My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Terpisah jarak



Setelah selesai memberikan obat kepada Ayah nya, Adnan pun kembali ke ruangan nya, ia nampak nya merindukan sosok Aleyna dan kedua anak kembar nya serta anak yang ada di dalam kandungan Aleyna, semua nya terasa berat ketika Adnan harus menjalani tugas nya sebagai tenaga medis, bahkan waktu untuk kumpul bersama keluarga kecil nya tersita oleh pekerjaan nya.


Adnan menekan tombol hijau, untuk menelpon Aleyna, tapi bukan sapaan hangat dari suara Aleyna melainkan suara operator yang terus terdengar di telinga Aleyna.


" Kamu kemana istriku?"ucap Adnan yang nampak cemas, padahal Adnan sebelum nya menyuruh Aleyna untuk tetap berada di rumah kalau Adnan sedang tidak berada di samping nya.


Adnan masih terus berusaha menghubungi Aleyna, namun masih tetap sama. Suara operator terus yang menjawab nya.


Panggilan mu sedang di alihkan....


Adnan menggelengkan kepala, di letakkan nya handphone milik nya di atas meja kerja, ia menatap ke arah luar jendela yang mengarah ke jalan raya berharap semua nya akan baik-baik saja, dan ia bisa kembali dan berkumpul di rumah bersama keluarga kecil nya.


-


Sementara Aleyna memang seharian ini tidak memegang handphone sama sekali, karena ia lupa menaruh nya di bawah bantal, karena pagi ini Aleyna begitu terkejut ketika ia bangun dari tidur nya, dan melihat kedua anak kembar nya sudah berdiri di samping ranjang besar milik nya, sambil menggoyahkan tubuh Aleyna yang masih tertidur, ia bahkan berasa mimpi ketika melihat Alvin dan Elea yang sedang berdiri sambil menggoyahkan tubuh Aleyna, sontak Aleyna langsung bangun dari tidur nya, ia bahkan terkejut ketika kedua anak kembar nya sudah bisa menginjakkan kaki nya ke lantai.


" Anak ku, kalian sudah bisa berjalan?" ucap Aleyna nampak terkejut dan langsung mengangkat kedua anak kembar nya ke atas ranjang, Aleyna menciumi kedua nya bahkan ia tidak menyangka kalau Alvin dan Elea berjalan sambil merangkak.


" Momy.... " ucap mereka secara bersamaan sambil berteriak histeris menarik rambut panjang Aleyna.


" kalian seneng yah sudah bisa berjalan, tidak terasa kalian sudah mau satu tahun!" ucap Aleyna bahkan ia sangat terharu


Mas, andaikan kamu tahu, kalau anak kita sudah bisa berjalan, tapi kau melewatkan ini semua, tidak apa. Asal kau jaga diri di sana.


Aleyna nampak berkaca-kaca, ia bahkan sangat merindukan sosok Adnan, padahal baru satu minggu saja tapi rasa nya sudah hampir satu tahun ia tidak bertemu dengan Adnan.


" Daddy .... " ucap Elea sambil mencari keberadaan Adnan, mata nya mulai mencari ke segala arah.


" El merindukan daddy? Momy juga sama merindukan daddy, doakan saja semoga daddy baik-baik saja di sana dan cepat kembali." ucap Aleyna sambil mengelus rambut Elea yang tipis dan berwarna kekuningan, sementara Alvin malah bersandar di bantal sambil memainkan puzzle yang Aleyna berikan kepada nya.


Memang Elea cukup dekat dan manja kalau sudah dekat dengan Adnan, berbeda dengan Alvin yang memang pendiam bahkan ia kadang cuek tidak memperdulikan hal sekitar nya. Terkecuali Elea yang memang sangat aktif bahkan rewel.


tiba-tiba saja Bi Nani memanggil Aleyna karena ada seseorang yang mengunjungi nya, bahkan orang itu tidak asing bagi Aleyna karena yang mengunjungi nya yaitu ibu mertua nya sendiri, Widya datang dengan membawa mainan untuk kedua cucu nya dan membelikan buah-buahan untuk Aleyna yang sedang hamil muda.


Aleyna langsung menemui Widya yang tengah duduk di ruang tamu menanti kehadiran Aleyna.


" Bunda...... " ucap Aleyna sambil memeluk Widya dan mencium pipi kanan dan kiri, memang Aleyna sudah lama tidak bertemu dengan Widya karena akhir-akhir ini Widya sibuk dengan tugas nya sebagai dokter gigi.


" Bagaimana kabar mu nak, Alvin dan Elea beserta bayi dalam kandungan mu?" tanya Widya sambil menebar senyuman


" Baik Bunda, kalau bunda sendiri bagaimana kabar nya? sudah lama kita tidak bertemu." ucap Aleyna sambil mengajak bunda Widya duduk, dan menyuruh bi Nani untuk membuatkan minuman serta memberikan cemilan dan kue untuk ibu mertua nya ini.


" Bunda baik-baik saja, kebetulan bunda juga merindukan kalian." ucap Widya sambil tersenyum padahal hati nya sedang rapuh


" Bunda sudah makan belum? kelihatan nya bunda memang sedang kelelahan? apa akhir-akhir ini bunda sibuk sampai lupa istirahat." tanya Aleyna yang memperhatikan kantung mata serta raut wajah Widya yang tidak seperti biasa nya, entah apa yang sebenarnya terjadi karena Aleyna tidak mengetahui nya.


Andai kamu tahu, kejadian sebenarnya pasti kamu juga akan ikut sedih, tapi Bunda tidak ingin membebani pikiran kamu yang sedang hamil muda.


" Tidak apa-apa Nak, bunda memang tidak enak badan saja, kalau boleh bunda ingin menemani kamu dan juga cucu bunda, karena bunda begitu kesepian..." ucap nya


" dengan senang hati Bunda, karena Aleyna juga membutuhkan sosok bunda" ucap Aleyna sambil tersenyum namun penuh dengan tanda tanya


Pak Yanto pun tiba-tiba datang, sambil membawa koper milik Widya masuk ke dalam rumah besar milik majikan nya.


" Bu, koper nya saya taruh di mana ?" Tanya Yanto


" Taruh di situ saja, terimakasih!" ucap Widya lalu menatap Yanto yang pergi lagi untuk menjaga keamanan rumah Aleyna.


" Nak, rencana nya bunda akan menginap di sini, apa kamu mengijinkan nya?" tanya Bunda


Apa yang terjadi dengan bunda.....


" Aku bahkan senang mendengar nya, kalau bisa bunda tinggal di sini saja untuk selama nya." ucap Aleyna sambil tersenyum


" Memang nya kamu tidak keberatan, bunda sih mau saja kalau kamu menyuruh bunda untuk tinggal disini." jawab nya


uhuk....


Widya pun tiba-tiba batuk, dan Aleyna langsung menyodorkan segelas minuman untuk Widya, karena ia merasa tidak enak hati atas perkataan nya.


" Maaf bunda, Aleyna hanya bercanda." jawab Aleyna


" Haha, jangan khawatir! kau tetap menantu kesayangan bunda." ucap Widya sambil memeluk Aleyna.


" Ngomong-ngomong di mana kedua cucu ku." ucap Widya sambil mencari Alvin dan Elea


" Bi Nani sedang memandikan nya, mereka sudah bisa berjalan bunda." ucap Aleyna


" Apa? mereka kan belum genap satu tahun?" ucap Widya begitu heran.


" Iya bunda, cuma belum terlalu lancar berjalan nya, kadang merangkak juga." ucap Aleyna


" Kau memang ibu yang hebat, bunda bahkan sangat bangga sama kamu, padahal usia kamu masih di bawah dua puluh tahun, tidak salah bunda memilih kamu sebagai menantu Bunda." ucap nya begitu bahagia seolah meluapkan semua masalah yang terjadi di dalam hidup nya.


Aku selalu berharap Adnan tidak seperti ayah nya, karena Aleyna terlalu polos untuk di sakiti...


" Bunda, lama-lama atap rumah jebol deh, gara-gara Aleyna mau terbang" ucap Aleyna sambil tersipu malu.


Namun, tiba-tiba saja Mirna memanggil Aleyna karena ada telepon dari Adnan.


" Maaf mengganggu waktu nya, Bu ! tapi baru saja Tuan menelpon, dan menanyakan kamu." ucap Mirna sambil memberikan telepon nya


" Terimakasih Mirna... " jawab Aleyna lalu meminta ijin kepada Widya untuk mengangkat telepon dari Adnan sebentar saja.


Aleyna pun menghindar dari Widya untuk mengangkat telepon dari Adnan, karena Aleyna merasa malu dan tidak enak hati kalau mengobrol dengan Adnan di depan ibu mertua nya.


" Halo Mas ... " Sahut Aleyna


" Kemana saja? sudah berapa kali aku menelpon mu tapi kamu tidak mengangkat nya sama sekali, kau benar-benar membuat ku khawatir. Sudah berapa kali aku mengatakan kepada mu, kalau kita sedang berjauhan kau tidak boleh meninggalkan handphone mu begitu saja, karena aku pasti akan menelpon mu, kau memang tidak mengerti bagaimana khawatir nya aku, di saat sedang berada jauh dari mu!" celoteh Adnan tanpa memberikan ruang untuk Aleyna berbicara, baru saja menelpon tadi Adnan sudah memarahi nya.


" Haha, kau tidak kuat berada jauh dari ku?" ucap Aleyna sambil tertawa


" sayang, berhenti tertawa seperti itu! kau bahkan membuatku ingin cepat pulang!" ucap Adnan


" Mas, kau tidak perlu khawatir karena aku dan kedua anak kita serta bayi dalam kandungan ku baik-baik saja!"


" Dan, kau tahu? ada kabar gembira yang kau lewati, karena Alvin dan Elea sudah bisa berjalan." sambung nya.


" Yatuhan, aku sampai melewatkan momen pertumbuhan mereka, di mana mereka? aku sangat merindukan nya!"


" Mereka sedang mandi."


" Bunda juga, datang ke rumah dan dia akan menginap di sini " sambung nya lagi


" Apa bunda baik-baik saja, sampaikan salam ku kepada Bunda, karena aku akan segera melaksanakan tugas ku lagi. "


" kau jangan keluar rumah, atau pergi kemanapun tanpa aku! kau jaga kesehatan jangan lupa makan, dan jangan terlalu capek, aku tidak ingin mendengar kau mengerjakan sesuatu yang melelahkan mu!" perintah Adnan


" Baik suamiku, tenang saja. Semangat bekerja dan aku akan merindukan mu." ucap Aleyna sambil mencium jarak jauh dan menutup telepone dari Adnan.


~


ini bukan kesalahan ku karena terlalu sangat mencintai mu, tapi itu terjadi begitu saja...


(Adnan )


Guys, jangan lupa Like, komen, dan Vote :)