
Setelah selesai mandi, Aleyna pun beranjak dari Bath up namun tubuh nya di tarik oleh Adnan sampai ia kembali berendam lagi di dalam bath up, ntah Adnan begitu liar pagi ini mungkin karena ia sangat merindukan Aleyna, ia bahkan tidak ingin melihat Aleyna dengan raut wajah yang amat dingin karena Adnan tidak akan tahan dengan semua sikap Aleyna seperti ini, Ia merindukan keceriaan dari seorang Aleyna dan ia merindukan senyum manis yang terlintas dari bibir Aleyna.
" Sayang jangan pernah bersikap seperti itu lagi mulai hari ini dan seterus nya!" Ucap Adnan sambil terus memeluk tubuh Aleyna dan tanpa sadar mereka sudah hampir dua jam menghabiskan waktu di kamar mandi, Tidak akan ada yang mengganggu mereka kalau sedang ada di dalam kamar tidak ada satu pun dari mereka yang bisa mengganggu Adnan dan Aleyna. Karena kebiasaan mereka memang bercinta berlama lama di dalam bath up.
" Kamu hutang penjelasan kepada ku !" Ucap Aleyna yang kemudian benar benar beranjak dari bath up dan mengambil handuk putih yang di letak kan di gantungan khusus handuk yang tersedia di dekat tembok besar kamar mandi nya itu
" Bersihkan tubuh mu, aku akan menjelaskan nanti .. " Ucap Adnan yang masih berendam, kini rambut nya pun ikut basah dan membentuk manik manik di rambut nya, ia menatap kepergian Aleyna yang membersihkan tubuh nya usai bercinta hampir dua jam dengan Adnan.
Setelah selesai mandi, Adnan pun mengajak Aleyna untuk sekedar santai di belakang rumah di dekat kolam renang karena di belakang rumah Aleyna di tumbuhi pepohonan yang rindang , serta menyejukkan hati . Adnan menyukai Area belakang rumah nya karena menurut Adnan Area belakang rumah cocok untuk bersantai dan menyejukkan pikiran setelah terlalu lama beraktivitas, tempat ini mampu memberi suasana yang menenangkan .
Aleyna pun menghampiri Adnan yang masih mengenakan handuk piyama nya. Sementara Aleyna sudah rapih mengenakan baju blouse berwarna navy dan celana pendek yang biasa ia pakai di rumah , ia membawa kan jus jeruk dan jus Alpukat beserta cemilan yang akan mereka nikmati di pagi hari yang cerah, sedangkan kedua bayi kembar nya malah tertidur usai Bi Nani mengajak nya jalan jalan di sekitar taman di depan rumah .
Adnan pun duduk di Ayunan besi yang ada di sebelah kiri kolam renang, ia memang menyediakan tempat bersantai ini untuk menukar pikiran satu sama lain.
" Sayang ... " Ucap Adnan menyambut kedatangan Aleyna dengan senyum manis nya.
" Jadi kamu tidak bekerja hari ini .. " Ucap Aleyna yang duduk di samping Adnan sedangkan minuman nya ia taruh di meja kecil di pinggir Ayunan besi itu
" Aku mengambil kerja sore saja, Aku sudah ijin kepada pihak rumah sakit "
" Kau selalu mengabaikan pekerjaan .."
"Aku tidak bisa pergi bekerja dengan pikiran ku yang kacau ... "
" kalau begitu jelaskan apa yang kamu lakukan bersama dr Daniel dan dr. Fandy sampai pagi ! "
" Aku dan Daniel beserta Fandy berhasil membawa Nasya bertemu dengan Josephine !"
" Sore itu Fandy meminta tolong untuk menemani nya menjalankan misi untuk mengembalikan Nasya kepada Ayah nya
dan kami mulai mencari tahu tempat tinggal Nasya sebelum membawa Ia dan suami nya pergi ke rumah Josephine .. "
Aleyna terkejut mendengar perkataan Adnan, ia tidak menyangka apa yang di lakukan Adnan adalah untuk membantu Fandy agar ia bisa mendapatkan hak nya untuk memiliki rumah dan Aset kekayaan yang sudah lama di sita oleh Josephine.
dan arti nya, ini berita bagus karena Reyna akan segera menikah , Ntah perasaan Aleyna menjad campur aduk ketika Adnan menjelaskan semua kejadian kemarin, Aleyna merasa bersalah karena ia menuduh Adnan dengan tuduhan yang jelas sekali tidak di lakukan oleh Adnan, harus nya ia mendengarkan penjelasan Adnan terlebih dahulu, namun Aleyna terbawa emosi sampai ia tidak ingin mendengarkan penjelasan Adnan yang sudah jelas membantu sahabat nya sendiri.
" mengapa kamu tidak mengabari ku .. Sedangkan aku menunggu mu di rumah!"
Adnan membelai lembut rambut Aleyna, Ia tersenyum kecil ke arah Aleyna
" Sayang .. Aku tidak ingin kamu gelisah memikirkan aku, karena aku tidak ingin membebani pikiran kamu !"
" Tetap saja Mas Adnan .. Aku khawatir!"
" Yang terpenting semua masalah yang Fandy hadapi sudah selesai, Tapi kau jangan memberitahu Reyna, karena Fandy akan melamar sahabat mu itu !"
" Sungguh? dr Fandy akan melamar Reyna?"
Adnan pun mengangguk kan kepala nya,pertanda ia menyetujui omongan Aleyna.
" Maafkan aku Mas, Karena waktu itu aku terbawa emosi sampai aku tidak memberi mu kesempatan untuk menjelaskan semua nya .. "
" Tidak apa apa sayang .. Aku mengerti bagaimana lelah nya kamu mengurus anak anak ku .. "
" Aku kira kamu punya wanita simpanan Mas .. Aku tidak akan rela .. "
" kalau sampai punya bagaimana ?"
Adnan pun tertawa melihat reaksi Aleyna yang kini siap menghantam nya.
" Awas saja! Aku pastikan kamu tidak akan selamat .. "
" Tidak sayang, Karena kesetiaan itu Mahal harga nya, dan kamu patut untuk di pertahan kan!"
Aleyna pun terbuai dengan perkataan Adnan, ya memang dia selalu membuat Aleyna begitu terpesona dengan kata kata nya, ia pandai merangkai kata kata bahkan ia panda mencuri hati Aleyna sampai Aleyna begitu luluh dibuat nya. Aleyna pun menyandarkan kepala nya di dada bidang Adnan yang setengah terbuka karena ia hanya mengenakan handuk bulu piyama berwarna putih , Dada yang bikin Aleyna nyaman selama ini berada di atas nya .
" Lain kali jangan mengulangi nya lagi! dimana pun kamu berada, kamu harus mengabari ku .. "
" Iya sayang.. Janji ?"
Adnan pun mengecup pucuk rambut Aleyna yang setengah basah, namun ia menyukai Aleyna yang selalu wangi , Karena Adnan menyukai segala bentuk tubuh maupun Aroma tubuh Aleyna yang ia cium setiap hari.
untaian kata kata indah memang tidak akan cukup untuk menjelaskan arti penting nya dirimu bagi ku, Aleyna ..
Karena yang harus kamu tahu adalah
kamu pusat dunia ku, bagian dari hidup ku
sampai detik ini, hingga tangan tuhan memisahkan kita ..
kau tetap Aleyna ku ....
Kekasih hati ku ...
Kehidupan memang seperti roda yang berputar, Karena tidak selama nya bahagia itu akan datang namun berdampingan dengan rasa sedih nan terluka, disisi lain belajar lah untuk saling terbuka, agar kelak tidak ada yang terluka, Belajar lah untuk saling menerima kelebihan dan kekurangan pasangan agar kelak bisa hidup bahagia, mungkin cobaan dan masalah yang datang, telah menguji seseorang seperti Adnan dan Aleyna untuk selalu memberi kekuatan dan makna cinta sesungguh nya, Karena Masalah yang datang mampu di hadang oleh Kekuatan cinta yang begitu besar .
🌺🌺🌺🌺
Hari ini dengan langkah penuh semangat Fandy pun bangun dari tidur nya setelah sekian lama ia tidur, ia nampak nya merindukan gadis nya yang sudah beberapa hari ini ia tidak menghubungi Reyna, Sebenarnya Fandy memang sedang menyiapkan sesuatu untuk kekasih nya itu, ia juga bekerja sama dengan Bunda Martha. karena hari ini ia akan pergi ke suatu mall besar yang ada di kota ini untuk membeli cincin tunangan , Ia memang sudah bekerja sama dengan Bunda Martha tanpa sepengetahuan Reyna, Fandy sendiri bingung kalau harus memilih cincin sendiri karena ia tidak mengerti tentang perhiasan wanita, maka nya ia menghubungi Bunda Martha karena ia mengerti tentang perhiasan, dan ini waktu nya juga ia mencuri hati calon ibu mertua nya setelah ia berhasil mencuri hati anak nya, Dia memang sengaja membuat kejutan seperti ini agar Reyna begitu terkejut dan bahagia setelah lama menanti hari yang spesial ini.
" Ketampanan mu begitu sempurna Fandy !" ucap Fandy sambil menatap cermin dan memuji diri nya sendiri
dia memang narsis, sangat narsis mungkin ia sedang bahagia karena sebentar lagi ia akan mempersunting Kekasih nya
Sementara Bunda Martha sibuk meledek Reyna yang sedari tadi nampak kesal karena Fandy sama sekali tidak mengabari nya, sudah beberapa hari ini Fandy mengabaikan Reyna .
" Jangan jangan dokter mu itu membuat harapan palsu kepada mu ... " ledek Martha padahal ia mempunyai rencana besar untuk Reyna bahkan ia bekerja sama dengan Fandy.
" Apa sih bunda! Aku tidak perduli, lagian siapa juga yang berharap sama beruang kutub itu " Ucap Reyna padahal ia memang sangat berharap Fandy akan menikahi nya
" tambah satu lagi, Beruang kutub menyebalkan tepat nya .. "
" Sore ini Bunda mau pergi ke Mall bareng teman teman Bunda, kamu mau ikut ?" Ucap Martha yang membohongi Anak nya
" Aku males pergi sama ibu ibu ganjen!"
" Yasudah .. Bunda mau mencari Ayah baru untuk kamu .. "
" Jangan macem macem bunda!"
" Memang kenapa, Bunda juga butuh pasangan sama seperti kamu, masa mau jomblo terus sedangkan kedua sahabat mu sudah menikah .. "
" Bundaaaa ... " Teriak Reyna langsung melempar bantal ke Arah Bunda Martha karena ia terus meledek Reyna yang sedang mengharapkan kabar dari Fandy.
Ia pun duduk di pinggir kolam renang, sambil menyelam kan kedua kaki nya , ia memang ingin berenang untuk melupakan semua masalah yang ada di hidup nya agar ia tidak terlalu kesepian karena Fandy memang memberi harapan palsu, kali ini Reyna sangat kecewa dengan sifat Fandy yang benar benar sedingin es, ia bahkan tidak memperdulikan Reyna lagi .
Apa aku salah berharap terlalu lebih kepada mu beruang kutub.
Reyna semakin merasa gelisah, ia di ambang pikiran yang amat mendesak seolah waktu begitu cepat hanya butuh lima hari lagi Fandy untuk membuktikan keseriusan nya kepada Reyna, Namun Reyna belum sama sekali menerima kabar sedikit pun dari Fandy.
.
apakah kamu menyerah begitu saja beruang kutub ?
Reyna menangis di tepi kolam renang, ia sangat kecewa dengan Fandy, Ia bahkan kesepian kepada siapa ia mengadu, mencurahkan semua isi hati nya. Karena ia sendiri dan memang selalu sendiri. Kedua sahabat nya bahkan tidak memperdulikan nya lagi, Reyna juga tidak mau egois karena kedua sahabat nya juga telah memiliki kesibuk kan masing masing, hanya Reyna lah yang memang merasa kesepian.
Ia pun meloncat ke dalam kolam renang, membasahi tubuh nya dan mulai menelusuri kolam renang, Sementara bunda Martha menghampiri nya karena ia akan pergi bersama Fandy namun tanpa Reyna ketahui.
" Reyna ... Bunda pergi dulu " Ucap Bunda Martha
" Jangan terlalu lama berenang.. Bunda akan segera kembali " Ucap Bunda Martha,
Ia segera keluar dari pintu rumah nya dan mendapati mobil hitam Fandy yang sudah terparkir di depan gerbang rumah nya, Ia segera memasuki mobil lambhorgini milik Fandy .
" Reyna sedang apa Tante .. ? " Ucap Fandy yang nampak sudah akrab dengan calon mertua nya itu.
" Dia sedang galau, bahkan ia sedang berenang sambil melamun memikirkan mu "
" Apa aku salah mendiam kan dia untuk keberhasilan rencana malam ini .. "
" Tidak .. Kau akan melihat nya bahagia malam nanti .. "
" Terimakasih telah membantu ku Tante . "
" Tidak usah khawatir Calon beruang kutub .. "
Fandy nampak terkejut ketika mendengar Bunda Martha memanggil nya dengan sebutan beruang kutub sama seperti Reyna memanggil nya dengan sebutan itu, ia nampak tersipu malu dengan Bunda Martha
" Kenapa kau malu .. ? "
" Tidak Tante .. dari mana kau tahu "
" Reyna tadi memanggil nama mu dengan sebutan beruang kutub menyebalkan . "
" Reyna benar benar marah kepada ku !"
" Dia bukan marah, hanya saja merindukan kamu !"
Fandy semakin merasa tersipu malu duduk berdampingan dengan calon mertua nya ia menceritakan bagaimana Reyna ketika Fandy tidak mengabari nya, ia bahkan sempat mogok makan karena perasaan begitu gelisah kalau Fandy tidak mengabari nya, Mendengar cerita Bunda Martha Fandy malah semakin merindukan Reyna, ia bahkan sudah tidak tahan ingin bertemu Reyna .
Setelah hampir empat puluh menit akhir nya mereka pun sampai di sebuah mall besar d jakarta, mereka pun berjalan menuju toko perhiasan karena Bunda Martha mengenal betul toko ini karena ia sering kali berbelanja di toko perhiasaan ini.
Bunda Martha memilih cincin emas putih 24 karat karena cocok dengan tangan Reyna yang mungil, ia memilih cincin emas putih yang di tengah nya di hiasi berlian Eropa yang nampak manis di lihat . Bahkan Fandy sangat menyukai cincin itu ia membayangkan bagaimana Cincin itu melingkar di jari manis Reyna . Ia semakin sudah tidak sabar ingin menanti malam , karena malam ini Reyna akan menjadi wanita paling bahagia karena Fandy akan segera melamar nya.
" Ini bagus dan cocok untuk Reyna .. "
" Iya yang ini saja Bunda .. "
Tak lama pelayan toko itu membungkus Emas putih itu dengan Tempat love berwarna merah, Dan membuat Fandy begitu bahagia ingin segera menanti malam ini. Ia akan menjadi pria yang beruntung karena bisa memiliki Reyna.
Setelah selesai membeli Cincin untuk hari pertunangan nya, Martha pun mengajak Fandy untuk membooking restauran untuk acara malam ini, Ia bahkan memberi ide ide berlian nya untuk Fandy.
Sudah banyak Restauran yang sudah di booking, dengan perasaan kesal dan sempat mengeluh karena ia tidak mendapatkan Restoran bintang lima namun Bunda Martha mengajak Fandy lagi untuk mencari Restoran lain, Tepat nya di La Vue at Hermitage karena Restoran ini lumayan sangat romantis di tengah ramai nya kota ini, Fandy bersyukur karena bisa membooking restauran ini, Ia bahkan berterimakasih kepada Bunda Martha karena telah membantu nya.
" Tante .. Terimakasih telah membantu ku "
" Semoga berjalan dengan lancar, karena Reyna sudah lama menunggu mu .. "
" Malam ini akan aku bukti kan keseriusan aku kepada Reyna !"
" Jangan lupa mengabari kedua sahabat Reyna !"
Setelah mengantarkan Bunda Martha pulang ke rumah , Fandy pun segera bergegas menuju Rumah untuk menyiapkan diri dan tidak lupa ia mengabarkan perihal acara lamaran nya kepada Adnan dan Daniel untuk hadir malam ini .
CUNG !!
PENDUKUNG FANDY DAN REYNA
COBA BERMUNCULAN DI KOLOM KOMENTAR !
VOTE VOTE VOTE !!!!
KOMEN DAN LIKE
Raindu21 ♥️