My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Sebuah perasaan



*Si manusia kutub, super dingin dan gak peka



*Si tukang ngambek dan cengeng



dr. Fandy menatap ke Arah luar gedung pernikahan, di sana ada Reyna yang sedang merenung, ntah ia sendiri bingung apa yang harus ia lakukan kepada Reyna, bahkan ia tak mampu membuat Reyna bahagia . Bahkan ia sendiri belum berani lagi menyatakan semua perasaan nya kepada Reyna,mengingat Fandy sudah banyak menyakiti hati Reyna . Ia sadar kehadiran dirinya di hidup Reyna hanya menambah beban saja, Dan Fandy sendiri memang masih mencintai Reyna namun ada Hal yang harus ia urus, selain Reyna .


" Fandy !! " Sahut Adnan ketika melihat fandy yang sedang berdiri di dekat jendela gedung pernikahan itu


" Ada apa ? " Ucap Fandy begitu singkat


" Apa kau masih mencintai Reyna ?" Tanya Adnan dengan serius


" Aku memang mencintai nya, memang kenapa ?" Sahut Fandy dengan wajah tengil nya


" Aku harap kamu tidak menyakiti nya lagi, Aku bahkan melihat nya menangis setelah kamu memberikan lagu untuknya " Sahut Adnan


" Ada hal yang lebih penting, yang harus aku urus, Demi masa depan ku dengan Reyna " Ucap fandy lalu bergegas pergi meninggalkan adnan sendiri, anak ini memang sangat keras kepala dan susah di atur.


karena Acara pernikahan nya sudah selesai, akhir nya Fandy pun segera menemui Reyna yang tengah berada di dekat pelaminan susan, Ya benar dia memang habis nangis, karena mata nya sedikit sembab namun ia masih tersenyum , Ya begitu lah Reyna, Mampu menutupi kesedihan nya dan membuat fandy semakin merasa bersalah .Ia memang pengecut, membiarkan wanita secantik Reyna selalu menangis . Padahal , Fandy sendiri memang tidak memahami perasaan wanita, Ya maklum, fandy memang kurang peka, dan bahkan Ia kadang Egois mementingkan diri nya sendiri .


Fandy tiba tiba saja menarik tangan Reyna menuju luar gedung, meski Reyna meminta untuk di lepaskan. namun ia tidak menghiraukan nya.


" fandy.. lepasin dong ! kamu apa apaan sih? " Ucap Reyna yang berusaha melepaskan genggaman tangan fandy


fandy pun mendorong tubuh Reyna ke tembok besar dan ia mulai mendekatkan wajah nya ke arah wajah Reyna .


" Apa yang akan dia lakukan " Batin Reyna jantung nya masih berdetak lebih kencang dari biasa nya, Yah! Reyna memang selalu tidak kuat dengan tatapan tajam manusia kutub ini, bahkan Tatapan ini lah yang membuat Reyna semakin lemah akan pesona nya.


" Diam aja bisa ngga sih " Ucap Fandy lalu menarik tangan Reyna lagi dan menyuruh nya masuk ke dalam mobil sport milik nya berwarna White silver



Karena hari sudah semakin malam, kalau saja Reyna menolak keinginan fandy, pasti dia akan lebih nekat membawa Reyna entah kemana, Dengan raut wajah kesal Reyna terus menemani fandy kemana ia akan pergi.


" kamu mau bawa aku kemana sih ?" Ucap Reyna dengan wajah kesal


" Tidur di rumah ku, atau aku yang tidur di Rumah mu " Ucap Fandy tanpa seuntai senyum yang terlintas di bibir nya


" Gila !! Kita itu cuma Temenan loh, ngga lebih " Ucap tegas Reyna


" Kamu mau nya apa Rey ?" Ucap Fandy dengan sangat dingin


" Turunin aku disini, memang kamu kira aku wanita pelayan mu, yang seenak nya kamu suruh aku tidur dan menemani mu " Ucap Reyna dengan sangat tegas lagi


" Jangan pernah berpikir seperti itu Rey " Ucap fandy lagi


" Kamu turunin aku, kalau ngga aku loncat " Ucap Reyna


Fandy malah melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi tanpa menghiraukan perkataan Reyna, karena Reyna tidak mungkin senekat itu, Bahkan Reyna malah tak henti nya menyuruh fandy untuk pelan mengendarai mobil nya, tapi ia masih tidak mendengarkan ucapan Reyna, sampai ia berteriak


" Stop .. please " Ucap Reyna Sambil teriak sampai membuat telinga Fandy hampir pecah


Dan Tanpa sengaja, Fandy ngrem mobil nya mendadak, karena tidak kuat dengan Teriakan Reyna yang hampir menembus gendang telinga bagian dalam nya .


" Bisa ngga sih, ngga usah teriak " Ucap Fandy sambil menutup kedua kuping nya


" Kamu itu bawa cewek, bukan bawa kambing ! Bisa ngga sih pelan dikit bawa nya " Ucap Reyna sambil menatap Sinis wajah Fandy


" kamu aja yang berlebihan" Ucap Fandy


merasa kesal dengan ucapan fandy, Reyna pun Refleks memukul otot bisep fandy .Dan dengan perasaan kesal.


" kapan sih kamu tuh ngga nyebelin " Ucap Reyna lagi sambil cemberut


" nyebelin apa ngangenin " Ucap Fandy sambil mencubit dagu lancip Reyna .


" Tuh kan makin nyebelin " Ucap Reyna lagi namun, ia tersipu malu ketika fandy mencubit lembut dagu nya.


" jangan manyun gitu, jelek tau " Sindir fandy sambil menatap ke Arah Reyna


Fandy hanya tersenyum ke Arah Reyna melihat tingkah Manja Reyna namun kian menggemaskan , ia terus melajukan mobil nya ke Arah Rumah nya karena malam ini , ia menginginkan Reyna untuk menemani nya menghabiskan malam karena Hanya Reyna lah yang mampu, membuat Fandy lebih tenang di saat semua masalah datang menghampiri nya, Tanpa ia ketahui kalau Bunda Ratih mempunyai Janji kepada Bapak Josephine kalau, Fandy dan Nasya tidak jadi menikah, Rumah yang di diami oleh Fandy akan di Ambil Alih oleh Bapak Josephine, mengingat Bunda Ratih mempunyai Hutang yang amat besar terhadap Bapak Josephine. Rumah ini hanya satu satu nya Rumah peninggalan Alm Bunda Ratih, kalau saja Josephine menyita nya bahkan Fandy tidak punya apa apa lagi. Bahkan, Ia mencintai Reyna pun rasa nya tidak pantas kalau ia jatuh miskin.


Setelah sampai ke Rumah besar bernuansa Bangunan kuno peninggalan keluarga Fandy, di sana sudah sangat ramai . Dan Rumah itu telah bertuliskan " Di jual " Sejak kapan Fandy menjual rumah nya, bahkan ini adalah harta satu satu nya peninggalan keluarga nya


" Siapa yang berani menyita dan menjual rumah ku " Ucap Fandy dengan sangat Tegas dan garang


" Fan, Ada apa ?" Ucap Reyna yang merasa heran ketika semua orang bertubuh besar itu berdiri di depan pintu.


" Berani nya kau menjual Rumah ku " Ucap Fandy sambil memukul bodyguard dari Josephine


Buggg ... plak ...


Pukulan Tajam itu, mengenai wajah dua bodyguard itu, Ia sangat marah dengan dua bodyguard dari Josephine berani nya dia menjual Rumah nya, Padahal Fandy berjanji untuk membayar semua tagihan alm. ibunda nya.


" dr. Fandy !!! " Teriak Reyna ketika Fandy memukul dua bodyguard bertubuh besar


" kamu minggir Rey, jangan mendekat !" Teriak Fandy lalu Reyna menjauh dari fandy


" Ya tuhan, apa yang sebenarnya terjadi dengan mu fan, aku benar benar khawatir " Batin Reyna .


Fandy pun terkena pukulan dan Tonjokan ke wajah dan perut nya, dan membuat darah di sudut bibir fandy pun keluar karena pukulan itu sangat kencang .


" Jangan pukuli dia, Aku mohon ! " Ucap Reyna yang menghampiri Fandy yang terjatuh ke lantai.


" Kalian pergi dari sini, kalian ngga pantas memukuli dr Fandy " Ucap Reyna sambil teriak histeris


" dr Fandy ... kamu tidak apa apa kan, sebenar nya apa yang terjadi " Ucap Reyna sambil menyentuh pipi Fandy


Tiba tiba saja muncul seorang lelaki bertubuh besar dan memakai kacamata hitam,dan nenghampiri fandy dan Reyna yang tengah terkulai lemas .


" Anak bodoh,mengapa kau tidak menerima perjodohan saja,mengapa malah membiarkan anak semata wayang ku pergi dengan lelaki lain " Ucap Josephine sambil menghisap puntung rokok nya


" **** " Ucap Fandy ia hendak memukul Josephine namun, tubuh nya di tarik oleh Reyna


" dasar bodoh, silahkan pergi dari Rumah ini karena aku berhak memiliki Rumah ini " Ucap Josephine sambil tertawa puas melihat penderitaan Fandy


" manusia keji macam apa dirimu Josephine ! beruntung aku tidak jadi menantu mu dan sangat beruntung kalau Nasya pergi meninggalkan mu, Karena kau tidak pantas di sebut sebagai orang tua" Celoteh Fandy yang memancing emosi Josephine


" anak kurang hajar!! bawa semua barang barang mu dari rumah ini, Dan jangan pernah sesekali kamu kembali ke rumah ini !" Ucap Tegas Josephine dan menyuruh pengawal nya untuk mengambil semua barang barang Fandy dan melemparkan nya ke Arah Fandy.


" Pergi kau dari Rumah ini ! " Ucap Josephine


" lihat, Apa yang akan terjadi dengan mu nanti. Aku pastikan hidup mu tidak akan tenang " Ucap Fandy sambil menatap dalam wajah Josephine dan ia menyimpan dendam yang amat dalam.


Dan Fandy pun bergegas pergi dari Rumah nya dengan di dampingi Reyna membawa dua koper baju serta barang barang nya,ia amat terpukul dengan kejadian ini bahkan ia sangat sedih, karena tidak bisa mempertahankan Harta satu satu nya yang keluarga nya turunkan.


Reyna pun memeluk Fandy dengan sangat erat.


" maafkan aku, karena aku tidak tahu kau akan menderita seperti ini " Ucap Reyna sambil terisak memeluk Fandy


" Tidak apa apa, aku bisa mengatasi nya " Ucap Fandy lalu membalas pelukan Reyna


" mengapa kau tidak menerima perjodohan itu,aku bahkan Rela, daripada kamu menderita seperti ini dr Fandy " ucap Reyna sambil terisak .


" Harta dan kekayaan itu bisa di cari, tapi cinta sejati susah untuk di temukan . Dan aku bertahan demi kamu " Ucap Fandy sambil menyentuh kedua pipi Reyna


" Aku sayang sama kamu dr Fandy , maafkan aku karena aku telah membuat mu menderita, kau sudah kehilangan ibu mu dan sekarang kau kehilangan tempat tinggalmu dan itu semua gara gara aku " Ucap Reyna lagi sambil terisak


" Dengarkan aku Rey... Tidak ada sedikitpun rasa penyesalan ketika aku mengenalmu, bahkan sampai detik ini . Perasaan cinta aku ke kamu tidak akan pernah hilang " Ucap Fandy sambil memegang kedua pipi bagian rahang Reyna


" maafkan aku karena telah berpikiran negatif tentang mu, aku bahkan masih mencintai mu " Ucap Reyna sambil terisak dan penuh haru sampai bumi pun ikut menjadi saksi cinta mereka. tak lama Hujan pun turun ketika mereka sedang berpelukan, Karena perjuangan cinta mereka sangat lah panjang dan tidak semulus perjalan cinta antara Adnan dan Aleyna,maupun Daniel dan Susan.



Mana nih pendukung Fandy sama Reyna ?


But, author ucapkan terimakasih bagi yang sudah setia membaca cerita ini.


Vote guys biar Masuk urutan 20 lagi hehehe


Like dan Komen juga Yah .