My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Liburan bersama



Akhir nya Susan pun merapihkan barang-barang yang akan ia bawa untuk berlibur menyusul Reyna ke pulau Lombok, ntah Susan sengaja memilih liburan dan menghabiskan waktu di hotel yang sama karena itu sudah menjadi keinginan antara Susan dan Reyna yang belum terlaksana semenjak mereka masih sekolah dulu.


mengingat sudah hampir lima bulan pernikahan nya, susan dan daniel pun belum juga di karuniai anak, namun daniel selalu berusaha untuk memberi kekuatan kepada susan agar ia tidak lagi bersedih dan ada Kiara juga yang selalu menemani kesepian susan kalau saja Daniel sedang ada tugas di luar kota.


setelah sibuk bekerja di hari-hari yang memang harus nya ia habiskan bersama susan, dan kini daniel akan menebus hari itu semua dengan mengajak susan berlibur di pulau lombok karena itu satu impian yang memang susan inginkan dan baru kali ini akan terlaksana.


mungkin saja dengan mereka menghabiskan waktu secara bersama-sama mungkin mereka akan dengan mudah mendapatkan keajaiban, karena tak henti di iringi dengan doa dan usaha.


" baby aku ngga tega kalau harus meninggalkan Kiara sendiri" ucap Susan ketika sedang menatap wajah kiara yang sedang tertidur pulas.


" sayang, kiara akan di jaga oleh kak tiara, dan kak deni " ucap daniel


tiara dan deni adalah kakak kandung dari dr.Daniel, mereka memang sering berkunjung ke rumah susan dan daniel hanya untuk menengok kiara, kak tiara sendiri memang tidak mempunyai anak perempuan jadi wajar saja jika ia memang sangat menyukai kiara.


"apa tidak merepotkan, bukan kah kita berada di Lombok hampir satu minggu?" tanya susan sambil mengelus pipi kiara


"tidak sayang, bahkan mereka sangat senang menyambut kiara" ucap daniel.


akhirnya setelah memutuskan untuk tidak membawa kiara, susan dan daniel pun mempersiapkan baju dan barang-barang yang akan mereka bawa selama satu pekan ini, mereka telah menghubungi Reyna dan Fandy kalau mereka akan segera pergi kesana hari ini dan dengan senang hati Fandy dan Reyna akan menjemput mereka di bandara.


Tidak lupa juga Susan menghubungi Aleyna kalau ia akan pergi berlibur dan itu membuat Aleyna sangat sedih sekali karena tidak bisa ikut padahal itu sudah keinginan terbesar yang belum terlaksana karena akhir-akhir ini memang Adnan banyak menghabiskan waktu di rumah sakit di bandingkan di rumah bersama Aleyna apalagi selama ini memang Adnan sibuk sekali bekerja sampai berangkat pagi dan pulang malam, begitu terus sampai Aleyna merasa bosan. ia ingin sekali Adnan menyempatkan waktu untuk keluarga nya.


***


tiket sudah di beli, dan barang-barang pun sudah rapih di dalam koper tinggal menunggu keberangkatan. Kak tiara dan kak Deni memang mengantarkan mereka menuju bandara dengan mengajak Kiara yang sudah cantik menyambut kepergian Susan dan Daniel.


Sebentar lagi pesawat yang akan di tumpangi oleh susan dan Daniel pun akan segera berangkat, sementara susan meneteskan air mata nya ketika melihat kiara yang menangis melihat kepergian susan dan daniel, ia bahkan sudah menganggap susan seperti ibu nya sendiri. bahkan ia menangis ketika susan meninggalkan nya.


" jangan menangis sayang, bunda hanya sebentar saja " ucap Susan sambil mencium kedua pipi Kiara


" iya ayah dan bunda hanya sebentar saja kok. nanti kalau Ayah dan bunda pulang nanti akan ayah belikan apapun yang kiara mau" ucap daniel


kiara memang belum mengerti tentang apa yang di bicarakan kedua orang tua angkat nya, namun ia menangis dan mengerti kalau saja ia melihat susan dan daniel pergi dari hadapan nya.


" nak jangan nangis kan ada tante sama om yang akan menjaga kamu sayang" ucap kak tiara yang menenangkan Kiara


" sayang, bagaimana ?" tanya susan kepada daniel karena ia tidak tega melihat kiara menangis


" sayang, untuk kali ini kita membutuhkan waktu untuk berdua saja, ingat apa kata dokter edwin ?" bisik daniel ke telinga susan


Susan berpikir sejenak, ia bahkan harus memilih pilihan yang amat berat bagi nya dengan terpaksa ia harus meninggalkan kiara dan menikmati waktu bersama suami nya.


" ma-ma" ucap Kiara sambil menangis memanggil susan


" ma .. ma... "


Susan tidak henti nya menangis ketika melihat kiara yang memang ingin ikut bersama susan.


Perhatian, para penumpang pesawat X dengan nomor penerbangan X4577 tujuan Lombok dipersilahkan naik ke pesawat udara melalui pintu A12.


pemberitahuan keberangkatan pesawat pun telah di umumkan oleh petugas bandara, sementara Susan masih menggendong Kiara, bahkan kiara tidak ingin lepas dari Susan.


" nak, untuk kali ini saja bunda pergi sebentar kamu jaga diri baik-baik yah" ucap susan sambil mencium Kiara


" ma.. ma.. "


Kak tiara pun mencoba mengambil alih kiara dari pelukan susan karena pesawat sebentar lagi akan segera berangkat sementara daniel sudah menunggu.


" hati-hati semoga selamat sampai tujuan dan membawa kabar baik " ucap kak tiara sambil cipika cipiki


" tidak apa-apa kak deni juga menyukai kiara " ucap nya lagi


-


akhir nya tangisan kiara pun pecah ketika susan dan daniel pergi meninggalkan kiara. anak seperti kiara memang lah patut di kasihani apalagi dia sudah cukup menderita .


susan pun menyeka air mata nya dengan tisu, ia pun menenangkan pikiran dan hati nya karena ia ingin menikmati liburan bersama suami nya di sana.


" sayang sudah jangan menangis lagi" ucap daniel sambil merangkul susan menuju pesawat


" aku tidak tega melihat kiara menangis" jawab susan


" jangan terlalu banyak pikiran sayang, kita nikmati hari libur kita dan menghabiskan waktu berdua" ucap daniel sambil mengelus pucuk rambut susan


mereka memamg sudah sampai di dalam pesawat dan sebentar lagi pesawat akan segera berangkat menuju lombok.


"seandai nya aku di takdirkan tidak bisa memberikan keturunan bagi mu, apa kamu masih setia mencintai ku, by?" ucap Susan secara tiba-tiba dan membuat daniel begitu terkejut dan langsung menatap susan


aku memang menginginkan anak di dalam pernikahan kita, tapi aku tidak mungkin bisa kalau harus meninggalkan mu


selama ini memang susan merasa tertekan dengan ibu mertua nya, dia selalu menyuruh daniel untuk menikah lagi karena sampai sekarang susan belum hamil juga, memang kesedihan yang amat dalam yang susan rasakan, tapi itu semua sudah kehendak tuhan susan hanya bisa menunggu waktu saja dan menerima keajaiban karena di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin terjadi kalau bukan dari kehendak tuhan dan ketentuan takdirnya...


" sayang, kau tidak usah berbicara seperti itu aku bahkan tulus mencintai kamu" ucap daniel dengan melemparkan senyum ke arah susan dan memeluk nya.


" kalau nanti setelah liburan dan bulan depan nya aku belum hamil juga, kamu tidak apa-apa kok menerima tawaran mamah" ucap susan sambil membujuk daniel


" aku tidak ingin menerima wanita lain, dan berhenti berbicara seperti itu karena kita akan bersenang-senang " ucap Daniel lagi


" baik lah, maafkan aku" ucap susan sambil tersenyum singkat


" jangan memikirkan omongan mamah, dia mungkin sedang emosi saja " ucap daniel


" iya suami ku" jawab nya singkat


***


Flashback ...


sudah hampir dua minggu yang lalu, mamah mertua susan mengunjungi rumahnya untuk menanyakan tentang kehamilan susan tapi ternyata susan belum kunjung hamil sementara mamah mertua nya ingin sekali susan segera mempunyai keturunan apalagi daniel sendiri anak laki-laki satu satu nya yang ada di keluarga chandra karena semua kakak dari daniel adalah perempuan jadi daniel anak terakhir dari tiga bersaudara.


mamah mertua susan memang sangat antusias menginginkan cucu dari anak laki-laki nya mengingat ia sudah berumur dan di sisa hidup nya ia ingin sekali melihat daniel dengan anak bayi nya, apalagi sekarang mamah mertua susan atau biasa di sapa mamah yuni memang sering sakit-sakitan dan ia sudah memberitahu susan agar mengijinkan daniel untuk segera menikah lagi dengan salah satu sahabat daniel yaitu dr. netta namun daniel selalu menolak nya dengan alasan ia mencintai susan dengan segala kekurangan nya....


kalau saja ia mengingat tentang omongan mamah mertua nya, susan merasa bukan lah wanita yang sempurna untuk daniel karena ia tidak bisa memiliki keturunan meski dokter edwin pun sudah memberitahu susan kalau ia memiliki kista yang sudah lumayan parah.


karena ada nya kiara, susan bangkit kembali hanya senyuman kiara yang mampu memberinya kekuatan agar ia bisa menerima kenyataan ini.


wanita mana yang rela membagi cinfa suami nya dengan wanita lain .


susan tidak habis pikir dengan sikap egoisme mamah mertua nya yang tidak memikirkan perasaan susan sama sekali.


Lanjut ngga nih ?


Guys bagi Vote nya karena author mau crazy up nih sekali kali.


gaspolll vote like dan komen nya.