
Pagi sekali Aleyna bangun dari tidur nya, karena Elea yang sedari tadi menangis, Elea sudah bangun sangat pagi sekali, mata Aleyna saja masih merem. Segera ia menuju kamar Elea yang tidak jauh dari Kamar nya.
Ia pun menggendong Elea, dan Elea pun menebarkan senyum ke Aleyna.
" Cantik sekali anak momy "
Pantas Saja Elea menangis, ternyata dia buang air besar, Elea memang sering menangis dan Rewel wajar saja, Di bandingkan Alvin yang Lebih kalem, Mungkin alvin mempunyai sifat seperti Adnan yang memang kalem dan pendiam.
Sementara Elea memang mirip Aleyna, Tapi Aleyna tidak lah cengeng seperti Elea.
" Sayang .. kita mandi yuk, habis itu jalan jalan. Kita bangunin Kakak Avin sama daddy " Ucap Aleyna sambil membersihkan badan Elea dan mendadani nya layak nya boneka barbie.
Lalu, Ia membangunkan Adnan, karena Aleyna tidak mungkin meninggalkan Elea sendiri di kamar, Karena Elea nakal, takut ia jatuh dari kamar .
" Daddy ... bangun dong ..
Elea udah cantik nih "
Adnan pun meregangkan otot nya, lalu mencium Elea dengan sangat manis
" Anak daddy cantik banget, mau kemana sih "
Adnan terus menggendong Elea karena Aleyna harus memandi kan Avin yang masih tertidur, Anak cowok nya ini memang hobi tidur meskipun di keramaian orang banyak .Tapi, Alvin jarang sekali menangis . Itu yang membuat Aleyna begitu salut kepada Alvin .
setelah selesai Aleyna pun menggendong Alvin, menuju kamar nya yang sedari tadi Adnan dan Elea menunggu nya .
" Mas .. kamu mandi dulu, kan kita mau Hangout bareng " Ucap Aleyna
" sayang " Ucap Adnan
" Kenapa mas ?" Sahut Aleyna
" Maaf aku ngga bisa ikut hangout bareng kamu sama yang lain " Ucap Adnan begitu kecewa
" Memang kenapa mas ? bukan nya kamu bilang hari ini masuk malem ?" Ucap Aleyna
" Tiba tiba saja dr. Chan izin ada acara, Jadi aku yang akan menggantikan dr. Chan " Ucap Adnan dengan penuh kekecewaan karena tidak bisa menemani Aleyna dan anak anak nya .
Aleyna pun diam sejenak, Tidak mungkin ia melarang suami nya untuk bekerja apalagi profesi Adnan adalah dokter yang sangat di butuhkan semua orang, Mungkin ini Resiko yang Aleyna alami ketika hendak mencari hiburan di tengah hiruk pikuk nya kehidupan.
" Sayang "
" Yaudah mas, kalau ngga jadi. Aku juga nggak jadi mas " Ucap Aleyna lalu menidurkan Alvin di kasur nya bersama dengan Elea .
Adnan menghampiri Aleyna lalu membelai lembut rambut Aleyna dan menggenggam tangan Aleyna.
" Sayang .. maaf yah " Ucap Adnan
" kamu pergi saja, Aku suruh Daniel dan Fandy yang akan menjaga mu " Ucap Adnan seraya merangkul Aleyna
" Tidak apa apa Mas ?"
" Mas mengijinkan kamu pergi dan anak kita, Mas akan suruh Daniel dan Fandy yang menjaga nya, Karena mas Tau, kamu ingin pergi kan ?"
" Tapi mas, "
" Tidak apa apa sayang "
Aleyna pun memeluk Adnan dengan sangat erat, bahkan ia bersyukur dengan Adnan yang selalu memberi nya waktu untuk berkumpul dengan kedua sahabat nya . Karena Aleyna tidak ingin mengingkari janji untuk bertemu dan kumpul bersama sahabat nya .
" Terimakasih Sayang " ucap Aleyna
" Tapi, Aku kirim pengawal juga ya . Biar lebih Aman " Ucap Adnan dengan sangat serius
" Kan sudah ada dr. Fandy dan dr. Chandra "
" Aku sudah menyuruh 2 pengawal untuk mu "
" Yasudah, Asal tidak menganggu saja "
*
*
*
Sementara Reyna bersiap siap, ia pikir Susan atau Daniel akan ke rumah nya untuk menjemput nya ternyata pasangan suami istri itu ke rumah Aleyna untuk menjemput Aleyna di karenakan Adnan tidak bisa mendampingi .Reyna mengerti dengan situasi Yang Aleyna rasakan .
ia berpikir juga, Fandy tidak akan menjemputnya karena Fandy tidak menghubungi nya sama sekali, Terpaksa Reyna harus membawa mobil nya sendiri .
" Nasib belum punya pasangan yah gini "
Segera ia mengambil Tas di lemari dan bergegas keluar, Namun langkah nya terhenti ketika Reyna mendengar ada yang membunyikan bel di pintu rumah nya, Segera ia melangkah untuk membukakan pintu Tersebut.
Benar saja, Di luar rumah sedang berdiri seorang dokter yang tampan, dan mampu menarik perasaan Reyna, siapa lagi kalau bukan dr. Fandy.
Untuk apa dia ke rumah Reyna ? Apa jangan jangan Ia merindukan Reyna ?
Ah sudahlah,Toh Reyna senang melihat kedatangan Beruang kutub ini, yang masih mengenakan Jas putih khas dokter dan Wangi yang sangat mempesona .
" Aku mau mengambil charger handphone ku yang tertinggal di kamar mu " Ucap Fandy
" Jadi tujuan kamu ke rumah ku, Hanya untuk mengambil charger ? Keterlaluan ! " Ucap Reyna dengan kesal nya
" Iya memang itu saja " Ucap Fandy
Padahal, Harus nya Reyna peka dong !
Tak mudah bagi Fandy untuk mengatakan kalau ia merindukan Reyna, Toh ia memang sangat gengsi, untuk mengatakan nya
" Kirain kangen " Ucap Reyna sambil bersikap acuh tak Acuh
" Kangen sama siapa ?" Ucap Fandy yang membuat Reyna semakin kesal
" Aku nggak ada waktu, Lain kali saja kamu mengambil nya "
" kamu mau kemana Rey ?"
" Aku mau ke mall bareng sahabat aku, Mau cuci mata sekalian, Siapa tahu ada oppa oppa yang nyangkut " Ucap Reyna dengan mata yang terus melirik ke Arah Fandy lalu melangkah pergi ke luar pintu.
" kelinci ku " Sahut Fandy
Langkah Reyna pun terhenti ketika Fandy memanggil Reyna dengan panggilan kelinci .
Ntah ada rasa yang berbeda saja kalau Fandy memanggil nya dengan sebutan itu, Rada Aneh namun Reyna menyukai nya. Ia tidak mempermasalahkan Panggilan untuk Reyna dengan sebutan kelinci toh tidak ada masalah .
" Apa ?" Sahut Reyna dengan singkat nya
" Jadi kamu mau ikut ?" Ajak Reyna
Fandy hanya mengangguk saja . menuruti keinginan Reyna .
" Jadi kamu takut yah, Aku tergoda cowok lain "Rayu Reyna kepada Fandy ketika sudah memasuki mobil Fandy
" Tidak sama sekali ! Aku tidak ingin memaksa mu untuk mencintai ku " Ucap Fandy dengan wajah flat nya
" Tapi aku ngga merasa terpaksa kok " Ucap Reyna yang mulai takut untuk mengajak Fandy bercanda karena ia begitu serius
" Jadi kamu sangat mencintai ku " Ucap Fandy sambil tertawa
" Ya kamu pikir saja sendiri " Ucap Reyna sambil sensi
Fandy pun mengerem mobil nya dengan sangat mendadak, untung saja jalanan gang Rumah Reyna sepi, Sampai Reyna terkejut dan hampir jantungan .
" Kamu kalau mau ngrem jangan mendadak , lama lama aku jantungan !" Bentak Reyna sambil memegangi dada nya yang terus berdetak karena terkejut
" Aku ngantuk " Ucap Fandy
Ia memang terlihat tidak fresh pagi ini, bahkan wajah nya sangat layu, Rambut nya pun tidak tertata rapih, Ada apa sebenar nya dengan Fandy
Akhir akhir ini, Fandy rela mengambil pekerjaan di dua tempat, Yaitu di Rumah sakit dan Klinik karena dokter umu seperti dr. Fandy sering mendapatk kerja shift, sampai ia melupakan kesehatan nya sendiri demi pasien. karena sudah sesuai dengan janji nya ketika bekerja di rumah sakit.
" Kamu tidur dulu , biar aku yang membawa mobil mu " Ucap Reyna karena tidak tega melihat Fandy yang begitu layu
" Aku tidur dulu sebentar yah " Ucap Fandy lalu ia pindah tempat duduk .
" Maafkan aku yang banyak mau nya beruang kutub, Aku tidak tahu kalau kamu sekeras ini berjuang demi aku " Batin Reyna sambil mengelus pipi dr. Fandy yang sangat licin itu, karena memang wajah nya bersih dan bebas dari jerawat
Reyna pun melanjutkan perjalanan nya mengendarai mobil sport Fandy, meski Reyna sering menggunakan mobil Matic namun Reyna bisa mengendarai mobil sport dr. Fandy karena tidak beda jauh dengan mobil Aleyna .
Setelah sampai Mall besar di Jakarta, Aleyna beserta Susan pun menuju Tempat makan dengan di kawal oleh Dua pengawal yang di kirim langsung oleh Adnan, Sayang sekali Adnan tidak bisa ikut karena ada Tugas mendadak dari Rumah Sakit, mengingat dr. Adnan adalah dokter spesialis. Wajar saja kalau jadwal nya memang berbeda dengan dokter umum.
" Alvin sama Elea imut banget, Onty kangen " Ucap Susan ketika melihat dua bayi kembar milik Aleyna
" Jadi kapan kalian punya baby " Ucap Aleyna
" Segera deh, doakan semoga kami di percaya untuk mempunyai seorang anak " Ucap dr. Daniel sambil merangkul Susan
" semoga kalian cepet cepet punya momongan " Ucap Aleyna sambil tersenyum
" Biar aku saja yang dorong kereta bayi nya " Ucap dr. Daniel karena memang dia menyukai anak kecil seperti dua bayi kembar Aleyna
Tiba tiba saja di pintu parkiran mall, Datang Reyna dengan dr. Fandy menghampiri Aleyna dan susan.
" Susan, Aleyna ... " Ucap Reyna langsung memeluk sahabat nya itu .
" Aku merindukan kalian " Ucap Reyna lalu melepaskan pelukan nya
Sementara kedua dokter muda itu langsung menghampiri Dua baby kembar Aleyna di kereta dorong . Mereka memang sangat menyukai Alvin dan Elea yang menggemaskan
" Hubby ... Aku mau belanja dulu deh abis itu baru kita makan " Ucap Susan
" Iya pergi saja, Aku dan Fandy yang akan mengikuti dari belakang " Ucap dr. Daniel
" dr. Fandy dan dr. Daniel, Tidak apa apa menjaga baby Alvin dan Elea dulu ?" Ucap Aleyna karena merasa tidak enak hati
" Dengan senang hati dong, Apalagi El sama Al lucu sekali " Ucap Daniel sambil mengajak Dua baby kembar nya untuk bercanda
" Iya nyonya Adnan, Pergi saja . kami akan menjaga nya " Ucap dr. Fandy sambil memandang Reyna dengan mata sinis, mungkin ini suatu Ancaman agar Reyna tidak tebar pesona
" Terimakasih yah " Ucap Aleyna
kemudian mereka pun pergi ke toko Kosmetik untuk membeli perlengkapan make up atau sekedar melihat saja toh, Aleyna memang sekarang menyukai make up, berbeda dengan dulu.
" Aley .. sekarang hoby make up yah " Ucap Susan sambil menyenggol tubuh Aleyna
" biar suami betah di rumah " Ucap Aleyna sambil tertawa
" Sumpah yah, beda jauh banget, dulu aja pake lipstik aja ngga mau dia Rey " Ucap Susan sambil tertawa
" Dulu kan kek preman banget " Ucap Reyna
" Sekarang kan sudah menjadi istri, Jadi harus dandan " Ucap Aleyna sambil tertawa lagi
" Nah, kalau Reyna gimana ini ?" Ucap Susan
" Ngga usah di Tanya, Dia sih ngajak aku nikah seminggu lagi sedangkan aku belum siap " Ucap Reyna
" kalau aku jadi kamu Rey, pepet aja udah " Ucap Susan
" Apalagi dr. Fandy papah Able banget, bukti nya dia dan dr. Daniel mau mengasuh El sama Al " Ucap Aleyna
" Iya buruan deh nikah! biar tidur Ada yang nemenin , Apalagi musim hujan kayak gini " Celoteh Susan
" Udah deh kalian tuh julit nya ngga hilang hilang sih " Ucap Reyna merasa bete dan kesal
" Jangan sampai nunggu aku, Panggil penghulu " Ucap Aleyna
" panggil aja kalau perlu aku nikah sekarang juga " Ucap Reyna
" Yaudah aku telpon penghulu yah " Ucap Susan lagi
Wajah Reyna semakin merona dan malu karena selalu di sudutkan oleh kedua sahabat nya.
" Eh jangan deh ! aku gengsi kalau minta nikah duluan " Bantah Reyna
" Yaelah, Aku juga kalau mau suka minta duluan " Ucap Aleyna sambil terkekeh
" Yang bener ley ! Aku belum berani kalau minta duluan " Ucap Susan
" Kalian ngomong apa sih ! " Ucap Reyna merasa penasaran
" Maka nya Nikah kalau pengen tahu " Ucap Susan dan Aleyna berbarengan
" Besok yah,kalau ngga hujan " Ucap Reyna membela diri nya sendiri
Ayo Ley dan Susan Desek Reyna biar cepet menyusul Kalian ?
Siapa yang setuju Reyna dan dr. Fandy menikah secapat nya ????
Guys, Di Vote yah supaya Peringkat nya naik . Terimakasih 🤗
Love you ♥️