My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Nikahi Elea!



Adnan begitu panik ketika membaringkan tubuh Elea di tempat tidurnya, ia memeriksa suhu tubuh elea, beserta memeriksa keadaan Elea.


Adnan takut terjadi hal buruk terhadap Elea, apalagi ia tidak bisa tahan dengan udara dingin, kalau saja udara dingin masuk ke dalam tubuh Elea, bisa jadi Elea langsung demam dan flu.


" Mas, bagaimana keadaan elea?" ucap Aleyna yang sedari tadi mengelus wajah elea, ia sesekali mencium kening elea, sementara Elea masih nyaman dengan tidurnya, memang elea kalau sudah tidur, sangat susah sekali untuk terbangun.


" Tuhan masih melindungi elea, biarkan dia istirahat, karena aku akan membicarakan sesuatu dengan Fandy maupun Reyna..." ucap Adnan begitu serius dengan perkataan nya.


" Jangan di perpanjang sayang, lagi pula Rangga begitu baik, ia bahkan mengantarkan elea pulang ke rumah. " Sahut Aleyna yang menenangkan Adnan.


" Tapi sayang, aku tidak ingin kejadian ini terulang lagi!"


Adnan langsung keluar dari kamar elea, ia berjalan menuju ruang tamu dimana Reyna dan Fandy sudah menunggu, Aleyna pun menyusul Adnan bahkan ia menyuruh asisten rumah tangga nya untuk menjaga Elea.


Hati dan perasaan Aleyna tidak tenang, ia melihat keseriusan di wajah Adnan, dan penuh dengan tanda tanya.


" Bagaimana keadaan elea?" ucap Reyna yang langsung berdiri dari duduk nya ketika Adnan dan Aleyna datang.


" Tidak apa-apa, Elea mungkin cuma kelelahan saja. " ucap Aleyna


" Fan, sepertinya anak kamu sudah keterlaluan membawa anak perempuanku pergi tanpa ijin dari ku, atau dari Aleyna... " ucap Adnan dengan wajah serius nya, bahkan tanpa senyum yang terlintas sama sekali.


Fandy pun meneguk jus jeruk yang sudah tersedia di atas meja, setelah itu ia baru menjawab pertanyaan dari Adnan.


" Haha, Namanya juga anak remaja nan, terkadang memang seperti ini... " sahut Fandy


" Tapi aku tidak bisa membiarkan itu terjadi, bagaimanapun Elea adalah anak perempuan bahkan aku tidak mengijinkan elea berpacaran dengan lelaki manapun, itu akan merusak konsentrasi nya di sekolah... "


" Nan, Rangga tidak berpacaran dengan elea, tapi suatu saat mungkin itu bisa terjadi, toh kita tidak tahu kan dengan siapa anak kita nanti akan berjodoh... "


" Aku paham dengan perkataan kamu Fan!" ucap Adnan yang membuat semuanya begitu penasaran, bahkan Aleyna menepuk bahu Adnan, karena merasa penasaran.


" Maksud kamu apa nan?" ucap Fandy seolah tidak mengerti.


" Rangga harus bertanggung jawab terhadap elea!" ucap nya begitu aneh, namun membuat semua orang yang berada diruang tamu begitu terkejut.


" Mas, maksud nya apa sih..." celetuk Aleyna


" Memang nya Rangga berbuat kesalahan apa, sampai harus tanggung jawab" ucap Reyna yang begitu bingung bahkan ia menatap Fandy.


Adnan pun meneguk segelas teh hangat yang sudah tersedia di atas meja, bahkan ia membuat semua orang menunggu jawaban yang keluar dari mulut nya.


Adnan menghela nafas, dan menaruh kembali gelas yang berisi teh hangat di atas meja.


ia mulai melayangkan aksinya


" Aku mau Rangga bertanggung jawab dan menikahi elea!" sahut Adnan dan membuat Aleyna beserta Fandy maupun Reyna membulatkan kedua bola mata mereka.


Mereka terkejut ketika Adnan melayangkan kata-kata seperti itu, " menikahi?" alasan Adnan memang baik, tapi tidak untuk menikahi anak di bawah umur, apalagi Elea masih sangat muda begitupun juga Rangga, bahkan Aleyna tidak mengerti sama sekali dengan ucapan Adnan, ia menentang permintaan konyol yang di lontarkan Adnan.


Aleyna pun berdiri sambil berkata, " Aku tidak setuju!"


Di susul oleh Reyna yang juga ikut menyetujui ucapan Aleyna, baik Reyna maupun Aleyna tidak pernah mempunyai rencana untuk menjodohkan anak-anak mereka kelak.


" kalau itu aku setuju nan!" ucap Fandy yang ikut menyetujui ucapan Adnan.


" Beruang kutub, apaan sih! Rangga masih kecil bagaimana bisa kamu ingin menikahkan anak di bawah umur. " celoteh Reyna sambil memukul Fandy.


" Mas Adnan, jangan bercanda. Aku tidak akan setuju kalau sampai kamu menikahkan Elea..." ucap Aleyna yang membantah ucapan Adnan.


" Lebih baik kita mendengarkan penjelasan dari elea maupun Rangga terlebih dahulu." sahut Reyna


Reyna pun bergegas mencari Rangga, dengan tergesa-gesa, bahkan ia tidak habis pikir dengan ucapan Adnan.


" Rangga.... "


" Kamu dimana nak?"


" Rangga.... "


mendengar sahutan dari arah dalam, Rangga yang sedang bermain game online bersama Alvin pun menyahut, dan Rangga begitu kenal dengan suara itu, suara yang setiap pagi ia dengarkan.


" Ada apa sih Ma? " ucap Rangga yang sedang sibuk bermain game.


" ikut mama sekarang juga!" ucap Reyna sambil menarik paksa Rangga.


" Ada apa sih... "


" Jangan banyak protes, lagi pula kamu ngapain sih mengajak Elea keluar sampai larut malam, kamu nakal banget sih ga!" ucap Reyna sambil terus mengoceh namun Rangga tidak mendengarkan sama sekali.


" Rangga!"


Reyna menarik baju rangga, untuk masuk ke dalam rumah Aleyna dan memberikan penjelasan terkait Elea.


Alvin pun merasa bersalah, padahal niat Rangga hanya ingin melindungi elea dari kejahatan juno, tapi mengapa semua begitu sulit, Rangga malah yang kena imbas nya. Sampai kedua orang tua Rangga begitu marah, Alvin janji akan menjelaskan kebenarannya dan ia tidak ingin melihat Rangga berada di posisi bersalah.


Rangga pun duduk di sofa yang kosong, suasana menjadi sangat tegang bahkan Adnan menatap Rangga dengan tatapan sinis.


" Rangga, sebenarnya kejadiannya seperti apa? tolong ceritakan kepada kami nak..." ucap Aleyna yang merasa penasaran


" Tidak ada apa-apa, aku hanya mengerjakan tugas sekolah bersama elea... " ucap Rangga yang mulai berbohong, ia tidak ingin jujur mengenai kencan buta antara Elea dan Juno, karena ia ingin melindungi elea.


" Mas, aku percaya dengan Rangga maupun elea, mereka anak baik dan tidak akan berbuat macam-macam...."


Aleyna melipatkan kedua tangannya di atas perut, bahkan ia merasa kesal dengan ucapan Adnan maupun Fandy yang berkeinginan untuk menikahi elea dan juga Rangga.


" Jadi rencana tadi, buang jauh-jauh deh ley!" ucap Reyna karena merasa Rangga belum cukup usia untuk menikah


" Tapi, keputusanku sudah bulat, tidak bisa diganggu gugat!" ucap Adnan


" Aku setuju dengan Adnan, lagi pula mereka bisa tunangan terlebih dulu " sahut Fandy yang terus menerus menyetujui Adnan.


Kedua keluarga itu masih cekcok mengenai perjodohan antara Rangga maupun Elea karena semua itu diluar rencana Adnan maupun Fandy. Karena mereka tidak pernah berencana untuk menjodohkan anak-anak mereka.


Namun, kejadian seperti ini membuat Adnan begitu takut apalagi elea adalah anak perempuan kesayangan Adnan, ia tidak ingin terjadi apa-apa dengan Elea.


Mengingat masa pergaulan remaja sekarang begitu bebas, seberapa kuat orangtua melarang akan tetapi semakin kuat seorang anak untuk melakukannya.


Adnan tidak ingin Elea terperangkap dalam pergaulan yang salah, begitu posesif nya Adnan terhadap Elea, karena bagaimanapun Elea adalah tanggung jawab Adnan.


Alvin pun mendengar sedikit obrolan kedua keluarga tersebut, ia segera bergegas ke kamar untuk membangunkan Elea, ia sama sekali tidak ingin terjadi apa-apa terhadap Rangga, karena Rangga sama sekali tidak bersalah.


Catatan :


Guys, mohon maaf baru update yah soalnya author baru aja kena musibah, suami author sakit udah seminggu ini jadi author nggak bisa update


mohon doa nya ya, meskipun kita nggak saling kenal tapi seenggak nya doa dari kalian bisa membantu proses penyembuhan suami author.


dan maaf banget, Update nya cuma sedikit insyallah kalau udah sembuh author bakal aktif update lagi.


mohon pengertiannya yah :)