
Setelah sampai ke sekolahan Elea langsung turun dari mobil Saka, sementara Saka juga pamit pergi ke tempat kerja , kebetulan ada pasien yang sedang menunggu nya.
Elea langsung masuk ke dalam kantor sekolah, setelah mobil saka melaju pergi meninggalkan nya.
Elea pamit kepada kepala sekolah, Ibu Priantini M.pd yang bahkan telah memberikan tempat bekerja yang nyaman untuk Elea, bahkan Elea sangat menyayangi ibu kepala sekolah, yang selalu menjadi tempat Elea untuk belajar, Ibu Priantini sampai meneteskan air mata, karena sudah menganggap Elea sebagai anak nya.
" Bu, maaf kalau selama ini elea banyak kurang nya, Elea juga minta maaf sama guru-guru disini. " ucap nya.
" Semoga kamu cepat pulih ya nak, biar bisa mengajar lagi di sekolah ini, Ibu selalu memaafkan kamu. " ucap Ibu kepala sekolah yang langsung memeluk Elea dengan sangat erat.
" Iya terimakasih doa nya bu. " ucap Elea yang membalas pelukan Ibu Sekolah.
Sampai Elea tidak tahan menahan tangis, apalagi setelah berpisah dengan anak murid nya , banyak anak murid yang menangis padahal mereka masih di bawah umur tapi tetap merasa kehilangan.
" Kami akan merindukan Ibu!" ucap Anak-anak murid kelas empat sekolah dasar.
Elea terus menandatangani surat pengunduran diri nya, dan hari ini hari terakhir Elea berada disini, ia membereskan semua barang-barang nya di dalam kantor yang lumayan banyak, kebetulan dibantu oleh Pak Security, Buku yang menumpuk itu akan di kirim ke rumah Elea, tidak mungkin Elea membawa barang-barang sebanyak itu, apalagi dalam keadaan perut yang masih sedikit sakit.
" Pak, terimakasih ya. nanti tolong di kirim ke rumah saja, ini ada sedikit imbalan dari gaji saya buat bapak!" ucap Elea yang memberikan Tip kepada Pak Security, bahkan Pak security itu enggan menerima dan Elea memaksa nya.
" Terimakasih banyak juga Bu guru, semoga cepat sembuh ya Bu, biar bisa mengajar lagi." ucap nya,Elea hanya membalas dengan senyuman saja.
Padahal dokter Adnan dan juga Aleyna menyuruh Elea untuk pulang lebih awal, namun sepertinya Elea tidak ingin pulang dulu, ia bosan dengan suasana rumah, kamar dan halaman, apalagi setelah menerima gaji tiga bulan terakhir ini,Elea ingin menghabiskan waktu walau sendiri. Elea ingin belanja ke Mall, walaupun tanpa seorang teman, ia ingin menghabiskan waktu sendiri saja, sambil berbelanja barang-barang kebutuhan nya.
" Sebenarnya masih beresiko, tapi aku akan tetap pergi!"
Elea memesan kendaraan online untuk hisa sampai ke Mall Jakarta, yang jarak nya hanya tiga puluh menit dari sekolahan tempat ia mengajar.
" Pak, ke Grand Indonesia ya!" sahut Elea setelah naik ke dalam mobil.
" Baik Bu, sesuai titik lokasi!" Ucap Driver nya.
Mobil itu melaju dengan sangat kencang menuju Grand Indonesia, Karena Elea ingin belanja kebutuhan, make up, baju atau semacam nya. Sudah lama ia mengurung diri di kamar.
meski berisiko , karena Elea dilarang melakukan aktivitas yang terlalu melelahkan.
Elea berjalan menuju restoran tempat makan , kebetulan ia lapar sekali, ia pergi ke restoran jepang, sesekali ingin makan steak, tapi tidak dengan makanan pedas, karena pasti Alvin akan marah kalau saja mendengar Elea makan sambal, padahal ingin sekali ia pergi ke rumah makan bali, makan ayam taliwang.
Elea berjalan menuju restoran dan duduk di tempat kosong sambil memesan makanan melalui ipad yang sudah tersedia menu-menu makanan.
" Baik, ada yang bisa di bantu?" ucap waiters wanita yang menghampiri Elea.
" Mba, steak satu tanpa pedas, sama kentang iris, sama jus jambu ya. " ucap nya.
" Iya ditunggu , terimakasih..." ucap nya
Sambil menunggu, tiba-tiba saja ada seseorang yang menghampiri Elea sembari tersenyum.
" boleh duduk disini?" ucap nya, Elea menatap wajah orang yang duduk disebelah nya, dan tak lain itu adalah Rangga.
Ya, kebetulan Rangga sedang bertugas di Rumah sakit bunda dan anak sejahtera yang tidak jauh dari Mall ini. Dan ini sudah masuk waktu istirahat, sebenarnya malas sekali Elea menjawab apalagi bertemu dengan Rangga, tapi hati nya sudah berdamai, ia tidak ingin terus menerus membenci Rangga, kalau saja Elea terus membenci, kemungkinan masih ada cinta dihati Elea, namun nyata nya Elea sudah berdamai dengan diri nya sendiri.
" Silahkan!" ucap Elea yang menyuruh Rangga untuk duduk di dekat nya, Rangga begitu bahagia setelah mendengar ucapan Elea.
Rangga juga memesan makanan yang sama dengan Elea, bahkan minuman pun sama.
di tengah makan, Elea dan Rangga tidak saling bicara, bahkan Rangga bingung harus mulai darimana, semua nya terasa dingin, Elea bukan lah Elea yang dulu Rangga kenal, suasana semakin dingin, apalagi setelah makanan hampir habis tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut Elea, namun duduk berdua dengan Rangga saja, sudah bahagia melebihi apapun. Akhir nya dengan rasa canggung, Rangga memberanikan diri untuk bertanya kepada Elea.
" Bagaimana keadaan kamu?" ucap Rangga setelah menghabiskan makanan.
" Baik, kamu nggak liat? aku baik-baik saja kan? aku bahagia dengan keadaan aku sekarang!" ucap nya sambil menegaskan kata-kata nya.
" Belanja, habisin duit. " ucap Singkat Elea
" Kalau gitu, aku pergi duluan!" ucap Elea yang hendak mengambil tas di atas meja dan pergi namun Rangga menarik tangan Elea dengan sangat kencang.
" Aku temenin!" ucap Rangga sambil menatap wajah Elea dengan kedua bola mata nya yang sipit.
Elea melepaskan genggaman tangan Rangga.
" Kenapa? kamu nggak ada hak untuk pegang-pegang aku!" ucap Elea sambil melotot ke arah Rangga , dan Rangga langsung melepaskan genggaman tangan itu. Elea pun langsung pergi meninggalkan Rangga yang masih terpaku dengan kecantikan Elea.
" kenapa si, makin cantik kamu el, semenjak kita putus , bagaimana bisa aku melupakan kamu!" batin Rangga sambil menatap Elea dari kejauhan.
Elea berjalan menuju toilet,ia bahkan tidak bisa berhenti bernafas, jantung nya berdegup dengan kencang apalagi setelah bertemu dengan Rangga.
" Yampun, kenapa sih harus bertemu dengan Rangga, kenapa juga dia makin glow up, kenapa badan nya makin berotot, ahh demi apa elea sadar elea!" Batin Elea yang mulai resah di dalam toilet.
Ada hal yang Elea lupa, kalau ia belum bayar makanan.
" Tuhkan, ini semua gara-gara Rangga. Aku lupa bayar makan!"
Elea langsung berjalan dengan gelisah karena ia belum membayar makanan di restoran tadi.
Setelah sampai Restoran dan ingin membayar nya,Elea melihat Rangga sedang berada di kasir.
" Maaf mbak, tadi saya lupa bayar!" ucap Elea yang berdiri di samping Rangga.
" Tapi, sudah dibayar oleh bapak yang ada di samping ibu. " ucap salah seorang Kasir.
Elea menatap ke arah Rangga yang lebih tinggi dari nya , karena Elea hanya seperut Rangga tinggi nya.
" Oh jadi kamu yang bayar, ini aku ganti!" ucap Elea sambil memberi dua lembar uang kertas kepada Rangga.
Namun, Rangga menolak nya.
" Anggap saja, ini sebuah kencan dan di kencan itu, cowok lah yang membayar nya!" Sahut Rangga sambil tersenyum.
" Kencan? siapa juga yang mau kencan sama cowok genit kayak kamu. Ogah!" ucap Elea sambil menginjak kaki Rangga dengan sangat kencang, lalu Elea pergi begitu saja. Sementara Rangga nampak kesakitan.
" Aduhhhh..... Cantik-cantik tapi galak!" Sahut Rangga yang masih kesakitan.
.
.
.
.
.
.
.
.
Omg, Komen yang banyak nih author tantangin semakin banyak komen dan like dan vote, semakin banyak author update nya. Cieeeeeeeeeeee ketemu lagiii cihuuyyyy.