
setelah mendengar kabar kehamilannya Reyna dan Fandy langsung menemui Susan, untuk mengetahui keadaan Susan. entah Fandy begitu bahagia mendengar kabar kehamilan Reyna meski sikap Reyna sangat manja.
sebelumnya Reyna dan Fandy memang belum mengetahui kabar tentang kehamilan Susan karena yang ia tahu Daniel mengabarkan kalau Susan sedang dirawat.
mereka juga tidak menyangka kalau istri mereka hamil secara bersamaan, padahal mereka tidak ada perjanjian apapun.
" Susan.." ucap Reyna yang langsung menghampiri Susan yang sedang berbaring di tempat tidur
" Reyna" sahut Susan sambil memeluk Reyna dengan mata yang berkaca-kaca.
" Kamu sakit apa, jangan membuatku khawatir!" ucap Reyna sambil duduk di dekat ranjang tempat tidur Susan
" Aku tidak sakit, justru aku mempunyai kabar baik, Rey !" ucap Susan sambil melayangkan senyum sumringah nya
"kabar baik apa? "ucap Reina Iya begitu penasaran dengan perkataan Susan
"Aku mau mengabarkan kalau aku positif hamil" ucap Susan dengan senyuman bahagia nya.
" Apa?" ucap Reyna dan Fandy secara bersamaan karena terkejut mendengar ucapan Susan
" Iya Reyna, dan Fandy kami baru saja mendapatkan kabar kalau Susan memang positif hamil, ntah kami awalnya sempat tidak percaya tapi Tuhan mendengar doa kami selama ini" ucap Daniel sambil menghampiri Susan.
" Aku juga hamil, San !" ucap Reyna
Susan pun terkejut mendengar pengakuan Reyna, bahkan ia memeluk Reyna dengan sangat erat.
" Jadi kamu hamil juga Rey?" ucap Susan
" Kita kenapa bisa bareng kayak gini?" ucap Reyna
" Yeay akhirnya kita hamil bareng" Sorak Reyna sambil memeluk Susan.
namun, kebahagiaan itu bukan hanya di rasakan oleh Susan dan Reyna akan tetapi Fandy dan Daniel yang juga ikut bersorak ria dan saling merangkul dan melompat layak nya anak kecil yang baru di kasih hadiah.
Memang mereka baru saja mendapatkan hadiah, Hadiah dari tuhan untuk mereka jaga dan mereka rawat.
" Akhirnya istri kita hamil, yay" ucap Daniel sambil merangkul Fandy dan melompat
" Yeay kelinci ku juga hamil!" ucap Fandy sambil tertawa .
Susan dan Reyna hanya tersenyum melihat tingkah suami mereka, bahkan melebihi kebahagiaan antara Susan dan Reyna.
" Kalau saja aku tahu, Fandy dulu seperti ini. mungkin aku tidak akan menyukai nya" celoteh Reyna.
" kau lihat lah mereka, seperti anak kecil baru mendapatkan mainan saja!" ucap Susan sambil tertawa.
"Jangan sampai anak ku mirip ayah nya" ucap Reyna sambil mengelus perut nya.
" Terus anak kamu mau mirip siapa?" tanya Susan
" Mirip aku saja, daripada mirip beruang kutub menyebalkan seperti itu" ucap Reyna sambil menunjuk Fandy yang tengah bersorak ria.
" Haha, jelas mirip Fandy lah. kan kamu buat nya secara bersamaan, masa mau mirip dr.Adnan? kan tidak mungkin" ucap Susan sambil tertawa melihat tingkah Reyna.
" Kalau pun mirip Fandy, wajah nya saja. sikap dingin nya jangan deh, sudah cukup aku menderita mengejar cinta nya" ujar Reyna
" Hmm.. tapi sekarang sudah bahagia kan? sudah mengetahui luar dan dalam nya" ucap Susan sambil menatap Reyna.
" Kalau itu tidak usah di pertanyakan lagi, aku sudah sangat bahagia " ucap Reyna sambil memeluk Susan.
" Aku bahkan lebih bahagia Rey, sudah lama aku menanti kehadiran sang buah hati di pernikahan ku, sekarang tuhan baru memberiku kepercayaan" ucap Susan begitu terharu.
" Kita berjuang bersama-sama, demi anak yang ada di dalam kandungan kita" ucap Reyna yang memberikan semangat kepada Susan.
" Siap , berjuang bersama" ucap Susan.
Fandy dan Daniel yang masih mengenakan Jas putih khas dokter itu masih terlihat sangat bahagia, bahkan tak henti nya mereka melayangkan senyuman bahagia nya, sampai mereka melupakan suasana rumah sakit.
" Kalian kenapa sih?" ucap Reyna dan Susan
Fandy dan Daniel pun saling menatap tanpa sadar mereka sedang merangkul satu sama lain, bahkan tangan mereka masih saling menggenggam.
" Fan, kamu ngapain peluk aku! " ucap Daniel sambil mendorong Fandy
" Kamu Niel, yang meluk aku! amit-amit deh" ucap Fandy yang langsung bergidik ngeri
" Haha, kalian lucu banget, bukan kah kalian tadi berpelukan dan melompat lompat seperti anak kecil?" ucap Susan sambil tertawa
" Bey, masa aku seperti itu tadi? tidak mungkin aku memeluk Fandy!" ucap Daniel tanpa sadar
" Memang kenyataan nya seperti itu." jawab Susan.
" Beruang ku, suami ku. kau terlalu bahagia sampai tidak sadar teman sendiri kamu peluk, malah aku kamu abaikan." ucap Reyna
Sebenarnya Aleyna ingin sekali menjenguk Susan namun, Adnan memaksa Aleyna untuk tidak keluar rumah karena Adnan telah merencanakan sesuatu, meskipun Aleyna ingin memaksa Adnan untuk meminta ijin menjenguk Susan walau sebentar tapi, Adnan tidak mengijinkan nya.
bukan berarti Adnan kejam, tapi Adnan memang sedang mempersiapkan sesuatu untuk Aleyna, bahkan ia ingin memberikan sebuah kejutan kecil untuk Aleyna.
setelah mendengar kabar kehamilan kedua sahabatnya, Aleyna pun bersorak ria. Ia bahkan sangat bahagia mendengar kabar kalau Reyna dan Susan hamil secara bersamaan.
Ahh, aku tidak bisa membayangkan, bagaimana bahagia nya aku mendengar kedua sahabatku hamil secara bersamaan.
Aleyna pun tersenyum sambil menatap layar ponsel dan berjalan menuruni anak tangga, untuk sampai ke ruang makan.
Ia masih fokus dengan layar ponsel karena ia sedang sibuk membalas pesan-pesan di group Whatsapp nya, karena ia dan kedua sahabatnya sedang membahas perihal kehamilan.
Adnan pun memperhatikan gerak-gerik Aleyna, karena sudah hampir dua puluh menit Adnan menunggu Aleyna turun dari kamar untuk menemani Adnan sarapan pagi , namun Aleyna malah sibuk dengan ponsel nya sampai Adnan pun merasa curiga dengan Aleyna karena ia melupakan Adnan yang berada di hadapan nya.
" Kamu sedang chatting dengan siapa? sampai tersenyum seperti itu?" ucap Adnan yang menatap ke arah Aleyna
" kalau tersenyum berarti aku bahagia Mas." jawab Aleyna sekedar nya
" Taruh ponsel nya, atau nggak!" ucap Adnan.
namun Aleyna tidak mendengarkan nya sama sekali, ia malah asik mengetik dan membalas semua obrolan di group Chat.
" Aleyna, kau mendengarkan aku atau tidak?" ucap Adnan yang mulai marah
" Iya mas, aku dengar kok." ucap Aleyna tapi mata nya masih tertuju ke arah layar ponsel.
Adnan pun naik pitam, ia benar-benar sudah hilang kesabaran nya, karena Aleyna yang terus acuh kepada nya, padahal Adnan hanya ingin Aleyna menemani nya saja.
Adnan mengambil ponsel dari tangan Aleyna, lalu ia menyimpan nya di saku celana nya.
" Mas " teriak Aleyna, namun ia segera menundukan kepala nya karena Adnan sudah memasang raut wajah marah nya.
" Sudah berapa kali aku katakan, jangan bermain ponsel saat hendak makan!" ucap Adnan begitu dingin.
" Maafin Aley Mas. " ucap Aleyna merasa bersalah
Adnan pun pergi meninggalkan Aleyna karena ia hendak menemui Rio, ada hal penting yang ingin Adnan bicarakan dengan Rio.
" Mas tunggu, Mas." ucap Aleyna yang bahkan mengikuti Adnan
" Ada apa lagi? " ucap Adnan
" Masa kayak gitu saja ngambek. kan aku sibuk chatting sama kedua sahabat aku, karena kedua sahabat ku positif hamil Mas. Aku bahagia mendengar nya" ucap Aleyna
" Oh gitu." ucap Adnan sesingkat singkat nya.
" Kamu kenapa sih Mas. Masa kayak gitu saja marah." ucap Aleyna sambil cemberut.
Memang aku sengaja marah, karena aku ingin memberimu kejutan.
" Ini ponsel mu, kau urus saja. tidak usah pedulikan aku lagi. " ucap Adnan sambil memberi Iphone ke telapak tangan Aleyna.
" Mas mau kemana? " ucap Aleyna namun tidak di hiraukan sama sekali oleh Adnan
mengapa sih jadi suami curigaan mulu.
Aleyna pun menghela nafas, ia juga tidak ingin menganggu Adnan karena ia sedang kesal dengan nya, Aleyna tidak ingin membuat Adnan marah lagi dengan nya.
Adnan pun menghampiri Rio yang sudah menunggu Adnan di halaman depan, ia sengaja memilih halaman depan untuk bertemu Rio agar Aleyna tidak curiga dengan kejutan yang akan Adnan berikan untuk nya.
" Bagaimana ? kau sudah membeli motor yang aku inginkan ?" ucap Adnan
" Saya sudah memesan nya, dan sebentar lagi akan sampai." ucap Rio
" aku akan menjemput nya, dan jangan di bawa pulang ke rumah. aku takut Aleyna mengetahui nya" ucap Adnan
" Siap Tuan, kalau begitu aku akan menghubungi penjual nya." ucap Rio
" Kau pastikan Aleyna jangan sampai mengetahui ini" ucap Adnan memperingatkan Rio
" Siap tuan!" ucap Rio dengan sangat sigap
Ah, Rio memang orang terpercaya Adnan, ia sudah menemani Adnan selama ini. Dan apapun yang Adnan lakukan akan berjalan dengan lancar karena bantuan Rio.
Guys, maaf baru up lagi. heheh
kira-kira Adnan mau kasih kejutan kayak gimana yah?
Inshallah besok libur mungkin bisa up lebih banyak.
Masih banyak kejutan menanti.