My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Rasanya Sakit



Rangga....


Aku kira kita akan selamanya , tertawa bersama saling menyayangi seperti janjimu, ketika kamu menyatakan perasaan mu...


Namun nyatanya, semua telah berubah.


apa aku terlalu berharap, sampai aku tidak bisa percaya dengan apa yang sudah kamu lakukan,


aku bisa mendengar bagaimana kamu mengungkapkan perasaan sayang untuk orang lain, aku melihat bagaimana perhatian kamu terhadap wanita lain,


sedangkan aku?


mencarimu, aku mencari mu, mengkhawatirkan kamu, memikirkan kamu.


Elea berjalan menapaki sudut trotoar, ia tidak bisa menahan air matanya, semua begitu jelas, Elea melihat bagaimana perhatian Rangga, bahkan Elea mendengar dengan jelas dari mulut Rangga bahwa ia menyayangi Meghan, ntah dari awal Elea terlalu yakin kalau Rangga begitu mencintai nya. Elea memberikan kepercayaan penuh terhadap Rangga, bahkan di saat semua teman-temannya membicarakan hal buruk tentang Rangga, Elea selalu menutupi , karena Rangga begitu sempurna untuk Elea.


Namun....


tidak untuk kali ini, memang sulit di percaya, karena kepercayaan bak sebuah kertas, Elea begitu hanyut dalam kasih sayang Rangga sampai ia susah untuk mempercayai kejadian tadi, padahal ia melihat dengan kedua bola matanya.


Impian untuk hidup bersama bukanlah harapan elea lagi, semua telah sirna. Hati nya begitu hancur , Elea benar-benar kecewa dengan semua sikap Rangga.


" Aku benci kamu rangga...."


" aku benci kamu...."


Elea terus menelusuri langkah selanjutnya, ia tidak tahu harus kemana pergi nya, ia bahkan tidak sengaja menendang botol minuman bekas, sampai botol tersebut mengenai kepala seseorang yang sedang berjalan menuju mobil nya.


Brugh.....plak....


lemparan kaleng bekas minuman itu nampak kencang, Elea menendang nya penuh dengan emosi yang meredam, ia bahkan terkejut ketika kaleng bekas minuman itu mengenai seseorang, lantas Elea langsung menutup wajahnya, karena seseorang yang kini terkena lemparan kaleng tersebut nampak menghampiri Elea.


" jadi kamu yang melempar botol minuman ini?" ucap seseorang bertubuh besar, yang menghampiri Elea.


elea sedikit demi sedikit membuka kedua bola matanya, ia nampak terkejut dengan seseorang yang kini ada di hadapannya.


" Pak Darwin?"


elea langsung membuka kedua bola matanya yang memerah dan sedikit membengkak.


" Jadi hobi kamu sekarang melempar kaleng minuman, kalau sampai terkena orang lain mungkin kamu akan di laporkan ke pihak berwajib!" ucap Pak Darwin sambil menakuti Elea dengan cara mengancam nya.


" Maaf, aku tidak sengaja Pak!" ucap Elea sambil menundukkan pandanganya, kali ini Elea tidak banyak bicara, ia masih terdiam dan sesekali air matanya terus keluar dan membasahi pipi merah nya.


Pak Darwin merasa heran, ia bahkan menatap Elea yang tidak seperti biasanya.


" Lebih baik kau pulang, lagi pula sudah semakin malam...." ucap Pak Darwin yang mengajak Elea untuk pulang.


Elea hanya menggelengkan kepalanya saja, ia tidak ingin kembali ke rumah apalagi dalam keadaan seperti ini.


elea yakin, pasti Rangga sudah menunggu kedatangan nya di rumah.


" anak kecil jam segini tidak boleh berada di luar rumah, apalagi sendirian. kalau gitu aku antar kamu pulang!" ucap Pak Darwin yang memaksa Elea untuk masuk ke dalam mobil nya.


Elea menolak keras ajakan Pak Darwin.


" jangan nyari kesempatan deh Pak! aku bukan anak kecil...." ucap Elea sambil terus menangis.


" kalau bukan anak kecil, untuk apa menangis di pinggir jalan, sambil melempari kaleng bekas minuman? atau jangan-jangan kamu sudah gila?" ucap Pak Darwin.


Tanpa di suruh masuk, Elea pun berjalan memasuki mobil Pak Darwin tanpa mengucapkan kata-kata sedikit pun.


Pak Darwin hanya menggelengkan kepala saja, ia bahkan tidak mengerti dengan sikap Elea.


" anak kecil!"


Pak Darwin langsung masuk ke dalam mobil, dan melihat Elea sedang menangis dengan sangat kencang nya, sampai membuat Pak Darwin menutup telinga nya.


" Aaaaaaaa..... aku benci hari-hari ku, Aku benci semua yang ada di dekatku! kenapa sih dia tega bersikap seperti itu..."


" Aaaaaaa...."


Pak Darwin memberikan tisu yang ada di dekatnya, ia nampak heran dengan Elea yang tiba-tiba saja menangis dengan sangat kencang, bahkan pintu mobil pun terbuka, orang-orang di sekitar pun memperhatikan sikap mereka.


" berhenti membuatku malu anak kecil, jangan menangis lagi...."


" Elea berhenti!"


Elea pun berhenti menangis, bahkan ia menatap ke arah Pak Darwin.


" Pak Darwin tidak pernah merasakan sakit hati seperti aku Pak, jadi diam saja...."


elea kembali menangis sesegukan, sambil menghabiskan beberapa tisu milik Pak Darwin.


" makanya kalau masih kecil jangan berani cinta-cintaan , lebih baik langsung menikah saja...."


" Kalau saja ada cowok yang berani menikahiku, aku pasti akan menerimanya sekarang juga!"


" Meskipun itu orang gila?"


Elea memukul Pak Darwin, ia tidak mungkin menikah dengan pria gila, bahkan Elea menganggap Pak Darwin bukanlah gurunya, karena ini diluar sekolah, bukan karena itu Elea juga sudah terbiasa dengan Pak Darwin.


" Aku antar kamu pulang saja!" ucap Pak Darwin sambil fokus mengendarai mobil.


" Jangan, aku ingin pergi dugem!" ucap Elea yang berani mengajak Pak Darwin untuk dugem.


Namun Pak Darwin tidak mendengarkan Elea sama sekali, ia terus mengendarai mobil sampai ke tempat tujuan, yaitu ke rumah Elea.


Bagaimanapun Elea adalah muridnya, ia tidak ingin melakukan hal buruk kepada Elea meski ia menyimpan perasaan terhadap Elea, Memang Pak Darwin sempat berpikiran nakal, Apalagi ia melihat sosok Elea yang cantik dan mempesona, namun ia tidak ingin merusak citra baiknya sebagai guru.


Pak Darwin tidak ingin Elea jatuh dalam pergaulan yang salah, apalagi di usia Elea yang masih muda.


****


Karin pun memberitahu kejadian sebenarnya kepada Alvin, dylan dan juga Kiara, karena Elea tidak bisa menjenguk ayah angkat Kiara, Alvin nampak terkejut dengan cerita dari mulut Karin.


" Jadi dimana Elea sekarang?" ucap Alvin yang nampak khawatir.


" elea pergi, ntah dia bahkan melarang ku untuk menyusulnya, aku juga tidak ingin menganggu Elea, dia perlu waktu sendiri!" ucap Karin yang ikut sedih.


" lagian Rangga kenapa sih, perduli banget sama Meghan. jangan sampai Meghan menjadi akar dari retak nya hubungan mereka!" ucap Dylan yang ikut kesal.


" Vin kamu mau kemana?" ucap Kiara yang menarik lengan Alvin.


" Ra, maaf aku tidak bisa menemani kamu. aku takut terjadi apa-apa terhadap Elea, kamu mengerti kan?" ucap Alvin yang nampak tenang walau dalam keadaan khawatir.


" Semoga tidak terjadi apa-apa dengan Elea, hati hati di jalan ya...." ucap Kiara yang nampak perhatian dengan Alvin.


Alvin meninggalkan Kiara dan juga teman-teman nya, ia takut Elea melakukan hal buruk , apalagi dalam kondisi seperti ini.


Di tengah perjalanan, Alvin bertemu dengan Rangga yang sedang berdiri dengan wajah kusut bahkan penampilan yang nampak berantakan.


" Vin...."


Rangga menghampiri Alvin, namun belum sempat ia berucap Alvin sudah mendahului nya.


" Apa yang kamu lakukan Ga, kamu sudah benar-benar membuatku kecewa!" ucap Alvin yang nampak geram dengan Rangga, baru kali ini Alvin marah dengan sikap Rangga.


" ini cuma salah paham vin, jangan berpikiran buruk tentangku!" ucap Rangga


" bagaimana aku tidak berpikir buruk tentangmu , kau bahkan duduk diam disini, sementara Elea pergi entah kemana, dimana akal sehat kamu! ini yang kamu bilang mencintai Elea dengan sungguh-sungguh?" ucap Alvin penuh emosi.


" aku sudah berusaha untuk mengejar Elea, tapi Elea sudah tidak ingin melihat wajahku!"


" kelak kau akan menyesal Ga,aku tidak ada waktu untuk berbicara denganmu, aku akan memastikan Elea baik-baik saja, tanpa perlu kau tahu...." ucap Alvin yang nampak kesal dengan ulah Rangga.


" Vin tunggu!"


Ucapan Rangga bahkan tidak dihiraukan oleh Alvin sama sekali. Rangga benar-benar menyesal, ia bahkan tidak berpikir panjang kejadiannya akan seperti ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


Guys, masih banyak kejutan kok ikuti alurnya saja. Jangan komen macem-macem yah. author lagi hamil gede nih, hehehe nggak sabar ketemu dd bayi :)


makasih doa nya....


Eh, ada yang lewat.



Cocok nggak kalo sama ini ?


Pak Darwin



atau balik sama Rangga lagi ?