My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Usaha Rangga!



Elea lari tergesa-gesa untuk cepat sampai di kelas, karena hari ini adalah hari pertama ia akan belajar di kelas IPA 2, hampir saja ia telat masuk, sementara ponsel nya sudah berbunyi mungkin saja itu panggilan dari Karin atau Kiara yang menunggu Elea datang.


" Eleanor..... " sahut guru piket yang berdiri tepat di ruang depan, absensi siswa.


Elea berhenti sejenak, ia hafal sekali dengan suara ciri khas guru piket yaitu ibu monica.


" Jam berapa ini?" tanya Bu Monica sambil menunjuk jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan nya.


" Masih pagi bu.. " sahut Elea sambil cengegesan.


" Kamu itu kebiasaan yah, sudah berapa kali ibu mengatakan kepada kamu! Jam setengah tujuh harus sudah sampai sekolah!" ucap Bu Monic dengan meninggikan suara nya.


Elea pun ingin menghindari bu Monic, ia mengendap masuk ke dalam kelas namun bu monic mengetahui gerak gerik Elea, akhirnya bu monic pun menarik tas elea sampai elea tidak bisa berkutik.


" Eleanor mau kemana ?" ucap Bu Monic, elea menepuk jidat nya, ia benar-benar tidak bisa lari dari Bu Monica.


tak lama Rangga pun datang dan berlari di lorong kelas, ntah kebetulan Rangga juga baru datang, tumben banget Rangga telat biasanya sih, rangga orang yang paling rajin datang ke sekolah.


" Selamat pagi Bu Monica!" sapa Rangga dengan senyum yang di iringi kedua bola mata nya yang menyipit, Tak lama Rangga beralih menatap Elea yang berada di sebelah Bu Monica namun senyum Rangga berubah menjadi kecut ketika ia menatap ke arah Elea.


Elea menaikkan kedua alis nya, seolah ia merasa heran dengan sikap Rangga, padahal kemarin Rangga bersikap sok pahlawan ketika elea sedang bersama kak juno, tapi sekarang malah bersikap seolah acuh dan tidak perduli dengan elea.


" Rangga, kenapa baru datang?" ucap Bu Monica kali ini, perkataannya sangat lembut berbeda ketika berhadapan dengan Elea.


" Aku bangun kesiangan, kebetulan tadi jalanan macet sekali" ucap Rangga


" Kebetulan kalian berdua telat 5 menit sebelum bel masuk, kalian harus menerima hukuman !" ucap Bu Monica.


" Hah? Hukuman?" ucap Rangga dan Elea secara bersamaan.


" Haha-" Bu monica tertawa, karena ia sangat menyukai setiap siswa yang akan di hukum oleh nya, apalagi Elea sudah menjadi sasaran Bu Monica karena ia selalu menghindar dari hukuman nya, tapi kali ini Bu Monica akan memastikan kalau Elea tidak akan bisa pergi begitu saja.


" Bu, ayolah!" ucap Elea sambil merayu Bu Monica.


" Hukuman tetap hukuman!" ucap Bu Monica.


Akhirnya Rangga dan Elea hanya bisa pasrah menerima hukuman dari Bu Monica, padahal mereka hanya telat lima menit sebelum bel berbunyi.


Rangga dan Elea meletakkan tas berwarna hitam di meja yang sama. Kebetulan Elea membawa Tas berwarna hitam mirip sekali dengan model tas Rangga hanya saja beda di bagian dalam nya.


Bu Monica menyuruh Elea dan juga Rangga untuk berlari mengelilingi lapangan sekolahan, yaitu sepuluh kali putaran. Elea berdengus kesal, mengapa Alvin bisa menghindari hukuman dari Bu Monica padahal tadi Elea hanya pergi ke Toilet sebentar, dan begitu ia hendak masuk kelas Bu Monica sudah menjaga nya di depan ruang absensi.


" Menyebalkan!".


Prittt............. Prit......


Bu Monica meniup peluit, untuk memberikan aba-aba agar Elea dan Rangga bersiap untuk berlari sepuluh kali putaran mengelilingi lapangan sekolahan yang begitu luas.


" Kalian siap?" ucap Bu Monica.


" Sama sekali tidak!" ucap Elea dan Rangg secara bersamaan.


" Memang kalian berdua sangat cocok sekali." ucap Bu Monica.


" Amit-amit Bu, Apaan sih!" gerutu Elea sambil menjauh dari Rangga.


" Kita berdua memang pacaran Bu Monica." celetuk Rangga sambil cengengesan.


Elea melotot ke arah Rangga, elea ingin sekali menerkam Rangga, bisa-bisa nya Rangga mengatakan kalau ia berpacaran dengan Elea.


" Nggak lucu!" ucap Elea sambil berlari lebih dulu meninggalkan Rangga


" Apa benar kalian pacaran?" ucap Bu Monica sambil menegur tubuh Rangga.


" Kalau iya memang kenapa?" ucap Rangga yang begitu sensi, sampai ia berlari menyusul elea.


" Anak jaman sekarang, rela mengaku telat, hanya untuk bisa berduaan dengan pacar nya!"


Bu Monica menggelengkan kepalanya, padahal, ia sudah melihat Rangga berada di lingkungan sekolah sekitar pukul setengah tujuh, Bu Monica juga tidak yakin, kalau seorang Rangga telat masuk kelas, karena Rangga murid yang pintar berbeda dengan Elea yang memang nakal.


Mungkin, ini salah satu cara agar Rangga bisa mendekati Elea, bahkan ia rela meninggalkan pelajaran pertama di kelas matematika.


hanya untuk menemani Elea berlari mengelilingi lapangan.


Rangga berlari menyusul Elea, ia bahkan berlari di samping Elea.


" Haha, memang nya kenapa kalau aku telat! semua orang bisa telat. " jawab Rangga


" Lagi pula kenapa kamu mau di hukum! bukan kah kamu orang yang anti kena hukuman guru di sekolah!" ucap Elea sambil terus berlari


" Apa kamu mengetahui semua tentangku?" ucap Rangga sambil tersenyum.


Elea nampak tersipu malu, saat Rangga menatap wajah nya. Ntah semenjak Elea dan Rangga melakukan pemotretan kini, Elea merasa kaku kalau berdiri bersampingan dengan Rangga, bayang-bayang wajah Rangga begitu jelas berada di depan wajah Elea.


" GE-ER banget sih! " ucap Elea sambil berlari pergi meninggalkan Rangga.


Cuaca sudah mulai panas, dan ini putaran terakhir, Rangga dan Elea sudah melakukan hukuman dari Bu Monica.


Wajah Rangga sudah mulai memerah seperti kepiting rebus, akibat terpapar sinar matahari yang mulai menyoroti mereka.


" Dasar anak bayi, baru kena panas dikit sudah memerah " ucap Elea sambil tertawa meledek Rangga.


" Ini lebih baik, daripada keringat yang keluar dari tubuhmu, itu sangat bau!" ledek Rangga dan mentertawakan elea.


Elea nampak tersinggung dengan ucapan Rangga, ia segera mencium aroma tubuh nya dan itu tidak bau sama sekali.


" Aku tidak bau!" ucap Elea sambil berdengus kesal.


" Bagaimana mungkin kamu mencium aroma tubuh kamu sendiri, pasti kamu tidak ingin mengakui nya karena malu." ucap Rangga yang masih terus mentertawakan Elea.


" Menyebalkan!" ucap Elea sambil menarik kerah baju Rangga, dan kini tubuh mereka saling berdekatan.


Jantung elea berdegup sangat kencang saat ia menatap wajah Rangga yang masih memerah akibat paparan sinar matahari, sementara Rangga masih tetap menatap wajah cantik Elea ketika sedang berkeringat, menurut Rangga kecantikan yang di miliki Elea begitu alami dan tidak ada yang menandingi nya.


Elea melepaskan cangkraman nya di kerah baju Rangga, ia duduk sambil meluruskan kaki nya yang pegal karena terlalu lama berlari, begitu pun dengan Rangga, ia duduk dan membaringkan kaki nya di samping tubuh Elea.


Tiba-tiba saja Juno datang membawa minuman, bahkan ia memberikan minuman itu untuk Elea, kebetulan Juno baru saja selesai latihan basket untuk acara lomba.


" Minum lah, aku tahu kamu sangat capek dengan hukuman yang Bu Monic berikan " ucap Juno sambil menyodorkan sebotol minuman.


" Kak juno memang selalu mengetahui keinginan ku." ucap Elea sambil menerima minuman yang Juno berikan untuk nya.


Rangga pun berdiri, hati nya mulai memanas ketika melihat Juno datang dan memberikan perhatian kepada Elea, ia bergegas pergi meninggalkan Elea dengan amarah yang begitu kuat, sampai Elea menyadari perubahan sikap Rangga yang tiba-tiba berubah menjadi dingin.


Elea menatap kepergian Rangga, namun ia kembali berbincang dengan Juno.


" Mengapa lelaki sialan itu datang di saat waktu yang tidak tepat"


Rangga begitu kesal, namun ia tidak ingin berlarut-larut dalam kekesalan, ia mengambil tas berwarna hitam di atas meja. Tanpa ia sadari, kalau tas yang ia bawa bukanlah milik nya melainkan milik Elea.


Apalagi pelajaran di jam kedua adalah pelajaran olahraga, kebetulan Rangga sudah menyiapkan pakaian olahraga di dalam tas nya. Namun apa yang ia bawa bukan lah milik nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


VOTE YANG BANYAK UNTUK CRAZY UP :)


KOMEN DONG KALIAN SUKA


RALEA ( RANGGA + ELEA )


atau


JULEA( JUNO + ELEA)