My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
kencan terburuk



Elea menyambut kedatangan Juno dengan senyum yang sangat sumringah, namun setelah Juno duduk, Elea langsung menyentuh memar di dekat bibir Juno, senyum yang Elea layangkan berubah menjadi rasa khawatir.


Apa yang terjadi dengan Juno? yang pasti Elea begitu khawatir melihat pipi dan sudut bibir Juno sedikit memar.


" Kak, apa yang terjadi?" ucap Elea begitu khawatir dan menyentuh dagu Juno dengan perlahan.


" Tidak apa-apa, tadi ada sedikit kendala" ucap Juno sambil memperhatikan elea.


" Jadi ini alasan kak juno tidak menjemputku?" ucap Elea yang merasa bersalah.


" Begitulah!" ucap nya dengan sangat singkat.


Elea mengambil tisu dari dalam tas nya, dan ia mengobati luka dan memar di dekat sudut bibir juno, bahkan dengan sangat telaten Elea mengobati memar di wajah Juno.


" Lain kali hati-hati kak, aku tidak ingin kamu kenapa-napa" ucap Elea begitu perhatian


Juno hanya terdiam, bahkan jarang sekali wanita yang dekat dengannya bisa memberikan perhatian seperti apa yang Elea lakukan.


" Kak, minum dulu saja. " ucap Elea setelah selesai mengobati memar di wajah Juno.


" Kamu kok pakai baju ini? apa tidak salah?" ucap Juno merasa heran dengan penampilan Elea, bahkan elea jauh dari tipe wanita idaman juno, karena Juno menyukai cewek yang seksi dan juga sedikit menggoda.


Sedangkan Elea hanya mengenakan pakaian tertutup bahkan lebih tomboy.


" Memang nya ada yang salah kak?" ucap Elea sambil melihat kembali penampilan nya.


" lain kali jangan pakai baju seperti ini, kamu tahu kan aku menyukai wanita yang seksi dan menggoda?" ucap Juno dengan menatap heran kearah Elea.


" Jadi kak juno tidak menyukai aku?" ucap Elea yang nampak kesal, padahal ia sudah berusaha tampil berbeda dengan sedikit polesan makeup di wajah nya namun, Juno sama sekali tidak memuji nya.


" Bukannya dapat pujian, malah hinaan!" Elea terus menggerutu, bahkan ia menyembunyikan kekesalannya didepan Juno.


Sementara Rangga masih membuntuti Elea dan juga Juno, bahkan ia rela masuk ke dalam cafe 88 hanya untuk melihat gerak gerik juno, namun keputusannya untuk memasuki area cafe memang keputusan yang salah, karena ia harus menonton pertunjukan sialan ini.


Rangga mengepalkan tangannya, ia marah di saat Elea memberikan perhatian kepada Juno, bahkan hati nya hancur seketika, ingin sekali Rangga menarik Elea dan membawanya kabur dari cafe ini, namun Rangga takut Elea semakin membencinya.


Tanpa Rangga sadari, ia sudah meremas kertas menu yang sedang ia pegang, sampai pelayan cafe 88 begitu ketakutan melihat kemarahan Rangga.


" Bisa-bisa nya kamu bermesraan di depan ku elea! kamu tidak tahu kan, bagaimana perasaanku. ternyata, mencintai dalam diam harus sesakit ini?"


Rangga masih menggerutu, hingga akhirnya ia tersadar dan menatap ke arah pelayan yang dari tadi berdiri sambil menggetarkan tangan nya, nampaknya pelayanan wanita itu sangat ketakutan.


" Maaf kak, apa kakak ingin menu baru lagi ?" ucap pelayan itu


" Tidak usah!" ucap Rangga dengan penuh kekesalan, sampai pelayan cafe 88 pun meninggalkan Rangga.


Sebenarnya Rangga ingin sekali meninggalkan cafe 88, karena ia tidak akan kuat kalau harus melihat kemesraan antara Juno dan juga Elea, namun perasaan Rangga semakin tidak karuan, ia memiliki firasat buruk terhadap Elea.


Meskipun Rangga bukan siapa-siapa Elea tapi, Rangga mulai menyukai Elea, ia mengkhawatirkan dimanapun Elea berada.


Meski, kadang kala Elea tidak menyadari bentuk perhatian yang Rangga berikan kepadanya, sampai Rangga begitu mengorbankan waktunya hanya untuk Elea, sifat gengsi dan juga rasa tidak percaya diri dari Rangga, yang membuat hati Elea begitu tertutup untuk Rangga.


bukan karena Elea tidak menyukai Rangga, karena Rangga masih gengsi untuk mengakui kalau dirinya menyukai Elea.


Elea bahkan belum menyadari, adanya sinyal cinta dari Rangga, karena ia masih tersipu dengan ketampanan Juno, dan pesona ketua basket di sekolahnya itu.


Pelayan cafe 88 pun datang, dengan membawa beberapa pesanan yang tadi sudah Elea pesan, bahkan Elea memesan banyak makanan dan juga cemilan untuk persiapan kencan nya, dalam bayangan Elea.


Seperti orang berkencan pada biasanya, dan seperti drama yang pernah ia tonton, untuk pertama kali kencang si cowok akan mengajak ceweknya ke suatu tempat yang jauh dari keramaian dan juga tempat yang indah nan romantis di hiasi oleh lampu lampu dan bunga yang bertaburan, di sisi lain ada suara alunan biola yang begitu indah, si cowok datang dengan membawa setangkai bunga dan menyatakan cintanya kepada si cewek.


Lamunan tentang kencan pertama jauh berbeda dari drama yang biasa Elea tonton, kencan pertama yang Elea lakukan bersama Juno begitu membosankan bahkan ia tidak banyak bicara, sementara Juno sibuk dengan ponsel nya saja.


" Aku kira akan seindah di drama!"


Tiba-tiba saja handphone Juno berbunyi, ia segera meninggalkan tempat duduk nya dan meminta ijin kepada Elea untuk mengangkat telepone terlebih dahulu, Elea hanya mengangguk saja, karena Juno mengatakan kalau yang menelpon nya adalah orang tuanya.


" Aku angkat telepon sebentar yah!" ucap Juni sambil pergi menjauh dari Elea.


Elea semakin kesal, bahkan senyum yang terlintas dari bibirnya berubah menjadi kekesalan.


" kalau mendapat telepone dari orang tua, mengapa harus menjauh segala" gerutu Elea sambil makan stik kentang dengan sangat cepat, untuk melampiaskan amarah nya.


Rangga yang masih memperhatikan elea nampak senang, ketika melihat raut wajah Elea yang berubah menjadi cemberut, tidak seperti pertama kali juno datang.


Ada senyum yang terlintas di bibir rangga, bahkan Rangga menyangka kalau Elea tidak bahagia melakukan kencan pertama nya.


" hahah, tidak ada yang bisa membuatmu bahagia di kencan pertama mu elea, selain kencan dengan ku..."


Ada peluang di hati elea untuk seorang Rangga, mungkin besok dan seterusnya Rangga harus memperjuangkan Elea karena ia sudah terlanjur mencintai elea.


-


Juno mengangkat telepone dari seorang perempuan, bahkan perempuan itu adalah gebetan dari seorang Juno yang sudah menunggu nya di tempat club malam, memang kebiasaan Juno bermain dengan wanita wanita seksi yang ada di club.


meski usianya baru 17 tahun, namun Juno memang nakal dan sering gonta ganti pacar, wajar saja semua wanita tergila gila dengan Juno, karena ayah nya merupakan seorang pengusaha ternama di kota ini.


Tak jarang juno mendapatkan wanita yang setia bukan karena harta yang ia miliki.


" Mau kemana kak?" ucap Elea begitu heran


" Kamu nggak apa-apa kan pulang sendiri? soalnya aku ada urusan mendadak, mamah aku sakit, dan aku harus segera pulang" ucap Juno dengan tergesa gesa, padahal ia hanya mencari alasan saja untuk pergi dari cafe ini.


" Jadi kak juno ngga mau anterin aku pulang?" ucap Elea dengan wajah cemberutnya.


" Maaf yah elea, kamu bisa pulang sendiri kan? nanti aku pesan taxi untuk kamu. " ucap Juno


" Tidak usah, kamu pulang saja!" ucap Elea dengan penuh kekesalan, namun Juno mengabaikan nya.


" Kalau begitu aku pulang duluan!" ucap Juno yang langsung bergegas pergi meninggalkan Elea sendiri.


Elea nampak kesal, ia bahkan tidak menyangka Juno akan tega meninggalkan Elea sendiri.


Elea langsung mengambil tas nya, ia bergegas pergi ke luar dengan penuh rasa kecewa, mungkin ini adalah kencan terburuk yang Elea pernah lakukan, ia begitu kecewa terhadap juno.


Elea berdiri di depan Cafe, ia sama sekali tidak melihat Taxi yang lewat, baru saja ia ingin memesan taxi online namun handphone nya ternyata kehabisan baterai.


Tak lama, Rangga datang dan berdiri di samping Elea.


,


" Mau abang anterin nggak?" ucap Rangga sambil tertawa , Elea nampak terkejut ia bahkan tidak menyangka akan bertemu Rangga di tempat ini.


" Nggak usah deh, mending naik angkot daripada satu mobil sama kamu!" ucap Elea begitu ketus


Rangga hanya terdiam, tanpa banyak bicara Rangga menarik paksa lengan Elea untuk naik ke dalam mobil nya.


" Lepaskan aku!" ucap Elea sambil terus berusaha melepaskan tangan nya dari genggaman Rangga.


" Kamu harus ikut pokoknya!" ucap Rangga sambil tersenyum bahkan perasaannya begitu tenang


" Kamu hobi banget sih maksa orang! " ucap Elea sambil cemberut ketika sudah sampai ke dalam mobil.


" bisa nggak sih, lain kali bersikap lembut sama cewek, jangan suka memaksa seperti ini! kamu kira aku cewek apaan yang bisa kamu ajak kemanapun kamu mau!". ucapnya lagi.


Rangga hanya tersenyum, ia langsung menutup mulut Elea yang sedari tadi mengoceh terus dengan telapak tangan nya.


Jari jemari rangga menyentuh bibir mungil milik Elea, sampai Elea terdiam memaku.


Rangga yang ada di hadapannya bukan lagi Rangga yang cuek dan dingin, namun sekarang Rangga begitu hangat, ia memakaikan sabuk pengaman di tubuh Elea dengan melayangkan senyum.


" Duduk dan diamlah, aku akan mengantarmu pulang!" ucap Rangga yang begitu perhatian kepada elea.


Sampai Elea begitu terkejut dengan perlakuan Rangga, ia bahkan nyaman dengan sikap Rangga.


" Aduh el, masa kayak gini doang pake bawa perasaan sih!"


Elea tersipu malu ketika Rangga mulai memberikan perhatian, seolah jantung nya tidak bisa berhenti berdetak.


Andai saja sikap Rangga seperti ini terus, mungkin hati dan perasaan elea akan luluh dengan sendirinya.


" Yaudah kalau mau nganterin, tunggu apalagi coba?" ucap Elea yang mulai mencairkan suasana.


Rangga menancap gas, sampai mobil nya melaju dengan sangat cepat meninggalkan cafe 88 tersebut dan kembali menuju rumah Elea.


Usaha nya tidak sia-sia, kalau saja Rangga tidak membuntuti Elea mungkin saja Elea akan terlantar di jalanan , ia tidak akan bisa tinggal diam dengan Juno yang bahkan tidak bertanggung jawab atas Elea. Rangga pastikan Juno tidak akan pernah merasa tenang, kalau saja ia masih mempermainkan Elea.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Maaf author baru update lagi.


Coba dong, di vote yang banyak untuk cerita ini, karena bagaimanapun vote dan like serta komen dari kalian bikin author tambah semangat.


Gas pol Like, dan Komen serta Vote nya.


Atur nuhun :)