
Setelah keluar dari Ruangan Biro Administrasi Kemahasiswaan , Susan dan Reyna pun menuju Ke Kantin untuk Menemui Sahabat nya Yaitu Aleyna Yang hampir setengah Jam menunggu Di Kantin . Mereka Harap Aleyna tidak keluyuran, Karena Mereka khawatir dengan Kehamilan Aleyna.
Handphone Susan pun dari tadi berbunyi, Entah mungkin ini yang ke sepuluh kali panggilan tidak terjawab dari Nomor Ryan . Susan baru menyadari setelah keluar dari Ruang Biro administrasi, Karena Handphone susan sempat di silent.
Sudah Hampir seminggu lagi Persiapan Pernikahan Susan Dan Ryan, Karena Semua Persiapan sudah sangat Matang . Untuk dua jari ini Memang Susan tidak Bertemu dengan Calon suami nya, Karena Ryan sibuk mengajar Praktek Di sekolah, Mengingat Susan sudah lulus jadi ia Jarang bertemu Ryan .
Ryan pun Hendak menjemput Kenzo dari Rumah Meta, Mantan istri nya itu. Karena Hak Asuh Kenzo jatuh ke Tangan Meta, Terpaksa ia harus bolak balik ke Bogor Dan Jakarta hanya untuk menemui Kenzo, Ia sudah lama tidak bertemu dengan kenzo setelah Perceraian nya Dengan Meta. Ryan amat merindukan Buah hati nya itu.
Dengan Laju yang sangat kencang, Karena Jalan tol Arah Ciawi Bogor sangat Ramai.
Ryan pun dengan kencang menelusuri Jalan, Sehingga ia Tidak menjaga jarak ketika Ada Truck yang terjatuh, Ia hilang kendali .
Tiba tiba saja Ia Ngerem mendadak, Namun mobil nya Tergelincir menabrak Palang pembantas Jalan .
Brukk ....
Suara Tabrakan yang Amat kencang, Mobil Ryan menabrak Truk dengan muatan besar dan Tergelincir sehingga ia terpental .
Banyak orang yang menyaksikan kejadian ini, Dan Ada polisi lalu lintas yang melihat dan langsung membawa Ryan menuju Rumah Sakit, Ryan di lumuri Banyak darah di kepala dan wajah nya.
Terdengar Suara mobil ambulance yang memasuki Tubuh Ryan ke dalam nya, Warga yang menyaksikan Sempat Histeris melihat kejadian ini .
Mobil yang di kendarai Ryan pun Hancur di Bagian Depan .
Sementara Ryan langsung di bawa ke rumah Sakit, Keadaan Ryan sangat parah .
Telepon Susan terus berbunyi, Dari nomor tidak Di kenal .Ia langsung bergegas mengangkat nya.
" Hallo, Ini Siapa ?" Ucap nya
" Apa anda Bernama Susan ?" Ucap seseorang
" Iya . Ini siapa ?" Sahut nya
" Anda mengenal Saudari Aryan ?" Ucap nya
" Dia calon suami saya, Memang anda siapa dan Ada keperluan Apa ?" Ucap Susan lagi ia merasa Aneh dengan ini semua
" Kami dari Kantor polisi, Ingin memberitahu Anda, bahwa Saudara Ryan Kecelakaan di Tol Ciawi , Dan Beliau Di bawa ke Rumah sakit Umum Ciawi " Ucap Polisi itu
Sontak Susan terkejut dan menjatuhkan Handphone nya, Tubuh nya terkulai Lemas dan ia terjatuh lalu menangis .
" Pak Ryan " Teriak Susan, Ia menangis.
aleyna dan reyna pun langsung mengangkat Tubuh Susan .
" Kamu kenapa Susan ?" Ucap aleyna merasa Heran
" Ryan Ley. Ryan kecelekaaan " Ucap Susan sembari menangis
Reyna dan Aleyna pun langsung membangunkan Tubuh Susan yang terkulai Lemas, mereka memeluk sahabat nya itu, Ini memang Cobaan terberat bagi Susan, apalagi seminggu lagi mereka akan menikah .
" Sabar Susan, kita langsung menuju Rumah sakit " Ucap Aleyna
Mereka langsung bergegas menuju Bogor, Untuk melihat bagaimana keadaa Ryan, Reyna mengendarai Mobil dengan sangat cepat, Sementara Aleyna memeluk susan dan menenangkan nya, Ia sangat Histeris dengan berita ini. Semoga saja Ryan tidak apa apa .
" Sabar Susan, Berdoa semoga Pak. Ryan Baik baik Saja " Ucap Aleyna seraya mengusap Air mata Susan, sejak tadi ia terus menangis
" Aku ngga mau Hal buruk Terjadi dengan Pak . Ryan " Ucap Susan lagi . Kini Air mata nya semakin deras
Aleyna terus memeluk Susan, Ia benar benar Merasakan Kesedihan yang amat dalam, ketika mendengar berita di Televisi Tentang pesawat Jatuh, Hati aleyna begitu Hancur.
************************
Tak menunggu waktu lama sekitar 2 jam dalam perjalanan pun, Mereka sampai di RSUD Ciawi, Mereka langsung menuju Ruangan Dimana Ryan di Rawat, Sebelum nya Susan harus berdebat dulu dengan Security karena Tidak mengizinkan ia masuk . Dikarenakan Rumah sakit itu di Wakilkan oleh 3 anggota Kepolisian untuk mencari tahu keadaan Ryan setelah kecelakaan waktu siang.
Susan pun menemui Pihak kepolisian yang sedang menjaga ketat Ruangan Calon suami nya itu, Ia langsung bergegas ingin melihat keadaan Ryan.
" Pak Polisi, Bagaimana keadaan Calon Suami saya " Ucap Susan dengan Tergesa gesa
" pihak Rumah Sakit sedang menangani, Anda boleh melengkapi Surat Surat ini dulu " Ucap Polisi itu sambil memberi Selembar kertas
Perwakilan Keluarga
" Baik Pak " Ucap nya.
Aleyna Dan Reyna pun menunggu di Ruang Tunggu Rumah sakit, Untuk mengetahui Jelas Keadaan Ryan .
Polisi pun menjelaskan Tragedi Kecelakaan yang dialami oleh Ryan, Hingga menyebabkan ia Koma .
Dokter pun Bergegas keluar untuk memberitahu Keadaan Ryan.
Susan langsung bergegas mendekat Ke Dokter yang menangani Ryan, Air mata nya Terus menetes dan Berjatuhan di Pipi nya.
" Bagaimana Keadaan Calon Suami saya dok ?" Ucap Susan di sertai derai Air mata
" Saudara Ryan mengalami Koma, Karena luka parah yang ia alami di Bagian kepala " Ucap seorang Dokter
" Lakukan Yang terbaik Dok, Untuk Calon Suami Saya " Ucap Susan
Polisi pun menahan Susan untuk Masuk, Karena Ryan Akan menjadi Saksi atau Tersangka nanti, Untuk menuntaskan Kasus kecelakaan .
Hingga selesai,Mereka pun pergi meninggalkan Rumah Sakit itu .
Setelah beberapa Jam akhirnya Susan di perbolehkan Masuk, Lalu ia masuk dan menangis di Hadapan Ryan . Ia benar benar memeluk Ryan .
" Pak Ryan, Kamu harus sembuh Pak . Demi pernikahan kita nanti " Ucap Susan sambil meneteskan air mata
" Ley , Gimana ini ?" Ucap Reyna
" Kita berdoa dan menyemangati Susan " Ucap aleyna
Ketika Susan Menangis di Hadapan Ryan yang Tengah Berbaring, Tiba tiba Saja Ryan menggerak kan Tangan nya.
Susan pun Terkejut dan ia langsung memanggil Dokter .
" Pak, Kamu kuat sayang " ucap Susan sembari menangis
Ryan pun perlahan membukakan mata nya, Dan menatap Dalam Wajah Susan seolah ia ingin Mengatakan Sesuatu.
" Kamu mau ngomong Apa, Ngomong aja sayang " Ucap Susan
" A.. k .. u , Pa..Mi..t " Ucap Ryan dengan Terbata bata
" Kamu mau kemana Sayang ? " Ucap Susan Histeris , Sementara Ryan masih menggenggam Tangan Susan, Sudut Mata Ryan pun meneteskan air mata .
" Ka..mu . Ja.ga.. di..ri.. Baik.. Baik .. " Ucap Ryan lagi Terbata bata
Tiba tiba Saja tubuh Ryan terkulai lemas, dan Susan pun Khawatir, Aleyna dan Reyna pun datang bersama Dokter.
" Tolong lakukan yang Terbaik buat Calon Suami saya dok . Saya Mohon " Ucap Susan
Dokter pun memeriksa Denyut Nadi Ryan dan memeriksa Bola mata Ryan, Tak lama Suster pun datang . Dan mereka melakukan Pemeriksaaan menggunakan Defibrillator Untuk Memeriksa Jantung Ryan masih berdetak atau tidak . Namun segala Cara sudah Dokter lakukan, Nyawa Ryan sudah tidak dapat tertolong, Ia menghembuskan Nafas terakhir nya .
" Bagaimana Dok " Ucap salah satu suster
" Dia sudah tiada " Ucap dokter itu lalu menutupi Tubuh Ryan dengan selimut
Tak lama dokter pun keluar dengan Wajah Sendu
" Bagaimana Keadaan Calon suami Saya dok ?" Ucap Susan tergesa gesa
" Maaf kami telah melakukan berbagai Cara, Namun Nyawa pak. Ryan tidak dapat tertolong " Ucap dr. itu
"Tidak .. Dokter jangan membohongi Saya . Pak. Ryan . pak . Ryan " Teriak Susan ia amat terpukul mendengar Berita itu lalu ia bergegas pergi melihat Ryan yang sudah di selimuti kain putih.
" Ryan masih Ada kan ley, Rey . Dia belum meninggalkan " Ucap Susan yang tidak percaya jika Ryan akan meninggalkan nya begitu Cepat
Reyna dan Aleyna memeluk Susan, mereka juga terpukul dengan kehilangan nya Pak. Ryan
" Maaf Susan, Tapi Ryan benar benar sudah Tiada " Ucap Reyna
" Kamu lihatkan tadi, Pak. Ryan Genggam Tangan aku, Dan dia juga sempat Ngobrol sama aku, Kenapa kalian Tega mengatakan kalau Pak. Ryan sudah tidak ada . Kalian Jahat " Ucap Susan yang begitu Frustasi, Ia pun pingsan karena terlalu lemah menerima ini . Badan nya Terkulai Lemas. Dan suster pun membawa Susan ke Kamar Rawat, Karena Keadaan susan sangat Lemah, Susan pun di temani oleh Reyna . Karena Aleyna ingin memberi Tahu kalau Pak. aryan selaku sahabat dr. Adnan sudah meninggal .
****************
Setelah selesai melihat Bangunan Klinik kesehatan di Desa Timuhun, Dan selesai mengadakan Pengobatan Gratis, dr. Adnan pun membaringkan Tubuh nya di kasur, Karena hari ini sangat panas . Dan tubuh nya mulai lelah, Sementara dr. Fandy sibuk memainkan Game Saja .
Tiba tiba saja Handphone Adnan berbunyib
" Hallo Mas " Ucap Aleyna tergesa gesa
" Hallo juga istriku. Kenapa sayang, Kok kamu kaya ketakutan gitu " Ucap dr. Adnan
" Mas Ada kabar duka mas " Ucap Aleyna lagi
" Kabar duka apa sayang ? " Ucap Adnan merasa Penasaran .
" Pak. Ryan selaku Sahabat kamu meninggal karena kecelakaan " Ucap Aleyna
" Apa ? Ryan meninggal ? " Ucap dr. Adnan seolah tidak percaya dengan semua ini
" Iya sayang, Pak. Ryan kecelakaan di Tol Ciawi, Dan dia mengalami Luka parah di bagian kepala " Ucap Aleyna
" Aku dan Fandy akan pulang sekarang juga " Ucap dr. Adnan
" Hati hati sayang . Terus kabarin Aku " Ucap Aleyna
dr. Adnan pun langsung memberi tahu dr. Fandy bahwa Ryan meninggal dalam kecelakaan . Bagaimana pun Ryan Adalah sahabat nya Mereka langsung bergegas mencari Ticket pulang . Untuk melihat jasad Ryan yang terakhir kali nya .
Guys Jangan lupa VOTE
👍👍👍👍 LIKE 👍👍👍👍
❤❤❤❤ KOMEN ❤❤❤❤