My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Rindu yang terpendam



* Aduh Bu mil yang makin hari makin cantik dan berisi



*Jangan Tatap Aku seperti itu Sayang *



matahari pagi mulai terbangun dari perpaduan nya memancarkan sinarnya dan menghangatkan tubuh dari udara dingin karena semalam hujan menuruni kota dan membasahi ibu kota ini,


Sementara pagi sekali Aleyna bangun dari tidur nya, Ia langsung bergegas mandi walau semalam ia kurang tidur karena pinggang nya berasa panas, Dan memang posisi tidur yang tidak nyaman dan serba salah. Adnan pun tidak tega melihat istri nya begitu lelah .Ia pun memeluk Aleyna karena dua hari ini ia akan pergi meninggalkan Aleyna untuk menjenguk Bunda Ratih dan dr Fandy ke Singapore.


" Sayang aku gendutan ya ?" Ucap Aleyna sambil menatap ke Arah cermin


" Siapa yang bilang kamu gendut ?" Ucap Adnan sambil beranjak menghampiri istri nya tersebut


" Mas aku serius nanya ? apa bener aku sekarang gendut dan tidak seksi lagi " Ucap Aleyna begitu memaksa meminta jawaban Adnan


" Kamu lagi hamil sayang wajar saja kalau berat badan mu naik dan Aku rasa istri ku semakin seksi " Ucap Adnan sambil memeluk Aleyna dari belakang


" Mas itu selalu bikin Aku senyum sendiri " Ucap Aleyna


mereka pun segera bergegas ke ruang makan untuk menyantap sarapan yang Bi Nani sudah sediakan di meja makan . kali ini ia membuat Fluppy Pancake yang sudah di lapisi coklat .


Ini Pancake terenak yang Aleyna makan karena harus ia akui kalau Pancake buatan Bi Nani sangat mantap .


Aleyna pun memberi Segelas susu coklat ke Adnan . Dan ia menyantap fluppy pancake nya .


Setelah selesai mereka pun bergegas pergi ke bandara internasional . Adnan mengenakan pakaian formal jas Hitam dan Celana hitam lalu Aleyna hanya mengenakan Dress hitam yang terbuat dari kain Jersey yang tidak terlalu ketat namun nyaman di pakai oleh ibu hamil seperti Aleyna. serta memakai long outer agar Aleyna tidak kedinginan karena cuaca pagi ini memang sejuk.


Adnan pun melajukan mobil nya ke Arah kiri menuju Bandara karena Reyna serta Susan dan Daniel menunggu nya di Bandara . Mengingat Aleyna hanya mengantar Adnan saja ia tidak ikut karena kondisi nya sedang hamil tua. Dan Adnan tidak mengizinkan Aleyna untuk ikut pergi ke Singapore.


sementara ia akan di Temani oleh Susan karena susan tidak ikut, Hanya Daniel dan Reyna serta Adnan saja yang akan mengunjungi Rumah Sakit tempat Bunda Ratih di rawat .


Tak menunggu waktu lama hanya 30 menit Saja Adnan dan Aleyna sudah sampai di Bandara . Ia memarkirkan mobil nya ke Tempat parkir terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam bandara . Sementara di ruang tunggu sudah Ada Reyna dan Susan beserta Daniel yang menunggu . mereka sudah lama menunggu kedatangan Adnan dan Aleyna .


" Akhir nya kalian sampai juga. Pesawat kita akan berangkat 30 menit lagi " Ucap Daniel


" Ayo kita berangkat " Ucap Reyna dengan semangat 45 nya.


" Iya deh iya yang udah ngga sabar ketemu mantan terindah nya " Ucap Aleyna sambil meledek Reyna


" Nah itu tau .." Ucap Reyna sambil tertawa.


Daniel pun menghampiri Susan yang tengah duduk di sebelah Reyna ia memegang tangan Susan dan mengatakan sesuatu


" Kamu jaga diri baik baik. Inget minggu depan kita udah mau nikah " Ucap Daniel


" Iya kak Daniel hati hati yah, Semoga selamat sampai Tujuan " Ucap Susan lalu memeluk Kak Daniel


" Terimakasih Kubby " Ucap Daniel dengan panggilan sayang nya kepada Susan .


* Calon manten ciyeeee



* dr Daniel uluh sweet juga



Dan dr Adnan pun mencium kening Aleyna dan mencium perut buncit Aleyna.


" Baby twin jangan nakal yah, Daddy mau pergi sebentar doang kok .Jangan bikin mommy kelelahan " Ucap Adnan


" Daddy jelek hati hati di pesawat nya . I love you " Ucap Aleyna sambil menirukan gaya bicara bayi


" I love you to " Ucap Adnan lalu mencium pipi Aleyna dengan sangat mesra nya .


" Aduh kasian ini Anak di bawah umur . cuma bisa ngelihatin doang " Celoteh Reyna yang sedari tadi melihat kemesraan dua pasangan ini .


Tak lama mereka pun masuk ke dalam pesawat dan Reyna pun duduk di pojok kiri dengan penumpang lain sedangkan Adnan dann Daniel duduk berdua di belakang Reyna . Sementara Aleyna pun kembali ke rumah dengan membawa mobil nya dan Susan lah yang mengendarai mobil nya karena Aleyna sudah tidak berani membawa mobil sendiri dan Adnan melarang nya apalagi di usia hamil tua seperti ini .


*


*


*


Hanya satu jam lebih sepuluh menit Adnan dan Daniel serta Reyna sampai di Bandara Singapura, Ia pun langsung menuju RS mount Elizabeth singapura tempat Bunda Ratih di rawat . Namun Reyna berhenti sejenak untuk membeli buah buahan beserta Bucket bunga untuk Bunda Ratih agar ia semakin membaik keadaan nya . Reyna siap menerima cacian atau hinaan dari Bunda Ratih karena niat Reyna berkunjung ke Rumah sakit ini untuk menengok Keadaan bunda ratih saja . Adnan pun sedari tadi sudah menghubungi Fandy ia memberitahukan bahwa Adnan dan Daniel akan mengunjungi nya. Reyna sendiri meminta Adnan untuk merahasiakan keberadaan Reyna . Karena Reyna ingin memberin kejutan kepada mantan kekasih nya itu.


Setelah sampai di RS mounth Elizabeth Singapura Adnan pun dan Daniel bergegas menuju ruangan Bunda Ratih sementara Reyna dengan sangat santai berjalan ia tidak ingin Fandy mengetahui keberadaan nya.


" dr Adnan dan dr Daniel, Aku mohon Rahasiakan ini dari Fandy " Ucap Reyna dengan sangat meminta kepada dr adnan dan dr daniel


" Tenang saja . Aku akan mengatur nya semua " Ucap Adnan


Lalu mereka pun bergegas menuju Ruangan Bunda Ratih di sana sudah Ada dr Fandy dengan memakai topi hitam dan kaos berwarna putih . Ia terlihat sangat tampan dan semakin muda berbeda dengan dirinya kalau sudah memakai Jas khas dokter .


Ingin sekali Reyna menghampiri nya dan memeluk dr Fandy namun ia menahan nya. Reyna bersembunyi di balik Tembok dekat ruangan bunda Ratih di rawat


" Bunda Ku masih belum ada perkembangan " Ucap Fandy begitu sedih


" Aku boleh menjenguk nya. " Ucap dr Adnan dan dr Daniel menuju ruangan Bunda Ratih untuk melihat keadaan bunda Ratih.


" Bunda memang sedang tertidur bahkan ia terkulai lemas " Ucap Fandy begitu sedih melihat keadaan bunda ratih


" dr Samuel mengatakan kalau Kanker Darah yang dialami bunda ku sudah stadium C, Dan ia memiliki sel darah putih yang banyak sedangkan sel darah merah nya sangat lah sedikit, baru kemarin di Kemotherapy semoga ada perkembangan bagi kesehatan bunda " Ucap Fandy


" Sabar Fan ..Semua pasti Ada jalan " Ucap Adnan


" Semoga bunda mu Cepat pulih " Ucap Daniel


Mereka benar benar memberi semangat kepada dr Fandy karena selama ini ia selalu merasa sendiri.


Setelah mengantarkan Adnan dan Daniel untuk menjenguk bunda nya dr Fandy pun bergegas keluar untuk mengunjungi dr Samuel lagi dan berkonsultasi tentang perkembangan Bunda Ratih.



Namun ia terkejut ketika melihat seorang wanita di depan pintu kamar Bunda Ratih dengan membawa Satu parcel berisi buah buahan dan Rangkaian Bucket Bunga. ia kenal betul dengan sosok wanita ini



Dia adalah Reyna mantan kekasih nya . Sontak wajah Fandy pun berseri ketika melihat Reyna yang begitu cantik, sudah lama ia tidak bertemu dengan Reyna . Fandy pun tersenyum ramah ke Arah Reyna dan ia langsung menyambut kedatangan Reyna .


"Reyna .. " Sahut nya


" Aku datang kesini ingin menjenguk bunda ratih " Ucap Reyna dengan sangat jelas


Seolah Tak percaya dr Fandy pun menampar wajahnnya sendiri karena ia benar benar terkejut dengan kedatangan Reyna yang membuat nya lebih semangat menjalani hidup . Ia sangat bahagia karena Reyna tidak membenci nya bahkan ia masih perduli dengan keadaan Bunda Ratih yang sudah jelas pernah menyakiti hati Reyna.


" aku ngga mimpi kan " Ucap fandy sambil mencubit dirinya sendiri


" nggak kok "Ucap singkat Reyna .


" aku boleh peluk kamu ?" Ucap Fandy meminta izin


untuk memeluk Reyna karena ia sangat merindukan gadis ini


dasar manusia kutub, kalau mau peluk ya peluk aja ngga usah pake embel embel izin segala, Dasar manusia kutub menyebalkan


" Siapa juga yang ngelarang " Celoteh Reyna namun ia tidak berani menatap wajah Fandy yang semakin hari ketampanan nya semakin bertambah saja.


Fandy pun memeluk Reyna dengan sangat erat nya bahkan ia tidak ingin melepaskan Reyna . ia amat merindukan Reyna .


Pelukan ini mampu membuat Jantung Reyna begitu bergetar memunculkan gelora Asmara yang dulu pernah Ada dan seakan ia muncul kembali


" Terimakasih sudah perduli dengan aku dan keluargaku . aku sangat merindukan mu .. sangat merindukan mu " Ucap Fandy yang semakin memperat pelukan nya. walaupun Reyna sendiri merasa Nyaman


" semoga Bunda Ratih cepat pulih " Ucap Reyna dengan sangat gugup setelah fandy melepaskan pelukan nya itu.


" Kamu ngga bilang kangen gitu sama aku ?" Ucap Fandy sungguh pertanyaan yang konyol


" terus ngapain aku jauh jauh dari Jakarta ke sini kalau kamu bilang aku ngga kangen ?" Ucap ketus Reyna


" Aku lupa .. Habis aku terbius sama kecantikan kamu " Ucap Fandy


*mati aku ...


sejak kapan manusia kutub ini pinter merayu* .


" Mau sekalian aku Racun juga ngga ?" Ucap Reyna yang pipi nya kian merona


" Kalau di Racun sama cinta kamu, Aku Rela " Ucap Fandy


" Dasar Rese " Ucap Reyna lalu pergi meninggalkan Fandy namun Fandy menarik lengan Reyna dan ia pun memeluk Reyna lagi dengan sangat erat


" Jangan datang untuk pergi . Karena aku benar benar tidak ingin kehilangan mu " Bisik Fandy di telinga Reyna


" Aku sadar diri status kita sekarang cuma teman " Ucap Reyna memperjelas perkataan nya dan berlalu pergi


" Teman tapi mesra " Ucap Fandy dalam hati.


Fandy hanya tersenyum nenatap ke Arah Reyna yang sudah pergi ke kamar bunda nya, Ntah kehadiran Reyna mampu membuat suasana baru di hati fandy . Ia langsung bergegas menuju Ruangaj dr Samuel dan Mengambil obat obatan untuk bunda nya . Tapi senyum yang terlintas di bibir fandy tak henti nya. karena ia benar benar bahagia.


Author Up Tengah malam nih Tapi gatau kapan di Review soalnya author pake Visual.


Komen dong yang Rame .


kalian lebih suka pasangan yang mana nih ?


komen cusssssss


RAMAIKAN KOLOM KOMENTAR PARA READERS !


LIKE JUGA