
Elea begitu terkejut ketika bangun dari tidur nya, tidak terasa ia menghabiskan waktu di ruang makan semalaman ini, Elea bahkan tidak menyadari kalau ia tidur di ruang makan.
" Sayang, bangun!" Ucap Aleyna yang membangunkan Elea.
Elea menggeliat kan tubuhnya, ia menatap orang yang ada di sekelilingnya.
" mom, el bisa telat ke sekolah!" Ucap Elea yang langsung bergegas.
Aleyna mencegah Elea, ia duduk di samping Elea. Mungkin saja elea lupa dengan hukuman yang diberikan oleh guru nya, atau memang Elea pura-pura lupa.
" Momy sudah tahu semuanya sayang!" Ucap nya.
" Apa yang momy tahu, nanti saja ceritanya, elea pergi ke sekolah dulu...."
Aleyna menarik tangan Elea dan menyuruh Elea untuk duduk.
" Bukankah Pak Darwin menyuruh mu belajar di rumah saja? " Ucap Momy
Elea terkejut dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, gara-gara kepikiran Rangga terus Elea jadi melupakan semuanya.
" Iya mom, el lupa! Elea minta maaf mom, karena Elea bukan anak yang membanggakan seperti kak Alvin....." Ucap Elea sambil menundukkan pandangannya, elea merasa malu karena selama ini terus menyusahkan kedua orangtuanya.
" Sayang, momy tetap bangga sama kamu, apapun yang kamu lakukan selagi itu baik, mungkin saja ini teguran juga buat kamu dan buat momy!" Ucap Aleyna sambil memeluk elea dengan sangat erat.
" Kalau elea nikah saja bagaimana mom?" Tanya Elea, dan membuat Aleyna membulatkan kedua bola matanya.
Aleyna terkejut mendengar ucapan anak perempuannya yang meminta untuk menikah bahkan ia tidak habis pikir dengan apa yang diucapkan oleh Elea.
" Nikah?" Ucap nya sambil terheran-heran
Elea hanya menganggukkan kepalanya, ia bahkan tidak terlihat bercanda, elea begitu serius.
" Memangnya el sudah mempunyai pasangan?" Tanya Aleyna
Elea tersenyum sambil tersipu malu, bahkan ia menundukkan pandangannya sambil menganggukkan kepalanya.
" Jadi kamu sudah punya pacar?" Ucap Aleyna yang baru mengetahui kalau Elea memiliki pacar.
" Siapa cowok yang berani mendekati kamu, katakan sama momy!"
" Mom, elea begitu menyayanginya, elea semalam tidak bisa tidur karena terus memikirkan dia!"
" Yampun el, katakan siapa cowok yang berani deketin kamu, momy ingin bertemu sekarang juga..."
" momy sudah siap bertemu dengan calon suami el?"
" Apa? Calon suami? Kamu masih kecil sayang, jangan kayak gitu!"
" Kalau pacar kan sudah tidak jaman mom, sekarang jamannya calon suami!"
" Elea....." Ucap Aleyna lagi yang merasa penasaran dengan cowok yang sedang dekat dengan Elea.
" Kalau gitu el mandi dulu, kalau memang Momy mau bertemu dengan calon suami el , hari ini momy jangan kerja dulu! " Ucap Elea sambil merengek meminta Aleyna jangan berangkat bekerja.
Kebetulan memang Aleyna mengurus banyak sekali bisnis di bidang fashion maupun makanan. Ia bahkan jarang sekali berada di rumah, namun kali ini Aleyna benar-benar ingin mengetahui siapa cowok yang berani mendekati anak perempuan nya. Bahkan, Aleyna dibuat pusing dengan tingkah dan ucapan Elea yang memanggil cowok itu dengan sebutan " calon suami"
" Aneh-aneh saja anak jaman sekarang, tapi siapa cowok yang bisa dekat dengan Elea?"
Aleyna masih memikirkan cowok yang berani mendekati elea, namun tiba-tiba saja pikirannya buyar ketika ada bibi yang memanggilnya.
" permisi nyonya, ada tamu diluar..." Ucap Bibi
" Pasti gurunya Elea, tolong buatkan air minum bi, sama siapkan beberapa cemilan!" Ucap Aleyna sambil menghampiri tamu nya.
Aleyna berjalan untuk menemui guru Elea, tak lain adalah Pak Darwin, guru yang memang masih sangat muda, tampan dan juga pintar mungkin cowok yang elea maksud adalah Pak Darwin.
Entah, Aleyna jadi sering memperhatikan Pak Darwin dari ujung kaki sampai ujung kepala, Aleyna yakin kalau Pak Darwin adalah cowok yang Elea sebut calon suami.
" Apa benar guru tampan ini, yang elea maksud?"
Aleyna mempersilahkan Pak Darwin untuk masuk ke dalam rumah dan menyuruhnya untuk duduk di ruang tamu.
Sebenarnya Aleyna sudah menyiapkan tempat untuk elea belajar yaitu di belakang rumah tepatnya di dekat kolam renang, karena disana ada tempat yang begitu sejuk dan menenangkan.
" Selamat datang di rumah eleanor, Pak Darwin!" Ucap Aleyna dengan memberikan senyuman ramah nya.
" Iya bu Aleyna, saya guru yang akan membimbing Elea. "
" Maaf elea jadi merepotkan pak darwin..."
" Justru saya senang kalau harus berkunjung ke rumah ini!"
Aleyna tersenyum dengan manis, dan memperhatikan setiap tutur kata dari pak Darwin.
" Apa benar guru ini, yang membuat elea susah tidur semalaman? "
Tiba-tiba saja elea datang, dan menatap ke arah Pak Darwin tanpa senyum yang terlintas, Aleyna menatap keduanya seperti memiliki adanya masalah.
" Semangat belajarnya nak, momy pergi dulu" ucap Aleyna
Elea pun menatap kepergian Momy dan duduk di sebelah kiri pak darwin.
" Lebih baik belajar di ruang belakang saja, kalau di sini panas!" Ucap Elea.
" Baik kalau begitu!"
Elea pun pergi ke ruang belakang dengan diikuti oleh Pak Darwin, di sana sudah tersedia minuman dan juga beberapa cemilan yang sudah disiapkan oleh Bi Irah.
Elea duduk dengan memegang pulpen dan juga buku, sementara Pak Darwin sendiri membuka laptop dan membuka materi apa saja yang akan ia berikan untuk memberikan arahan kepada elea sesuai peraturan sekolah.
" Jadi sampai kapan aku harus belajar di rumah seperti ini?" Tanya Elea kepada Pak Darwin
" Elea, kita belum memulai tapi kamu sudah menanyakan hal itu." Ucap Pak Darwin sambil fokus memperhatikan laptop nya.
" Bagaimana pun aku merindukan suasana sekolah, aku rindu dengan kedua sahabatku bahkan rindu dengan rang...." Ucap Elea yang langsung berhenti berkata.
" Lebih baik kamu fokus belajar dan dengarkan apa yang aku jelaskan!"
" Iya..."
Pak Darwin pun memberikan materi pelajaran sejarah yang sempat tertinggal beberapa bab materi, Pak Darwin ingin membuat perubahan di diri Elea, ia ingin Elea berubah menjadi pribadi yang lebih baik, tidak dengan sebelumnya. Apalagi Pak Darwin memang menyukai wajah cantik Elea, bahkan wajah elea sangat mirip dengan mantan tunangannya yang meninggal setahun silam.
Namun bukan memperhatikan, Elea malah tertidur dengan pulas nya karena ia begitu mengantuk, apalagi Elea semalaman tidak tidur karena terus memikirkan Rangga.
" Eleanor ..."
" Eleanor!"
" Eleanor!"
Pak darwin memukul meja sampai elea begitu terkejut dan terbangun.
" Kamu mau saya menambah hukuman kamu untuk belajar di rumah selamanya?" Ucap Pak Darwin dengan nada tinggi.
" Maaf pak, aku mengantuk hari ini aku benar-benar tidak fokus!" Ucap Elea
" Kenapa? Karena saya terlalu tampan ?" Ucap Pak Darwin.
" Idih, kenapa bapak narsis banget sih...." Dumel Elea sambil tertawa
" Lupakan semua yang ada di dalam pikiranmu, lebih baik tatap wajahku saja, sambil belajar dengan serius!"
" Iya saya akan menatap wajah Pak Darwin!"
Selagi menjelaskan tentang materi sejarah dan peradaban, elea terus menatap wajah Pak Darwin, memang tampan tapi sangat menyebalkan tidak seperti Rangga yang begitu menenangkan.
Pak darwin malah tidak fokus dengan dirinya sendiri, ia tidak bisa menahan diri ketika elea terus menatap nya bahkan Pak Darwin terbawa oleh suasana lama, ia bernostalgia kalau saja elea yang kini ada di hadapannya adalah mantan tunangannya yang meninggal setahun silam.
" Elisa?" Ucap Pak Darwin ,
Elea begitu terkejut ketika mendengar ucapan Pak Darwin dengan memanggil nama Elisa, nama mantan tunangannya.
" Siapa itu elisa pak?"
" Pak Darwin?"
" Pak!"
Pak Darwin begitu terkejut, ia langsung menyadari kalau yang kini ada dihadapannya adalah Elea, anak murid nya bukan lagi tunangannya.
" Pak, kenapa tidak fokus. Memang elisa itu siapa pak? Kenapa bapak memanggil saya elisa? "
" Saya cuma salah memanggil, lebih baik kerjakan soal ini, karena kamu belum mendapatkan nilai sama sekali di kelasku?"
" Aneh, yasudah kalau gitu!"
" Jangan banyak bicara, kerjakan saja!"
Elea memutar pulpen nya dan mulai mengerjakan soal yang diberikan oleh pak darwin.
" Kamu benar-benar mirip dengan elisa, bagaimana mungkin aku bisa menemukan elisa yang kedua?"
.
.
.
.
cieee penasaran nggak sama Pak Darwin, ini visual nya.
Guys, terimakasih bagi yang sudah bersabar menantikan cerita ini, alhamdulilah author bisa update kembali, maaf telah membuat kalian menunggu.
Alhamdulillah kehamilan author sudah berjalan 22 minggu, semoga kalian bisa memahami.
kiss dari jauh.
Raindu.