
Aleyna pun menghampiri Bunda Widya yang sedari tadi menunggu nya di ruang makan bahkan Aleyna sangat senang Bunda Widya sangat baik dan perhatian ia membawa beberapa Buah buahan yang ia beli untuk Aleyna ia sangat bersyukur mempunyai Ibu mertua yang amat baik .
Rencana nya hari ini Aleyna hendak belajar memasak karena beberapa hari yang lalu ia sudah belanja banyak sekali namun belum sempat memasak nya, Dan Sebenarnya ia meminta mamah Venna untuk mengajari nya namun Mamah Venna sedang tidak bisa karena Ada Acara Arisan bersama ibu ibu sosialita nya . terpaksa dia menyuruh Mertua nya memang Bunda Widya sangat baik bahkan Menyempatkan waktu libur nya untuk mengajari Aleyna memasak .
" Jadi kita mau masak Apa Nak ? " Ucap Bunda Widya
" masak makanan kesukaan Mas Adnan Bunda " Ucap Aleyna sambil tersenyum manis
" Adnan suka sama Tumis wortel sama Brokoli " Ucap Bunda Widya
" Kebetulan bunda Aley sudah membeli nya " Ucap Aleyna sambil mengambil wortel dan Brokoli
" Bunda potongin wortel kayak gimana .Aley ngga ngerti " Ucap Aleyna lali Bunda Widya sambil mengajari Aleyna memotong wortel
" Bunda, Aley belum bisa jadi menantu idaman Bunda, Bahkan Aley ngga bisa masak sama sekali " Ucap Aleyna merasa sedih
" bunda tetap bangga sama kamu Nak, Bahkan Bunda senang akhir mya kamu yang akan menjadi menantu Bunda apalagi di usia muda seperti kamu, Bunda tidak keberatan kamu belum bisa memasak karena kamu tetap menantu kesayangan Bunda " Ucap Bunda Widya sambil memeluk Aleyna
" Terimakasih Bunda telah menyayangi aleyna apa ada nya " Ucap Aleyna dengan sepenuh hati
" Jangan terlalu cape ya, Bunda ngga mau kamu kenapa napa, Apalagi calon cucu kembar Bunda " Ucap Bunda Widya.
" Siap Bunda .Ayo kita mulai " .Ucap Aleyna dengan penuh semangat
Aleyna memotong wortel dengan sangat lincah bahkan potongan nya besar besar sekali . Ia memang bel terbiasa memasak bahkan ini pengalaman pertama Aleyna memasak, Selagi mau belajar daripada tidak sama sekali .bagaimana pun Ini sudah menjadi Tugas dia sebagai Ibu rumah tangga Yang sebentar lagi akan menjadi Calon ibu bagi dua anak nya .
Tiba tiba saja Wortel yang di cincang Aleyna terlempar ke Arah Adnan yang sedang memperhatikan nya di Dekat pintu dapur .
" Barbar banget motongin Wortel nya " Ucap Adnan yang menghampiri
" Habis susah mas . Keras banget " Ucap Aleyna
" Mana sini aku yang motong " Ucap Adnan dengan sangat telaten memotong wortel berbeda dengan Aleyna yang mencincang nya . Dan Aleyna pun berdecak kagum terhadap Adnan
Lalu Aleyna pun menghampiri Bunda Widya yang sedang sibuk memisahkan bumbu bumbu yang akan ia masak untuk Ayam kecap kesukaan Adnan .
Aleyna hanya memperhatikan toh ia tidak tahu nama nama Bumbu yang ada di dapur itu .
" Bunda ini nama nya apa ? Aku ngga tau semua nya " Ucap Aleyna merasa kebingungan
Bunda Widya pun dengan senang hati mengajari Aleyna satu demi satu nama bumbu Agar aleyna mengetahui nya .Maklum sewaktu sekolah yang Aleyna pelajari adalah ngetrail di jalanan dam balap liar saja tanpa perduli urusan Masak memasak Mungkin kalau Aleyna mau Ia bisa ikut les memasak Namun Aleyna pemalas ia lebih suka makanan Cepat saji Yaitu makan yang tinggal di makan saja tanpa memasak nya sendiri .
Setelah selesai memasak Aleyna pun menghidangkan masakan nya yang ia dan Bunda masak tadi sementara Adnan sudah siap dengan seragam Dokter nya karena hari ini jadwal ia masuk siang jadi Aleyna mempunyai waktu untuk memasak . Bagaimana pun Aleyna sudah menjadi seorang istri yang wajib melayani suami nya,
" Ayo mas kita makan " Ucap Aleyna
lalu Adnan pun menyantap makanan kesukaan nya, meskipun ia harus memotong Wortel yang sangat kebesaran itu menjadikan Adnan sulit memakan nya .
" Wortel nya kurang gede Sayang " Ucap Adnan sambil meledek istri nya .
" Mas jangan menghina masakan Istri ! " Bentak Aleyna
" Iya Nak . aleyna baru belajar , Siapa tahu nanti kamu ketagihan " Ucap bunda widya dengan sangat lembut
" Semangat sayang masak nya ! biar aku ngga jajan di luar" Ucap Adnan sambil tertawa
" Bunda,Mas Adnan minta di jewer tuh " Ucap Aleyna dengan sangat kesal ia memasang wajah cemberut nya .
" Kalian ini ada ada saja " Ucap Bunda sambil menggelengkan kepala .
*
*
*
Setelah sampai Rumah Sakit, Adnan pun menghampiri ruangan dr. Fandy yang berada di lantai 3 . Ia pun naik menuju lift agar cepat sampai di ruangan Fandy Ada hal yang ingin ia ceritakan kepada Fandy mengenai Kabar putus nya Dia dengan Reyna, Sebenar nya apa yang memicu mereka sehingga memutuskan untuk berpisah,Sedangkan Adnan khawatir kalau Melihat Aleyna yang terlalu sering memikirkan keadaam Reyna bahkan berdampak tidak baik bagi calon Anak nyaa .
Setelah sampai di lantai 3 ia langsung menuju Ruangan dr. Fandy yang sudah terpampang jelas di atas tertulis nama seorang dokter umum yakni dr. Affandy .
Ia pun membuka ruangan dr. Fandy . dan di sana sudah Ada Fandy yang sedang duduk termenung bahkan wajah nya sangat semraut ia seperti sedang kalut bahkan tidak biasa nya ruangan itu berantakan karena Fandy terkenal orang yang sangat rapih bahkan perfectsionis . Namun kali ini ia begitu kumuh seperti tidak Ada gairah untuk hidup kembali .
" Fan " Sahut Adnan sambil memasuki ruangan fandy
" Kamu baik baik saja kan "Ucap Adnan yang menatap ke Arah fandy . bahkan kantung mata nya menghitam seperti kurang tidur
" Aku bodoh terlalu cepat mengambil keputusan " Ucap Fandy dengan wajah semraut nya
" memang nya apa yang terjadi Fan " Ucap Adnan yang memang tidak tahu inti masalah tersebut
" Aku bingung disisi lain Ibu ku sedang berjuang melawan leukimia, Sedangakan di sisi lain Aku meninggalkan Reyna begitu saja " Ucap Fandy
" Semoga ibu mu lekas sembuh Fan, Untuk masalah Reyna, Apa kau sudah menghubungi nya lagi " Ucap Adnan
" Aku tidak berani menghubungi nya lagi, Bahkan dia mungkin membenci ku " Ucap Fandy dengan sangat lemah
" Mungkin sekarang kamu fokus ke Ibu mu dulu, jaga dan rawatlah dia sewaktu ia Hidup dan kamu jelaskan perlahan dari hati ke hati untuk berbicara dengan Reyna jangan terlalu tergesa gesa mengambil keputusan Fan " Ucap Adnan dengan Tenang
" Aku memang egois bahkan sampai detik ini Aku masih mencintai Reyna ! bagaimana mungkin aku bisa memutuskan hubungan ku semalam . Ini benar benar menyedihkan .mereka dua dua nya wanita yang aku sayangi aku tidak bisa memilih salah satu dari mereka " Ucap Fandy dengan penuh penyesalan
" Aku paham dengan situasi seperti ini .aku harap kamu bisa mencari jalan keluar nya " Ucap Adnan lagi
" Aku akan ambil Cuti selama 3 hari . Aku ingin menenangkan diri " Ucap Fandy
". itu lebih bagus Fan, semoga kamu bisa melewati Ujian ini . aku balik ke ruangan ku . Ada operasi malam nanti " Ucap adnan lalu bergegas pergi .
dr. Fandy pun mengurus surat izin cuti selama tiga hari ke pihak Rumah sakit karena ia tidak bisa memaksakan diri nya untuk bekerja dalam keadaan seperti ini . ia butuh ketenangan dan kedamaian . Setelah selesai mengurus surat izin akhir nya dr. Fandy pun bergegas menuju Restoran tempat ia akan bertemu dengan Nasya karena Nasya mengajak nya bertemu ada hal yang ingin ia bicarakan untuk kesehatan ibu nya bahkan Nasya mengenali Rumah sakit yang bagus untuk menangani penyakit leukimia yang di derita Bunda Ratih .
Sementara hari ini Reyhan mengajak Reyna untuk pergi ke bioskop menonton film baru bahkan memburu makanan tak lupa Reyna mengajak Susan Akan tetapi Susan sibuk karena Ada jam kuliah sementara Reyna sudah selesai mata pelajaran nya . Reyhan menjemput Reyna. ke Kampus nya . Walau masih di bilang mahasiswa baru namun nama Reyna dan susan sudah sangat terkenal di kampus ini Apalagi dengan komunitas Marcel mereka sering menggoda nya .
Tak lama mobil yang di kendarai Reyhan pun berhenti di depan gerbang kampus sontak Reyna langsung menemui Reyhan yang sudah lama menunggu nya .
" Maaf kak nunggu lama " Ucap Reyna
" Pakai belt pengaman nya . kebiasaan " Ucap Reyhan dengan sangat Tegas menyuruh Reyna
" pokok nya aman " Ucap Reyna sambil tersenyum
" Jadi kita mau pergi kemana ?" Ucap Reyhan
" Bagaimana kalau kita berburu makanan dulu di Restoran dekat Cinemaxx ?" Ucap Reyna
" Aku lapar banget soal nya kak " Ucap nya lagi
kemudian Reyhan pun melajukan mobil nya ke Arah Restoran yang ingin mereka kunjungi karena perut Reyna sedang tidak bersahabat ia begitu lapar ingin menyantap semua makanan khas Jepang di Restoran itu .
Kira kira mereka ketemu ngga ya ???