapa ?" Ucap Adnan menanyakan Seseorang itu.


Seseorang itu Adalah Marcel, Cowok yang menyukai Aleyna sewaktu Aleyna mengunjungi kampus nya itu, Ia terus mencari tahu keberadaan Aleyna . Ia sangat penasaran dengan Aleyna, Karena ia terpaku akan pesona Aleyna .


Ia langsung mencium Tangan Adnan


" Selamat pagi Om " Ucap Marcel


" Anda siapa ?" Ucap Adnan merasa heran .


" Saya Marcel, Teman Aleyna . Pasti Om ayah nya Aleyna ya " Ucap Marcel dengan sangat Santai


Adnan terpaku, ia benar benar Terkejut ketika Anak tengil itu, mengatakan kalau Aleyna Adalah Anak nya, Persetan dengan itu . Dia tidak mengetahui kalau Aleyna Adalah Istri nya.


" maaf Om, Apa Aleyna nya Ada ?" Ucap Seseorang itu lagi yang sedari tadi menatap ke Arah dalam .


Tiba tiba saja Aleyna muncul di belakang Adnan, Dan dia benar benar shock melihat Kedatangan Marcel , Begitu pun Reyna yang menghampiri Aleyna .


" Kamu "Ucap Aleyna merasa Kikuk , Ia menyenggol Badan Reyna .


" Ley, Kutu Kampus ngapain ke sini ?" bisik Reyna .


Adnan pun Sudah mengepalkan Tangan nya, Ia sudah emosi melihat Tingkah Marcel yang Terus menggoda Istri nya itu .


" Suruh siapa kamu masuk ke Rumah Saya " ucap Adnan dengan sangat Lantang


" Maaf Om, Saya Benar Benar merindukan Aleyna . Semenjak dia datang ke Kampus Saya Seminggu yang lalu,Saya sangat menyukai Putri Om " Celetuk Marcel


Aleyna menatap Wajah Adnan, Dan Adnan menatap Tajam wajah Aleyna dengan Penuh Amarah , Adnan memang sedang di Bakar Api Cemburu .


" Kau Tidak Sadar, Gadis yang berdiri di samping Saya ini Siapa ?" Ucap Adnan


" Putri Om dong, Yang Cantik itu . Iya Nggak " Ucap Marcel sambil mengedipkan mata sebelah kiri nya .


" Rey,Bahaya nih " Bisik Aleyna


" Terus gimana bawa nih Kutu Kampus keluar,Aku takut liat Reaksi Suami kamu " Ucap Reyna


Adnan pun menarik kerah Baju Marcel dan mengangkat Tubuh Kecil Marcel , Ia sangat Marah dan Sangat Marah .


" Gadis yang kamu Sukai Adalah Istri Saya, Dan dia sedang Hamil Anak saya .Janga Pernah kau Ganggu Istri Saya lagi .Sekarang kau Pergi !! " Ucap Adnan dengan sangat Tegas Dan membantingkan Tubuh Marcel keluar, Tanpa Berkata kata Marcel pun ketakutan dan merasa malu Karena Mencintai Istri Orang.


" Shit,Aku tertipu" Ucap Marcel sambil berlari keluar dan pergi dengan Motor gede nya itu .


Aleyna mengejar Adnan yang sedari tadi Marah dan mendiamkan Aleyna, Ia benar benar Marah dengan sikap Aleyna .


" Mas Tunggu mas " Ucap Aleyna mengejar Adnan .


"Aku bisa jelasin mas, Jangan Salah Paham dulu " Ucap Aleyna lagi.


" Jadi selama aku di Bali,Kamu Kecentilan deket sama cowok ngga jelas itu, Atau Jangan jangan Kamu ngaku kalau kamu masih Single " Ucap Adnan mata nya membulat .


" Jangan salah paham mas,Apa semurah itu Aku di mata kamu ?" Ucap Aleyna


" Harus nya kamu mikir dong, Kamu sudah bersuami, Jangan sesekali kamu Mengundang lelaki bodoh itu Datang kesini " Ucap Adnan sambil pergi meninggalkan Aleyna .


" Mas Adnan . . . " Ucap Aleyna sambil Teriak.


Reyna menghampiri Aleyna, Ia tidak ingin terjadi apa apa dengan kandungan Aleyna . Akibat pertengkaran nya dengan Adnan .


" Ley Kamu sabar Ley . Suami kamu lagi marah, Jangan diGanggu dulu, Tunggu dia sampai Marah nya Hilang " Ucap Reyna sambil memeluk Reyna


" Aku ngga mau Mas Adnan salah paham sama aku, Rey" Ucap Aleyna sambil menangis .


" Sabar ley, Ini Semua Gara gara marcel, Bagaimana dia Bisa tahu Rumah kamu " Ucap Reyna sembari Kesal .


" Mas Adnan marah sama aku Rey " Ucap Aleyna sembari menangis .


Adnan pun Termenung dan duduk di balkon kamar nya, Ia sangat kecewa dengan Sikap Aleyna, Mengapa Aleyna begitu Tega menyakiti perasaan nya . Ia tidak Habis pikir .


Tak lama Aleyna pun menghampiri Adnan dan dia memeluk Adnan dari belakang.


" Mas Maafkan Aley, Mungkin di mata mas sekarang Aley Hina banget, Tapi Asal mas tau, Cinta Aley sangat besar Terhadap Mas Adnan, Aley tidak Ada niat untuk selingkuh dari Mas Adnan " Ucap Aleyna sambil menangis .


" Mas Adnan boleh hukum Aley kok,Atau kalau mas Adnan ngga mau ketemu Aley lagi, Aley pulang aja ke rumah Mamah, Maafin aley " Ucap Aleyna lagi .


Adnan tidak tega melihat istri nya menangis, mungkin ini pembalasan dari Tuhan ketika ia sedang di uji dengan kehadiran Irene . Mungkin Aleyna akan merasakan rasa sakit seperti yang adnan alami sekarang.


Ia langsung Bangun dari duduk nya Dan memeluk Istri nya dengan sangat Erat serta menciumi Istri nya itu.


" Kamu istri Aku sayang,Aku ngga mau Ada orang lain yang menyukai mu " Ucap dr. Adnan sambil mencium kening Aleyna .


" Maafin aku mas, Aku ngga mau kehilangan Mas Adnan, Apalagi aku lagi mengandung Buah hati kita " Ucap Aleyna lagi .


" Maafkan aku karena Aku begitu emosi sayang .Jangan pernah mendekati pria lain selain aku "Ucap dr. Adnan


"Iya sayang,Aku mencintaimu " Ucap Aleyna langsung memeluk erat Tubuh Adnan . Ia Nyaman dengan Kehangatan Adnan .


Request buat kalian yang minta Aleyna dengan Make up Menor Guys



Tetep Cantik dong, Bumil Ku ini ❤


BABANG DOKTER ADNAN, jangan Marah ya😘Love you babang dokter ❤❤❤