My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Gubuk Cinta



Jam sudah menunjukan pukul 13.00 Wib, mereka berangkat mengelilingi Jalan dan lereng bukit untuk menikmati liburan yang singkat ini .


Adnan pun membonceng Aleyna dengan menggunakan motor gede untuk mengelilingi suasana tempat ini yang hijau dan sejuk, karena mereka memang ingin menghabiskan waktu untuk berduaan di tempat nan indah ini, dan kedua sahabat nya pun sangat menikmati liburan singkat ini.


" Aku tukang ojeg, Apa calon suami kamu sih " Ucap dr. Adnan sambil mendengus kesal


" Yah... calon suami aku lah Mas " Ucap Aleyna sambil tersipu malu, ia memang belum mau memeluk Adnan karena merasa canggung dan belum terbiasa.


" Kamu di bonceng aja, Jarak nya 5 meter. Kaya di boncengi musuh " Ucap dr. Adnan sambil mendengus kesal


" Jadi Mas mau gimana? Aku Ngga paham! " Ucap Aleyna


" Peka dong Ley . kamu polos banget sih " ucap dr. Adnan yang semakin kesal dengan sikap Aleyna


kemudian dr. Adnan langsung tancap gas dengan kecepatan tinggi membuat Aleyna senang dan berteriak sekenceng mungkin, Aleyna sudah terbiasa dengan naik motor dengan kecepatan tinggi, Adnan salah kalau melakukan hal ini ke Aleyna untuk membuat Aleyna ketakutan karena ia sudah terbiasa kebut kebutan, ia malah kegirangan,dan ini hal yang menyenangkan, apalagi bisa kebut kebutan bareng dr.Adnan, orang yang paling Aleyna sayangi.


" Kamu nggak ada takut nya" Ucap Adnan yang merasa sudah lelah, padahal ia ingin Aleyna memeluk nya saja, tapi rasa nya sangat susah membuat Aleyna begitu peka dengan keinginan Adnan, karena ia ingin merasakan hangat nya pelukan Aleyna


" Maksud nya mas ? " Ucap Aleyna sambil tertawa kecil, padahal ia memang tahu maksud Adnan mengendarai motor dengan kecepatan tinggi toh semua lelaki memang sama saja.


Aleyna memang aneh, ntah aku malah semakin menyukai nya saja


" Tidak apa-apa, kau lupakan saja perkataan ku tadi " Ucap nya kesal, karena terlalu lama membuat Aleyna sadar.


" Mas Adnankenapa sih? dari tadi marah marah terus, Mas Adnan ngga suka jalan sama aku? " Ucap Aleyna yang merasa kikuk karena Adnan diam saja dari tadi


"Tidak apa apa " Ucap nya singkat


Mungkin wanita lain lebih senang menggunakan mobil mewah kalau saja jalan berdua dengan pacar nya, akan tetapi Aleyna menyukai momen di saat Adnan membonceng nya dengan menggunakan motor gede dan menelusuri jalan menuju bukit bukit yang terjal, dan pemandangan yang menghijau, memang sedikit ekstream namun, Aleyna sangat menyukai nya bila itu berdua dengan Adnan.


" Yah... mas Adnan sendiri kenapa emosi terus ? " dengus Aleyna yang masih berpegangan pada besi di samping motor. a


" ngga emosi sayang... " ucap nya sambil meraih tangan Aleyna lalu melingkarkan nya di pinggang nya.


" Aku mau kaya gini aja ,kamu susah " Ucap nya sambil melemparkan senyum, namun ia masih tetap fokus mengendarai motornya


" jadi Mas, mau aku peluk ? " Ucap Aleyna sambil tersenyum


" kamu tuh ngga peka " Ucap dr. Adnan


Lalu Aleyna dengan erat memeluk dr.Adnan dari belakang dan menyenderkan kepala nya ke pundak Adnan, Ntah rasa nya Nyaman berada di pelukan Adnan,Aleyna memang manja sekali kalau sudah berduaan dengan Adnan.


*


Setelah sampai di lereng bukit, hujan pun turun mengguyur Kota Bandung , rintik- rintik hujan itu berjatuhan di pucuk rambut indah milik dr. Adnan dan membentuk manik manik kristal sehingga membuat nya terlihat begitu tampan .


Mereka pun berhenti di sebuah gubuk tua, Gubuk yang tidak ada penghuni nya, Ia tidak tahu di mana keberadaan teman teman nya itu . Karena sudah sangat tertinggal Jauh sekali, karena mereka terlalu asik mengobrol di jalanan tanpa memperdulikan sekitar nya seolah dunia adalah milik berdua saja.


" Sayang, kita berhenti di sini saja! " Ucap dr. Adnan sambil menghentikan mesin motor nya menuju sebuah Gubuk tua yang ada di lereng bukit


" Mas, tempat nya menyeramkan!Aku takut.." Ucap Aleyna yang merasa takut


" kau tenang saja, ada aku disini " Ucap Adnan begitu melepaskan helm yang di pake Aleyna.


Kemudian mereka pun turun dari motor itu lalu bergegas menuju gubuk Cinta .


Aleyna melipatkan kedua tangan nya, rambut nya basah dan terlihat lebih lembab . Bibir mungil nya membiru karena kedinginan .


" Mas, Sampai kapan hujan nya akan berhenti, Aku tidak kuat dengan cuaca dingin" Ucap Aleyna yang bergidik kedinginan


" Sebentar lagi, hujan nya akan reda, kami duduk saja dulu disini ! " sahut nya sambil memberi ruang di paha nya untuk Aleyna duduki


" Aku takut ngga bisa pulang mas, Nanti Mamah sama Papah nyariin aku.. " Ucap nya begitu khawatir


" Tenang sayang, kan Ada aku . Kamu ngga usah takut " Ucap dr. Adnan sambil mengelus rambut basah milik Aleyna .


*


Disisi lain, Ryan dan Susan pun serta Reyna dan Arkan sudah sampai duluan di Hotel . mereka berbalik arah ketika langit semakin gelap dan suara petir pun menggelegar ketika hujan turun mereka sudah berada di hotel.


Mereka memutuskan untuk, balik arah menuju hotel .


Sementara dr . Adnan terjebak hujan di lereng bukit .


" Loh, Adnan sama Aleyna kemana " Ucap Mamah Venna


" Bukan begitu,Aleyna kalau kehujanan pasti bersin bersin terus " Ucap mamah venna ,karena ia tahu tentang anak tomboy nya itu


" aku sampai lupa tante! " Ucap Reyna sambil menepuk jidat nya.


******


Suara petir pun menggelegar,dan hujan pun semakin deras, Aleyna ketakutan hingga memeluk erat dr. Adnan


" Mas, Aku takut .. " Ucap Aleyna lagi


" Tidak apa apa " Ucap nya sambil memeluk Aleyna dengan erat .


Karena kedinginan, dr Adnan pun mendekatkan bibir nya ke arah sudut bibir Aleyna, ketika hendak mencium Aleyna, Langkah nya terhenti dan Aleyna pun bersin terus menerus .


Itu membuat dr. Adnan begitu kesal lalu menghentikan langkah nya


" Hacihhhhh.... "


suara bersin Aleyna terus menerus.


" kamu kenapa sayang ? " Ucap Adnan yang begitu khawatir dengan Aleyna karena ia sekarang tanggung jawab Adnan


" Aku kalau Kena hujan suka bersin bersin mas! " Ucap Aleyna.


" Kamu tiduran saja di pangkuan aku sini " Ucap dr. Adnan


Lalu Aleyna pun tidur di pangkuan dr. Adnan


" Mas, aku mau tanya boleh ? " ucap aleyna


" Boleh sayang! " Ucap Adnan sambil membelai rambut Aleyna


" Mas kapan sih mulai ada perasaan cinta sama aku ? " Ucap Aleyna


" Waktu melihat mu menangis, ntah kamu begitu lucu!" Ucap nya


" ih kok bisa sih! " Ucap Aleyna


" Yah,kamu lucu pas nangis, jadi aku berjanji sama diriku sendiri. Ketika aku memilikimu . aku tidak ingin membuat mu menangis sedikit pun " Ucap tegas dr. Adnan membuat Aleyna luluh .


kemudian mengecup Pipi dr. Adnan


Dan ketika ia ingin mendekatkan wajah nya lagi dan mencium bibir mungil milik aleyna yang beraroma permen karet, Lagi dan lagi Aleyna terus bersin.


" gagal lagi gagal lagi !" Ucap dr. Adnan sambil menepuk jidat nya


kemudian Aleyna mendekatkan bibir nya ke arah sudut bibir dr. Adnan


" Cuppppp ... "


Salah satu kecupan yang Aleyna berikan , Adnan semakin tidak sabar ingin segera menikahi gadis nya itu.


" Nikah aja yuk sayang! " Ucap dr. Adnan


" kamu mau kenapa hukuman nikahin anak di bawah umur " timpal Aleyna sambil tertawa melihat sikap Adnan yang begitu menggemaskan


" terus kapan dong? aku ngga bisa menahan nya terlalu lama.... " Ucap dr. Adnan


" Tunggu tanggal penentuan dari orang tua kita Mas, lagi pula aku masih sekolah! " Ucap Aleyna


" Aku akan menunggu mu, sayang " Ucap dr. Adnan


" I love you my pretty girl .. " Ucap Adnan sambil memeluk erat tubuh Aleyna dan memberikan kehangatan nya untuk Aleyna yang begitu kedinginan.


" I love you too my future husband!" " Ucap Aleyna sambil menerima pelukan erat calon suami nya, ia tidak ingin melepaskan nya .


sekali kali Aleyna mengacak acak rambut Adnan yang sudah basah dan berantakan, Akan tetapi seksi menurut Aleyna mereka tidak ingin melupakan momen romantis ini.


Liat Guys ! Seksi nggak menurut kalian?



**