
Hari sudah semakin malam, Rangga menarik tangan Elea dan pulang menuju rumah karena Rangga sudah berjanji dengan Alvin kalau ia tidak akan pulang terlalu malam karena bagaimanapun Alvin adalah kakak dari Elea ia tidak ingin membuat Alvin curiga terhadapnya.
" Terimakasih malam ini kamu benar-benar bisa membuat tidurku tidak nyenyak...." ucap Rangga ketika sampai di depan rumah Elea.
Elea tersenyum dan menundukkan pandangannya, baru kali ini ia tidak bisa menatap wajah Rangga.
" Kok tidak nyenyak? Memangnya kenapa?" ucap Elea. sambil malu-malu.
" Karena masih terbayang dengan wajah cantikmu malam ini el, kalau bisa aku mau membawamu pulang dan menemani tidurku...." Rayu Rangga.
" Ih rangga jangan macem-macem deh!" ucap Elea sambil mendorong tubuh Rangga
" Terimakasih malam ini sudah membuatku bahagia" ucap Rangga, Ia hendak menggenggam tangan Elea namun rasanya berat sekali, ia masih malu lalu menahannya.
" Iya sama-sama ga..." ucap Elea sambil tersenyum
" Tatap aku dong, masa nunduk terus dari tadi?" ucap Rangga yang masih memperhatikan gerak gerik Elea.
" Aku masuk dulu yah!" ucap Elea yang langsung lari terburu-buru , ia tidak bisa terlalu lama dekat dengan Rangga, Semakin rangga mendekatinya, semakin kencang detak jantungnya.
Rangga menatap kepergian Elea sambil menggelengkan kepalanya, ia bahkan melemparkan senyum manis nya.
" Yes,, Akhirnya aku bisa mendapatkan Elea!"
Rangga melompat-lompat bak anak kecil yang baru saja mendapatkan permen. Sebahagia itu perasaan Rangga karena semua yang ia inginkan telah ia dapatkan.
Rangga segera masuk ke dalam mobil dan pulang dengan perasaan senang, Ia menyalakan musik dengan sangat kencang sambil bernyanyi.
" Aku cowok romantis, tidak akan ada yang bisa seromantis Rangga....."
Rangga membanggakan dirinya sendiri, ntah ia begitu bangga bisa mendapatkan Elea.
***
^
Keesokan harinya Elea berangkat ke sekolah dengan ditemani oleh Alvin, ntah Elea sangat gugup pergi ke sekolah pagi ini apalagi ia harus bertemu rangga, Elea belum siap meski setiap detik setiap menit Elea selalu merindukan Rangga.
Kencan semalam yang penuh dengan keromantisan membuat Elea susah untuk melupakan kejadian semalam, Elea tidak menyangka seorang Rangga yang super dingin bisa berubah menjadi super romantis, Berasa mimpi tapi Elea terbangun ia melihat cincin bergambar love yang melingkar di jari manisnya.
Elea tersenyum sambil mengingat kejadian semalam yang begitu romantis, ia mencium jari manisnya yang sudah dilingkari cincin.
Alvin yang duduk disebelah Elea sambil mengemudikan mobilnya menatap Elea dengan aneh, Bahkan berulang kali Alvin memanggil Elea namun Elea tidak menyahutinya.
" Orang gila...." ucap Alvin sambil menggelengkan kepalanya.
Tiba-tiba saja Elea menepuk lengan Alvin.
" Aku denger loh kak, maksud kakak orang gila itu siapa?" ucap Elea
" Ngapain senyum sendiri" ucap Alvin.
Elea merasa malu, ia ketahuan mencium jari manisnya,
" Siapa yang senyum sih kak, jangan salah paham deh!" ucap Elea yang mulai mencari alasan.
" Cincin dari siapa?" ucap Alvin yang melihat cincin di jari manis Elea.
" Kepo banget sih kak!"
Alvin meraih lengan Elea dan melihat cincin yang melingkar di jari manis Elea.
" Dari siapa?" ucap Alvin yang merasa penasaran.
" Dari Momy kak! ngapain sih curiga terus...." ucap Elea yang mulai berbohong, ia malu untuk mengatakan kalau cincin ini adalah cincin lamaran dari Rangga.
" Kirain dari cowok sialan itu! Aku tidak akan bisa menerima Juno ...." celoteh Alvin.
Elea hanya terdiam ia tidak ingin menanggapi ucapan Alvin toh sebenarnya elea sudah jadian dengan Rangga tidak ada sedikitpun nama Juno yang terukir di hatinya, Elea benar-benar sudah kecewa dan melupakan Juno.
Tak lama mereka pun sampai di sekolah, Elea langsung turun dari mobil dan menghampiri kedua sahabatnya yang sudah menunggu kedatangannya. Sementara Alvin langsung menuju kelas karena ini adalah hari terakhir Alvin berada di kelas 10, ia akan pindah ke kelas 11 bersama dengan Juno.
Elea memeluk kedua sahabatnya dari belakang, ntah ia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya.
" Hai sahabatku yang super duper keren tapi masih kerenan aku sih...." ucap Elea yang menyapa kedua sahabatnya.
" Ciye... yang habis kencan....."
" Uhuk... uhuk...,"
Elea duduk di samping kedua sahabatnya, seperti biasa kantin adalah tempat nongkrong terindah yang selalu mereka datangi.
" Cerita dong gimana kamu sama Rangga semalam?" ucap Karin yang merasa penasaran.
" Pasti kencan yang menyeramkan, Apalagi Rangga orangnya dingin banget, ih takut!" ucap Kiara
" Iya el, pasti kencan yang membosankan!" ucap Karin
Elea menatap ke arah depan, Tepat sekali ia melihat Rangga dan juga Dylan yang sedang berjalan menuju kantin, sontak Elea langsung membulatkan kedua bola matanya, Bahkan Rangga dan juga Dylan sengaja duduk di belakang meja Elea, Perasaan Elea semakin tidak tenang apalagi kedua sahabatnya sedang membicarakan Rangga.
Rangga menatap ke arah Elea, kedua bola matanya masih fokus menatap wajah cantik Elea.
" Oh my god! mengapa dia menatapku seperti itu!"
Elea menutup wajahnya dengan buku paket yang ia bawa untuk menghindari tatapan dari Rangga. Tatapan yang membuat jantung Elea tidak bisa berhenti berdetak.
Rangga mengirimkan satu pesan lewat WhatsApp
From : Mr. Kulkas^
" Jangan ditutupin mukanya, nanti aku nggak selera makan...."
Elea langsung membuka isi pesan dari Rangga dan ia membulatkan kedua bola matanya.
Elea pun menutup buku paketnya dan menaruh buku itu ke meja sisi kiri.
Karin merasa kesal karena dari tadi Elea hanya terdiam.
" Pasti semalam pengalaman kencan terburuk kamu kan el , apalagi kencan sama cowok dingin super misterius kayak rangga..... " ucap Karin dengan suara cempreng nya bahkan terdengar langsung oleh Rangga yang berada di belakang Karin , tapi Kiara maupun Karin tidak menyadari adanya Rangga.
" Mending masuk rumah hantu deh el daripada kencan sama cowok dingin, Menyeramkan...." ucap Kiara sambil tertawa.
Elea menggigit bibir bawahnya, ia tersenyum dengan sangat malu ke arah Rangga, Bahkan wajah Rangga berubah menjadi sangat dingin ketika mendengar ucapan Kiara dan Karin, Elea sendiri belum sempat menceritakan kejadian semalam karena Karin dan juga Kiara terus mentertawakan Rangga.
Rangga pun kembali mengirim pesan Whatsapp ke handphone Elea.
- *From : Mr. Kulkas
" Jadi kapan ajak kedua sahabat kamu ke rumah hantu*?"
" Kita masuk ke kelas yuk!" ajak Elea karena tumben banget Elea malah rajin masuk kelas, karena yang mereka tahu, Elea paling males kalau masuk ke dalam kelas.
" Tapi kan kita belum selesai cerita!" ucap Karin yang tetap ingin mendengarkan cerita Elea.
" Aku ke kelas duluan!" ucap Elea yang berjalan terburu-buru, Rangga yang memperhatikan hanya tersenyum
Karin dan Kiara pun menyusul Elea untuk masuk ke dalam kelas.
Tak lama bel masuk pun berbunyi, Pelajaran di jam pertama yaitu matematika, Elea tidak suka menghitung biasanya, Elea dan kedua sahabatnya bolos dari kelas matematika tapi kali ini Elea memberanikan diri untuk masuk dan mengikuti pelajaran matematika.
Rangga dan Doni serta anak murid cowok yang lain masuk ke kelas.
Bu Tami sebagai guru Matematika masuk ke dalam kelas dengan wajah super jutek.
" Selamat pagi....." Sapa nya.
" Pagi bu...." sorak semua murid
" Kumpulkan tugas rumah yang saya kasih seminggu yang lalu di meja saya....." ucap nya dengan tegas.
" Nggak sia-sia aku menggoda Dylan untuk memberikan jawaban matematika ini semalam!" ucap Karin sambil tersenyum.
" Aku juga sudah mengerjakan!" ucap Kiara.
Elea menghirup nafas, karena buku-buku yang ia bawa percuma, ia tidak mengerjakan soal matematika karena ia sibuk kencan dengan Rangga semalam.
" Aku tidak mengerjakannya!" ucap Elea dengan perasaan jenuh
" Yampun el, kamu tahu kan Bu Tami guru paling kejam!" bisik Karin yang duduk satu meja dengan Elea.
" Mau gimana lagi? Aku terima resiko nya...." ucap Elea
" Kalau gitu kami tidak mengumpulkan tugas juga deh el, kalau kamu tidak mengerjakan!" ucap Karin
" Iya aku juga tidak mau...." ucap Kiara
" Jangan deh, lebih baik kumpulkan saja tugas kalian, Aku mah gampang" ucap Elea yang menyuruh kedua sahabatnya untuk mengumpulkan tugas matematika
Rangga memperhatikan gerak gerik Elea, karena Elea tidak mengumpulkan tugas, Rangga pun merobek kertas tugas yang sudah ia kerjakan. Ia tidak ingin melihat Elea kena hukuman, Karena kesalahan Rangga yang mengajaknya kencan .
" Ga, kamu nggak ngumpulin tugas?" ucap Doni yang duduk satu meja dengan Rangga.
" Aku lupa membawanya" ucap Rangga dengan menyembunyikan kertas robekan berisi tugas matematika itu ke dalam laci.
" Tidak seperti biasanya?" ucap Doni merasa heran.
Semua murid pun sudah mengumpulkan tugas terkecuali Elea dan Rangga.
Bu Tami memanggil Elea dan menyuruh Elea maju berhadapan dengannya.
" Bukan sekali atau dua kali saja kamu tidak mengerjakan tugas dari saya! Bahkan nilai kamu kosong dibuku Absen saya, kalau kamu tidak ingin belajar dengan saya silahkan keluar!" ucap Bu Tami sambil membentak Elea, Akhirnya Elea pun keluar dari kelas dengan membawa tas nya. Ia sudah terbiasa di usir dari kelas oleh guru-guru kejam seperti Bu Tami.
nama kedua yang Bu Tami panggil adalah Rangga, Namun sikap bu Tami kepada Rangga sedikit berbeda bahkan tanpa marah-marah sedikitpun karena Rangga merupakan murid kesayangan bu Tami, karena Rangga murid pintar.
" Rangga kenapa tidak mengerjakan tugas?" ucap Bu Tami dengan suara pelan nya.
" Aku lupa membawa nya, Buku tugasku tertinggal dirumah!" ucap Rangga sambil fokus melihat ke arah luar, ia ingin menemani Elea.
" Kalau gitu silahkan kamu duduk dan mengerjakan tugas itu di dalam kelas." ucap Bu Tami, Namun Rangga menolak untuk duduk.
" Bagaimana pun saya tetap salah bu, Saya mau ibu menghukum saya!" ucap Rangga.
" Kamu maunya apa?" ucap Bu Tami .
" Saya menerima hukuman untuk keluar dari kelas, sama seperti Ibu menghukum Elea. Bukankah adil ?" ucap Rangga
" Silahkan keluar!" suruh Bu Tami
Akhirnya Rangga pun menyusul Elea untuk pergi keluar kelas, Ia tidak akan membiarkan Elea menderita atau bahkan sendirian. Rangga tidak bisa melihat Elea seperti itu.
Rangga melihat Elea berada di belakang perpustakaan, Tempat yang nyaman dan juga sejuk karena di tumbuhi beberapa tanaman dan pohon, Ada juga tempat untuk duduk dan sekedar membaca buku.
" Boleh aku temani?" ucap Rangga yang mengejutkan Elea.
" Kenapa kamu ada disini Ga? " ucap Elea dengan heran
" Aku tidak ingin melihatmu sendirian, Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi...." ucap Rangga sambil duduk disamping Elea.
" Tapi Ga, Kamu jangan berpura-pura tidak mengerjakan tugas, aku tidak akan mau nilai kamu turun...." ucap Elea sambil memukul bahu Rangga.
" Kalau gitu kerjakan itu sama-sama, Aku tidak ingin kamu tertinggal pelajaran. " ucap Rangga.
Elea masih terus cemberut sambil memainkan ponselnya.
Rangga meraih ponsel Elea dan menaruhnya di saku celana nya.
" Ga...." ucap Elea
" Kenapa sih guru-guru itu membenciku, padahal niatku baik mau ikut belajar" ucap Elea lagi.
" Jangan cemberut gitu, lebih baik kita kerjakan sama-sama" ucap Rangga
" Aku nggak bisa Ga! Aku mana paham...." ucap Elea
" Kan ada aku?" ucap Rangga sambil menatap wajah Elea.
" Ga, jangan menatapku seperti itu. Aku malu..." ucap Elea sambil menundukkan pandangannya.
" Aku nyaman berada didekatmu, Dan salah satu alasanku adalah ketika menatap wajahmu, " Rayu Rangga, Elea tersenyum dan tertawa ketika Rangga menggodanya.
Akhirnya mereka pun mengerjakan tugas dari Bu Tami sambil bercanda menikmati suasana sejuk di luar dan angin sepoi-sepoi, ternyata jatuh cinta tidak semudah yang orang lain bayangkan, banyak perjuangan namun Rangga berani mencintai Elea, ia berani berkorban apapun, karena cinta rangga bukan main-main, apalagi sulit bagi Rangga untuk menjatuhkan hatinya kepada cewek lain, karena Elea adalah cinta pertama bagi Rangga.
Note : Maaf author lupa nama guru matematika nya hehehe. Jadi asal ketemu aja namanya.
Btw itu Cover baru dari Novel toon yah, Author juga baru tau heheh
Ciee yang baru jadian mah gini dunia berasa milik berdua, yang lain mah ngontrak aja yah wkwk
KOMEN DONG YANG BANYAK hehehhe
Di Like dan Vote juga makasih.