
Hari ini mungkin adalah hari paling bahagia untuk Alvin, karena ia di nyatakan lulus dan masuk dalam dua universitas , Alvin sendiri lulus di jalur kedokteran melalui jalur undangan yang diadakan oleh pihak universitas Oxford, Inggris, dan juga universitas Melbourne Australia.
Setelah berunding dengan keluarga nya, Alvin mendapatkan kesempatan untuk memilih satu universitas yang akan menjadi tempat menempuh ilmu kedokteran, Alvin memilih inggris sebagai tempat untuknya belajar menimba ilmu, meski harus jauh dari orangtua setidaknya Alvin bisa membanggakan mereka.
Tidak terasa hari itu akan tiba, namun sebelum berangkat, Alvin menemui Kiara karena sudah hampir sebulan mereka tidak bertemu, Alvin sibuk dengan urusan pribadi nya. Begitu juga dengan Kiara yang masih sibuk mengurus ayahnya di Rumah sakit.
Kedatangan Alvin ke rumah sakit untuk menemui Kiara, ia membawa hadiah, ntah hanya sebuah kotak musik kecil bergambar hati, dengan alunan nada yang sendu. Alvin sengaja membelikan kotak musik, ia berharap suatu hari Kiara akan mengingatnya.
" Aku hanya bisa memberikan ini, aku harap kamu menyukai nya..." ucap Alvin yang memberikan kotak hadiah untuk Kiara.
" Kamu beneran mau pergi?" tanya Kiara yang nampak tidak ingin Alvin pergi meninggalkan nya.
" Iya Ra, simpan hadiah ini baik-baik, agar kamu selalu ingat dengan ku!" ucao Alvin sambil duduk di samping Kiara.
" Aku bingung dengan status hubungan kita sekarang, Aku bahkan takut kehilangan kamu vin!" ucap Kiara yang nampak bersedih
" Selamat tinggal Ra, jaga diri baik-baik. Aku tahu, kamu wanita yang kuat. Mungkin aku tidak bisa menjaga kamu , menemani kamu lagi, karena besok aku akan pergi..." ucap Alvin
Kiara langsung memeluk Alvin dengan sangat erat, bahkan ia menangis di pelukan Alvin, Kiara merasa nyaman berada di dekat Alvin, karena Alvin yang selama ini ada untuk nya, memberinya dukungan untuk tetap semangat menjalani hidup, meski Kiara berharap lebih dengan perasaanya sendiri.
" Maaf aku belum bisa meresmikan hubungan kita, tapi asal kami tahu aku begitu peduli dengan mu!" ucap Alvin sambil membelai rambut kiara.
" Jaga diri kamu baik-baik, jangan melupakan aku, apalagi kalau kamu sudah menemukan tempat ternyaman kamu selain aku..." ucap Kiara sambil cemberut dan tergesa gesa.
" Aku tidak akan melupakan kamu, aku pamit ya Ra. Aku sayang sama kamu!" ucap Alvin sambil bergegas pergi meninggalkan kiara.
Kiara merasa sangat terpukul, Alvin pergi atas keinginannya, apalagi ia begitu ambisius ingin menggapai cita-citanya, Kiara rela mengubur semua perasaannya, ia tidak ingin egois, hanya memikirkan perasaan nya saja.
***
Keesokan hari nya, Keluarga Alvin sudah berkumpul di rumah, mereka bersiap-siap untuk mengantarkan Alvin, tak hanya keluarga dokter Adnan saja, tapi Rangga juga ikut menemani, Elea begitu senang , sampai tidak mau lepas dari genggaman tangan Rangga.
" Dad, anak kamu tuh?" ucap Aleyna sambil menunjuk ke arah Rangga dan Elea yang duduk di bangku belakang.
Adnan hanya menggelengkan kepalanya saja sembari tersenyum, ia bahkan tidak mau memisahkan Elea dan juga Rangga, karena Adnan pernah merasakan ada di posisi Rangga dan juga Elea.
" Lagi di mabuk asmara, sama kayak aku dulu ketika bertemu kamu sayang!" ucap Adnan sambil memuji Aleyna.
Setelah sampai bandara, semua begitu haru, apalagi Elea harus berpisah dengan Alvin, saudara kembar yang selalu melindungi nya, menjaga nya bahkan lebih dari sekedar saudara kembar, Elea begitu dekat dengan Alvin. Air mata nya tidak bisa berhenti menetes, Elea masih terus menggandeng tangan Alvin, seolah tidak mau melepaskannya.
" Kak, nanti siapa yang akan menjaga aku, melindungi aku, siapa yang akan mengajakku bertengkar, siapa yang akan meledekku nanti?" ucap Elea sambil menangis, tapi Alvin masih terus tertawa melihat tingkah adik nya itu.
" kan sudah ada pangerang rangga!" ucap Alvin sambil meledek Elea.
Rangga hanya tersenyum melihat tingkah manja elea, memang elea sangat manja kepada Alvin.
" Jaga diri baik-baik, aku menunggu mu di sana, untuk menjadi lulusan terbaik!" ucap Alvin sambil menyemangati Elea.
" Ga, titip Adik ku yang manja ini, cubit saja pipi nya kalau dia nakal dan tidak mau nurut!"ucap Alvin sambil memeluk Rangga, untuk salam perpisahan.
Tak lama Dylan dan Karin pun datang namun Alvin tidak melihat adanya Kiara , Alvin berpikir kalau Kiara akan datang untuk menemui nya , sedikit ada rasa kecewa di hati Alvin, tapi Alvin mencoba mengerti dengan keadaan kiara.
" Vin, hati-hati ya. semoga sukses!" ucap Dylan sambil memeluk Alvin.
" Iya vin, jangan pernah lupain kita yah!" ucap Karin yang menjabat tangan Alvin.
Adnan dan Aleyna pun menghampiri anak-anaknya, dan memberitahu bahwa pesawat menuju London akan segera tiba, Alvin pun mempersiapkan segala nya.
" Jaga diri baik-baik sayang, Momy akan selalu mendoakan kamu, jadi anak kebanggaan momy!" ucap Aleyna yang memeluk Alvin bahkan air mata Aleyna pun tak berhenti menetes melepas anak bujang nya untuk tinggal di negeri orang.
" Iya mom, Alvin selalu merindukan momy, jangan khawatir mom! Alvin selalu mengabari momy terus, terimakasih atas dukungan momy selama ini!" ucap Alvin sambil memeluk ibunya dan tak terasa air matanya menetes.
" Daddy tunggu gelar kedokteran nya nak!" ucap Adnan yang memberikan semangat kepada Alvin, Alvin memeluk Daddy dengan sangat erat, bahkan Daddy tidak terlihat bersedih ia malah bersemangat untuk mendukung Alvin mengejar cita-cita nya.
pesawat sudah tiba, Alvin pun mulai meninggalkan kota dimana ia di lahirkan, kota yang selama ini menjadi tempat tinggal nya. Alvin meninggalkan berjuta kenangan, bersama keluarga, Adik serta sahabat nya. Rasa sedih dan haru menjadi satu, Alvin mencoba tegar, karena ini adalah keinginan nya.
..." Dad, Mom, el......
aku berjanji akan menjadi anak yang membanggakan untuk Daddy dan Momy.
el, tenang saja, aku pasti akan menjadi kakak yang akan melindungimu sampai nanti kita sama sama dewasa.
Pesawat yang di tumpangi Alvin telah pergi meninggalkan kota, tangis dan haru menjadi satu namun tak luput dari kebahagiaan , bahkan Adnan sangat bangga dengan anak nya, karena bisa menggapai cita cita nya.
" el, daddy tunggu kabar baik nya..." ucap Adnan sambil menunjuk Elea yang kini tengah berdiri di samping Rangga.
" kabar baik apa sih dad?" ucap Elea begitu bingung, karena tiba-tiba saja Adnan melayangkan pertanyaan seperti itu.
" Pernikahan kalian!" ucap Daddy sambil beranjak pergi meninggalkan Elea dan juga Rangga yang tengah terkejut mendengar ucapan Daddy.
Rangga dan Elea hanya bisa terdiam dan saling menatap setelah mendengar ucapan dari Daddy Adnan.
" Jadi apa kamu siap sayang?" ucap Rangga sambil menatap wajah cantik Elea yang tengah terdiam.
" Siap untuk apa maksud kamu?" ucap Elea sambil menatap Rangga.
" untuk menjadi istriku!" ucap Rangga dan Elea pun teriak sekencang mungkin, padahal mereka belum lulus sekolah, hanya sebuah rencana saja.
Rangga menggendong tubuh elea untuk sampai di depan parkiran, Elea teriak dengan sangat girang karena ia tidak menyangka akan mendapatkan lampu hijau dari kedua orang tua nya.
" Jadi setelah lulus nanti kamu beneran mau nikahin aku?" ucap Elea dengan pertanyaan konyol nya.
Rangga hanya tersenyum sambil berlari menggendong Elea sampai ia kelelahan karena Elea lumayan berat.
" ternyata kamu berat juga!" ucap Rangga sambil ngos-ngosan setelah menurunkan Elea dari punggung nya.
" Baru segini, belum nanti kalau sudah jadi ibu dari anak anak mu Mas..." ucap Elea dengan centil nya mencolek pipi Rangga.
mendengar ucapan Elea, Rangga hanya tersenyum sambil tersipu malu.
.
.
.
.
.
.
.
.
*Tidak ada pertemuan yang berakhir dengan perpisahan.
Tidak ada sayang yang berakhir dengan luka.
Akan tetapi, cinta sejati itu datang dari hati, tanpa batas waktu , tanpa batas hari.
-------------####Selesai*###---------------------
Terimakasih atas kesetiaan kalian membaca cerita ini, dari season satu sampai ke season dua. Author sebenarnya ingin sekali melanjutkan tapi ada daya, author sudah menjelang lahiran tinggal menghitung minggu saja. Semoga kalian suka dengan karya author yang lain.
Love You♥️
All cast :
Thank You