
Setelah sampai rumah, Adnan dan Aleyna pun menghampiri Widya yang tengah duduk di ruang televisi sambil menonton dan memainkan ponsel nya.
Adnan pun memeluk Widya dari belakang, ntah ia begitu menyayangi ibu nya itu.
" Bunda.... " ucap Adnan
" Nak, sudah pulang? mana cucu bunda?" tanya Widya sambil mencari Alvin dan Elea
" Itu sedang bermain, tadi Reyna memberikan mainan untuk mereka. " ucap Aleyna sambil tersenyum.
Adnan pun kepikiran tentang semua pertanyaan jurnalis yang menurut nya lucu.
" Bunda, tadi aku bertemu dengan wartawan dan mereka menanyakan kalau Ayah dan bunda akan bercerai, Haha! pertanyaan konyol." ucap Adnan sambil tertawa.
Sementara Widya menatap Aleyna, ia menyimpan sejuta luka sementara Aleyna hanya menundukkan pandangan nya, ia tidak kuasa menahan air mata nya, sambil memegangi perut nya yang terasa sakit.
" Bunda, menurut mu gosip di luaran sana sangat lucu bukan.?" ucap Adnan
Widya tidak menjawab pertanyaan Adnan sama sekali, ia memilih diam dan berdiri menjauh dari Adnan, mungkin ini waktu nya Adnan untuk mengetahui semua nya. Karena lambat laun, Adnan pun harus mengetahui semua kejadian sebenarnya.
" Bunda..... " ucap Adnan yang melihat ada keanehan daripada sikap ibunya tersebut.
Aleyna tidak berani berkata apa-apa, ia melihat air mata Widya jatuh membasahi pipi nya.
" Bunda, kenapa ?" tanya Adnan sambil menyentuh bahu Widya.
" Adnan, kamu harus tahu kenyataan nya!" ucap Widya sambil terisak.
Sementara Adnan merasa bingung, ia tidak tahu sama sekali tentang semua nya bahkan, tentang perceraian antara orang tua nya.
" Adnan, semua itu bukan lelucon! tapi semua pertanyaan jurnalis itu ada benarnya" ucap Widya sambil terisak
" Apa maksud bunda! Aku tidak mengerti. Tolong jelaskan semua nya kepada aku bunda! Apa yang sebenarnya terjadi." ucap Adnan sambil terus menatap Widya.
" Mas... " ucap Aleyna sambil menyentuh lengan Adnan , namun Adnan menolak nya.
" Katakan bunda! apa yang terjadi selama ini? " ucap Adnan sambil terus menyudutkan Widya.
Akhirnya Widya pun angkat bicara, mengenai perceraian nya dengan Raden.
" Bunda, apa yang aku selama ini tidak ketahui bun, jangan diam seperti ini." ucap Adnan lagi
" Bunda dan ayah akan bercerai!" ucap Widya sambil terisak dan menangis.
Lalu Aleyna memeluk Widya dengan sangat erat, sementara Adnan begitu terkejut ia bahkan tidak percaya dengan ucapan Widya. Adnan begitu shock.
" Bunda, apa ini hanya bercanda! Apa aku salah mendengar ucapan mu?" ucap Adnan
" Tidak, itu semua benar Adnan! bunda dan ayah akan bercerai, dan kamu harus terima kenyataan itu, karena bunda sudah tidak bisa melanjutkan kehidupan bersama ayah mu lagi." ucap nya sambil terisak.
" Mengapa bunda merahasiakan ini semua dari ku!" ucap Adnan, kini tubuh nya tersungkur ke lantai, ia masih tidak percaya dengan semua nya.
" Adnan.... " ucap Widya
Namun, Adnan menepis lengan Widya.
" Bunda, aku tidak ingin melihat bunda dan ayah berpisah, Aku tidak akan membiarkan itu semua terjadi bun!" ucap Adnan sambil berkaca-kaca.
" Mas Adnan.... " ucap Aleyna yang menghampiri Adnan.
" Jadi selama ini kamu mengetahui semua kejadian ini, tapi mengapa kamu menyembunyikan ini semua dari ku, Aleyna!" ucap Adnan yang merasa kecewa.
" Maafkan Aku Mas, Aku bukan bermaksud seperti itu" ucap Aleyna yang ingin menggenggam tangan Adnan, namun Adnan menolak nya.
" Jawab pertanyaan ku bunda, apa benar Ayah menikah lagi?" ucap Adnan sambil terus mendesak Widya.
" Jawab bunda! Aku butuh semua jawaban itu sekarang!" bentak Adnan
Widya hanya menganggukan kepala nya, ia tidak berani menjawab nya.
" Keterlaluan! Aku tidak akan membiarkan Ayah menyakiti hati bunda! " ucap Adnan sambil bergegas pergi mengambil kunci mobil nya.
" Adnan kamu mau kemana?" ucap Widya yang mengejar Adnan.
" Mas Adnan, jangan pergi!" tutur Aleyna yang juga ikut mengejar Adnan sementara ia menahan sakit di perut nya.
" Aw..... " ucap Aleyna sambil memegangi perut nya.
" Nak, kamu kenapa?" ucap Widya
" Tidak apa-apa bunda, kalau begitu aku akan menyusul Mas Adnan." ucap Aleyna yang ingin bergegas pergi.
Tapi, Widya melarang nya.
" Jangan pergi Nak, biarkan Adnan mencari tahu kebenaran nya, karena ia sudah harus memahami semua nya. " ucap Widya
" Tapi, Bunda aku takut terjadi apa-apa dengan Mas Adnan" ucap Aleyna yang menangis dan memeluk Widya.
" Bunda sudah menyuruh Rio untuk mengikuti nya. " ucap Widya sambil bergegas pergi.
Aku bahkan tidak bisa memaafkan diriku sendiri, aku menyesal telah menyembunyikan itu semua dari kamu Mas Adnan, aku harap kamu baik-baik saja.....
Adnan pun melajukan mobil nya, untuk sampai di rumah sakit, dengan perasaan yang mengganjal dan juga pikiran yang penuh dengan sebuah pertanyaan besar. Sampai kapan pun Adnan tidak akan bisa memaafkan Ayah nya kalau benar terbukti, Ia menikah lagi.
Mengapa ini semua terjadi kepada keluargaku, apa salah ku! Aku tidak menyangka ini akan terjadi,sejujurnya aku selalu menginginkan kehidupan yang harmonis, tapi kenyataan tidak lah seindah harapan.
" Arrrrh..... "
Adnan pun memukul stir nya ketika jalanan sangat lah macet, ia bahkan dengan perasaan penuh emosi, ia ingin segera sampai di rumah sakit untuk bertemu dengan Raden.
Adnan begitu kecewa dengan semua ucapan Widya, apalagi Adnan sangat membenci sebuah perpisahan, dan ketidakpercayaan Adnan terhadap Ayah nya sendiri, kalau ayah nya begitu tega menyakiti hati ibu nya.
Ntah, Adnan sudah terlalu cuek dengan kehidupan orang tua nya sampai ia tidak mengetahui tentang perceraian antara mereka.
Handphone Adnan sudah berbunyi sedari tadi, namun Adnan enggan untuk mengangkat nya, meski panggilan telepone tersebut dari Aleyna.
" Aku kecewa dengan mu, Aleyna! mengapa kamu menyembunyikan ini semua dari ku." ucap Adnan yang langsung membanting ponsel nya tersebut.
Ia terus melanjutkan perjalanan nya menuju rumah sakit, untuk bertemu dengan Raden.
****
Raden pun menghampiri Lisa yang tengah merasakan sakit karena ia hendak melahirkan.
Air mata Lisa tidak terbendung, bahkan ia menyesal telah melakukan nya, selama ini Raden begitu baik kepada nya.
" Aku ingin bertemu dengan istrimu, dan menjelaskan semua nya" ucap Elisa begitu sendu
" Lebih baik kamu pikirkan kesehatan mu, apalagi kamu mau melahirkan Lisa!" ucap Raden.
" Aku tahu bagaimana kabar hancurnya rumah tangga kamu, padahal aku yang menjadi semua penyebab dalam kehidupan kamu! kamu terlalu baik untuk ku dokter Raden" ucap Lisa sambil terisak.
Raden hanya terdiam, ia memang selama ini hanya menolong Lisa. Bahkan ia hanya menikahi Lisa tapi, ia sama sekali tidak menyentuh tubuh Lisa sedikit pun. Ia hanya memenuhi keinginan terakhir ayah nya Lisa.
" Dulu, ayah ku meminta mu untuk menikahi aku, di saat ajal hendak menjemput nya, dan kamu begitu baik bahkan menerima permintaan ayah ku, padahal aku tahu kamu begitu setia dengan istri mu " ucap Lisa
" Aku ingin menjelaskan semua nya, kalau kamu hanya pura-pura menikahi aku, bahkan sampai detik ini. Kamu tidak pernah menyentuhku, aku ingin menyelesaikan semua nya, cukup kesalahpahaman antara kamu dan istri mu " ucap Lisa lagi dengan tangisan sambil menahan perut yang sakit.
" tiga tahun lalu, kamu membantu keluarga ku, bahkan sampai ayah ku meninggal,kamu lah yang membantu memenuhi kebutuhan ku bahkan membiayai sekolah ku, sampai sekarang aku sudah mendapatkan gelar sarjana, tapi apa balasan nya? aku hanya menjadi boomerang dalam hidup kamu!" ucap Lisa lagi, ia meronta ronta namun Raden selalu menenangkan nya.
Sudah berulang kali Raden mengatakan kepada Widya kalau ia hanya menolong Lisa, tapi Widya tidak percaya lagi dengan nya, sampai Raden begitu susah untuk bertemu dengan widya. Sampai kesalahpahaman tersebut membuat Widya begitu menjauhi Raden.
Memang selama ini Raden hanya berpura-pura menikahi Lisa, karena ia tidak mungkin menikahi gadis di bawah umur, bahkan ia sama sekali tidak ingin mengkhianati Widya.
Kesalahan Raden yang menganggap semua masalah itu gampang teratasi karena menurut nya permasalahan ini hanya sebuah masalah kecil yang tidak perlu ia ceritakan kepada Widya namun ternyata masalah kecil ini menjadi sebuah masalah besar yang membuat Widya begitu salah paham terhadap diri nya.
Raden hanya membantu keluarga Lisa, yang dulu serba kekurangan bahkan semenjak permintaan terakhir Ayah Elisa, Raden berjanji dengan nya akan menjaga Elisa bahkan membiayai semua kebutuhan Elisa.
Karena Lisa sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi.
Memang anak dalam kandungan Lisa bukan lah anak Raden, karena Raden tidak pernah menyentuh Lisa sama sekali bahkan Raden menghormati Lisa, ia sudah menganggap Lisa sebagai anak perempuan nya, pengganti Adnan, karena Widya sudah tidak bisa hamil lagi.
Anak yang ada di dalam kandungan Lisa adalah hasil dari kenakalan Lisa selama di kota ini bahkan pacar nya yang telah menghamili nya pergi begitu saja, sampai membuat Raden begitu geram dan sudah melaporkan masalah ini kepihak berwajib.
" Aku ingin kamu dan istrimu kembali bersatu, dan aku yang akan menjelaskan semua nya " ucap Lisa.
" Tidak ada kesempatan bagi ku, karena Istriku sudah menutup pintu hati nya. " ucap Raden
" Aku mohon, kamu tidak salah bersalah Pak Raden, bahkan kamu begitu baik. Kalau tidak ada kamu, mungkin aku tidak akan bisa hidup bahagia seperti ini, meski ayah dari anak ku tidak bisa bertanggung jawab tapi, aku bahagia karena aku bertemu dengan orang baik seperti mu, Pak Raden!" ucap nya sambil terisak.
" Kalau begitu, malam ini aku akan mengajak Widya dan anak ku untuk bertemu dengan mu " ucap Raden
" Secepatnya Pak Raden, karena aku tidak kuat menahan rasa sakit ini, aku tidak tahu esok atau lusa aku masih hidup atau tidak, kalau sampai masalah ini tidak selesai, aku tidak akan bisa hidup dengan tenang. " tutur Lisa sambil menangis.
" Bertahan Lisa, demi anak mu. Aku yang akan bertanggung jawab" ucap Raden
Kemudian Lisa pun di bawa ke ruang gawat darurat karena kondisi nya yang semakin melemah,meski ia menahan sakit di perut nya namun, tetap saja ia belum melahirkan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ada yang di ralat dikit guys.
Guys, Jangan lupa Like, komen :)
Di Vote juga yah.