My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
bertemu lagi



Pelajaran hari ini terasa sangat suntuk bagi Rangga, ia tidak bisa melihat Elea, apalagi setelah ia mendengar Elea sedang dibimbing langsung oleh pak Darwin, hati Rangga tidak tenang, ia tidak bisa fokus dalam pelajaran.


Hingga bel pulang pun berbunyi, Rangga langsung berjalan menuju arah parkiran, ia menunggu Alvin karena ia ingin menemui Elea di rumah.


Rangga ingin menjelaskan semuanya kepada Elea, tentang kesalahpahaman antara dirinya dan Elea, Rangga tidak ingin berlarut dalam keributan, ia rindu akan canda tawa nya bersama Elea, Rindu akan senyum nya yang manis seperti gula.


Rangga menyandarkan tubuh nya di dalam mobil , ia mengambil ponsel nya yang sedari tadi kosong tanpa pesan atau telepone dari Elea, biasanya Elea sudah menanyakan hal apapun tentang dirinya namun sekarang rasanya sulit bagi Rangga untuk menghubungi Elea.


" Kau memang menggemaskan ratu lolipop!"


Rangga tersenyum sembari menatap foto Elea yang sedang berdua bersama dirinya, ia bahkan sangat merindukan Elea, baru semalam dan hari ini Rangga dan Elea tidak saling mengabari tapi Rasa rindu itu begitu besar, bagaimana bisa Rangga meninggalkan Elea dengan rasa rindu yang amat dalam.


sudah hampir setengah jam Rangga menunggu Alvin, rasanya lama sekali sampai akhirnya Rangga memutuskan untuk pergi sendiri ke rumah Elea, ia sudah tidak sabar ingin bertemu Elea.


Rangga memarkirkan mobil nya, ia mengendarai mobil nya keluar dari gerbang dan menuju rumah Elea.


Rangga selalu memiliki akal untuk merayu hati Elea yang sedang dilanda amarah, Rangga berhenti di toko boneka.


ntah ia melihat boneka beruang yang amat besar, berdampingan dengan boneka panda. Rangga semakin bingung memilih boneka apa yang akan ia kasih untuk Elea, sementara kedua boneka tersebut amat lucu.


Akhirnya Rangga membelikan dua boneka sekaligus karena ia tidak bisa memilih, Ia memang sengaja membelikan boneka beruang karena Elea selalu mengejek Rangga sebagai manusia utusan dari beruang kutub, Ejekan yang membuat Rangga sedikit kesal, sedangkan Elea mirip dengan boneka panda. ntah, setiap melihat boneka Panda Rangga selalu ingat dengan Elea padahal tidak ada hubungannya sama sekali dengan Elea.


" Dia itu menggemaskan, sama seperti panda!"


Rangga menghampiri pelayan toko untuk membungkuskan kedua boneka tersebut.


" mbak, tolong katakan! boneka ini lucu?" ucap Rangga yang memaksa pelayan toko untuk mengatakan nya.


" Semua boneka itu lucu kak, aku yakin cewek kakak pasti luluh!" ucap pelayanan toko sambil tersenyum ramah.


" aku tidak tahu dia akan menyukai boneka ini atau tidak, dia cewek yang susah di tebak, dia begitu menyebalkan!" gerutu Rangga tanpa ia sadari, kedua pelayan toko boneka tersebut sedang mentertawakan nya.


" Kakak tampan pasti sedang marahan dengan pacar nya, mending beli saja dua-duanya aku yakin pacar kakak pasti suka!"


" wanita itu hanya butuh kejutan dan perhatian dari pacar nya!"


" kalau saja aku memiliki pacar seperti kakak tampan ini, aku tiap saat akan luluh!"


Kedua pelayan tersebut malah semakin menggoda Rangga, mereka tersipu dan terpukau akan pesona Rangga.


" Yasudah saya ambil boneka ini!" ucap Rangga sambil menggendong boneka panda yang amat besar, sampai wajah nya tertutupi oleh boneka hanya terlihat bagian kaki nya saja.


Rangga membuang rasa gengsi hanya untuk Elea, kalau saja bukan untuk Elea ia tidak akan mau membeli nya karena begitu merepotkannya.



Kedua pelayan tersebut membuatkan strip bayaran untuk kedua boneka tersebut, dan membawa nya ke dalam mobil Rangga.


Rangga bisa bernafas dengan lega, meski mobil nya penuh dengan boneka. Boneka panda berada di samping Rangga.


Rangga menatap boneka tersebut, dan meremas wajah boneka panda tersebut.


" Maafkan aku kepala batu, jangan ngambek terus, aku begitu merindukanmu!" ucap Rangga sambil berbicara ke boneka panda yang kini ada di hadapannya.


Rangga menggelengkan kepala nya, ia memang sudah sedikit gila. berbicara kepada boneka.


" Iya mas rangga....." ucap Rangga lagi sambil meniru suara Elea.


" dia bahkan, sudah membuatku Gila!"


Rangga semakin tidak sabar ingin bertemu Elea, ia segera mengendarai mobil nya menuju rumah Elea.


jarak yang di tempuh lumayan jauh, belum lagi macet yang terkadang panjang di jalanan. Namun Rangga dengan sabar menanti kemacetan.


tiba-tiba saja ada seseorang yang menghentikan mobil Rangga, terpaksa Rangga berhenti di pinggir jalan. Ia turun dan memastikan kalau orang itu adalah Nadine.


" Please help me!" ucap seseorang yang kini sedang dalam ketakutan.


" Kamu siapa?" ucap Rangga karena wajah seorang perempuan tersebut tertutupi rambut pirang nya.


" Help me....." ucap Seorang perempuan tersebut, dan tak lain Rangga bahkan mengenali perempuan tersebut.


" Meghan?" ucap Rangga yang mengenali wajah perempuan tersebut.


Perempuan itu adalah Meghan , wanita yang dulu pernah Rangga sukai ketika di bangku Sekolah pertama. atau masa SMP, Meghan bahkan teman dekat Rangga yang di Sidney, ia bahkan tidak mengetahui Meghan ada disini. Rangga dan Meghan memang sangat dekat, mereka bahkan bersahabat ketika di Sidney, namun Rangga belum sempat mengutarakan isi hati nya, karena ia harus pergi ke Jakarta dan meninggalkan meghan sendiri, Perasaan Rangga begitu hancur ketika ia harus berpisah dengan Meghan, salah satu alasan Rangga tidak ingin meninggalkan Sidney adalah Meghan.


" Kamu siapa?" ucap Meghan menunduk dan tidak mau melihat orang yang ada di samping nya.


" Meghan, kau kah itu?" ucap nya.


Meghan menyadari suara yang kini memanggil namanya, Meghan menatap ke arah Rangga. Ia amat terpukau bahkan seolah mimpi bisa bertemu lagi dengan Rangga.


Meghan langsung memeluk Rangga dengan sangat erat, bahkan ia sangat merindukan Rangga, sudah lama Meghan mencari Rangga, sejak perpisahan mereka di sekolah menengah pertama. karena Rangga harus pisah dengan Meghan.


Rangga ragu untuk memeluk Meghan, namun ia juga sangat merindukan Meghan.


" Aku sudah lama mencarimu, aku benar-benar kehilangan kamu Rangga!" ucap Meghan dalam bahasa inggris yang fasih.


" Aku senang kamu ada disini, ada apa Meghan?" ucap Rangga.


" Please, bawa aku pergi, ada seseorang yang ingin mencuri tas ku!" ucap Meghan.


Tanpa di suruh Meghan langsung membuka pintu mobil Rangga dan ia benar-benar terkejut ketika melihat boneka besar yang ada didalamnya.


" Rangga, apa kamu membeli ini?" ucap Meghan. Rangga salah tingkah ia tersenyum ke arah Meghan.


" Biar aku pindahkan boneka ini ke belakang!" ucap Rangga yang mengambil boneka panda tersebut dan menaruhnya di belakang bersama dengan boneka beruang.


Meghan pun menatap heran ke arah Rangga, ia bahkan melihat perubahan dan kepanikan di wajah Rangga. Seolah Rangga menyimpan sesuatu yang amat dalam.


" Dasar cowok aneh!" ucap Meghan sambil tertawa dan langsung masuk ke dalam mobil Rangga.


Setelah selesai menaruh boneka tersebut, Rangga langsung kembali ke dalam mobil, ia menatap wajah Meghan yang tidak berubah sama sekali, hanya tubuh nya saja yang semakin seksi.


Kedua bola mata berwarna biru milik Meghan menatap ke wajah Rangga.


" Ga aku senang bisa bertemu kamu lagi, padahal aku sudah sebulan tinggal di Jakarta!" ucap Meghan sambil menyandar ke bahu Rangga.


Ah rasanya, sudah terbiasa Meghan bermanja-manja dan bersandar di bahu Rangga.


Namun kali ini, Bukan perasaan senang lagi, Rangga malah semakin mengingat Elea. Tapi, ia juga tidak bisa menolak Meghan.


" Kenapa tidak mengabari ku, kau bisa menelpon ku?" ucap Rangga


" Kamu bahkan sudah mengganti nomor ponsel mu, kamu tahu betapa sedihnya aku ketika kamu pergi ?" tanya Meghan.


" Itu semua karena Papah ku, dia begitu menyebalkan!".


" Kamu sekolah dimana?" ucap Meghan karena melihat Rangga yang masih mengenakan seragam.


" Terus boneka itu untuk siapa?" sambung nya.


Rangga hanya tersenyum dan menjawab dengan seperlunya.


" Aku sekolah di internasional high school!" ucap nya.


Meghan pun duduk dan menatap ke arah jalan, ia mengajak Rangga untuk makan sebentar dan sekedar melepas rasa rindu. Rangga tidak bisa menolak keinginan Meghan, apalagi ia sampai rela menyusul Rangga.


Meghan sendiri pergi ke Jakarta, karena ia ingin tinggal bersama nenek nya, kedua orang tua nya sebagai dokter spesialis kulit sangat sibuk dengan urusannya masing-masing, Meghan tidak memiliki teman kecuali Rangga , namun Rangga juga pergi meninggalkannya, Sudah berapa kali Meghan berteman dengan siapapun namun tidak ada kecocokan ia sering bertengkar dan bahkan sangat di benci oleh teman-temannya di sekolah baru.


Ntah, berapa lama Meghan tinggal di Jakarta, yang pasti ia akan pindah sekolah juga. Karena ia merasa nyaman tinggal di jakarta bersama nenek nya.


Tak lama mereka sampai di sebuah cafe yang terletak di pinggir jalan tepatnya Cafe yang dulu pernah Rangga singgahi bersama Elea. Cafe yang terletak di dekat danau kota.


Meghan turun dan menggandeng tangan Rangga.


" Ga, aku sangat bersyukur tuhan telah mempertemukan kita lagi!" ucap nya.


Rangga hanya terdiam, ia masih memikirkan Elea, mungkin rencananya untuk bertemu dengan Elea harus gagal, ada kesalahan yang amat besar ketika Meghan menggandeng tangannya, bagaimana bisa Rangga tidak nyaman dengan adanya Meghan, meski ia sudah membuang perasaannya jauh ketika ia sudah berkomitmen dan berjanji dengan Elea.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Rangga galau nih wkwk


galau aja ganteng sih :(



Gimana nasib Elea nih guys ?



Wah Meghan muncul nih???



Guys maaf author lama ngetik nya, Ini karena kalian sudah nggak sabar, author update satu bab dulu, nanti besok tunggu crazy update dari author nya.


Di vote dulu, biar Author semangat. walaupun rangking nya ratusan hehehehe^.


Terimakasih bagi yang sudah pengertian dan sabar menunggu.


Dan terimakasih untuk doa-doa nya bagi author dan debay nya :)