My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Tidak tahan



Aleyna nampak tersenyum setelah menutup telepone dari Adnan, ntah lah sudah hampir beberapa minggu ini Aleyna tidak bertemu dengan Adnan rasa rindu itu kian membara, apalagi ia sedang mengandung benih cinta nya dengan Adnan.


aku merindukan mu, suami ku ....


setelah mendengar sikap Posesif Adnan terhadap Aleyna, ntah Aleyna merasa senang, sudah sekian lama ia tidak mendengar Adnan memberi nya sebuah perhatian kecil seperti ini, rasa rindu nya mampu terobati tatkala Adnan memberikan kabar kalau ia baik-baik saja, apapun yang di lakukan oleh Adnan, Aleyna hanya bisa mendukung nya dan berharap semua akan baik-baik saja.


" Aleyna...... " sahut Widya yang menghampiri Aleyna yang tengah melamun


" Emm, Bunda .... " ucap Aleyna merasa terkejut ketika Widya tiba-tiba datang dan membuyarkan lamunan nya.


" Nak, apa Adnan baik-baik saja?" ucap Widya yang nampak ikut penasaran karena ia sudah lama tidak bertemu dengan Adnan juga.


" Baik bun, semoga saja semua nya cepat selesai dan kita bisa berkumpul kembali." sahut Aleyna dengan rasa khawatir nya.


" Bunda berharap seperti itu, dan apapun pekerjaan Adnan selama ini, bunda harap kamu selalu setia mendampingi Adnan" ucap Widya sambil mengelus rambut Aleyna, bahkan ia berharap kisah cinta antara Aleyna dan Adnan tidak seperti Widya dan Raden yang hancur lebur seperti sekarang ini.


" Aku janji akan selalu setia sama Mas Adnan, bun. Apalagi sekarang aku sedang hamil anak kedua, rasa nya berat kalau harus berpisah dengan Mas Adnan seperti ini. " ucap Aleyna


" Bunda pernah merasakan, memang menjadi seorang istri dari Dokter seperti Adnan adalah resiko nya seperti ini, berjauhan kadang tidak bertemu sama sekali dalam sebulan " ucap Widya, ia mengingat lagi kisah antara ia dan Raden, bahkan tak kuasa air mata nya jatuh di pipi nya begitu saja, namun ia segera mengusap nya, khawatir Aleyna akan melihat nya.


" Iya Aleyna ingin menjadi seperti Bunda dan Ayah yang selalu rukun bahkan jauh dari kata keributan dalam rumah tangga " ucap Aleyna lalu memeluk Widya dengan sangat erat


Andai kami tahu, kehidupan Bunda dan Ayah telah berbeda, setelah Bunda mengetahui semua nya........


" Kamu tidak akan tahu, kejadian sebenarnya, setiap rumah tangga pasti ada saja masalah yang menerpa, tapi Bunda berharap untuk kamu dan Adnan, semoga bisa terus bersama sampai akhir hayat" ucap Bunda Widya sambil menetes kan air mata lagi, karena luka yang ia rasakan amat sakit, dan selalu membekas di hati nya.


Tak lama Bi Nani pun datang menghampiri Aleyna dan Widya yang tengah mencurahkan isi hati masing-masing, Bi Nani sudah membereskan semua pakaian Widya dan menyiapkan kamar tamu untuk tempat tidur untuk Widya.


" Bu, kamar nya sudah saya siapkan!" ucap Bi Nani


" Terimakasih... Nak, bunda istirahat sebentar yah, kamu jangan terlalu capek, kasian bayi yang ada di dalam kandungan mu." ucap Widya sambil mengelus perut Aleyna


" iya bunda, istirahat lah." ucap Aleyna sambil menatap kepergian Widya, ntah Aleyna merasa sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga Adnan, terutama sekarang Aleyna dan Bunda Widya bisa dekat seperti ini, Aleyna sendiri sudah menganggap Widya seperti Ibu nya sendiri karena Ibu Venna memang sibuk bahkan jarang sekali berkunjung ke rumah nya, apalagi sekarang Venna dan Yudha tengah berada di Malang, mereka tidak bisa pulang karena tugas pembangunan bisnis mereka belum selesai.


mengapa aku bisa dekat dengan mamah mertua dibanding ibu sendiri, ntah lah bunda widya memang baik.


Aleyna selalu berharap ia memiliki sifat tenang nan lembut hati nya seperti Widya, karena ia merupakan perempuan yang patut Aleyna contoh, ia mampu mencairkan suasana bahkan dengan kelembutan hati nya mampu meluluhkan siapapun yang ada di dekat nya, termasuk Aleyna yang merasa bahagia mempunyai ibu mertua seperti Widya, tak pernah Aleyna bayangkan sama sekali karena yang ada di dalam pikiran Aleyna adalah semua ibu mertua pasti galak seperti ibu mertua Susan, tapi kali ini pikiran nya begitu terbuka dan menganggap tidak semua ibu mertua itu galak, bukti nya Widya baik dan perhatian terhadap nya


" ih, apa jadi nya kalau mertua ku galak." ucap Aleyna sambil bergidik ngeri, ia tidak bisa membayangkan kalau sampai mertua nya galak, mungkin saja Aleyna tidak akan betah.


Aleyna pun kembali memasuki area kamar, bahkan ia merasa bosan karena seharian tidak melalukan aktivitas apapun, apalagi kedua anak kembar nya sudah tertidur. Aleyna semakin bingung, akhir nya ia memutuskan untuk menghubungi kedua sahabat nya yang sudah lama tidak bertemu.


" Haha, pasti kamu bosan kan?" celetuk Reyna ketika sebuah panggilan video tersambung ke handphone nya.


" Ah, begitu lah! aku memang tidak betah di rumah, rasa nya seperti di penjara saja." gerutu Aleyna sambil menopangkan dagu nya ke bantal.


" Haha, kamu saja bosan apalagi aku." jawab Reyna


" Kau sedang apa?" ucap Aleyna


" Aku sedang menunggu anak dalam kandungan ku, lahir kedunia ini." ucap Reyna sambil memegangi perut nya.


" Haha, memang usia kandungan kamu berapa bulan? mengapa harus menunggu lahir ?" ucap Aleyna sambil tertawa


" Baru 6 bulan, Aku sudah tidak sabar menanti baby, apalagi dia sudah mulai bergerak dan menendang perut ku." ucap Reyna


" Jangan-jangan anak mu nanti, jadi pemain bola " ucap Aleyna sambil tertawa


" Biarkan saja, asal jangan menjadi playboy seperti Alvaro" ucap Reyna sambil tertawa meledek Aleyna


" Ha, Alvaro ? siapa itu?" jawab Aleyna pura-pura lupa


" Haha, aku lupa kau hilang ingatan ." ledek Reyna


" Tidak apa-apa, daripada di tinggal nikah pas lagi sayang- sayang nya " ledek Aleyna lagi sambil menertawakan Reyna


" Diem!"


"Yaudah!"


Akhir nya mereka pun kembali tertawa, dan saling meledek satu sama lain, tak lupa mereka menghubungi Susan yang dari tadi belum mengangkat panggilan video nya. Namun, kali ini sudah tersambung.


" Halo, kalian siapa ?" jawab Susan sambil menguap


" Efek di tinggal suami jadi begini." jawab Aleyna


" Sialan!" gerutu Susan


" Tidur mulu, San ?" ucap Reyna


" Terus mau ngapain lagi? mau main cacing?" jawab Susan sambil tertawa


" Ah, ngga mau!" jawab Aleyna


" Aku cape ngejar cacing terus, tapi dia nya nggak peka. " jawab Reyna sambil tertawa


" Receh!"


" Curhat?"


" Cacing baju?"


" Minum obat sana!"


" aku mau nya, minum obat sama dokter Adnan!" ucap Aleyna sambil cemberut


" Aku mau di suntik sama dokter Fandy!" ucap Reyna lagi


" Kangen!"


" Banget!"


" Kapan mereka pulang ?"


" Secepat nya.... "


" Ternyata lelaki itu menyebalkan!"


" Loh, mengapa begitu?"


" Mereka berani meninggalkan perempuan pas lagi kangen-kangen nya!"


" Cari suami baru saja. "


" Biar apa?"


"Biar ada yang menemani tidur"


" Cukup satu seumur hidup."


" Nah, sejak kapan Aleyna pinter"


" Sejak di tinggal sama dokter Adnan"


" Jangan di tinggal bahasa nya"


" terus apa?"


" Sejak bertemu dengan dokter Adnan"


" dan menikah?"


" lalu mempunyai anak!"


" Dan dia nambah lagi?"


" kalian berhenti gibahin temen."


" kalau ngga gibah, urat bibir ku kering."


" Aku mau tidur."


" bodoamat"


Obrolan kecil itu, mampu membuat ramai isi kamar Aleyna, walaupun lewat sambungan video saja tapi candaan itu mampu menemani Aleyna yang tengah kesepian maupun kedua sahabat Aleyna yang ikut kesepian juga karena di tinggal oleh suami mereka selama satu bulan penuh.


Aleyna memang tidak pernah melewatkan untung menghubungi kedua sahabat nya, hampir setiap hari ia melakukan sambungan video dengan kedua sahabat nya, untuk melepas rasa bosan dan jenuh ketika berada di rumah kalau saja, ia bisa keluar rumah, ia ingin sekali pergi ke mall atau berburu makanan dengan kedua sahabat nya. Aleyna begitu tersiksa berada di rumah terus menerus.


-


Sementara, Widya pun membaringkan tubuh nya di atas kasur empuk yang ada di rumah Aleyna, Widya sendiri sudah melayangkan gugatan cerai kepada pihak pengadilan karena ia tidak bisa bertahan lama dan Widya tidak ingin meneruskan rumah tangga nya dengan Raden, karena Raden mengkhianati cinta nya, Widya tidak bisa untuk terus bertahan.


Widya pun mengambil benda pipih tersebut di atas nakas, lalu menekan tombol hijau untuk menelpon pengacara nya mengenai surat cerai yang ia layangkan.


" Apa kau sudah selesai mengurus semua surat cerai ku?" ucap Widya namun tiba-tiba saja Aleyna masuk ke dalam kamar Widya untuk mengantarkan sabun cuci muka yang Widya pesan tadi, namum Aleyna tidak sengaja mendengar sepatah ucapan dari mulut Widya,Aleyna berhenti di depan pintu yang sudah setengah terbuka.


" Cerai?" gumam Aleyna, ia mendengar kata cerai yang terucap dari mulut Widya, Aleyna pun terkejut bahkan ia menjatuhkan sabun dan peralatan mandi yang ia bawa, dan membuat Widya begitu terkejut.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


JANGAN LUPA BACA NOVEL TERBARU AKU JUDUL NYA : MI AMORE MEIRA


DI TUNGGU LIKE, KOMEN DAN VOTE NYA


FOLLOW INSTAGRAM AUTHOR


Raindu9721