
Setelah banyak aktifitas seharian, Elea pulang ke rumah dengan di antar oleh Saka, hari yang melelahkan, Elea mengantar Saka keluar dari gerbang rumah besar nya itu, elea masuk ke dalam rumah, kedua orangtuanya sudah menyambut kedatangannya di ruang tamu, tidak seperti biasanya, Elea sampai heran karena tidak seperti biasanya Mom dan Daddy menunggu kedatangan Elea, biasanya mereka sibuk dengan urusan masing-masing.
" baru pulang sayang?" ucap Mama yang memeluk Elea.
" Iya mom tadi el jenguk Mama Saka dulu." ucap Elea sambil duduk di samping Momy Aleyna.
" lagian tumben banget si, Momy sama Daddy nungguin el, ada hal yang penting kah?"
" sini duduk anak Daddy!" ucap Dr. Adnan yang mengajak elea untuk duduk disampingnya.
elea hanya menurut saja, ia tidak tahu apa yang akan orangtua nya katakan, semoga saja bukan tentang pernikahan, karena Elea belum siap untuk menikah, ia masih menikmati kesendirian nya, Elea bahagia dengan kehidupan sekarang, meski tidak ada seorang pun yang ada di dalam hati nya saat ini, Menikah bukan pilihan pertama bagi Elea untuk saat ini, Elea membutuhkan waktu dua atau tiga tahun lagi.
" aduh ma, tunggu dulu! perut aku sakit..." ucap Elea yang bergegas pergi ke toilet, karena perut nya yang tidak nyaman, sebenarnya semenjak menengok Mama Saka, Perut Elea sudah keram dan perih namun ia menahan nya, puncak nya ketika sampai ke rumah elea benar-benar tidak bisa menahannya, rasanya seperti ingin buang air besar namun, setelah menunggu dua jam lamanya berada di toilet, Elea enggan buang air besar.
Daddy Adnan dan juga Momy sudah khawatir menunggu Elea di depan pintu toilet yang ada di ruang tengah, mereka saling menatap ntah apa yang terjadi dengan Elea, karena hampir satu jam Elea berada di kamar mandi.
" el, kamu kenapa sayang?" ucap Momy yang khawatir dengan keadaan Elea.
" Mas Adnan ini gimana sama el?" ucap Aleyna yang begitu khawatir dan cemas.
dr.Adnan langsung mendobrak pintu toilet, ia langsung mendapati Elea sedang terbaring lemah di samping toilet.
" Elea!"
dr.Adnan sontak terkejut dan berlari menghampiri Elea, ia menggendong Elea yang tengah terbaring lemah, Elea tak berdaya menahan rasa sakit perih dan keram di perut nya.
" Mas apa yang terjadi dengan Elea?" ucap Aleyna begitu cemas, Aleyna mengikuti dr.Adnan membawa Elea ke kamar , seperti biasanya, dr. Adnan walau sudah tidak bekerja sebagai dokter lagi namun ia selalu siaga dengan stetoskop nya, dr.Adnan memeriksa bagian perut Elea .
" sayang, kenapa?" ucap Aleyna nampak panik, ia berdiri di samping Elea sembari memeluk Elea.
" Kita bawa saja elea ke rumah sakit, aku curiga elea memiliki infeksi pada usus nya soalnya Elea terus mengeluh sakit di perut nya" ucap dr. Adnan.
Tak lama kemudian, Elea terbangun namun masih mengeluh dengan sakit di perutnya, perut nya terasa penuh, ia juga mengalami mual dan muntah.
" Hoeekkkk!"
" Hoeeek...."
" Sayang, apa yang terjadi?" ucap Aleyna yang begitu cemas.
" Perut el sakit mom..." ucap elea rintihan nya, keluh kesah nya.
Meski Elea menolak untuk pergi ke Rumah sakit, dr. Adnan dan juga Aleyna memaksa nya untuk pergi ke rumah sakit , dengan tubuh lemah nya Elea tidak bisa menolak keinginan orang tua nya, ia terus mual dan muntah juga tidak memilki tenaga untuk memberontak.
ia pasrah dengan semua keadaan nya saat ini .
" kamu pasti kuat sayang, sebenarnya apa yang terjadi dengan kamu sayang!" ucap Aleyna dengan penuh kecemasan ia bahkan memeluk Aleyna mengelus perut nya yang terasa sakit.
Jam menunjukkan pukul 23.11 wib, dr. Adnan sudah menelpon Alvin yang sedang bertugas di Rumah Sakit Raden Adnan, Rumah sakit yang sudah sepuluh tahun di bangun oleh dr.Adnan dan sekarang menjadi Rumah sakit elit yang berada di Jakarta.
" Mas,bawa mobil nya bisa cepetan dikit nggak, kasian elea kesakitan Mas ..."
" iya momy, tenang mom..."
dr. Adnan bergegas menuju Rumah sakit, mobil nya sudah berada di parkiran atas Rumah sakit milik nya, sebenarnya bisa saja dr.Adnan merawat Elea namun obat-obatan nya tidak lengkap seperti di Rumah sakit.
Tampak security Rumah sakit sudah hafal dengan mobil yang di tumpangi dr. Adnan, sang pemilik Rumah sakit ini. Elea langsung di bawa ke Ruang IGD, ia bahkan langsung di tangani, dengan jeritan nya Elea...
aw....
Begitu jarum di suntikkan ke dalam nadi nya, Elea menjerit ia takut dengan jarum suntik bahkan bau obat-obatan, Elea terus mual muntah, ia tidak kuat berada di rumah sakit ini.
Padahal usia nya sudah dua puluh enam tahun tapi tingkah nya seperti anak kecil, elea terus berteriak bahkan dr. Adnan turun tangan untuk menyuntik Elea, sampai semua dokter dan perawat yang jaga nampak segan dan takut terjadi kesalahan.
" Aku benci daddy!" ucap Elea yang menggertak ketika hendak di ambil darah.
Elea terus menangis, kedua tangan nya di pegang oleh perawat, ia bahkan tidak bisa bergerak sama sekali.
" Mas bisa nggak sih, ngga usah di paksa kasian Elea!" ucap Aleyna yang tidak tega kalau Elea di paksa seperti itu.
" Ini cara agar Elea bisa sembuh mom, kamu diam dan tenangkan Elea!"
dr. Adnan menyuruh perawat untuk membawa sampel darah ke ruang laboratorium untuk mengetahui penyakit apa yang di derita oleh Elea.
Duh, episode berikutnya nya bakalan baper nih, kira2 ketemu Rangga atau Alvin?
pokok nya bakalan ada kejutan tak terduga, tapi doain Elea ya moga cepet sembuh, maklum anak bungsu kan agak manja gitu hehehe...
jangan lupa untuk dukung Author Like, Vote, komen ...