My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Siswa nakal.



Emily's internasional high school.


~


Hari pertama untuk Alvin dan Elea memulai sebagai siswa baru di salah satu sekolah favorit di kota ini, sebagai murid baru mereka akan melaksanakan masa orientasi siswa yaitu masa pengenalan diri satu sama lain yang akan di laksanakan selama tiga hari ke depan.


dengan pakaian rapih, Alvin pun menarik tangan Elea yang masih malas-malasan, padahal di hari pertama mereka akan melaksanakan upacara bendera untuk menyambut siswa atau siswi baru di sekolah.


" Bul, jangan sampai telat!" Ucap Alvin yang terus menarik tangan Elea untuk masuk ke sekolah, karena pintu gerbang sudah terbuka.


Dari sekian banyak siswa baru, Alvin maupun Elea beserta Dylan dan Rangga memang tengah menjadi sorotan, banyak yang memperhatikan mereka bahkan tanpa berkedip sekali pun.


Sayang sekali, di kelas masa orientasi ini, Elea harus berpisah dengan saudara kembar nya, padahal ia ingin sekali satu kelas dengan Alvin, agar lebih mudah mengerjakan sesuatu. seperti menyontek saat ujian mungkin. "- hehehe ... "


Yah, begitulah Elea.


Elea pun baris di kelas nya yaitu kelas X3, bersamaan dengan Kiara dan juga Kania beserta Karin.


Sebelum upacara di mulai, Alvin pun menghampiri Elea untuk memperingatkan agar adik nya tidak nakal seperti dulu.


" Pokok nya, aku tidak ingin mendengar kabar, kalau kamu bolos lagi ketika upacara " ucap Alvin sambil bersikap tegas kepada Elea, karena Elea merupakan tanggung jawab nya.


Dengan di dampingi oleh Dylan dan juga Rangga, Alvin pun cabut untuk baris ke deretan kelas nya masing-masing, yaitu kelas X3.


" Bul, jaga diri baik-baik. kalau butuh sesuatu, call me ." ucap Dylan sambil mengedipkan sebelah mata kiri nya.


Elea hanya mengangguk saja, ia menatap ke arah Rangga yang sama sekali acuh terhadap nya.


" Enak yah jadi kamu el? di jagain tiga bodyguard sekaligus." ucap Kiara


" Ganteng-ganteng, pula!" ucap Karin sambil tertawa , ia memang humoris.


" el, kalau bisa kenalin dong sama tiga bodyguard kamu itu." colek Karin kepada Elea.


" Nanti deh kapan-kapan aku kenalkan kalian, tapi ada syarat nya. " ucap Elea kepada teman-teman nya.


" Apa syarat nya?" ucap Karin merasa penasaran.


" Katakan saja el. kami siap membantu mu " ucap Kiara.


" Gimana kalau kita pergi ke kantin, aku malas mengikuti upacara seperti ini." ucap Elea sambil mengeluh.


Karin dan Kiara pun merasa terkejut dengan ucapan Elea, padahal mereka masih menjadi siswa baru.


" Ide bagus, aku juga males mengikuti upacara, panas tau!" ucap Karin sambil mengibas kan rambut nya.


" Bagaimana kalau kamu Kiara?" ucap Elea


" Aku setuju sih, tapi kalau nanti kita kena hukum bagaimana?" ucap Kiara


" Kena hukuman doang kan? tidak akan di keluarkan dari sekolah." ucap Elea untuk meyakinkan teman-teman nya.


" Kania bagaimana ?" ucap Karin


" Ah, dia tidak akan mau. Apalagi dia anak yang penurut, aku sih tidak yakin." ucap Elea.


"Hahaha, yasudah tunggu apalagi?" ucap Karin sambil mengajak kedua teman nya.


Elea beserta Kiara dan Karin pun mundur ke belakang barisan, mereka mengendap sambil memperhatikan ke arah depan, karena takut ada guru atau anggota osis yang melihat nya, mereka berjalan menuju ke arah Kantin, namun ada seseorang yang melihat nya yaitu Rangga, ia memperhatikan gerak gerik Elea yang berjalan sambil berjongkok, Rangga menaikan kedua alis nya, lalu memalingkan pandangan nya.


Cewek Nakal!


Rangga pun beralih pandangan, ia hanya menggelengkan kepala nya.


Sementara Elea, dan kedua teman nya sudah sampai kantin. Mereka sebenarnya tidak lapar, hanya saja ingin duduk sambil memakan cemilan ringan dan juga es boba yang ada di kantin. Sementara ketika upacara di mulai, mereka pun sudah sampai di kantin.


" mbak, pesen bubble tea brown sugar satu yah." ucap Elea sambil meminta ibu kantin untuk membuatkan nya.


" Memang nya tidak ikut upacara?" Tanya Mbak Dewi pedagang kantin.


" Tidak mbak, lagi sakit. " ucap Elea


" Sakit kok minum es, neng!" ucap mbak dewi sambil tertawa ke arah Elea.


" Mbak aku mau Bubble rasa permen karet." ucap Kiara


" Aku mau thai thea saja. " ucap Karin.


" Sekalin kentang goreng ya mbak sama bumbu pedas." ucap Elea.


Mereka pun duduk di kursi kantin, memang masih sepi karena siswa lain sedang upacara, meski hanya ada siswa kelas X, karena siswa kelas XI, dan XII pun libur untuk tiga hari ke depan.


Setelah mbak dewi selesai membuatkan es boba untuk mereka, dan juga kentang goreng ia pun kembali duduk sambil membuat adonan mie ayam.


" Kalian mengingatkan bu dhe saja sama siswa angkatan dulu " ucap bu dhe, ibu dari mbak dewi. beliau sudah tua, namun masih tetap berjualan di kantin dengan di temani oleh anak nya.


" Maksud nya Bu dhe?" ucap Elea merasa heran dengan ucapan ibu kantin.


" Memang siswa angkatan dulu, ada yang mirip seperti kita mungkin" ucap Kiara sambil menyantap es boba nya.


" Iya, benar sekali. Mereka juga sering ke kantin kalau sedang upacara, dan mereka juga tiga orang sama seperti kalian." ucap Bu Dhe


" Memang nya mereka angkatan tahun berapa Bu dhe?" ucap Elea sambil makan kentang goreng yang di olesi saus pedas.


" Mereka sudah menikah mungkin, soalnya sudah lama sekali " ucap Bu dhe sambil tersenyum.


" Kalau boleh tahu, nama nya siapa ?" ucap Karin sambil memakan kentang goreng.


" Nama nya Aleyna, Reyna dan Susan. itu seingat bu dhe... " ucap Budhe kantin.


Elea pun tersendat, ketika mendengar nama ibu nya yang di sebut, bahkan ia tidak menyangka kalau ibu nya begitu terkenal di sekolah ini.


uhuk.... uhuk.... uhuk...


" el minum nya yang bener!" ucap Karin sambil menepuk pundah Elea.


Elea pun menatap wajah Bu dhe.


" Ternyata buah jatuh tidak jauh dari pohon nya. kamu sama persis dengan ibu mu, ndok." ucap bu dhe kantin.


" Jadi, ibu kamu pernah sekolah di sini?" ucap Karin merasa heran dan terkejut.


" Mungkin! tapi, momy pernah mengatakan itu mungkin aku lupa ." ucap Elea sambil melanjutkan kembali minum es boba


" Jadi, tante Susan sama ibu kamu pernah satu geng gitu el. " ucap Kiara sambil tertawa.


" Mungkin kita adalah penerus mereka." ucap Elea.


Namun, ketika mereka sedang makan dan menikmati es boba, tiba-tiba saja guru bimbingan konseling pun datang menghampiri mereka.


" Bagus yah, baru masuk sudah membuat masalah " ucap Pak Angga guru Bimbingan konseling.


Elea pun menatap ke arah Pak Angga, ia bahkan biasa saja dengan teguran dari Pak Angga, namun Karin dan juga Kiara malah ketakutan dan membisikkan sesuatu agar tidak kabur.


" Sedang apa kalian di sini? bukan kah kalian harus mengikuti upacara?" ucap Pak Angga.


" Iya Maaf Pak." ucap Elea sambil menundukkan pandangan nya.


" Kalian bertiga ikut saya ke ruang bimbingan konseling, sekarang juga!" ucap Pak Angga dengan raut wajah marah nya.


Elea dan juga Karin serta Kiara tidak bisa berkutik, mereka mengikuti perintah dari guru bimbingan konseling, yang sudah berumur ini.


" Bagaimana ini, el?" ucap Karin sambil meremas tangan Elea.


" Aku juga tidak tahu " ucap Elea


" Kayak nya Pak angga marah banget, aku takut el " ucap Kiara sambil meremas tangan sebelah kiri elea.


" Pokok nya kalian tenang saja. " ucap Elea yang berusaha menenangkan kedua teman nya.


Tak lama, Pak Angga pun membawa mereka ke tengah lapangan, tepat nya di tengah barisan setelah upacara selesai. Namun, siswa kelas X belum di ijinkan untuk masuk ke kelas masing-masing, karena ada hal yang perlu di sampaikan.


" Aduh, aku malu banget nih." ucap Karin sambil menutup wajah nya dengan telapak tangan


" Jangan sampai, Dylan tahu. Kalau bisa dia pasti akan mengadu kepada Mama nya." ucap Kiara


Sementara Elea tidak perduli, dengan siswa lain.


Alvin pun merasa terkejut, ketika melihat Elea ada ditengah lapangan bersama kedua teman nya, bahkan ia tidak percaya sampai ia mengucek kedua bola mata nya untuk lebih memastikan.


" Loh, vin itu kan si gembul? " ucap Dylan sambil menunjuk ke arah depan.


" Loh, itu kan kiara juga. Apa yang mereka lakukan sih." ucap Dylan merasa was was.


" Anak nakal! padahal aku sudah mengawasi nya. Sialan!" ucap Alvin yang merasa kesal.


" Haha, memang nya kamu tidak tahu, saudara kembar mu itu pergi ke kantin secara diam-diam, sebelum upacara di mulai?" ucap Rangga


" Kenapa kamu tidak mengatakan kepada ku, kalau kamu melihat nya?" ucap Alvin dengan nada bicara sedikit menaik.


" Untuk apa? itu keinginan dia. lagi pula tidak ada urusan dengan ku?" ucap Rangga.


Namun, Alvin hanya terdiam memang sifat malas elea tidak berubah malah semakin menjadi.


Pak Angga pun mengambil alih pembicaraan. Ia berdiri di depan semua murid.


" Perhatian! untuk siswa baru yang sedang berbaris di depan saya, saya tegaskan jangan mencontoh ketiga siswa ini yang tengah berdiri di depan kalian. Karena ketiga siswa ini telah melanggar aturan di sekolah!" ucap Pak Rangga.


" Huuu.... "


Gemuruh suara sorakan para murid baru pun meramaikan lapangan.


Setelah upacara selesai, Elea dan juga kedua teman nya langsung di bawa ke ruang bimbingan konseling.


Alvin pun berlari menuju ruang bimbingan konseling untuk mengetahui kejadian sebenarnya, dengan di temani oleh Dylan dan juga Rangga.


" Pak Angga, maaf menganggu waktunya . Apa saya boleh ikut masuk ke ruangan ?" ucap Alvin


" Untuk apa? kamu mau di hukum juga." ucap Pak Angga.


" Tidak, saya ingin mengetahui kejadian sebenarnya." ucap Alvin.


" Iya Pak, kami boleh masuk?" ucap Dylan.


" Tidak. ini bukan urusan kalian, memang nya kalian kenapa ingin tahu dengan masalah siswa nakal ini, apa kalian pacar nya?" tanya Pak Angga sambil melihat ke arah Alvin dan juga Dylan beserta Rangga dengan tatapn tajam.


" Lebih baik kalian masuk ke kelas! " ucap Pak Angga sambil menutup pintu.


Sementara Elea dan kedua teman nya sedang duduk dan menunggu kedatangan Pak Angga di ruang bimbingan konseling.


.


.


.


.


.


.


.


.


Author update nya kenceng nih, kalau kalian vote nya kenceng juga. Hehhehe


di tunggu Like dan juga komentar nya.


Coba itu silent reader jangan diem bae, coba komen